
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Selama seminggu mira di rawat di rumah sakit, dan selama seminggu juga tiap malam bimo menemani dan menjaga mira di rumah sakit. Bibi atun akan datang saat pagi hari dan pulang malam hari saat bimo sudah datang menggantikan nya.
Mira benar-benar mempergunakan moment sakit nya untuk bermanja-manja kepada bimo. Sebenarnya bimo tidak suka dengan prilaku mira yang menurut nya terlalu manja, makan minum pun harus minta di suapin. Namun bimo tetap mengikuti apa kemauan mira dengan alasan agar mira cepat sehat dan keluar dari rumah sakit, sehingga bimo tidak perlu merawat nya lagi.
" Hari ini kamu sudah boleh pulang, semua urusan rumah sakit sudah aku selesai kan. Setelah visit dokter pagi kamu bisa pulang dengan mang diman dan bi atun ,mereka masih dalam perjalanan" Seru bimo memberitahu mira.
" Kok sama mereka si mas? kan ada mas bimo, mas bimo tidak mengantarkan aku pulang?" Tanya mira memasang wajah sedih nya.
" Aku sebentar lagi mau ke kantor, pagi ini meeting dengan klie jadi aku mau langsung ke kantor" Bimo menjawab dengan tidak menoleh ke arah mira, dia sibuk dengan berkas-berkas yang ada di tangan nya.
Semenjak mira sakit bimo memang sering membawa pekerjaan nya pulang dan mengerjakan nya saat malam hari sembari menemani mira. Bahkan untuk mandi pun dia lakukan di rumah sakit, dan bi atun lah yang selalu membawakan pakain ganti dan keperluan bimo yang lain nya.
" Tapi mas...." Ucapan mira terhenti karena ketukan pintu dari luar kamar.
Bi atun dan mang diman pun masuk dan mulai membereskan barang-barang mira.
" Mang diman nanti langsung saja bawa mira pulang ke rumah, aku harus segera ke kantor sekarang" Seru bimo sambil mengambil tas kerja nya yang ada di atas meja.
" Iya Tuan" Jawab mang diman.
" Mas.. Mas bimo !!!" Teriak mira.
Bimo tidak menghiraukan panggilan atau pun teriakan mira, dia melangkahkan kaki nya dengan cepat meninggalkan ruang rawat mira.
Sedangkan di dalam kamar rawat nya mira mendengus dengan kesal karena bimo mengacuhkan nya, selama seminggu menemani nya bimo memang mengikuti apa yang mira minta namun mira menyadari semua itu bimo lakukan dengan terpaksa bahkan wajah bimo tak pernah senyum kepada mira.
" Selamat pagi Bu mira , bagaimana keadaan pagi ini ? sebelum pulang saya periksa dulu ya?." Seru dokter yang tiba-tiba datang untuk memeriksa kondisi mira.
" Silahkan" Jawab mira dengan malas.
Dokter pun memeriksa kondisi mira setelah di periksa mira sudah di perbolehkan pulang pagi itu juga.
" Jangan capek-capek dulu ya bu, vitamin nya selalu di minum dan usahakan perbanyak makan buah dan sayur yang banyak. " Pesan dokter sebelum mira pulang.
" Iya dokter terimakasih" Jawab singkat mira.
Setelah semua nya selesai dan dokter keluar dari ruangan mira, mira pun pulang dengan di temani bi atun dan mang diman.
__ADS_1
********
Sementara itu di kota B, Raka sedang di sibukkan dengan pekerjaan nya. Sejak pertemuan nya dengan winda di rumah sakit beberapa hari yang lalu, raka dan winda sering bertemu walau hanya sekedar makan siang.
" Pak Raka ini sudah waktu nya makan siang!" Seru bayu sekertaris raka memberitahu.
Raka pun menghentikan aktifitas nya, raka baru ingat jika siang ini dia ada janji makan siang dengan winda.
" Iya bayu terimakasih sudah mengingatkan." Ucap raka berterimakasih.
" Iya pak, kalau begitu saya permisi" Ucap baru berpamitan.
Raka membereskan berkas-berkas yang ada di atas meja dan menyimpan nya di tempat penyimpanan berkas. Setelah selesai Raka langsung menyambar kunci mobil nya dan pergi meninggalkan perusahaan.
Hati raka sedang ber bunga-bunga padahal hanya akan bertemu dengan winda. Entah mengapa raka merasa jika sekarang ada yang berbeda dalam hati nya saat bersama dengan winda.
Mobil raka melaju dengan lumayan kencang, dia tadi melupakan janji nya dan beruntung bayu mengingatkan nya untuk makan siang sehingga raka ingat jika punya janji dengan winda.
