
Sesampai nya di rumah pak Rt langsung membersihkan diri nya, lalu menemui sang istri di kamar sebelah. Dilihat nya Tama sudah terlelap.
" Pak, bagaimana keadaan nya dimas? Apa dia baik-baik saja?" Tanya sang istri saat melihat suami nya masuk kedalam kamar.
" Dimas keadaan nya sudah membaik bu, dia terkena serangan jantung dan harus di rawat beberapa hari di rumah sakit. Besok pagi baru ada dokter jantung yang akan memeriksa nya lagi. " Ucap pak Rt menjelaskan.
" Ya Allah !! kasihan sekali dimas, terus yang menemani nya di rumah sakit siapa pak?" Tanya ibu Rt lagi merasa kasihan dengan dimas.
" Bapak mintak Tomo malam ini menemani dimas. Bu, bagaimana kalau kita cari tahu keberadaan keluarga nya dimas, mereka harus tahu keadaan dimas. Bapak mencari mereka bukan untuk masalah biaya rumah sakit, tapi bapak kasihan sama dimas dan anak nya kalau terus begini. Ini beruntung kita cepat mengetahui nya, kalau sampai kita telat tahu entah jadi apa ayah dan anak itu. " Seru pak Rt yang benar-benar prihatin dengan nasib dimas.
" Kita coba cari tahu alamat nya dari KTP nya dimas saja pak, di KTP pasti ada alamat rumah nya yang dulu. " Ucap bu Rt memberi ide.
" Masalah nya KTP nya dimas itu sudah berubah jadi warga sini bu, ini bapak tadi ambil ponsel dimas. Siapa tahu ada petunjuk dari ponsel ini" Ucap pak Rt sambil menunjukkan ponsel berwarna hitam milik dimas.
Pak Rt mulai menghidupkan ponsel dimas, tetapi ponsel dimas memakai pasword. Pak Rt mencoba memasukan tanggal lahir Tama, dan beruntung Ponsel dimas bisa terbuka.
Pak Rt memulai mencari petunjuk dari riwayat panggilan terakhir dan pak Rt menemukan nama Hasni yang terakhir dimas hubungi beberapa hari yang lalu.
* Siapa ini hasni? disini tertera 6 hari yang lalu dimas menghubungi nya. Teman nya atau pacar nya? Lebih baik aku mencoba menghubungi nya* Gumam pak Rt.
Jam di dinding sudah menunjukan pukul sebelas malam, pak Rt mengurungkan niat nya untuk menghubungi nomor hasni, dia memutuskan besok saja menghubungi nomor hasni. Pak Rt pun mengistirahatkan tubuh nya di samping sang istri yang sudah terlelap lebih dulu.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Di tempat lain, sedari habis magrib tadi perasaan bu marni tidak enak dia kefikiran terus dengan anak laki-laki nya dimas. Dia benar-benar mencemaskan keadaan dimas, seolah dia tahu apa yang terjadi dengan dimas.
Hasni yang sedari tadi melihat ibu nya yang tidak tenang pun mencoba menghampiri sang ibu untuk mencari tahu hal apa yang di fikirkan sang ibu.
" Ibu.. ini sudah malam kenapa ibu belum tidur? apa yang membuat ibu gelisah seperti ini?" Tanya hasni menghampiri ibu nya yang duduk di sofa ruang keluarga.
Hasni melihat tangan sang ibu sedang memegang sebuah binkai foto, yang hasni tahu itu adalah foto dirinya dan ke dua kakak laki-laki nya, Dimas dan Hendra.
__ADS_1
" Ibu tidak apa-apa has, sudah kamu tidur saja. Besok kamu kan harus kuliah dan kerja." Seru ibu marni.
" Tidak bu,, hasni tidak akan tidur sebelum ibu juga tidur. Bicaralah sama hasni bu, hal apa yang membuat ibu segelisah ini?" Tanya hasni lagi sedikit memaksa.
Mata Ibu marni tampak berkaca-kaca, dia memeluk hasni yang duduk di samping nya.
" Ibu kefikiran kakak mu dimas, sedari tadi perasaan ibu tidak enak. Seperti ada sesuatu yang terjadi dengan kakak mu. " Ucap ibu marni sambil terisak.
