Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Acara wisuda


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Hari-hari nina ada yang kurang, entah mengapa dia selalu teringat dengan bimo. Padahal sudah lama nina tidak bertemu dengan bimo, terakhir bertemu dua bulan yang lalu saat malam hari membeli martabak.


Walaupun tidak bertemu diam-diam bimo mencari tahu soal nina, hingga bimo tahu dimana kontrakan nina dan tempat kerja nina, dan nina kuliah dimana bimo juga tahu.


Bimo ingin menyelesaikan masalah nya dengan mira terlebih dahulu baru dia akan mencoba mendekati Nina. Dia tahu nina adalah wanita baik-baik dan dia pun akan mendapatkan nina dengan cara yang baik. Bimo mrnyadari jika dia memang jatuh cinta dengan wanita yang bernama Nina.


" Mas kamu mau kemana?" Tanya mira yang sudah melihat bimo berpakaian rapi dan memakai jas. Tentu nya mang diman yang sudah mengantarkan baju ganti bimo, karena dari kemarin bimo belum pulang ke rumah.


" Aku ada acara di kampus XX" Seru bimo menjawab pertanyaan mira.


" Tapi mas apa kamu tidak kasihan dengan ku, aku baru melahirkan kemarin tapi kamu malah pergi lalu siapa yang akan menolong ku jika aku akan ke kamar mandi?" Tanya mira dengan nada manja membuat bimo semakin jengah.


Bimo mendengus kesal mendengar keluhan mira, mira benar-benar menguji kesabaran nya.


" Disini banyak suster Mira, nanti aku akan meminta salah satu suster untuk menemani mu sampai aku datang lagi, atau bik atun pun nanti aku suruh datang menemani mu." Seru bimo kesal.


" Tidak mau !! Aku mau mas bimo yang menemani ku !! " Mira menolak dengan nada bicara meninggi sehingga membuat bimo semakin kesal dan marah.


Tatapan mata bimo penuh amarah, namun sedikit pun mira tidak takut justru dia hanya tersenyum manis. Dia akan menggunakan anak nya sebagai alasan menahan bimo.


" Mas aku ini baru melahirkan anak mu, seharus nya kamu berterima kasih kepada ku. Dengan perlakuan mu yang seenak nya aku masih mau bersama mu dan mendampingi mu sampai detik ini. Apa kamu tidak menyayangi bayi mungil itu. " Seru mira sambil menunjuk bayi mungil yang sedang terlelap di dalam box bayi nya.


" Kalau kamu sudah tidak mau hidup bersama ku lagi, dengan senang hati aku akan melepaskan mu. Bahkan tanpa kamu minta pun aku akan menceraikan mu !!" Bentak bimo , ucapan bimo mengagetkan mira dan membuat mira salah tingkah.


Tidak mungkin mira mau di ceraikan bimo, karena apa yang dia inginkan belum tercapai. Jika mendekati fadli kembali pun percuma, fadli benar-benar sudah tidak menginginkan nya lagi. Mira terjebak sendiri dengan semua masalah yang dia ciptakan, fadli tidak lagi bisa di miliki dan bimo pun akan segera menceraikan nya.


" Jangan harap aku akan memaaf kan kesalahan dan kebohongan mu selama ini. Sudah terlalu banyak kebohongan yang kau perbuat, tunggu saja hasil dari perbuatan mu itu" Seru bimo lalu pergi meninggalkan mira.


* Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan? Kalau mas bimo menceraikan ku habislah sudah semua kemewahan yang aku punya. Dan dengan apa aku mau menghidupi anak ku, atau anak itu biar di urus mas bimo saja? Dia kan tidak tahu kalau anak itu bukan anak nya, karena dia bel melakukan tes DNA bahkan dia tidak membahas tentang tes DNA lagi * Mira bermonolok dengan diri nya dendiri.


******


Di tempat lain, Nina di sibuk kan dengan persiapan wisuda nya. Hari ini nina akan melaksananak wisuda di kampus nya, orang tua nina dan sang kakak Raka pun ikut menghadiri acara wisuda nina.

__ADS_1


" Kamu cantik banget sayang, emak yakin kamu peserta wisuda paling cantik" Puji mak imah saat selesai merias wajah nina.


" Benarkah mak?" Tanya nina tidak percaya.


" Benar kamu cantik sekali, kalau tidak percaya bisa kamu tanya sama bapak dan kakak mu" Ucap mak imak menyakinkan nina.


Nina tersipu malu mendengar pujian dari ibu sambung nya. Namun tiba-tiba nina teringat dengan bimo, bimo juga pernah memuji nina cantik.


