
Suasana perkotaan sudah kembali terlihat kembali di depan Melani, kendaraan yang lalu lalang , asap kendaraan dan debu berterbangan. Selama tiga hari di desa pemandangan itu tak terlihat karena di desa suasana nya lebih asri dan sejuk.
" Mbak suasana kota sama desa jauh berbeda ya mbak? Di desa lebih sejuk udara nya pun seperti lebih bersih dan fresh" Ucap Nina saat sedang di jalan sedang bermacet-macetan.
" Iya Nin, makanya Ayah sama ibu memilih tinggal di desa. Di sana jauh dari kata macet, polusi" Jawab melani menjelaskan.
" Emmhh.. nanti kalau aku sudah selesai kuliah terus menikah , enak kali ya mbak kalau tinggal di desa Anggrek" Ucap Nina sambil menghayal sambil senyum-senyum sendiri.
" Kamu sudah mau menikah? Mbak gak izinin, pokok nya selesai kuliah kamu kerja dulu atau cari pengalaman kerja. Jangan buru-buru menikah" Ucap melani sambil cemberut.
" Lah mbak melani ini siapa juga yang mau menikah muda si, haha... aku belum siap mbak, takut kalau aku dapat mertua yang jahat kayak ibu. Hahahaaa" Seru Nina, bukan nya sedih karena membahas ibu nya. Nina justru tertawa membayang kan dapat mertua seperti ibu nya.
" Iya bener, sudah dapat mertua yang jahat di tambah adik ipar yang songong juga. Hahaaaa" Melani tertawa lepas.
" Ahh mbak melani... Itu kan dulu, tapi sekarang aku sudah tobat. Aku tidak mau songong-songong lagi, aku sudah bahagia hidup seperti ini. Aku banyak teman, dulu aku juga terlalu memilih dan sombong jadi tidak ada yang mau berteman dengan ku" Ucap Nina sendu teringat ke angkuhan nya dulu yang mengakibatkan dia tidak punya teman sama sekali.
Melani melirik dan tersenyum ke arah Nina, Melana hanya berharap Nina benar-benar berubah dan tidak akan kembali seperti dulu lagi. Sebenarnya Nina dari dulu itu anak yang baik, karena tetpengaruh dengan ibu nya jadi nina bisa berubah sombong dan angkuh.
Tanpa terasa mobil melani sudah sampai di depan rumah nya, pak ahmad dengan sigap membukakan pintu gerbang.
" Selamat sore Non" Sapa Pak Ahmad saat melani sudah turun dari mobil.
" Sore pak ahmad, bagaimana kabar pak ahmad?" Tanya melani dengan ramah.
" Alhamdulillah sehat Non, oh iya ini barang-barang nya mau di tarok mana?" Tanya pak ahmad.
" Pak Ahmad bawa koper nya mbak melani saja, punya Nina biar nina bawa sendiri. OK" Ucap nina sambil mengacungkan jempol tangan nya.
Pak ahmad menganggukkan kepala nya dengan senyum khas nya. Lalu pak ahmad mengangkat koper melani dan meletakkan nya di depan kamar melani.
" Terimakasih pak, oh iya bu mina mana ya kok tidak kelihatan?" Tanya melani sambil melihat kesekeliling mencari sosok bu mina.
" Oh istri saya belanja non, di antar sama usin" Jawab pak ahmad.
__ADS_1
" Ohh ya sudah, pak ahmad boleh kembali ke pos lagi sekali lagi terimakasih ya pak" Ucap melani lagi.
" Sama-sama Non" Jawab pak Ahmad sebelum keluar dari rumah.
Melani dan Nina masuk ke kamar nya masing- masing untuk istirahat. Perjalanan yang cukup jauh dan sempat terjebak macet membuat mereka ber dua sangat kelelahan.
*****
#Dirumah Hendra
Rumah hendra terlihat sangat sepi karena ibu marni dan hasni masih beristirahat di kamar nya masing-masing. Tadi nya hendra mau tidur karena badan nya capek. Tetapi perut nya tidak bisa di ajak kompromi, perut nya minta di isi, karena memang hendra belum makan malam . Hendra pun keluar kamar dan menuju dapur untuk mencari makanan.
