Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Mira sakit


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian bimo langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi mira. Bimo melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh, setelah tiga puluh lima menit bimo sampai di rumah sakit husada dan langsung masuk mencari kamar rawat mira.


Bimo sudah sampai di depan kamar rawat mira dan di depan kamar rawat mira ada bi atun dan sopir yang sedang menunggu kedatangan bimo.


" Tuan bimo!." Seru bi atun saat bimo mendekati mereka.


" Bagaimana keadaan mira bik? Bayi nya bagaimana?." Tanya bimo dengan cemas.


" Nyonya mira sekarang sedang tidur tuan , kata doktee beruntung nyonya segera di bawa ke rumah sakit jadi nyawa calon bayi nya masih bisa di selamatkan. Jadi untuk sementara nyonya di rawat di rumah sakit dulu, maaf Tuan untuk lebih jelas nya nanti tuan bisa tanyakan kepada dokter nya langsung." Ucap bi atun menjelaskan.


" Iya bik, nanti biar bimo tanya lagi sama dokter yang menangani Mira. Oh iya bibi dan mang diman pulang saja, biar mira bimo yang jaga. Besok pagi bibi baru datang lagi kesini untuk menggantikan saya." Ucap bimo.


Walaupun bimo termasuk lelaki yang brengsek dan begajulan tetapi dia tetap menghormati orang yang lebih tua, dengan para pelayan dirumah nya juga bimo selalu bicara dengan sopan terkecuali jika pelayan melakukan kesalahan atau kebohongan.


" Tapi Tuan, apa tidak lebih baik saya menemani nyonya juga jadi jika tuan memerlukan bantuan saya bisa membantu." Ucap bi atun memberi saran.


" Tidak usah bik, nanti kalau bimo perlu bantuan biar bimo minta tolong suster jaga. Bibi pulang saja istirahat, mang diman juga pulang saja ya, hati-hati bawa mobil nya." Ucap bimo.


" Baik tuan." Jawab mang diman.


Bi atun dan mang diman pun akhir nya mengikuti perintah Tuan nya untuk pulang. Sepeninggalan bi atun dan mang udin, bimo masuk ke dalam ruangan mira. Di lihat nya mira terbaring dengan lemah dengan selang infus terpasang di tangan kiri nya.


" Apa aku jahat karena aku sudah meragukan anak dalam kandungan mira? Tapi aku benar-benar tidak merasakan ikatan batin apa pun dengan anak yang mira kandung,bahkan aku saat mendengar kabar mira hamil tidak sebahagia harapan ku ." Gumam bimo pelan sambil memandangi mira yang masih terlelap.


* Semoga semua ini segera ada jawaban nya sehingga keraguan ku ini bisa segera terbukti. * Batin bimo dalam hati nya sendiri.


Bimo duduk di sofa yang ada di ruang rawat mira, dia mengambil ponsel dalam kantong celana nya lalu memainkan ponsel nya. Namun tiba-tiba bimo terperanjat kaget, dia memgingat jika tadi dia masih ada perdebatan dengan nina masalah pembayaran martabak.


" Kenapa tadi aku melupakan gadis bar-bar itu, bukan nya tadi dia masih ingin berbicara dengan ku. Bodoh.. bodoh, kamu memang bodoh bimo." Gerutu bimo pada diri nya sendiri.

__ADS_1


*******


Sementara itu di sebuah kontrakan yang tidak terlalu besar, Nina sedang marah dengan diri nya sendiri. Dia marah karena kebodohan nya sendiri.


" Huhhh... untuk apa tadi aku berlama-lama menunggu nya yang sedang berbicara di telepon, tahu gitu tadi uang nya langsung aku berikan. Sudah di tungguin tidak tahu nya aku malah di tinggal begitu saja, dasar Om Om sialan. " Gerutu nina dengan kesal sambil makan martabak coklat keju nya hingga belepotan.


" Eh lagi pula kenapa aku memikirkan dia? Sebenarnya ada apa sih dengan diri ku ini, semenjak bertemu dia aku jadi sering kefikiran dia, bahkan dengan tiba-tiba sikap songong nya ini yang selalu aku ingat." Gumam nina lagi


Nina menggelengkan kepala mencoba menghilangkan fikiran bimo dalam isi kepala nya.


