Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Melani bertemu Novi


__ADS_3

Usia kehamilan melani sudah genap tiga bulan, perut melani pun sudah terlihat sedikit membuncit. Siang hari ini ada meeting yang harus melani ikuti dengan perusahaan dari Luar negeri. Meeting akan di laksanakan di Gedung perusahaan global property seperty permintaan klien dari luar negeri.


Meeting berjalan dengan lancar dan kesepakatan kerja sama pun sudah dintanda tangani.


" Semoga kerja sama kita berjalan dengan baik Nona Melani" Ucap direktur perusahaan luar negeri itu sambil berjabat tangan dengan melani.


" Iya Tuan Mike, terimakasih telah mempercayakan kerja sama ini dengan perusahaan kami" Jawab ramah melani sambil mrnyambut jabatan tangan dari tuan Mike.


" Sama-sama Nona Melani, kalau begitu kami pamit. Siang ini juga kami harus kembali ke Amerika. " Kata tuan mike langsung berpamitan untuk kembali ke luar negeri.


" Iya Tuan mike, sampaikan salam saya untuk Nyonya Selly. " Ucap melani tidak lupa menitipkan salam untuk istri tuan mike.


" Pasti saya sampaikan" Jawab singkat Tuan Mike.


Setelah Tuan Mike meninggal kan tempat meeting melani di temani sekretaris nya juga keluar dari ruangan meeting menuju ruang pribada nya. Kebetulan siang ini Hendra ada meeting di luar kantor jadi mereka tidak bisa makan siang bersama.


" Bu melani mau saya pesan kan makanan?" Tanya Raya saat melani sudah sampai di depan ruangan nya.


" Tidak perlu Ray, kamu kalau mau makan siang duluan tidak apa-apa. " Jawab melani sambil tersenyum ramah ke arah Raya.


" Baik bu, kalau begitu saya mau ke kantin kantor saja bu. Ibu beneran gak mau makan siang?" Tanya Raya lagi memastikan.


" Terimakasih, nanti saya makan di luar saja. Kebetulan saya juga ini mau siap-siap pulang." Jawab melani tetap menolak.


" Iya bu, permisi" Angguk Raya lalu pergi meninggalkan melani yang masih berdiri di depan ruangan nya.


Melani pun masuk ke dalam ruangan nya dan bersiap-siap untuk pulang. Karena memang melani masuk kantor hanya untuk meeting dengan Tuan Mike.


Melani keluar dari ruangan nya dan turun ke lantai bawah untuk menuju parkiran.


" Hai... wanita kampung, ngapain kamu di sini? " Tiba-tiba ada yang berteriak entah siapa yang di panggil.


Melani pun mrnghentikan langkah nya, dan melani mencari asal suara tadi. Melani melihat ada seorang perempuan yang berjalan ke arah nya dengan senyum sinis nya. Melani tahu siapa wanita itu, wanita itu adalah Novi.

__ADS_1


" Iya mbak, mbak manggil saya?" Tanya melani sambil menunjuk diri nya sendiri.


" Ya iya lah memang nya disini ada orang lain selain kamu?" Ucap Novi tersenyum sinis seakan merendahkan melani.


" Ada apa ya mbak? Apakah kita sebelum nya sudah pernah ketemu atau mbak mengenal saya? " Tanya melani lagi seolah-olah dia juga tidak tahu siapa Novi.


Novi memperhatikan Melani dari atas sampai bawah, kali ini penampilan melani sangat rapi dan barang yang di gunakan nya pun barang-barang mahal. Novi memandang sinis ke arah Melani.


" Mau ngapain kamu datang ke kantor ini? Mau godain Hendra? Wanita seperti kamu itu tidak pantas bersanding sama hendra, walaupun sekarang kamu tampil rapi begini tapi tetap saja kamu dan hendra itu bagaikan langit dan bumi." Novi berbicara dengan sinis padahal dia tidak tahu siapa Melani yang sebenar nya.


Melani menghadapi Novi dengan sangat santai, dia ingin melihat sampai mana Novi menghina nya.


" Memang ada larangan ya kalau aku datang ke perusahaan ini?" Tanya Melani sambil berjalan ke arah Novi dengan tatapan tajam.


" Selain karyawan tidak boleh ada di kawasan perusahaan ini. Kamu kan orang luar dan tidak ada hubungan nya dengan perusahaan ini. Aku tahu kamu datang kesini pasti cuma mau merayu hendra, sekali lagi aku tegas kan kamu itu tidak pantas untuk hendra." Ucsap Novi sambil menunjuk ke arah melani.


