
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Mobil yang di kendarai bimo sudah sampai di depan rumah sakit Husada. Ibu Lusi pun dengan tidak sabar langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah sakit, langsung mencari kamar rawat mira. Sebelum nya bimo memang sudah memberitahu kamar rawat mira.
Sedangkan bimo sedang memarkirkan mobil nya sehingga dia membiarkan mama nya masuk terlebih dahulu.
Ceklek
Pintu kamar rawat mira terbuka dan ibu lusi pun masuk ke dalam sambil memperhatikan sekeliling ruangan, terlihat mira yang sedang duduk di atas ranjang sambil memainkan ponsel nya. Mira tidak menyadari kedatangan mama mertua nya karena dia sedang fokus dengan ponsel di tangan nya.
Eheeemmmm
Ibu Lusi berdehem untuk mengalihkan pandangan mira dari ponsel nya.
" Mama " Seru mira kaget mendapati mama mertua nya sudah berdiri di samping nya.
" Emhh... mama sejak kapan ada di sini? kok mira tidak tahu mama masuk?" Tanya mira yang memang tidak menyadari kedatangan mertua nya.
" Bagaimana kamu bisa tahu sedang kan kamu sibuk dengan ponsel mu. Kamu berkirim pesan dengan siapa, sampai aku masuk pun kamu tidak tahu" Ucap ibu lusi memojokan mira.
Mira mencoba meraih tangan mama mertua nya dan menyalami nya. Ibu lusi pun membiarkan tindakan mira karena dia sudah berjanji dengan bimo jika tidak akan membuat keributan di rumah sakit.
" Maaf ma. Oh iya ma, mama kesini sama siapa? sama mas bimo? Sekarang mana mas bimo?" Tanya mira beruntun membuat ibu lusi mendengus kesal.
Bukan nya menjawab pertanyaan dari mira, namun ibu lusi justru berjalan mendekati box bayi yang terletak di samping kiri mira.
* Kenapa anak ini tidak ada mirip-mirip nya dengan bimo ? * Gumam ibu lusi saat melihat bayi mungil yang sedang terlelap.
" Ma, apakah mama mau memberi nama cucu mama ?" Tanya mira dengan senyum mengembang.
" Kenapa kamu meminta mama yang memberikan nama ? memang nya bimo tidak mau memberikan nya nama, ini kan anak kalian?" Tanya ibu lusi penuh selidik.
Mira terssnyum kecut menanggapi pertanyaan dari mama mertua nya. Dia tidak mungkin bilang jika hubungan nya dengan bimo sedang tidak baik-baik saja, karena pasti mama mertua nya akan senang melihat kehancuran rumah tangga nya.
" Emhh.. bukan begitu ma, mas bimo sedang sibuk sehingga dia belum menyiapkan nama buat putri kami" Jawab mira berbohong.
Ibu Lusi tidak percaya begitu saja dengan ucapa mira, dia akan mencari tahu nya sendiri dengan bertanya langsung kepada bimo.
__ADS_1
* Kemana anak itu sampai sekarang belum masuk juga* Gerutu ibu lusi saat menyadari bimo belum masuk ke dalam kamar rawat mira.
Sedangkan saat di parkiran mobil tadi bimo membuka ponsel nya dan mendapati pesan balasan dari Nina. Akhirnya bimo memilih berdiam di mobil sambil membalas pesan Nina.
[ Maksut om apa kirim chatt seperti itu? Pakai bilang seperti keluarga bahagia, keluarga ku memang sudah bahagia tanpa ada om dalam foto itu pun kami memang bahagia ]
Tulis nina membalas pesan bimo.
" Dasar gadis bar-bar begitu saja sewot, tapi aku suka dengan gadis seperti mu" Seru bimo tersenyum senang.
Dengan cepat bimo pun menulis balasan untu Nina.
[ Jangan sewot gitu dong cantik, nanti cantik kamu hilang loh. Tapi nyata nya memang begitu kan? di foto itu kita terlehita seperti keluarga besar yang bahagia, ada kita, orang tua mu dan kakak mu. Bagaimana kalau aku wujudkan kita benar-benar jadi keluarga?]
[ Maksud Om apaan? ]
[ Aku akan melamar mu menjadi istri ku agar kita benar-benar jadi sebuah keluarga, bagaimana ? kamu setuju kan?]
[ Dasar gila, tidak waras. !! Om itu sudah beristri bahkan istri Om baru saja melahirkan bisa-bisa nya om merayu wanita lain. Jangan bikin aku di cap sebagai pelakor Om?]
[ Aku tidak mau merusak rumah tangga orang lain Om ]
Bimo terdiam saat membaca pesan balasan dari nina, dia tidak tahu jika nina sudah mengetahui status nya. Bimo bingung harus membalas apa pesan nina barusan, bimo pun membalas pesan nina dengan mengatakan apa yang dia rasakan.
[ Suatu saat nanti kamu akan tahu semua nya. Jujur aku sudah jatuh cinta dengan mu sejak pertama kita bertemu.]