* Kemana pergi nya Om yang menyebalkan itu ya? Sebenarnya dia tidaklah tua, mungkin seumuran mas Raka tapi entah kenapa mulut ku ini memanggil nya om" Gumam nina dalam hati nya.


" Kamu memikirkan apa sayang? Memikirkan pacar ya?" Goda mak imah.


" Tidak mak, oh iya ternyata emak pintar merias juga ya. Aku mau dong di ajarin" Seru nina mengalihkan pembicaraan.


" Iya nanti emak ajarin, ya sudah ayuk kita ke luar bapak dan mas mu sudah menunggu" Seru mak imah.


Nina dan mak imah pun keluar dari kamar, dan menghampiri pak minto dan kakak nya Raka.


" Wah ternyata anak bapak cantik juga " Puji pak minto saat melihat nina sudah keluar dari kamar.


" Sudah-sudah, raka jangan menggoda adik mu lagi nanti dia menangis bisa luntur mek up nya" Seru pak minto sambil tertawa.


" Bapak sama mas Raka ini memang senang ya kalau lihat aku kesal seperti in, awas kamu mas " Seru nina kesal kepads kakak nya.


Emak imah tersenyum bahagia melihat interaksi antara raka dan nina. Dia tidak menyangka akan memiliki dua anak di usia nya yang tidak muda lagi walaupun hanya anak sambung dari suami nya.


*******


Para mahasiswa sudah hadir dan memenuhi aula kampus tempat di adakan nya wisuda. Nina sudah berbaur dengan teman-teman nya dan sudah berselfie ria mengabadikan moment kebersamaan mereka.


Raka, pak minto dan mak imah juga sudah duduk di kursi yang sudah di siapkan.


Saat sedang berfoto dengan teman-teman nya, Nina seperti melihat bayangan bimo. Namun nina menepis nya, dia berfikir tidak mungkin bimo ada di kampus nya.


* Tadi seperti Om bimo, tapi ngapain om bimo ada disini? Ahh sepertinya bukan, tidak mungkin om bimo yang menyebalkan itu mau datang ke acara seperti ini* Gumam nina dalam hati.

__ADS_1


" Kamu kenapa bengong? Awas kesambet" Seru Cika salah satu teman nina.


" Apaan sih cik, kalau aku kesambet kamu duluan yang akan aku cakar dan aku gigit" Seru nina dan di sambut tawa riuh oleh teman-teman nya yang lain.


Acara wisuda pun segera di mulai dan semua peserta wisuda sudah hadir di Aula kampus. Nina terpaku saat nama bimo di panggil untuk menyampaikan sambutan dari pihak pemilik kampus.


* Jadi Om bimo itu pemilik kampus ini? Wahh ternyata tajir juga, tapi tingkah nya songong banget* Gumam nina dalsm hati.


Bimo pun selesai menyampaikan sambutan nya dan acara di lanjutkan. Bimo tadi menyadari keberadaan Nina, ada rasa rindu yang ingin bimo sampaikan kepada Nina, namun bimo sadar jika nina saat ini bukanlah siapa-siapa nya.


Acara berjalan dengan lancar, Nina dan kdluarga nya pun berfoto di tempat yang sudah di sediakan.


" Bolehkah saya berfoto dengan salah satu siswa yang berprestasi di kampus saya ini?" Tanya bimo saat menghampiri nina dan keluarga nya.


Nina dan keluarga nya tetkejut dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh bimo.


" Oh boleh pak, siapa tahu nanti adik saya bisa bapak rekrut di perusahaan bapak" Seru Raka sambil berusaha merayu Bimo.


" Bulan depan perusahaan saya akan merekrut karyawan, adik anda silahkan kirim lamaran nya kesana. Tadi nya mau foto-foto juga dengan para mahasiswa berprestasi yang lain tapi seperti nya mereka sudah pergi sendiri-sendiri " Ucap bimo mencari alasan klasik, padahal dia memang sengaja ingin berfoto dengan nina.


Dengan ragu-ragu nina pun berdiri di samping bimo, dan Raka mengambil foto bimo dan nina menggunakan handphone Bimo. Total ada lima foto yang Raka ambil, tidak lupa bimo juga meminta foto dengan nina dan keluarga nya.


Salah satu mahasiswa di minta bimo untuk mengambil foto mereka ber lima. Banyak pasang mata yang melihat keakraban bimo dengan keluarga nina,mereka mengira jika bimo adalah teman Raka.


*******


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


Akhirnya nina dan bimo bertemu dan bisa berfoto bersama ❤❤❤


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, LIKE KOMEN VOTE KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA ❤❤


JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA ❤


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2