
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Siang ini dimas pulang lebih awal karena sang ibu sedang tidak enak badan jadi dia akan mengantarkan ibu berobat ke dokter. Dimas mengendarai motor sedikit terburu-buru sehingga dia hampir saja menabrak seorang wanita yang hendak menyebrang jalan.
" Aaaaaghhhh...." Teriak wanita itu dengan kuat sehingga membuat dimas semakin terkejut.
Wanita itu masih saja diam mematung di tengah jalan, dia syok dengan kejadian barusan. Beruntung dimas tidak jatuh sehingga motor dan gerobak nya tidak ada yang rusak.
Dimas menyetandarkan motor nya lalu menghampiri wanita yang tadi hampir saja dia tabrak karena kecerobohan wanita itu sendiri.
Tanpa permisi dimas menarik tangan wanita itu untuk menepi, wanita itu hanya diam mengikuti dimas.
" Eh mbak, kalau mau mati jangan disini !! Sana ke jalan raya yang lebih ramai, disana banyak lalu lalang kendaraan" Seru dimas geram.
" Kamu sengaja atau bagaimana ? kalau cuma mau nyebrang itu lihat kanan kiri tidak langsung nyebrang saja, beruntung aku tidak jatuh sehingga motor ku aman. Kalau sampai ada apa-apa sama motor dan gerobak ku aku pastikan kamu harus ganti rugi" Seru dimas lagi yang masih diliputi amarah karena ulah wanita itu.
Wanita itu hanya diam mematung sambil menundukkan kepala nya. Dia memang menyadari kesalahan nya karena menyebrang tidak lihat kanan kiri lagi.
" Maaf " Lirih wanita itu sambil tetap menundukkan kepala nya.
Dimas melihat nada ketakutan dari wanita itu, dia pun merasa bersalah karena sudah marah-marah dengan wanita itu.
" Saya maaf kan, lain kali kalau mau menyebrang itu lihat-lihat dulu jangan seperti tadi. Beruntung cuma motor yang lewat, gimana tadi kalau mobil dan jalanan ramai. " Seru dimas lagi menasehati.
" Terimakasih mas" Jawab wanita itu sambil menganggkat wajah nya dan tersenyum ke arah dimas.
Mereka pun saling pandang untuk sesaat, lalu dimas mencoba mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Dimas pun teringat akan mengantarkan sang ibu berobat, lalu dimas dengan segera pergi dari tempat itu dan melanjutkan perjalanan nya.
" Saya permisi mbak. " Seru dimas dengan nada yang sudah seperti bicara pada umum nya.
Wanita yang itu pun hanya menganggukkan kepala nya tanpa menjawab ucapan pamit dari dimas.
* Ya Allah hampir saja aku membuat orang itu celaka, bagaimana kalau dia tadi jatuh terus dia luka dan motor nya rusak, mau ganti rugi pakek apa aku. * Gumam wanita itu dalam hati nya.
Wanita itupun melanjutkan langkah kaki nya menuju rumah nya yang tidak jauh dari tempat nya berada saat ini.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
__ADS_1
Dimas sampai di rumah nya lalu memarkirkan motor nya di garasi samping. Dimas lalu buru-buru masuk kedalam rumah mencari keberadaan ibu nya.
" Ibu.. Ibu" Panggil Dimas dari arah pintu depan.
Ibu marni yang sedang berada di ruang Tv pun menghampiri dimas yang sedang memanggil-manggil nya.
" Ada apa dim? pulang-pulang bukan nya salam tapi kok teriak-teriak gitu?" Tanya ibu marni saat sudah berada di dekat dimas.
" Maaf bu, Assalamualaikum " Seru dimas.
" Waalaikumsalam, sudah kamu duduk dulu" Seru ibu marni mengajak dimas duduk di sofa yang ada di ruang Tv
Dimas pun mengikuti ucapan ibu nya, dia pun sudah duduk di sofa bersama ibu nya.
" Ibu Hasni tadi bilang ibu tidak enak badan? Kenapa ibu tidak bilang dari tadi pagi? Kalau ibu bilangkan dimas tidak akan jualan, ayuk buk kita sekarang ke dokter" Seru dimas yang sangat mencemaskan keadaan ibu nya.
" Ibu tidak apa-apa Dim, ibu tadi hanya meminta hasni untuk membelikan obat sakit kepala saja saat nanti kalau dia pulang. Bukan berarti ibu sakit, ibu tidak sakit kok itu obat hanya untuk stok di rumah" Ucap ibu marni berbohong padahal saat ini dia memang sedang merasakan sakit kepala mungkin darah tinggi ibu marni kambuh.
