
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Aina saat ini ada di ruangan fadli, aina ingin membicarakan sesuatu kepada fadli sehingga dia menghampiri fadli di ruanhan nya saat jam istirahat.
" Mas boleh tidak aku meminta 1 permintaan, tapi tolong jangan marah atau salah paham dulu ya mas" Ucap aina memulai pembicaraan nya.
" Kamu mau minta apa sayang ? Bicaralah , selagi permintaan mu masuk akal dan baik aku tidak mungkin dong marah." Ucap fadli setelah selesai makan siang bekal yang dibawakan aina.
" Begini mas, aku boleh gak mas minta rumah sakit meringankan biaya operasi kanker otak nya nabila, setidak nya biar mereka membayar setengah nya saja mas ? Aku tidak bermaksud apa - apa mas, aku hanya ingin membantu nabila saja. Kalau mas fadli tidak setuju tidak apa - apa mas" Ucap aina dengan wajah tidak enak nya.
Sebenarnya tanpa aina minta fadli sudah membahas masalah ini kepada pihak rumah sakit langsung, walaupun fadli sebagai pemilik rumah sakit dia tidak mau seenak nya memberi keputusan. Bagaimana pun rumah sakit punya prosedur yang harus di patuhi.
" Iya sayang, mas sudah membicarakan masalah ini kepada pihak rumah sakit juga. " Jawab fadli.
" Oh berarti suami ku ini memang suami idaman, tapi kenapa harus di bicarakan sama pihak rumah sakit ? sedangkan rumah sakit ini kan punya mas ?" Tanya aina
" Tanpa aku jawab kamu pasti sudah tahu jawaban nya " Ucap fadli sambil mencubit pipi aina.
Aina mengangguk paham dengan apa yang di ucapkan oleh fadli. Setelah pembicaraan mereka selesai aina memilih segera keluar dari ruang kerja suami nya, karena suami nya akan ke ruang praktek kembali bekerja menangani pasien - pasien nya.
Hari ini aina pulang dengan mengendarai mobil nya sendiri , tadi pagi dia sengaja membawa mobil sendiri karena sepulang dari rumah sakit dia hendak mampir ke supermarket untuk membeli stock isi kulkas nya.
******
" Mbak aina ?" Panggil nina yang melihat aina juga berbelanja di supermarket yang sama dengan nya.
Aina mencari sumber suara yang memanggil nya dan dia melihat nina berada di belakang nya.
" Eh Nina,, kamu belanja juga ? sama siapa ?" Tanya aina setelah nina mendekati nya dan berdiri di samping nya
" Aku sendiri mbak, ini biasa mbak ibu rumah tangga belanja keperluan dapur dan keperluan sekar. Oh iya bagaimana kabar tasya mbak ? " Ucap nina menanyakan baby tasya yang cantik dan menggemaskan.
" Alhamdulillah tasya sehat Nin, kapan - kapan main dong ke rumah mbak. Ajak sekar juga, sekar pasti senang main sama tasya ya walaupun tasya belum bisa di ajak bicara apalagi bermain bareng " Seru aina sambil tertawa kecil.
__ADS_1
" Iya mbak nanti pasti aku main, bagaimana kalau weekend besok kita ngumpul mbak? Sudah lama loh kita gak kumpul bareng" Seru nina memberikan ide.
" Wah boleh juga tuh, kalau begitu kumpul nya di rumah ku saja ya. Nanti aku hubungi melani juga kalau tidak ada dia gak ramai " Ucap aina.
Aina dan nina pun tertawa bersama, sampai orang di sekeliling nya memandang ke arah mereka. Mereka berdua menyadari jika saat ini menjadi pusat perhatian orang, nina mengajak aina meneruskan berbelanja sembari mengobrol.
" Jangan lupa ajak mbak nabila juga dong mbak, ehh tapu dia sudah hamil besar ya ? " Ucap nina yang ingat dengan nabila yang sedang hamil.
" Iya Nin, nabila sebentar lagi melahirkan mungkin dia tidak bisa ikut. Tapi nanti aku coba hubungi juga siapa tahu dia bisa ikut " Seru aina yang tidak yakin jika nabila bis ikut berkumpul di rumah nya, karena nabila tidak boleh capek dan harus menjaga kondisi kesehatan nya.
" Iya mbak, oh iya rumah mbak aina masih yang dulu kan ? Belum pindah ke apartemen atau ke rumah baru ?" Tanya nina.