" Terus kalau aku tidak pantas, kamu gitu yang pantas? Sadar diri dong kamu itu siapa, wanita yang tidak bisa move on. Sudah menolak dan menghina sekarang mau menjilat lidah nya sendiri. Malu, punya harga diri jadi wanita" Ucap melani dengan tatapan tajam ke arah Vera


Novi yang melihat tatapan tajam dari melani pun nyali nya sedikit menciut.


" Tidak usah bingung ataupun kaget, Mas hendra sudah menceritakan siapa kamu sebenar nya. Wanita yang tak tahu malu, aku sudah berbaik hati tidak memecat mu. Tapi kalau kamu terus menggoda suami ku dan menganggu rumah tangga ku jangan salahkan aku jika aku berbuat yang lebih kejam dari apa yang kamu lakukan" Ucapan melani penuh dengan ancaman . Melani tidak main-main siapa yang mungusik rumah tangga nya, melani akan membalas nya dengan kejam.


Novi semakin terpojok dengan ancaman dari Melani. Dia tidak menyangka melani bisa seberani ini menghadapi nya, Novi menyangka Melani hanyalah wanita manja dan lemah yang hanya menginginkan harta nya hendra.


" Memang siapa kamu berani pecat saya? Jangan cuma karena kamu dekat dengan hendra dengan mudah nya kamu mau pecat saya. Tidak segampang itu ,cihhh" Seru Novi semakin berani.


" Oh baik.. kamu mau bukti? Baiklah aku buktikan ucapan ku.. dan kamu jangan menyesal!!" Gertak melani dengan datar.


" Siapa takut!!" Tantang Novi sambil berkacak pinggang.


Melani mengambil ponsel di dalam tas nya dan menghubungi seseorang untuk menemui nya di parkiran mobil.


[ Temui saya di parkiran mobil sekarang]

__ADS_1


Melani memutuskan sambungan telepon nya tanpa menunggu jawaban orang dari seberang sana.


" Siapa yang kamu hubungi? Hendra? Hendra hari ini tidak ada di kantor, dia ada meeting di luar sampai jam dua nanti. " Seru Novi demgan senyum sinis nya.


Melani tidak menghiraukan ucapan Novi, dia tetap diam. Lama-lama berdiri membuat kaki melani kesemutan juga, akhirnya melani menyandarkan tubuh nya di mobil nya.


" Jangan dekat-dekat mobil itu,kalau lecet kamu tidak bisa ganti. Mobil ini harga nya sekitar 3 milyar " Seru Novi sambil berkacak pinggang.


" Ssttt..bisa diem gak sie bawel amat jadi wanita" Sergah Melani sambil menempelkan telunjuk di bibir nya.


Tiba-Tiba dari arah lobby kantor ada lelaki yang berlari tergopoh-gopoh menghampiri melani.


" Bu melani ada apa memanggil saya" Ucap pria paruh baya itu sambil membungkukkan badan nya.


Novi yang melihat pria itu sangat menghormati melani pum mulai panik. Kenapa pria tersebut sangat menghormati melani apa karena melani dekat dengan hendra.


" Pak kenapa anda bicara sambil membungkuk begitu, wanita itu bisa besar kepala" Seru Novi yang tetap memandang rendah melani.


Pria itu pun kaget dengan apa yang barusan di ucapkan oleh Novi. Apa Novi ini tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa dia.


" Sudah biarkan dia bicara sesuka hati nya pak, disini says cuma mau bapak pecat dia sekarang juga. Aku tidak mau di perusahaan ku ada karyawan yang tak bermoral seperti dia!!" Seru melani dengan lantang.


" Hai jaga mulut kamu!!" Bentak Novi tidak terima.


" Kamu yang diam!! Kamu tidak tahu siapa ibu melani yang sebenar nya? Dia itu pemilik perusahaan Global Property ini, Ibu Melani Yunita Admaja anak tunggal dari tuan Admaja" Seru pria yang merupakan kepala HRD itu.


Jdeerrrr


Novi bagaikan di sambar petir di siang bolong, dia seakan tidak percaya dengan apa yang barusan di katakan oleh Ketua HRD. Novi menggeleng-gelengkan kepala seolah tidak mempercayai ucapan kepala HRD itu.


*****


**Hari ini cukup dua bab saja ya kak. Karena Author ada pekerjaan yang benar-benar tidak bisa di tinggalkan. Jangan lupa tetap dukung karya Author.

__ADS_1


Terimakasih. 🙏**


__ADS_2