Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Kepergian Mira


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


" Selamat ya sayang atas kelahiran bimo junior nya, semoga mbak winda dan mas raka juga segera di beri momongan. " Seru Raka sambil memeluk adik nya, adik kecil yang dulu manja dan tidak bisa apa - apa sekarang sudah menjadi orang tua. Raka benar - benar dengan perjalanan hidup adik nya.


Nina membalas pelukan kakak nya, pelukan seorang kakak yang sangat nyaman. Bahkan dulu nina dan raka tidak sedekat ini, tapi seiring berjalan nya waktu hubungan mereka semakin membaik.


" Terimakasih mas, iya aku doakan semoga kalian segera di beri momongan." Ucap nina lalu melepaskan pelukan nya.


" Alhamdulillah akhir nya bapak punya cucu, bapak benar - benar sudah menjadi seorang kakek dan emak menjadi nenek, kita sudah tua mak " Seru pak minto sambil menggendong cucu nya.


" Iya pak kita sudah tua " Tambah mak imah.


Semua yang ada di dalam ruang rawat nina terlihat sangat bahagia, kelahiran bimo junior membuat kebahagiaan mereka semakin lengkap. Mama lusi sangat bersyukur bimo mendapat wanita seperti nina, wanita yang baik serta keluarga nina pun orang yang humbel dan sederhana.


" Mas hari ini sudah bisa pulang kan ? Semalam di sini aku sudah tidak betah" Seru nina yang memang tidak suka dengan bau rumah sakit.


" Iya sayang , siang ini bisa pulang kok. Tadi mas sudah menemui dokter ayu , dan kamu di izinkan pulang karena kamu sehat dan babby boy juga sehat " Ucap bimo membuat nina lega karena tidak harus menginap lagi di rumah sakit.


*******


Saat sudah berada di rumah bimo mendapat kabar dari rumah sakit tempat mira di rawat, pihak rumah sakit mengabarkan jika mira meninggal dunia karena penyakit yang di derita nya. Penyakit yang di akibatkan karena mira melakukan hubungan dengan bergonta - ganti pasangan.


Penyakit mira baru terdeteksi dua bulan yang lalu saat dia masih menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Setelah ketahuan penyakit nya mira berbahaya, mira langsung di pindah kan ke rumah sakit yang menangani pasien dengan penyakit seperti yang mira derita,dan selama di rumah sakit pun mira sudah di beri pengobatan yang memadai karena bimo sudah menanggung semua biaya pengobatan mira,namun allah berkehendak lain.


" Innalillahi wainnaillahi rajiun " Ucap bimo saat menerima telepon dari pihak rumah sakit.

__ADS_1


" Siapa yang meninggal bim ?"Tanya mama lusi dengan wajah cemas dan khawatir nya.


" Mira ma.. Dia meninggal setengah jam yang lalu dan pihak rumah sakit meminta bimo untuk datang kesana ? " Ucap bimo memberitahu kabar duka kepergian mira.


Semua orang yang ada di dekat bimo terkejut dengan kematian mira, terutama nina. Nina tidak menyangka mira akan pergi secepat ini, mira belum sempat bertemu kembali dengan sekar, sekarang mira benar - benar sudah pergi selama nya meninggalkan sekar.


* Semoga Allah mengampuni segala salah dan dosa mu mir, aku janji akan menjaga dan merawat sekar dengan baik. Tenanglah di sisi Nya . aamiin * Gumam nina dalam hati nya.


" Mas, urus jenazah mira dan urus pemakaman nya. Bukan aku tidak memperbolehkan jenazah mira di bawa ke rumah ini, tapi maaf aku baru saja melahirkan aku tidak bisa membantu apa - apa jadi lebih baik minta pihak rumah sakit membantu proses pemakaman nya. Kita makam kan saja di pemakaman yang tidak jauh dari sini, suatu saat nanti jika kita ingin ke makam tidak perlu jauh - jauh. Ada sekar juga yang suatu saat akan mencari makam ibu nya " Ucap nina memberi usul yang cukup mudah di mengerti.


" Mama setuju dengan usul nya Nina bim, lebih baik memang seperti itu. " Tambah mama lusi.


" Iya ma, kalau begitu bimo ke rumah sakit dulu ya ma. Pak , bi bimo tinggal dulu ya. Sayang mas urus pemakaman mira dulu ya " Seru bimo berpamitan.


Nina mengangguk mengiyakan suami nya pergi. Setelah bimo pergi, nina beralih memandang sekar yang sedang asik bermain dengan mainan masak - masakan nya, anak itu belum tahu apa - apa tentang ibu nya yang telah tiada, yang anak itu tahu nina lah mama nya.


