Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Melamar nabila


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Siang ini dimas dan ibu nya datang ke panti asuhan cahaya untuk menemui nabila dan ibu halimah. Karena tidak mempunyai nomor ponsel nabila, dimas datang tidak memberitahu nabila.


Dimas datang bersama ibu marni dengan menaiki taksi online, sedangkan tama dimas titipkan kepada bibi yang bekerja bersih-bersih di rumah nya. Dimas datang tidak membawa barang-barang hantaran layak nya orang yang akan melamar seorang gadis. Dimas hanya membawa sebuah cincin sederhana seberat 5 gram yang dia beli dengan uang nya sendiri.


Sebenar nya ibu marni ingin membelikan cincin yang lebih besar tapi dimas menolak nya, dia hanya ingin melamar pujaan hati nya dengan uang hasil keringat nya sendiri.


Mobil yang membawa dimas dan ibu nya sudah sampai di halaman depan panti asuhan cahaya. Saat itu panti terlihat sepi karena saat dimas datang memang jam nya anak-anak panti istirahat, jadi mereka semua ada di dalam kamar nya.


" Assalamualaikum" Seru dimas dan ibu marni bersamaan.


" Waalaikumsalam, silahkan masuk pak buk" Sapa ibu halimah yang memang sedang menerima tamu di ruang utama.


Dimas dan ibu marni masuk dan mereka pun menyalami ibu halimah beserta tamu nya,lalu mereka pun di persilahkan duduk oleh ibu halimah. Tidak menunggu lama tamu ibu halimah pun izin pulang.


" Maaf ya bu, tadi masih ada tamu . Beliau salah satu donatur di panti asuhan ini. Maaf, kalau boleh tahu kedatangan bapak dan ibu kesini ada keperluan apa ya? Dan sepertinya saya pernah bertemu ibu dan bapak?" Seru ibu halimah mencoba mengingat .


" Iya bu, kita memang pernah bertemu saat acara ulang tahun vino di rumah anak menantu saya melani. Dan ini dimas anak laki-laki saya" Ucap ibu marni sambil menunjuk ke arah dimas.


Ibu halimah mengingat-ingat lalu setelah mengingat nya dia pun tersenyum. Dia juga ingat jika dimas pernah sekali datang ke panti saat mengantar nabila pulang dari pasar.


" Oh iya ibu ini mertua nya mbak melani, maaf ya bu saya lupa maklum bu sudah tua" Seru ibu halimah dengan ramah nya.


" Tidak apa-apa bu, oh iya kedatangan kami kesini ingin bertemu ibu halimah dan nabila. Apa nabila nya ada bu?" Tanya ibu marni.


Ibu halimah menelisik ke dua tamu nya, dia belum mengerti maksud tujuan tamu nya datang menemui dirinya dan nabila.


" Baik sebentar saya panggilkan nabila nya dulu ya pak, bu" Seru ibu halimah lalu beranjak dari tempat duduk nya.


Ibu halimah menghampiri nabila di kamar nya, saat itu nabila sedang menyelesaikan rajutan nya.

__ADS_1


Tidak menunggu lama nabila dan ibu halimah pun sudah berada di ruang utama menemui dimas dan ibu marni.


" Mas dimas" Seru nabila yang memang baru menyadari jika tamu yang mencari nya adalah dimas. Karena ibu halimah memang tidak memberitahu dimas lah yang bertamu.


" Iya mbak nabila" Jawab dimas dengan senyum malu-malu.


" Pak dimas dan ibu marni ini nabila nya sudah ada di sini, sekarang bicaralah apa yang ingin anda sampaikan" Seru ibu halimah tetap dengan keramahan nya.


" Sebelum nya maaf bu, tolong panggil saya dimas saja tidak usah pak. " Seru dimas yang merasa tidak enak di panggil pak oleh ibu halimah.


Ibu halimah mengangguk dengan senyum tetap terukir di bibir nya. Ibu halimah mulai tahu maksud tujuan dimas dan ibu nya datang ke panti menemui nya.


Dengan mengumpulkan keberanian nya, dimas pun mengutarakan maksud dan tujuan nya datang ke panti menemui ibu halimah dan nabila.


