Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Wanita jadi-jadian


__ADS_3

Hasni sudah berada di rumah sakit dan saat ini hasni pun sudah ada di ruang rawat dimas bersama pak Rt.


Dimas sudah terlihat membaik, dokter menyarankan untuk sementara waktu dimas banyak istirahat dan tidak boleh bekerja yang berat-berat.


Saat ini dokter sedang memeriksa dimas, ternyata dokter fadli yang menangani penyakit dimas.


" Bagaimana keadaan kakak saya dok?" Tanya hasni yang belum tahu jika fadli adalah calon suami Aina.


" Kondisi nya sudah membaik, besok juga sudah boleh pulang. Jangan lupa minum obat nya secara rutin ya pak dimas, terus usahakan jangan terlalu capek dan terlalu banyak fikiran. Walaupun sakit nya masih tergolong ringan tetap harus di jaga agar tidak fatal. " Ucap dokter fadli menjelaskan.


Hasni memperhatikan dokter fadli dengan serius, dia mengagumi sosok dokter fadli yang ramah, baik dan tentu nya tampan. Siapa pun yang melihat nya pasti akan terpana.


" Baik dokter fadli, terimakasih. " Seru dimas.


Dokter fadli pun keluar dari ruang rawat dimas untuk memeriksa pasien nya yang lain. Hasni terus memandang kepergian dokter fadli sampai keluar dari pintu ruangan dimas.


" Mas dimas lebih baik sekarang istirahat dulu, aku akan menunggu mas dimas di sini" Ucap hasni.


" Iya mas dimas lebih baik istirahat saja, oh iya mas dimas maaf kan saya karena saya sudah menghubungi adik nya mas dimas" Ucap pak Rt meminta maaf karena merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa pak, justru saya terimakasih karena bapak sudah membawa saya kerumah sakit dan merawat anak saya selama saya sakit, saya terlalu banyak berhutang budi sama bapak" Seru dimas.


" Saya ikhlas menolong mas dimas, berhubung disini ada adik nya mas dimas, saya pamit duluan ya karena ada rapat di kantor kelurahan" Ucap pak Rt berpamitan.


" Iya pak,terimakasih atas semua nya. " Seru hasni dengan ramah nya.


" Terimakasih pak atas bantuan nya, maaf untuk sementara saya titip anak saya dulu di rumah bapak" Ucap dimas lagi.


" Masalah tama mas dimas tenang saja, istri saya senang ada tama yang menemani nya dirumah. Ya sudah saya pergi dulu" Seru pak Rt lalu keluar dari kamar rawat dimas.


Sepeninggalan pak Rt dimas melirik ke arah hasni yang sedang sibuk dengan ponsel nya.

__ADS_1


" Dek, kamu tidak memberitahu ibu dan hendra kan?" Tanya dimas tiba-tiba.


Hasni langsung memasukan ponsel nya kedalam tas yang berada di atas meja lalu mendekat ke ranjang dimas.


" Aku belum memberitahu mereka mas, tapi cepat atau lambat aku akan memberitahu mereka. Mas tolong jangan egois seperti ini, kasihan tama mas. Dia juga butuh kasih sayang dari kami keluarga nya, mau sampai kapan mas seperti ini dan terus merepotkan keluarga nya pak Rt. Mas setelah ini tolong pulang lah, setidak nya demi kebahagiaan anak mu. Apalagi kondisi mas dimas sekarang sakit begini!!" Seru hasni dengan suara bergetar menahan tangis nya.


" Maaf" Lirih hasni yang menyadari jika ucapan nya membuat sang kakak sedih.


" Kamu tidak salah, apa yang kamu ucapkan memang benar. Aku harus memikirkan kebahagian tama" Ucap dimas yang menyadari kebenaran ucapan hasni.


Hasni menghela nafas dengan lega ternyata kakak nya mau mendengarkan ucapan nya. Cepat atau lambat hasni akan memberitahu keberadaan dimas kepada ibu nya dan hendra sang kakak.


" Oh iya mas, mbak Aina sebentar lagi akan menikah. Minggu lalu mereka baru saja melangsungkan lamaran, tapi kami semua tidak di undang hanya lamaran keluarga nya saja. Saat pernikahan nanti kami akan datang kesana," Ucap hasni memberitahu dimas.