" Pokok nya jangan sampai aku ketemu dengan Om tua itu lagi,ketemu dia terus lama-lama jantung ku juga tidak aman. Entah perasaan apa ini, aku pun tidak tahu ? Apa mungkin ini perasaan takut ya?. " Tanya nina pada diri nya sendiri.


Nina termenung memikirkan pertemyan nya yang secara tidak sengaja, pertemuan ke tiga kali dengan tidak sengaja. Bahkan nina sendiri juga heran kenapa jantung nya selalu berdetak cepat saat bertemu bimo.


" Apa aku harus periksa jantung, tidak... tidak aku takut justru tahu jika memang jantung ku bermasalah. Aku akan lebih banyak makan makanan sehat dan banyak makan buah sayuran nya agar kesehatan tubuh ku terjaga. " Nina tetap bermonolog dengan diri nya sendiri hingga rasa kantuk menyerang nina.


Setelah menghabiskan satu loyang martabak nya, nina pun mengantuk. Nina langsung menggosok gigi, setelah selesai menggosok gigi Nina langsung naik ke kasur nya dan memeluk guling boneka kesayangan nya.


* Kapan bisa meluk ayang, bukan guling terus yang aku peluk* Gumam nina sebelum tidur.


******


Tengah malam mira terbangun dan dia juga baru menyadari jika saat ini dia sedang berada di rumah sakit. Sedari di bawa ke rumah sakit mira memang sudah pingsan dan di rumah sakit juga diberikan obat tidur supaya mira bisa beristirahat yang cukup lama.


Saat terbangun , mira mendapati bimo yang sedang tertidur di sofa tidak jauh dari ranjang tempat dia berbaring.


* Ternyata kamu masih peduli juga dengan ku mas, aku percaya kamu itu tidak bisa menjauh dari ku karena kamu sangat mengharapkan anak ini. Anak inilah kelak yang akan mewarisi semua harta mu* Gumam mira dalam hati nya. Mira tersenyum simpul sambil memandang bimo yang sedang tidur dengan nyenyak nya.


Sebenarnya bimo tahu jika mira sudah bangun, namun bimo hanya pura-pura tidur karena dia masih malas berbicara dengan mira. Dia masih belum menerima semua kebohongan yang mira sembunyikan.


* Lebih baik sekarang aku pura-pura tidur saja, kalau dia membangunkan ku baru aku akan pura-pura bangun* Gumam bimo terkekeh dalam hati.

__ADS_1


Namun tiba-tiba suara mira mengagetkan bimo.


" Mas.. Mas.. Mas bimo, bangun dong mas. Aku mau ke kamar mandi mas, aku pengen buang air kecil. " Seru mira membangunkan bimo dengan alasan ingin ke kamar mandi.


* Ishhh dasar wanita ini benar-benar menyusahkan.* Gerutu bimo kesal.


" Mas,mas bimo bangun. ! " Kali ini suara mira terdengar sedikit keras.


Mira sengaja mengeraskan suara nya agar bimo mendengar dan bangun.


Ternyata usaha mira membangunkan bimo tidak sia-sia,bl bimo pun pura-pura bangun dengan suara ciri khas orang bangun tidur.


" Emmhhh... ehh mira kamu susah bangun? Kamu butuh sesuatu" Tanya bimo yang pura-pura baru bangun.


" Aku ingin ke kamar mandi mas, tolong temani ya. ?" Seru mira dengan manja nya.


Bimo pun bangkit dari sofa lalu menghampiri mira dan membantu mira ke kamar mandi. Bimo memegangi tiang infus dan dengan pelan memapah mira. Mira akan menggunakan sakit nya ini untuk bermanja-manja kepada bimo.


Mira sangat berharap bimo melupakqn semua masalah mereka terutama masalah anak yang saat ini masih ada dalam kandungan nya.


" Terimakasih mas" Seru mira dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.


" Aku antar sampai depan pintu sini saja, kamu masuk sendiri dan ini tiang infus nya kamu bawa masuk juga ." Seru bimo sambil memberikan tiang infus kepada mira.


" Iya mas" Jawab mira singkat lalu mengambil tiang infus dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


*******


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, JANGAN BOSAN-BOSAN ❤❤

__ADS_1


LIKE, KOMEN, VOTE, RATE, KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH YANG BANYAK ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2