Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Vera bertingkah aneh


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Sudah dari tiga hari yang lalu Vera tersadar dari koma nya, dan hari ini genap semunggu Vera di rawat di rumah sakit. Dan hari ini juga Vera di izinkan untuk pulang.


Saat tahu Vera hari ini dibawa pulang dengan suka rela pak Rt meminjamkan mobil nya untuk dipaki Dimas membawa Vera pulang.


Dimas sangat bersyukur mempunyai tetangga yang baik, apalagi pak Rt dan istri nya sudah dengan ikhlas merawat anak nya saat Vera dirawat.


" Pak terimakasih atas bantuan bapak dan ibu, saya tidak tahu bagaimana repot nya saya jika tidak ada bapak dan ibu. " Ucap dimas berterimakasih kepada pak Rt dan istrinya saat sudah berada di rumah kontrakan ny


" Sama-sama pak dimas, kita sebagai tetangga harus saling tolong menolong. Jika ada sesuatu yang perlu kami bantu jangan sungkan untuk bilang sama kami pak dimas" Ucap pak Rt.


" Panggil saya dimas saja pak, tidak perlu memakai pak. Saya sungkan kalau pak Rt memanggil saya pak" Seru dimas sambil tertawa ringan.


" Oh begitu, ya sudah kami panggil mas dimas saja ya. Oh iya untuk anak nya mas dimas mau di beri nama siapa? Sampai sekarang belum ada nama panggilan nya" Ucap pak Rt lagi.


" Iya pak panggil seperti itu tidak apa-apa. Saya sampai lupa memberi nama anak saya pak. Saya mau beri nama Tama Pradipta" Ucap hendra menyebutkan nama untuk anak nya.


" Nama yang bagus" Ucap pak Rt.


Sudah cukup lama pak Rt dan dimas berbincang-bincang dan waktu sudah semakin siang akhirnya pak Rt dan istri nya berpamitan pulang.


Dimas menghampiri Vera di kamar nya, dilihat nya Vera sedang memangku anak nya sambil membelai pipi nya.


" Mas" Seru Vera saat melihat dimas yang berdiri di ambang pintu kamar nya.


" Dia tidur ya?" Tanya dimas yang mendekat ke arah ranjang Vera.


" Iya mas, dia baru saja minum Asi walaupun Asi ku belum banyak aku tetap akan memberikan dia asi" Ucap Vera dengan yakin.


" Ver, mas mau tanya tapi tolong jawab dengan jujur.?" Seru dimas yang mulai berbicara dengan serius.


Vera memandang dimas dengan ragu-ragu karena dia tahu apa yang akan di tanyakan oleh dimas, pasti soal uang 30 juta yang ada di dalam tas baju nya.


" Iya mas, mas mau tanya apa?" Tanya Vera yang pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


" Darimana kamu mendapatkan uang sebanyak itu? Yang aku tahu barang-barang kamu sudah kamu jual semua, hanya kalung saja yang belum kamu jual. Apa kalung itu bisa laku sebanyak itu?" Tanya dimas penuh selidik.


Vera bingung harus bicara jujur atau berbohong, jika dia jujur dia takut dimas akan marah. Dan jika dia berbohong takut suatu saat dimas akan tahu dan masalah nya akan semakin rumit karena vera ketahuan berbohong.


" Benar itu uang hasil jual kalung mas" Seru Vera yang masih mencoba berbohong.


" Kamu yakin? Tidak sedang membohongi ku, kamu tahu kan Ver aku paling tidak suka di bohongi" Ucap dimas membuat vera semakin menundukkan kepala nya.


" Maaf mas, sehari sebelum melahirkan aku memang sudah menjual kalung ku dan dapat uang 10 juta, terus aku menemui melani untuk meminta maaf. Saat aku pulang melani memberikan amplop ternyata isi nya uang 20 juta, aku sudah menolak nya tapi melani bilang itu rezeki buat calon anak kita. Maaf mas .." Ucap Vera sambil berkaca - kaca.


Brakkk


Dimas menggebrak meja yang ada di samping ranjang dengan kuat sehingga sang bayi kaget dan terbangun dari tidur nya.


" Kamu sudah kurangajar Ver, aku sudah bilang jangan temui mereka. Kamu membuat ku malu Ver. Aku malu... " Seru dimas lalu keluar dari kamar dengan penuh amarah.


