Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Dibayar 3 juta


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Sementara itu di rumah nya mira sedang marah - marah dengan diri nya sendiri , dia sangat menyesal telah menjadi wanita bahkan menikah dengan om jos yang saat ini ternyata hanya lelaki miskin dan melarat. Mira mengira jika harta yang selama ini dia nikmati dari om jos adalah milik om jos, siapa sangka ternyata itu semua milik mantan istri om jos.


" Sial.. Brengsek !!! " Umpat mira dengan kesal dan melempar ponsel nya ke atas ranjang nya.


Mira baru saja melakukan panggilan telepon kepada om jos yang sudah dua hari tidak pulang, mira menghubungi om jos karena meminta uang untuk pergi belanja. Mira jenuh karena sudah tiga hari dia hanya di dalam rumah dan tidak ada pria yang memanggil nya.


" Aku menyesal menikah dengan lelaki tua itu, hanya tampang saja yang oke tapi dompet nya kosong. Tapi entah kenapa aku sulit untuk melepaskan nya, apa karena memang permainan nya di atas ranjang yang tidak bisa aku lepaskan, selama ini om jos bisa memuaskan ku dan mengimbangi permainan ku. Dan semua itu dapat aku dapatkan dari mantan suami ku atau pria - pria yang sudah tidur dengan ku. " Gumam mira pada diri nya sendiri.


Mira langsung mengambil kunci mobil dan tas nya yang ada di atas meja rias lalu pergi keluar kamar menuju mobil yang terparkir di halaman rumah. Mira melajukan mobil nya menuju bar tempat biasa dia mencari lelaki hidung belang.


Malam ini mira sudah tidak betah di rumah menunggu ke pulangan om jos, entah kapan lelaki tua itu akan pulang dan memberikan mira uang yang banyak.


" Terserah kamu pulang atau tidak yang penting saat ini aku akan bersenang - senang tidak perduli dengan lelaku tua itu. Tapi biar pun tua kamu menawan dan tampan" Seru mira diam - diam mengagumi ketampanan om jos.


Mira sudah sampai di depan bar, dia pun langsung memarkirkan mobil nya dan segera masuk ke dalam bar lalu memesan minuman yang biasa dia minum.


Belum juga minuman dalam gelas nya habis mira sudah di hampiri pria tua botak dan perut nya yang cukup buncit seperti sedang hamil 7 bulan.


" Malam cantik, apa kamu sendirian ?" Tanya lelaki itu dengan mata menelisik penampilan mira dari atas sampai bawah.


Malam ini mira mengenakan pakaian seksi warna hitam yang hanya setengah paha tanpa lengan, sehingga akan membangkitkan jiwa kelakian siapa pun yang memandang mira.


" Iya aku sendirian om, kalau om mau menemani boleh kok " Jawab mira dengan bibir yang dia mainkan sehingga semakin menantang lawan bicara nya.


" Kita ngobrol di ruang yang lebih privat saja yuk, disini terlalu ramai dan bising. Mau kan ?" Tanya lelaki itu dengan berbisik di telinga mira.


" Dengan senang hati " Jawab mira singkat dengan bibir mengulas senyum.


Mira dan pria itu pun masuk ke dalam ruang private yang biasa di sewa dan digunakan untuk pasangan yang ingin ngobrol lebih nyaman, hingga untuk menuntaskan hasrat para pasangan yang kebanyakan lelaki hidung belang dan wanita malam.

__ADS_1


" Terimakasih sayang, permainan mu sangat memuaskan ku. Aku boleh minta nomor ponsel mu, siapa tahu kita bisa seperti ini lagi " Ucap pria itu sambil menciumi rambut mira.


" Boleh om, yang penting om jangan lupa uang capek ku. Aku capek loh dari tadi bermain pegang kendali srndiri om enak cukup menikmati saja" Ucap mira dengan wajah di buat cemberut.


Pria itu pun bangkit dan turun dari ranjang mengambil dompet nya dan menyerahkan uang lembaran merah kepada mira.


" Ini untuk mu sayang, sudah dong jangan cemberut" Ucap pria itu sambil memberikan uang kepada mira.


Dengan senang hati mira menerima uang itu dan menghitung nya. Mata mira membulat seakan tidak percaya dengan uang yang ada di tangan nya.


* Hanya 3 juta, aku bermain secapek itu dan hampir dua jam di kasih 3 juta. Dasar lelaki miskin, tahu gitu tadi aku malas bermain dengan nya. Sudah capek dan badan pegal cumadi kasih 3 juta, dulu main dengan om jos saja dia memberiku 20 juta. Main dengan yang lain nya 5 sampai 7 juta. Ya sudahlah daripada tidak, lagi pula om jos sudah tidak memberiku banyak uang * Gumam mira sambil memegang uang di tangan nya.