" Benar ibu tidak apa-apa?" Tanya dimas yang masih tetap khawatir.
Dimas pun masuk kedalam kamar nya lalu membersihkan durinya setelah itu dia melaksanakan sholat.
" Tama masih tidur bu?" Tanya dimas saat sudah berada di meja makan.
" Iya pas kamu pulang tadi dia baru saja tidur, tama kalau tidur siang memang lama bisa sampai tiga jam" Jelas ibu marni yang juga ikut duduk di seberang dimas.
Dimas mengangguk dan menyuapkan makanannya ke dalam mulut nya lagi. Tiba- tiba dimas teringat dengan wanita yang tadi hampir dia tabrak, dimas ingat wajah ketakutan dari wanita itu justru membuat dimas senyum-senyum sendiri.
" Kenapa senyum-senyum dim?" tanya ibu marni yang heran.
" Eh.. emh gak apa-apa bu. Dimas ke dapur dulu ya bu cuci piring ini." Seru dimas sambil membawa piring dan gelas nya ke dapur untuk di cuci.
Ibu marni melihat ada yang aneh dari sikap dimas, seperti ada sesuatu yang terjadi. Karena tidak biasa nya dimas senyum-senyum sendiri begitu. Ibu marni menyangka jika dimas saat ini sedang jatuh cinta.
* Apa dimas sedang jatuh cinta? Semoga saja wanita yang di cintai dimas bisa menerima keadaan dimas, dan bisa menjadi ibu yang baik untuk tama* Gumam ibu marni dalam hati sambil menatap dimas yang sedang mencuci piring nya.
Setelah selesai mwncuci piring dimas menghampiri tama yang sedang tidur di kamar ibu nya.
__ADS_1
" Anak ayah sudah bangun ya? ayuk main sama ayah" Ucap dimas sambil mengangkat tama dari tempat tidur.
Dimas membawa tama ke halaman belakang, di halaman belakang ada beberapa tempat permainan yang di buatkan hendra untuk tama. Sebenarnya dimas sudah menolak nya, tetapi hendra beralasan biar Vino dan Tama betah kalau sedang main, jadi dimas sudah tidak bisa menolak nya lagi.
" Dimas" Panggil ibu marni mendekat ke arah dimas.
" Iya bu ada apa? kenapa ibu tidak istirahat saja, tama biar saya yang menjaga nya" Seru dimas.
" Ibu belum mengantuk dim, ada yang ingin ibu bicarakan dengan mu" Seru ibu marni yang nampak serius.
Dimas menatap wajah ibu nya yang memang jelas tergambar keseriusan dalam nada bicara sang ibu.
" Dim, apa kamu tidak ingin menikah lagi? Kasihan tama jika kamu terus sendiri seperti ini, tama butuh sosok ibu begitupun dengan mu, kamu butuh seorang istri agar bisa menjadi pendamping hidup mu dan bisa mengurus mu" Seru ibu marni dengan serius.
" Ibu ingin melihat kamu dan tama punya kelyarga yang utuh dim." Tambah ibu marni lagi.
Dimas menghela nafas dengan berat, dia tidak tahu harus menjawab apa. Karena sampai saat ini dia belum memikirkan untuk berumah tangga lagi. Dua kali dia berumah tangga tetapi semua nya gagal.
" Bu, dimas belum kefikiran untuk menikah lagi bu lagi pula apa ada wanita yang mau dengan duda beranak satu seperti dimas ini, bahkan pekerjaan dimas hanya seorang pedagang kue. " Seru dimas tidak percaya diri.
" Mintalah sama Allah jodoh terbaik untuk mu, wanita yang bisa menerima keadaan mu dan bisa menyayangi tama dengan tulus" Seru ibu marni lagi
" Iya bu" Jawab dimas singkat.
Dimas pun menghampiri tama kembali yang sedang bermain di arena mandi bola. Anak kecil itu terlihat sangat bahagia bisa bermain bola sebanyak itu. Saat ini tama sudah berusia 8 bulan,walaupun belum bisa jalan dia terlihat antusius main di arena mandi bola itu dia melempar-lempar bola ke arah dimas sambil tertawa riang.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
***********
Alhamdulillah Bisa uploud, hari pertama di bulan mei. Jangan lupa tetap berikan LIKE KOMEN VOTE KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA. ❤❤
JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 YA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1