" Ibu halimah, maksud kedatangan saya dan ibu saya kesini karena saya ingin melamar nabila untuk menjadi istri saya. " Ucap dimas dengan penuh keseriusan.


Nabila terkejut mendengar ucapan dimas, ternyata dimas benar-benar serius ingin melamar nya untuk menjadikan nya istri. Ternyata apa yang di fikirkan nabila beberapa hari ini tidaklah benar, dia berfikir dimas hanya ingin main-main dengan nya.


Ibu Halimah tersenyum dan memandang nabila yang hanya menundukkan kepala nya. Ibu halimah mengusap punggung nabila dengan lembut.


" Saya menerima kekurangan dan kelebihan nabila bu, begitupun nabila semoga bisa menerima kekurangan saya. Saya seorang duda anak satu. " Jawab dimas.


Ibu marni hanya diam menyimak, dia membiarkan dimas berbicara menyampaikan keinginan nya. Walaupun hanya diam dalam hati ibu marni dia juga ikut bahagia jika nabila bisa menerima lamaran dimas.


" Saya sebagai orang tua pengganti Nabila hanya bisa menyerahkan semua nya kepada nabila. Nabila sudah dewasa dia tahu mana yang terbaik untuk nya. Di terima tidak nya lamaran nak dimas semua keputusan ada pada nabila" Ucap ibu halimah sambil melirik nabila yang terus saja menunduk.


" Nabila, berikan jawaban atas lamaran nak dimas. Ibu menyerahkan semua keputusan kepada mu" Ucap ibu halimah sembari mengusap punggung nabila. Nabila pun mendongakkan kepala nya menatap serius ibu halimah.


Ibu halimah mengangguk dan tersenyum kepada nabila sebagai tanda mempersilahkan nabila berbicara.


" Nabila menerima lamaran mas dimas" Ucap nabila dengan serius.

__ADS_1


" Alhamdulillah" Seru semua yang ada di ruangan itu dengan serempak kecuali nabila yang masih terlihat tegang atas jawaban nya sendiri.


Dimas tersenyum bahagia, dia tidak menyangka jika lamaran nya akan di sambut dengan baik oleh nabila. Dimas pun memberikan cincin yang sudah dia persiapkan dari rumah, cincin itu dia sematkan di jari manis nabila. Nabila terlihat malu-malu saat dimas menyematkan cincin di jari nya.


" Untuk pernikahan nya akan di laksanakan dua bulan kedepan. Apakah ibu halimah setuju?" Tanya ibu marni tersenyum ramah kepada ibu halimah.


" Saya setuju bu, lebih cepat lebih baik untuk menghindari fitnah" Ucap ibu halimah.


Ibu marni dan dimas mengangguk setuju dengan yang di ucapan ibu halimah. Acara melamar nabila pun selesai dimas dan ibu marni izin pulang. Sebelum nya dimas memang sudah memesan taksi online lewat aplikasi.


" Bu, semoga pernikahan ku dengan nabila nanti di beri kelancaran, dan semoga nabila yang terakhir untuk dimas" Ucap dimas penuh harap.


" Aamiin.. " Ucap ibu marni mengaminkan ucapan dimas


" Semoga tama bisa mendapatkan kasih sayang dari nabila sebagai sosok seorang ibu. Aku ingin yang terbaik untuk tama bu" Seru dimas lagi.


" Ibu yakin nabila itu wanita yang baik, dia pasti bisa menjadi ibu yang baik untuk tama." Ucap ibu marni.


Tanpa terasa mobil yang membawa mereka sudah sampai di depan rumah. Dimas dan ibu marni pun turun, sebelum nya dimas sudah membayar ongkos taksi nya sesui dengan tarif nya.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


*******


JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK. LIKE KOMEN VOTE KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA. ❤❤


BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤


Agar AUTHOR semangat untuk menulis nya, semakin banyak like dan vote author semakin semangat ❤❤

__ADS_1


Yang belum VOTE DAN KLIK FAVORITE yuk di klik dulu 🙏❤


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2