*******


Sudah seminggu nina dan bimo berbulan madi dan sore ini mereka akan pulang ke kota nya. Banyak hal yang mereka lakukan selama seminggu di bali, tempat - tempat wisata banyak yang mereka kunjungi.


Bagi bimo asalkan nina bahagia apapun akan dia lakukan. Saat ini mereka sudah ada di bandara menunggu pesawat berangkat.


" Semoga saja kali ini aku tidak mabuk pesawat lagi ya kak, karena tidak ada rasa gugup lagi. " Ucap nina sambil berbisik di telinga bimo.


" Memang waktu berangkat kemarin kamu gugup ?" Tanya bimo penasaran.


" Iya aku gugup banget sampai rasa nya mau pingsan, tapi alhamdulillah aku bisa mengatasi nya ya walaupun di pesawat aku hanya tidur saja. Karena pusing dan mual kalau tidak tidur sudah pasti aku muntah di pesawat, malu sama penumpang yang lain aku kak " ucap nina sambil terkekeh mengingat kejadian seminggu yang lalu.


" Kenapa aku bisa tidak tahu ya ?" Seru bimo bingung katena waktu itu dia benar - benar tidak tahu jika nina gugup.


Terdengar pringatan dari pengeras suara agar penumpang bersiap - siap memasuki pesawat karena pesawat sudah bisa berangkat, dan setengah jam lagi pesawat akan berangkat.


Nina dan bimo beserta penumpang lain nya pun bersiap - siap untuk menuju pesawat.


" Bagaimana sayang ? apa kamu mual atau pusing ?" Tanya bimo saat pesawat sudah mulai mengudara.

__ADS_1


" Tidak lagi kak, mungkin kemaren karena baru pertama kali nya aku naik pesawat jadi bisa mabuk pesawat gitu " Ucap nina dengan senyum manis nya.


" Oh begitu, tapi kalau kamu merasakan mual atau pusing kamu tidur saja sayang atau mau aku pijit punggung nya dan aku oles minyak angin " Ucap bimo yang masih tetap menghawatirkan sang istri tercinta nya.


" Tidak kak, Insya Allah tidak mabuk lagi. Kemarin waktu berangkat aku sama sekali tidak menikmati penerbangan nya, jadi sekarang aku mau menikmati penerbangan ini. " Ucap nina dan mata nya mulai di alihkan melihat awan - awan dari kaca pesawat.


Nina benar - benar menikmati perjalan pulang nya, tidak ada lagi mual dan sakit kepala. Sepertinya dia sudah tidak akan mabuk pesawat lagi.


" Kita naik taksi atau di jemput kak ?" Tanya nina yang sudah mulai keluar dari bandara.


" Tadi aku sudah bilang sama mama kalau pesawat kita delay, kemungkinan pulang malam. Terus mama bilang pak supir akan menjemput, coba aku telpon pak supir nya dulu " Ucap bimo lalu mengambil ponsel nya yang adi di kantong celana nya.


Belum juga menghubungi supir nya , pak supir sudah menghampiri bimo dan nina.


" Mas bimo mobil nya ada di sebelah sana" Panggil pak supir dan menunjuk arah mobil di parkir.


" Iya pak , baru saja saya mau menghubungi bapak. Ya sudah tolong bawakan koper istri saya saja ya pak. Koper saya biar saya bawa sendiri " Ucap bimo.


Bimo sekarang tidak mau di panggil tuan atau pun pak, dia lebih nyaman di panggil mas oleh para pekerja nya agar mereka terlihat lebih dekat.


" Oh baik mas, mbak nina biar saya bawakan koper nya ya " Seru pak supir mengambil koper nina.


" Terimakasih pak " Jawab nina sopan.


Mereka bertiga pun berjalan menuju mobil yang di parkirkan tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Setelah semua nya siap dan sudah masuk ke dalam mobil pak supir pun menjalankan mobil nya.


Menumpuh perjalanan sekitar satu jam mobil yang membawa nina dan bimo sudah sampai di halaman rumah , pak sopir dengan sigap menurunkan koper dan bawaan yang lain nya.


*******


ALHAMDULILLAH HARI INI BISA UP CEPAT, SEMOGA HARI INI BISA UP 4 BAB. ❤❤🤲

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK TETAP MEMBERIKAN DUKUNGAN UNTUK KARYA AUTHOR ❤❤


TERIMAKASIH ❤❤🙏


__ADS_2