Bimo memasukkan ponsel nya kedalam kantong celana dan turun dari mobil. Bimo masuk ke dalam rumah sakitmenyusul sang mama. Dia tidak tahu hal apa saja yang akan mama nya lakukan di dalam ruang rawat mira.
*******
" Apa maksud dia menulis balasan seperti ini?" Tanya nima pada diri nya sendiri.
Saat ini nina sudah berada di dalam kamar nya,sepulang dari kampus tadi nina dan keluarga nya makan di restoran sebagai perayaan kelulusan nina. Baru beberapa menit yang lalu nina sampai di rumah nya.
" Dasar lelaki buaya, sudah punya istri pun tetap saja tebar pesona" Gerutu nina kesal.
Nina tidak memperdulikan chatt dari bimo tadi, dia pun tidak membalas nya. Nina masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, setelah itu dia membaringkan tubuh nya di kasur.
__ADS_1
" Kenapa aku tidak bisa tidur, padahal saat di mobil tadi aku mengantuk sekali. Mau tidur juga tanggung sudah hampir jam empat sore. " Seru nina lalu turun dari ranjang dan ke luar kamar.
Saat keluar dari kamar nina mendapati sang kakak sedang duduk di sofa dengan laptop di hadapan nya menyala.
" Mas Raka sedang sibuk? Percuma dong cuti kalau masih mengurus pekerjaan?" Seru nina yang sudah duduk di samping Raka.
" Ini penting benget Nin jadi harus mas selesaikan, karena lusa sudah harus mas laporkan kepada atasan. Oh iya kenapa kamu tidak istirahat? bukanya saat di mobil tadi kamu mengantuk?" Tanya Raka dengan tangan dan pandangan tetap pada laptop nya.
" Ngantuk nya sudah hilang mas, bapak sama emak imah sedang istirahat ya mas?" Tanya Nina lagi.
" Iya mereka sepertinya kelelahan, biarkan mereka istirahat nanti makan malam kita beli online saja. " Seru Raka dengan menyudahi perkerjaan nya lalu matikan laptop nya.
Nina hanya mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan Raka. Tiba-tiba dia teringat dengan keinginan nya untuk pindah kontrakan.
" Mas sepertinya aku mau pindah kontrakan, aku mau cari yang agak besar sehingga ada kamar lebih nya. Jadi kalau kalian datang seperti ini mas Raka tidak tidur di sofa lagi. Menurut mas bagaimana?" Tanya nina menyampaikan keinginan nya.
Raka memikirkan apa yang di ucapkan nina, apa yang di ucapkan nina di benarkan oleh Raka. Namun Raka tidak setuju jika nina harus mengontrak.
" Mas tidak setuju kalau kamu harus mengontrak, sepertinya mas mau beli rumah saja di kota ini hitung-hitung buat masa depan mas, kalau misal mas dapat jodoh di kota B dan mas menetap disana rumah disini bisa kamu tempati dan kamu tidak harus mengontrak lagi. Kita coba cari rumah minimalis saja yang tidak terlalu besar tapi dia mempunyai kamar lebih dari dua, bagaimana?" Seru raka memberitahu.
" Aku ngikut gimana baik saja mas, tapi ngomong-ngomong mas Raka sudah punya calon istri ya? Kenalin dong sama Nina, Nina pun ingin jalan bareng kakak ipar mas" Seru nina menggoda Raka.
" Doa kan saja semoga usaha mas tidak sia-sia" Jawaban raka membuat nina tidak puas sehingga nina terus saja bertanya.
" Berarti sudah ada gebetan nya dong, siapa nama nya mas? Dia tinggal dimana? Cantik gak?" Tanya nina beruntun sehingga raka menghadiahi cubitan di hidung nina.
Nina berteriak kesakitan saat raka mencubit hidung nya, Nina cemberut sambil memegangi hidung nya yang terasa sakit dan memerah sedang kan Raka justru tertawa dengan puas melihat hidung nina memerah.
" Maka nya jadi cewek jangan bawel, mulut kok tanya gak bisa satu-satu. Bagaimana mau ada cowok yang naksir kalau kamu bawel seperti itu" Ujar raka dengan senyum mengejek nina.
" Mas Raka belum tahu saja, aku ini banyak yang naksir tahu mas. Siapa yang tidak jatuh cinta dengan wanita secantik dan sebaik aku" Ucap nina.
" Terserah kamu saja Nin, yang penting jangan sampai suami orang saja yang kamu cintai" Seru Raka, lalu Raka masuk ke dapur untuk membuat kopi.
Sedangkan nina masih terpaku dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Raka.
* Kenapa hati ku sakit seperti ini saat mas raka bicara seperti itu, apa itu artinya aku mencintai bimo lelaki yang sudah beristri?* Gumam nina dalam hati nya.
__ADS_1
Nina pun bangkit dari duduk nya lalu masuk ke dalam kamar, ada air mata yang menetes di pipi nya. Dia tidak mau Raka atau pun orang tua nya tahu jika saat ini hati nya sedang tidak baik, terlebih tahu soal dia yang menyukai suami orang.