Di dapur tidak ada makanan sama sekali, karena tadi sepulang hendra kerja rumah memang kosong sudah di pastikan sang ibu pergi dan tidak memasak untuk makan malam. Hendra membuka kulkas, di dalam kulkas hanya ada telur dan sawi, hendra mencari mie instans di lemari makanan.
Hendra akhirnya memasak mie instans biar cepat selesai. Saat hendra sedang memasak mie nya, ibu marni keluar dari kamar nya.
" Masak apa kamu ndra?" Tanya ibu marni mendekat ke arah hendra.
" Masak mie instans bu, ibu mau?" Jawab hendra dan menwarkan kepada bu lasmini.
" Karena hendra sering lapar saat tengah malam jadi hendra stock mie instan di dapur. Kalau tahu ibu sudah order makanan pasti hendra tidak masak mie ini" Ucap hendra dengan ketidak tahuan nya.
" Makanya apa-apa itu tanyak dulu sama ibu, tidak memutuskan sendri. Kamu loh masih punya ibu , biarkan aku bukan ibu kandung kamu tapi aku yang sudah merawat dan membesarkan mu" Ucap ibu lasmini keluar dari topik utama.
Hendra tahu apa yang ibu nya bicarakan, hendra memilih diam. Kalau dia ikut menanggapi ucapan ibu nya sudah di pastikan akan terjadi perdebatan lagi.
" Mie hendra sudah matang hendra mau makan dulu bu" Seru hendra sambil membawa semangkuk mie ke meja makan lalu dengan pelan hendra memakan nya tak menghiraukan ibu marni yang masih saja terus mengomel tidak jelas.
Ibu marni mendengus kesal melihat prilaku hendra yang tidak memperdulikan ucapan nya.
Orderan makanan ibu marni pun datang tepat saat hendra sudah menyelesaikan makan nya. Hendra pun kembali ke kamar nya, dia tidak mau berlama-lama satu ruangan dengan ibu nya.
Ibu marni makan bersama hasni, tadi sebelum nya hasni memang sudah di bangun kan nya.
__ADS_1
Malam semakin larut, tapi hendra belum bisa memejam kan mata nya. Dia masih teringat ucapan paman harun saat di kantor tadi. Hendra bertekat apa pun yang terjadi akan tetap mempertahan kan dan menyayangi Melani. Bukan karena ancaman paman harun, tetapi karena hendra benar-benar tulus menyayangi dan mencintai melani.
" Melani sedang apa ya, apa aku kirim pesan saja tanya dia sedang apa" Gumam Hendra sendiri.
[ Malam sayang]
Hendra mengirim pesan kepada melani, menunggu hingga dua puluh menit belum ada balasan dari melani bahkan pesan hendra juga belum di baca.
[ Sudah tidur ya, selamat istirahat bidadari surga ku]
Hendra mengirim pesan lagi untuk melani, hendra tahu melani pasti sudah tidur. Karena memang jam memang sudah jam sebelas malam.
Tringg..
Ada balasan pesan dari melani, hendra buru-buru membuka pesan nya.
[ Malam juga mas, iya tadi aku tidur mas. Ini terbangun karena haus, lihat Handphone kok malam-malam ada orang kirim chatt gombalan ðŸ¤]
[ Mas tidak menggombal sayang , mas bicara apa ada nya. ]
[ Iya dech aku percaya]
[ Sudah ada di kota lagi ya, tadi sampai jam berapa?]
[ Sudah mas, tadi sampai sudah jam enam. Maaf mas tadi aku lupa ngabarin mas, badan ku capek banget jadi tadi langsung tidur]
[ Tidak apa-apa sayang ku. Sekarang istirahat lagi ya, bye sampai jumpa besok]
[ Sampai jumpa besok mas]
Hendra dan melani pun mengakhiri berkirim pesan nya karena hari sudah semakin larut. Mereka beristirahat untuk memulihkan stamina untuk bekerja esok hari.
*****
__ADS_1
Selamat membaca Kak, Semoga karya ku ini bisa di terima di kalangan para pembaca.
Terimakasih.