Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Cafe baru


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Usaha baru dimas hari ini sudah mulai buka, hari ini adalah grand opening cafe dimas. Cafe dimas saat ini hanya menjual kue dan minuman, dan ada tempat juga untuk nongkrong atau sekedar menikmati kue dan minuman.


Sebenarnya itu adalah sebuah toko kue namun di sulap sedemikian rupa hingga menjadi seperti cafe kekinian yang sedang di gandrungi anak-anak muda.


Untuk sementara dimas tidak mencari karyawan semua di kerjakan berdua dengan nabila, tapi hari ini dadang dan hasni ikut turun membantu sementara kios yang dekat pasar di tutup. Nabila bagian dapur dia yang meracik dan membuat semua kue yang dia jual, Hasni menjaga kasir sembari membuat jus dan cofe, dimas dan dadang melayani pembeli dengan sesekali hasni juga ikut membantu.


Hari pertama buka dimas memberikan diskon 50 persen untuk semua makanan dan minuman yang dia jual. Para pengunjung pun lumayan ramai hingga nabila kelelahan membuat berbagai macam kue.


" Mas dadang, ini untuk meja mbak-mbak yang ada di ujung sana" Seru hasni memberitahu dadang untuk mengantarkan dua gelas jus mangga.


" Siap" Jawab dadang sambil mengacungkan jempol tangan kanan nya.


Dimas menghampiri nabila di dapur, dan melihat nabila yang duduk kelelahan di kursi dekat tempat pemanggang kue.


" Kamu kelelahan ya dek?" Tanya dimas menghampiri nabila.


" Sedikit mas, aku sudah terbiasa seperti ini. Kalau di panti mas kan tahu sendiri aku kalau bikin kue juga banyak - banyak. Tapi memang ini sedikit melelahkan si karena kue yang di buat beda-beda harus sesuai pesanan pelanggan tapi aku sangat menikmati nya kok mas. Jadi mas dimas tidak perlu khawatir" Seru nabila sambil menampakkan senyum manis nya.


" Kamu memang istri yang pekerja keras, nanti kalau masih ramai seperti ini terus kita cari satu orang untuk membantu mu di dapur. " Seru dimas sambil mengusap punggung nabila dengan lembut.


" Iya mas" Ucap nabila tersenyum manis.


Dimas kembali kedepan untuk membantu dadang dan hasni, para pelanggan sudah mulai berkurang. Dimas dan dadang membereskan meja dan sisa-sisa para pelanggan makan.


" Alhamdulillah ya mas hari pertama buka sudah ramai seperti ini, semoga seterus nya akan ramai begini ya mas" Seru dadang penuh harap.


" Aamiin" Dimas mengaminkan ucapan dadang.


" Kalau terus ramai seperti ini, seperti nya kios yang di dekat pasar mau aku tutup saja Dang. Kamu lebih baik ikut di sini saja. " Ucap dimas lagi.


" Kita lihat saja nanti mas" Jawab dadang lalu meneruskan membereskan meja.


Hari pertama dimas buka cafe di lalui dengan lelah yang terbayar lunas sesuai dengan rasa lelah yang mereka dapat.

__ADS_1


********


" Mas aku boleh minta sesuatu ?" Tanya aina kepada fadli yang saat ini sedang duduk santai di teras rumah menikmati kopi buatan Aina.


Fadli dan Aina hari ini tidak ke rumah sakit karena aina semalam perut nya kram sehingga fadli tidak mau meninggalkan aina sendirian di rumah. Beruntung hari ini aina pun tidak ada jadwal praktek.


" Mau minta apa sayang? Apa pun akan mas berikan untuk istri ku tersayang ini" Seru fadli sambil memainkan mata nya.


" Emhh.. aku mau kerumah nya melani, aku kangen sama vino mas. Sudah lama aku tidak ketemu anak kecil itu, boleh ya mas ?" Ucap aina sambil mengiba dengan mengarup kan kedua tangan nya.


Fadli pura-pura sedang berfikir, antara mengizinkan atau tidak. Fadli semakin gemas melihat wajah istri nya yang seperti anak kecil sedang merengek.