Tidak butuh waktu lama mobil raka sudah sampai di depan pondok makan lesehan, tempat dimana dia membuat janji dengan winda. Dilihat nya mobil winda sudah ada di barisan parkiran, raka cepat-cepat masuk dan mencari keberadaan winda.
" Maaf ya saya terlambat, tadi pekerjaan di kantor banyak banget" Seru raka tidak enak.
" Samakan saja seperti pesanan mu, sekarang aku makan apa saja tidak pilih-pilih makanan lagi asal jangan kamu pesan kan racun saja " Seru raka dengan tawa renyah nya
" Ada-ada saja kamu, lagi pula mana ada di rumah makan seperti ini menjual racun. Kalau kamu mau besok saya bawakan racun tikus dari rumah, mau?" Seru winda.
" Hahaaa jangan dong, nanti kamu kesepian kalau aku sudah tidak ada" Ucap raka dengan tawa nya lagi.
Ucapan raka membuat winda salah tingkah, akhirnya winda memilih pergi memesan makanan untuk raka. Jantung winda saat ini benar-benar tidak bisa di ajak kompromi, winda hanya takut raka mendengar detak jantung nya yang seperti genderang perang.
* Jantung udah dulu dong jangan jedag jedug terlalu kencang, malu kalau di dengar raka* Gumam winda dalam hati nya.
Tidak menunggu lama pesanan winda dan raka sudah terhidang di depan mereka berdua. Winda memesan ayam bakar dua porsi dan gurame bakar dua porsi, lengkap dengan sambal dan lalapan beserta nasi satu bakul kecil dan dua gelas es teh manis.
" Wah kamu benar-benar pintar memilih menu Wind, ini bisa ngabisin nasi satu bakul. " Seru raka dengan senang.
" Kalau nasi nya habis nanti kita tambah lagi, sekarang makan yuk" Ucap winda.
Mereka berdua pun makan dengan lahab nya, di hadapan raka , winda tidak perlu malu-malu untuk makan. Winda makan apa ada nya, mau makan banyak pun winda tidak merasa malu. Begitupun dengan raka, dia juga sangat menyukai karakter winda.
__ADS_1
" Habis kan saja jangan malu-malu" Ucap winda di sela makan nya.
" Perut ku sudah kenyang Wind, kamu bisa lihat kan satu porsi ayam bakar tinggal tulang dan satu porsi gurameh bakar tinggal kepala dan duri nya saja. Aku benar-benar kenyang kalau begini terus aku bisa cepat gemuk" Ucap raka sambil mencuci tangan nya.
" Gak apa-apa gemuk yang penting sehat" Jawab winda santai.
Winda pun menyudahi makan nya dan mencuci tangan nya, tak lupa winda menggunakan jeruk nipis untuk mencuci tangan nya agar menghilangkan bau amis di tangan nya.
" Minggu depan aku mau pulang ke kampung halaman Ka, aku ambil cuti tiga hari. Kamu tidak ingin pulang?" Tanya winda sebelum meminum es teh nya.
" Belum tahu wind, pekerjaan ku belum bisa di tinggal" Jawab raka.
" Kamu sibuk banget ya, pantas saja waktu itu sampai asam lambung naik karena telat makan. Tapi sekarang tidak pernah telat makan lagi kan?" Tanya winda ingin tahu.
" Jelas tidak dong, kamu kan selalu mengingatkan ku untuk makan. Apalagi kalau siang begini makan bareng kamu , bisa lihat sendirikan aku makan banyak dan tidak telat makan. Kamu memang calon istri idaman wind" Seru raka memuji winda.
Uhuk.. uhukkk
Winda tersedak saat meminum es teh nya, raka dengan sigap mengusap punggung winda dengan pelan.
Winda terkejut saat raka bilang jika dirinya adalah calon istri idaman. Wajah winda bersemu merah karena malu, dia benar-benar tidak menyangka raka memuji nya seperti itu.
" Emhh.. maksud kamu calon istri idaman siapa?" Tanya winda ragu-ragu.
" Eh.. emhh.. anu.. anu, calon istri idaman setiap lelaki. " Jawab Raka bingung sambil garuk-garuk kepala nya yang tidak gatal.
Winda terlihat kecewa dengan jawaban Raka, dia sudah bergembira mengira jika raka akan mengatakan bahwa dirinya calon istri idaman nya.
Raka pun terlihat salah tingkah dan bingung harus bicara bagaimana lagi. Dia merasa tidak enak bicara seperti itu dengan winda.
********
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
Ada yang setuju tidak kalau Raka jadian sama Winda ??
JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, LIKE KOMEN VOTE, KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1