* Suatu saat nanti dan jika sudah waktu nya kamu akan tahu semua nya sayang * Ucap nina dalam hati nya.


" Semoga mira di ampuni kesalahan dan dosa nya ya mas, aku sudah memaafkan semua kesalahan mira. Semua yang hidup pasti akan kembali kepada sang pencipta nya." Seru aina dengan bijak.


" Iya sayang , mas juga sudah memaafkan semua kesalahan mira. Mas nanti mau ikut ke pemakaman , bimo bilang mira akan langsung di makamkan di pemakaman yang tidak jauh dari komplek perumahan nya. Atas permintaan nina, agar suatu saat nanti jika sekar menanyakan makam ibu nya tidak harus pergi jauh - jauh " Seru fadli menjelaskan sebelum aina bertanya terlebih dahulu, karena fadli tahu jika aina pasti akan bertanya alasan nya.


Ains paham dan mengerti maksud nina, bagaimana pun sekar adalah anak kandung mira. Yang nama nya ibu tetap lah ibu , mau bagaimana pun kesalahan seorang ibu dia tetap lah ibu yang sudah melahirkan anak nya dengan taruhan nyawa.


" Iya mas, tapi aku tidak ikut ya? Tasya tidak ada yang jagain. Antarkan aku ke rumah nina dulu ya mas, aku mau lihat baby boy nya nina " Ucap aina.


" Iya, ya sudah bersiap gih sana setelah ini kita berangkat " Ucap fadli lalu menghabiskan teh nya.

__ADS_1


" Ok Tuan dokter " Seru aina sambil terkekeh.


Fadli tersenyum sambil menggelengkan kepala nya, aina memang senang mengoda nya. Apalagi di saat sedang ngobrol berdua seperti tadi, tapi fadli justru senang dengab candaan dari istri nya, semua itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi fadli.


*****


Seminggu setelah kepergian mira , nina mengadakan acara tasyukuran untuk kelahiran anak nya. Acara nya tidaklah mewah namun sahabat, kerabat dan tetangga ikut menghadiri acara tasyukuran di rumah bimo. Tidak lupa nina juga mengundang anak yatim piatu, nina dan keluarga juga ingin berbagi kebahagiaan dengan anak - anak yatim.


Melani datang bersama suami dan anak nya, begitu juga dengan fadli dan aina yang datang dengan putri kecil nya. Orang tua melani pun ikut datang, bagaimana pun nina sudah di anggap anak nya sendiri oleh orang tua melani.


" Nin, Nabila kamu undang kan ?" Tanya aina yang memang belum melihat nabila , sehingga dia bertanya kepada nina langsung.


" Di undang kok mbak, bahkan kue - kue ini saja aku pesan sama mbak nabila jadi mana bisa aku tidak mengundang nya. Mungkin masih di jalan mbak, acara nya juga belum di mulai mbak. Wajar mbak nabila kan punya dua anak jadi dia sedikit ribet" Seru nina sambil terkekeh.


" Terus kamu tidak ada rencana mau nambah lagi gitu biar dua juga " tanya melani menggoda nina sambil memainkan alis nya.


" Belum kering mbak, mbak melani sendiri kok belum nambah juga padahal vino sudah umur dua tahun lebih , ayuk geh nambah lagi biar ramai. Nanti kalau sudah selesai nifas aku mau langsung gaspol " Seru nina sambil tertaw lebar hingga tamu yang lain nya beralih memandang ke arah perkumpulan nina.


Melani dan aina juga ikut tertawa, ada - ada saja kelakuan nina yang bisa membuat orang tertawa. Padahal dulu saat melani masih menjadi kakak ipar nya, nina selalu jutek dan ketus kepada melani. Namun sekarang semua nya sudah berubah,nina dan melani yang sekarang seperti kakak dan adik.


" Siapa bilang aku belum menambah lagi, ini disini sudah terisi loh dua bulan " Seru melani sambil menunjuk perut nya yang masih rata.


Nina dan melani saling pandang, lalu dengan bersamaan mereka memeluk melani. Dan mengucapkan selamat kepada melani atas kehamilan ke dua nya. Aina juga berharap segera di beri kesempatan untuk hamil lagi, agar tasya ada teman bermain nya.


*******


Semoga novel Author bisa menjadi bacaan favorite untuk para pembaca.

__ADS_1


Jika berkrnan tolong berikan, Like Kimen Vote Favorite serta hadiah nya, dan Rate bintang 5 🙏


TERIMAKASIH. 🙏🙏🙏


__ADS_2