Dimas diam, ada rasa tidak rela saat mendengar Aina akan menikah dengan laki-laki lain. Tapi dimas tidak bisa melarang pernikahan Aina, karena saat ini dia bukanlah siapa-siapa Aina, hanya berstatus mantan suami.


* Apa laki-laki tempo hari itu calon suami Aina* Gumam dimas dalam hati nya.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


" Sayang kamu mau model kebaya yang seperti apa?" Tanya fadli saat sudah berada di butik.


" Belum tahu mas, nanti aku lihat contoh nya dulu" Jawab Aina sambil menunggu di ruang tunggu khusus.


Karyawan butik pun datang dengan membawa beberapa contoh kebaya pengantin keluaran terbaru. Saat ini butik melani memang sudah bekerja sama dengan desainer khusus pembuatan baju pengantin, dan ternyata hasil nya sangat memuaskan banyak pelanggan yang menyukai karya desainer pilihan melani.


" Tuan dan Nona ini salah satu koleksi kebaya pengantin ter the best di butik ini, ini semua hasil karya tangan saya. " Ucap desainer itu dengan gemulai nya.


Fadli merasa risih melihat desainer yang ada di hadapan nya, laki-laki tetapi bersikap seperti wanita. Bisa di bilang wanita jadi jadian.


" Mas bagus yang mana?" Tanya Aina meminta pendapat dari Fadli yang dari tadi hanya diam saja.

__ADS_1


" Mas serahkan pilihan nya sama kamu sayang, apa pun yang kamu pakai pasti bagus. Cuma jangan yang terbuka saja, karena aku tidak mau kamu terlihat seksi di mata orang lain" Seru Fadli sambil melirik ngeri ke arah desainer yang bernama Jesi.


" So sweet banget si, memang calon suami idaman. Kapan ya Jesi punya calon suami seperti tuan" Seru Jesi sambil terkekeh.


Aina dan Fadli saling pandang mendengar ucapan Jesi. Fadli semakin takut melihat Jesi, Aina justru tertawa melihat reaksi fadli.


" Ya semoga kamu segera di pertemukan dengan jodoh mu" seru Aina.


" Aamiin" Jesi mengaminkan ucapan Aina.


Aina pun sudah menentukan kebaya mana yang akan dia pesan, berikut Jas untuk Fadli pun menyesuaikan dengan kebaya Aina. Setelah selesai melakukan pengukuran baju Aina dan Fadli pun meninggalkan butik.


" Ihh itu laki tapi gemulai seperti itu, itu mah wanita jadi-jadian. Lama-lama ada di dekat nya aku jadi takut sendiri" Seru Fadli saat perjalanan pulang.


" Haha haaa jadi dari tadi mas fadli itu takut sama Jesi? Dia itu manusia mas, gak akan makan mas fadli jadi apa yang di takutkan?" Tanya Aina sambil tertawa.


" Isshh kamu ini kok malah di tertawakan si , Aku takut saja kalau tahu-tahu dia itu main nyosor secara aku kan tampan" Seru Fadli percaya diri.


" Huhh narsis banget si mas" Seru Aina.


" Oh iya mas tau gak, kalau butik tadi itu milik nya melani. Aku gak nyangka ternyata butik melani sekarang sebesar itu dan sudah menyediakan pakaian pengantin dengan desainer ternama seperti Jesi" Seru Aina membanggakan sahabat nya melani.


Fadli justru heran kenapa melani memilih desainer wanita jadi-jadian seperti itu. Tapi fadli juga mengakui jika hasil karya dari Jesi memang bagus-bagus, fadli melihat kebaya-kebaya dan gaun pengantin yang tadi terpajang di butik memang semua bagus dan berkualitas.


* Huhh.. Apa aku harus protes sama melani tentang Jesi. Dasar Jesi wanita jadi-jadian.* Gumam Fadli dalam hati nya.


Mobil fadli pun sudah sampai di sebuah restoran tempat dia akan makan siang bersama Aina. Fadli memarkirkan mobil nya lalu turun dan membuka kan pintu mobil untuk Aina.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹

__ADS_1


Nah Author sudah Up lagi nih, Jangan lupa dukungan nya ya kak. Biar Author makin semangat dan makin ngebut Up nya.


TERIMAKASIH 😘😘


__ADS_2