" Masih rumah yang lama kok, mas fadli juga lebih nuan tinggal di rumah lama dia cocok dengan lingkungan nya. Untuk apartemen sesekali saja kami kesana dan menginap di sana, kalau sudah punya anak tinggal di apartemen itu tidak nyaman. Anak tidak bisa main leluasa, main ya hanya di dalam saja" Aina menjelaskan kenapa dia tidak tinggal di apartemen
Nina mengangguk paham sambil ber oh ria , Nina dan aina pun selesai berbelanja dan langsung membawa nya ke kasir. Setelah selesai aina dan nina berpisah di parkiran menuju mobil nya masing - masing.
*******
Nina yang mendengar nama mira di sebut - sebut pun langsung menghampiri suami nya di ruang keluarga yang sedang bermain dengan sekar.
" Ada apa kak ?" Tanya nina ingin segera tahu kabar tentang mira.
" Mira kabur dari rumah sakit, ini pihak kepolisin baru saja mengabari ku. Mira ... mira baru juga seminggu di rumah sakit sudah bikin kekacauan, pakai kabur segala. Aku jadi yakin sebenarnya dia itu tidak gila tapi hanya pura - pura gila untuk mengelabui kita agar tidak terjerat hukuman lebih lama " Seru bimo yang terlihat marah.
Melihat bimo yang suasana hati nya tidak baik, nina memanggil mbak wati untuk membawa sekar main di tempat lain. Dengan cepat mbak wati mengambil sekar dan membawa nya ke teras belakang.
" Apa sudah di cari di sekitar rumah sakit nya kak ? siapa tahu mira hanya keluar di sekitar rumah sakit nama nya juga orang kurang waras mas. Tapi kalau dia kabur, dia kabur kemana ? " Seru nina mencoba meredam amarah bimo.
" Dia itu pasti pura - pura gila sayang, aku hanya takut dia datang kesini dan melukai mu atau sekar. " Bimo terlihat menghawatirkan nina dan sekar.
" Tidak kak.. aku yakin mira itu benar sedang tidak baik mental nya, atau dia memang sudah sembuh. Tolong jangan seudzon dulu kak, kita tunggu kabar dari ke polisian dan pihak rumah sakit saja dulu. " Ucap nina sambil mengusap lengan bimo lembut.
Bimo menatap heran ke arah nina, dia heran kenapa nina yakin jika mira itu gila. Bimo berfikir jika mira benar gila dia tidak akan kabur dari rumah sakit.
__ADS_1
" Tapi sayang , orang gila apa punya fikiran untuk kabur?" tanya bimo.
" Semua tidak ada yang tidak mungkin kak " Jawab nina dengan senyum yang membuat hati bimo semakin damai.
Tiba - tiba ponsel bimo bunyi ada panggilan masuk dari pihak kepolisian.
[ Hallo pak bimo ]
[ Iya bagaimana pak, apa ada kabar dari mira ?]
[ Maaf pak, ibu mira saat ini sudah ada sama kami di kantor polisi. Beliau tadi kami temukan di pinggir jalan sedang duduk di trotoar. Emhh... apakah saudara bu mira ada yang bernama sekar pak ? Soal nya dari tadi dia terus memanggil nama sekar" Ucap pak polisi menjelaskan kepada bimo.
[ Ada pak, sekar itu anak kandung mira dan saat ini sekar tinggal dengan saya pak. Tapi sekar sudah resmi saya adopsi pak, saya tidak memisahkan mira dengan sekar semua ini sudah atas persetujuan mira ]
[ Oh begitu, bisa kah pak bimo mempertemukan sekar dengan ibu mira. Saat ini petugas rumah sakit sedang menuju kemari untuk menjemput ibu mira, bila bapak ada waktu pertemukan sekar di rumah sakit saja pak]
[ Baiklah nanti saya akan ke rumah sakit ]
[ Terimakasih , dan selamat siang ]
Bimo menatap nina meminta persetujuan nina untuk mempertemukan mira dengan sekar, tidak perlu menjelaskan kepada nina karena nina tadi sudah mendengar semua percakapan bimo dan polisi di telepon.
" Pertemukan saja mas, siapa tahu dengan begitu kesehatan mira bisa cepat pulih. Dan hukuman nya bisa segera di selesaikan " Ucap nina memberikan izin.
" Terimakasih sayang, kamu memang wanita terbaik aku tidak salah menikahi wanita sebaik diri mu. Di balik sikap bar -bar mu ternyata tersimpan kebaikan dan ketegasan yang luar biasa " Seru bimo memuji nina.
💞💞💞💞
******
Tetap dukung karya author ya kak, agar author semakin semangat menulis nya. ❤❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1