" Baiklah, tapi mas antar ya tidak boleh pergi sendiri dan mulai hari ini kamu tidak mas perbolehkan menyetir mobil sendiri. Kemana-mana harus mas antar atau minta di antar supir, nanti mas minta pak Indro supir mama standby di sini saat mas tidak di rumah agar kamu saat ingin pergi ada yang mengantarkan" Ucap fadli memberi peringatan kepada Aina.


Aina hanya pasrah, setuju tidak setuju pasti fadli akan tetap akan menjalankan semua ucapan nya.


" Iya mas, makanya ini aku izin sama mas berarti kan sekalian minta antar mas. Aku tahu mas tidak akan menizinkan ku pergi sendirian" Seru Aina.


" Istri ku memang pandai, jadi semakin cinta" Ucap fadli sambil mengusap perut buncit aina.


Fadli melongo melihat daster aina yang bolong di ketiak nya, fadli pun menggelengkan kepala nya dengan heran fikir nya ada-ada saja kelakuan ibu hamil.


" Kok daster bolong masih saja di pakai si sayang?" Tanya fadli penuh heran.


" Karena nyaman mas, ini daster ibu yang membelikan nya saat aku masih gadis. Lama tidak aku pakai, jadi sekarang sering aku pakai sampai ketiak nya bolong" Ucap aina sambil tertawa lebar.


" Ya sudah lah aku mau siap-siap dulu, mas cepat habiskan kopi nya lalu siap-siap juga" Seru aina lalu masuk ke dalam rumah dan menuju kamar nya.


Kini Aina dan fadli sudah bersiap untuk berangkat ke rumah melani. Sebelum nya Aina sudah menghubungi melani memberitahu jika dia akan berkunjung, beruntung hari ini melani tidak ada jadwal ke kantor bahkan hendra pun tidak ke kantor karena baru tadi malam dia pulang dari luar kota.


Tidak menunggu lama mobil yang di kendarai fadli sudah sampai di halaman rumah melani. Pak ahmad yang memang mengenali aina dan fadli dengan baik tadi langsung membukakan pintu gerbang.


" Apa kabar bumil?" Seru melani menyambut kedatangan aina di teras depan.


" Baik mel, ehh Vino semakin besar saja. " Seru aina sambil mencubit gemas pipi vino yang tembem.

__ADS_1


" Anty angan ubit - ubit ino, ampan ino ilang" Seru vino dengan bahasa balita nya.


Aina dan fadli tertawa mendengar ucapan narsis dari vino, mereka benar-benar gemas dengan vino.


" Anak kamu bisa saja bicara nya mel, apa papa nya dulu juga seperti ini ya" Tanya fadli mencari tahu.


" Biasa lah anak kecil" Seru melani menjawab pertanyaan fadli.


Melani pun mengajak aina dan fadli masuk ke dalam rumah , mereka memilih berkumpul di ruang keluarga.


" Hai dokter fadli" Seru hendra yang baru saja menuruni tangga lalu menghampiri fadli yang duduk sambil memangku Vino.


" Boss satu ini seperti nya sibuk terus, sampai tidak ada waktu untuk berkunjung ke rumah ku" Ucap fadli membuat hendra tertawa.


" Boss apaan aku disini bukan boss, hai boy kenapa kamu manja sekali sama om dokter?" Tanya hendra sambil mengusap pucuk kepala anak nya.


Vino memang tahu pekerjaan fadli dan aina sebagai dokter,Melani lah yang menceritakan walaupun masih kecil Vino sudah mulai tahu.


" Kalau kalian membolehkan sudah dari dulu anak mu ini aku bawa pulang dan tinggal dengan kami, tapi kalian pasti tidak mengizinkan. " Ucap fadli berterus terang.


" Enak saja main bawa-bawa kamu kira anak ku boneka, itu kamu sudah ada hasil nya" Ucap hendra sambil menunjuk aina yang sedang asik mengobrol dengan melani.


Vino hanya menatap perdebatan ke dua lelaki dewasa yang ada di hadapan nya. Saat ke dua nya tetawa vino pun ikut tertawa.


*******


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


Hari ini AUTHOR cukup Up dua bab dulu ya kak, karena malam ini AUTHOR ada acara.❤❤❤


Tetap berikan dukungan nya untuk karya Author, LIKE KOMEN VOTE, KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA. DITUNGGU RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤


Semoga karya ku ini bisa menjadi teman baca kalian semua di kala santai. ❤❤


TERIMAKASIH ❤❤

__ADS_1


__ADS_2