Vera menenangkan anak nya yang saat ini sedang menangis karena kaget mendengar gebrakan meja dari dimas. Vera tak menyangka jika sang suami akan semarah itu.


******


Sudah tiga hari berlalu, dimas sudah tidak membahas soal pertemuan Vera dan melani. Dimas berencana akan mengembalikan uang yang melani berikan, tapi entah kapan waktu nya sampai uang nya bisa terkumpul.


" Ver... Vera, tama sepertinya mau minum susu, kamu susuin dulu ya Ver. Kasihan dia dari tadi menangis" Ucap dimas tapi tidak mendapat jawaban dari vera.


" Ver, jangan begini Ver. " Seru dimas yang mulai panik melihat Vera yang hanya diam saja.


Dimas bergegas kedapur untuk mengambil air minum untuk diberikan nya kepada Vera. Sambil menggondang tama, dimas meminumkan air putih kepada Vera. Tapi Vera sama sekali tidak merespon, hanya mata nya yang menatap dimas dengan kosong.


" Jangan mendekat, bawa anak itu menjauh. Aku benci anak kecil" Seru Vera tiba-tiba mendorong tubuh dimas, hampir saja dimas dan anak dalam gendongan nya terjatuh.


" Pergi.. Pergi. " Teriak Vera seperti orang yang ketakutan.


Akhirnya apa yang dimas takutkan terjadi juga, dimas sangat khawatir saat melihat vera yang sering melamun dan terdiam bahkan sering berbicara sendiri dan tertawa sendiri.


* Apa Vera depresi lagi* Gumam dimas dalam hati.

__ADS_1


Dengan cepat dimas berlari ke luar menuju rumah bu Rt yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah nya, dia ingin menitipkan tama di rumah bu Rt.


" Mas dimas kenapa lari-lari?" Tanya bu Rt saat mendapati dimas berlari sambil menggendong tama yang sedang menangis.


" Bu tolong saya titip tama ya bu, saya ingin membawa Vera ke dokter. Sekalian saya pinjam mobil nya ya bu. Maaf sudah merepotkan ibu" Seru dimas dengan nafas yang tersengal-sengal.


" Mbak Vera kenapa mas dimas?" Tanya pak Rt yang baru keluar dari rumah.


" Tidak tahu pak, Vera itu sering melamun dan sering berbicara sendiri ini tadi dia teriak - teriak. " Seru dimas lalu memberikan tama ke dalam gendongan bu Rt.


" Mari mas saya antar ke rumah sakit, biar saya yang bawa mobil nya dan mas dimas pegangin mbak Vera." Ucap pak Rt menawarkan diri.


Pak Rt langsung bergegas membawa mobil nya ke rumah kontrakan dimas.


Saat sampai di kontrakan dimas pak Rt di buat terkejut saat melihat Vera sedang menari-nari di atas meja ruang tamu dengan hanya menggunakan handuk.


" Maaf pak Rt, apa istri saya sudah gila?" Tanya dimas dengan polos nya.


" Apa sebelum nya mbak Vera pernah seperti ini mas?" Pak Rt balik bertanya.


Dimas menceritakan jika Vera dulu pernah menjadi pasien rumah sakit jiwa. Pak Rt kaget mendengar cerita dari dimas, pak Rt pun menyarankan untuk segera membawa Vera ke dokter biar langsung di tangani oleh ahli nya.


Dimas membawa Vera masuk kedalam kamar dan memakaikan Vera baju. Setelah itu dimas membawa vera naik ke mobil pak Rt.


" Kita mau jalan-jalan ya, aku mau mobil baru aku mau ke luar negeri, naik pesawat wuss wuss wuss" Vera meracau tidak jelas.


" Hore.. aku mau jalan - jalan. Ibu.. bapak.." Vera menangis saat menyebut ibu dan bapak nya.


Dimas yang melihat Vera nenangis pun hanya bisa menenangkan Vera. Sebentar - sebentar Vera menangis, dan terkadang juga berprilaku normal seperti biasa nya. Dimas semakin sedih melihat Vera yang berprilaku seperti itu.


* Semoga kamu tidak seperti dulu lagi Ver, kasihan tama yang masih sangat membutuhkan mu* Gumam dimas dalam hati nya.


******


Kira-kira Vera kenapa ya? Nah jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak.

__ADS_1


Hari senin nih, yang sdh punya point untuk Vote.. yuk Vote novel Author.


Terimakasih. 🙏😍🥰❤


__ADS_2