Hasni bingung harus bagaimana, apa dia harus memberitahu jika dirinya sudah mengetahui alamat sang kakak dan sudah bertemu 2 kali dengan kakak dan keponakan nya.
" Bu.., Hasni yakin mas dimas pasti baik-baik saja. Besok hasni akan coba cari alamat mas dimas, ibu sekarang istirahat ya. Kalau ibu begini terus ibu bisa sakit, istirahat ya bu. Ayo hasni antar ke kamar" Seru hasni lalu mengambil binkai foto yang ada di tangan ibu nya dan meletakkan nya di meja.
Ibu marni mengikuti ucapan hasni untuk beristirahat, hasni menemani sang ibi hingga ibu nya benar-benar tertidur. Hasni pun bangkit dari ranjang dan pindah ke kamar nya sendiri
* Besok aku akan mencoba menemui mas dimas, aku akan membujuk nya lagi untuk menemui ibu. Kasihan ibu kalau begini terus* Gumam hasni dalam hati nya.
Pagi pun tiba, para anak manusia sudah kembali beraktifitas dan mulai di sibukkan dengan segala rutinitas nya masing-masing. Pagi ini pak Rt mencoba menghubungi nomor handphone atas nama hasni yang ada di kontak handphone dimas.
Sampai dua kali panggilan telepon dari pak Rt belum juga di angkat oleh hasni. Pak Rt tidak putus asa dia terus menghubungi hasni menggunakan nomor ponsel pribadi nya, karena ponsel dimas tidak ada pulsa dan paket internet nya pun sudah habis.
[ Hallo, ini siapa ya?] Tanya hasni dari seberang sana.
[ Apa benar ini dengan mbak hasni?] Tanya pak Rt memastikan.
[ Iya saya hasni, dan bapak siapa ya?]
[ Alhamdulillah, sebelum nya maaf ya mbak hasni. Saya ketua RT dimana atas nama dimas tinggal, saya mendapat nomor telepon mbak dari handphone nya dimas.]
[ Mas dimas ? Iya saya adik nya mas dimas, ada apa dengan kakak saya pak] Tanya hasni yang kuatir.
[ Maaf, saya terpaksa menghubungi mbak karena saat ini mas dimas di rawat di rumah sakit. ]
__ADS_1
[ Apa?? Mas dimas masuk rumah sakit, kakak saya sakit apa pak? dirawat di rumah sakit mana?]
[ Rumah sakit husada, mbak langsung saja kesana. Ini saya juga mau langsung kerumah sakit]
[ Baik pak, terimakasih pak atas informasi nya]
[ Sama-sama mbak hasni]
Pak Rt mematikan sambungan telepon nya lalu memasukkan ponsel nya kedalam kantong celana nya.
" Alhamdulillah bu, akhir nya bapak bisa menghubungi keluarga nya dimas. Hasni ternyata adik dari dimas" Seru pak Rt memberitahu sang istri.
" Alhamdulillah ya pak. Pak.. kalau dimas marah karena bapak memberitahu keluarga nya bagaimana? " Seru ibu Rt yang nampak cemas.
" Itu urusan bapak, lagi pula dimas tidak bisa begini terus dia masih punya keluarga. Kasihan tama yang harus hidup jauh dari keluarga nya" Ucap pak Rt.
Pak Rt pun berangkat ke rumah sakit dengan mengendarau mobil nya, tidak lupa dia membawakan makanan untuk dimas dan tomo. Kabar dari tomo tadi pagi dimas sudah siuman.
Setelah mendapat kabar jika dimas masuk rumah sakit, hasni langsung meninggalkan kampus. Beruntung pagi ini dosen pun tidak ada hanya meninggalkan tugas saja.
Hasni langsung menuju rumah sakit husada seperti yang di beritahukan pak Rt di telepon tadi.
* Rumah husada bukan nya itu rumah sakit tempat mbak Aina bekerja. Semoga saja mbak Aina tidak tahu kalau mas dimas di rawat di sana* Gumam hasni dalam hati.
Hasni terus melajukan motor nya, jalanan cukup padat sehingga hasni menempuh perjalanan sekitar satu jam setengah baru dia sampai di rumah sakit.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹
*******
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungan untuk karya Author ya kak 😘😘 LIKE, KOMEN, VOTE , Klik Favorite dan berikan Hadiah nya.
TERIMAKASIH 🙏❤