
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Setelah nina berangkat kerja, Raka pun ikut keluar kontrakan. Raka pergi ke salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota itu,raka membeli barang-barang keperluan nya dan oleh-oleh untuk di bawa ke kampung menemui orang tua nya.
Raka membelikan baju untuk Ayah nya dan ibu sambung nya, tidak lupa raka juga membelikan untuk adik nya, Nina.
Saat Raka sedang memilihkan baju untuk nina tiba-tiba ada seorang wanita yang datang menghampiri raka untuk meminta tolong.
" Mas, maaf boleh saya minta tolong?" Ucap wanita yang menghampiri Raka.
" Minta tolong apa ya mbak?" Tanya raka mencari tahu.
" Emh,, sebelum nya kenalin aku mira. Boleh pinjam handphone nya mas, aku mau menghubungi ponsel ku. Aku lupa meletakkan ponsel ku, karena asik belanja jadi lupa ponsel aku taruh mana" Seru mira dengan wajah terlihat kebingungan.
Raka pun mengambil ponsel di kantong saku nya dan menyerahkan nya kepada mira. Dengan senang hati mira menerima ponsel Raka.
Mira pun langsung melakukan panggilan ke nomor nya, setelah melakukan panggilan suara ponsel Mira terdengar tidak jauh dari tempat dia berdiri.
Ponsel mira ada di bawah tumpukan baju yang tadi sempat mira coba. Setelah mengetahui ponsel nya ada di tumpukan baju mira langsung mengambil ponsel nya dan mengembalikan ponsel raka.
" Terimakasih mas...." Mira menjeda ucapan nya karena dia tidak tahu nama Raka.
" Raka, Nama saya raka" Ucap singkat Raka dengan nada dingin.
Raka beranggapan jika mira sengaja menyembunyikan ponsel nya hanya untuk mencoba mencari perhatian Raka dengan cara meminjam ponsel Raka.
" Ouw Raka, emh terimakasih mas Raka" Ucap mira dengan senyum yang di buat semanis mungkin.
Raka menganggukkan kepala nya, lalu pergi meninggalkan mira yang masih saja berdiri di tempat nya. Raka menuju kasir lalu membayar barang belanjaan nya.
* Sombong sekali lelaki itu, wajah nya si boleh juga masuk dalam kriteria lelaki idaman ku. Yang penting aku sudah punya nomor ponsel nya, boleh lah aku dekati untuk hiburan sambil memikirkan cara mendekati fadli. " Gumam mira dalam hati nya.
Mira tadi memang sengaja menyembunyikan ponsel nya sendiri agar dia bisa mencari alasan untuk meminjam ponsel Raka.
Setelah keluar dari toko baju wanita, raka masuk kedalam toko mainan. Dia ingin membelikan mainan untuk anak melani, raka sudah janji dengan nina jika saat malam nanti akan berkunjung ke rumah melani.
*******
Malam hari pun tiba, Raka dan Nina sudah bersiap pergi ke rumah Melani.
" Mas sudah siap kan? Ayuk kita berangkat" Seru nina yang baru saja keluar dari kamar nya .
" Kira-kira melani mau menerima kedatangan mas apa tidak dek? " Tanya raka yang merasa ragu jika dirinya bisa di terima di rumah melani.
__ADS_1
" Mbak melani dan suami nya itu bukan orang yang pendendam mas. Mereka orang baik, mereka bahkan sudah menganggap aku sebagai adik nya sendiri. " Ucap nina menyakinkan raka.
Akhirnya raka dan nina pun berangkat, sepanjang perjalanan Raka hanya diam saja. Nina membiarkan kakak nya, dia sibuk dengan ponsel nya sendiri.
Tanpa terasa mobil Raka sudah sampai di depan gerbang rumah melani. Pak ahmad yang mengenali nina dengan baik pun langsung bergegas membuka kan pintu gerbang.
" Mas,, mas tidak apa-apa kan?" Tanya nina.
" Mas tidak apa-apa Nin, mas cuma malu bertemu dengan melani." Jawab jujur Raka.
" Sudah ayuk masuk, tidak enak mbak melani sudah menunggu lama. Aku belum bilang si jika aku akan datang bersama mas Raka. " Ucap nina lagi.
Mereka berdua pun turun dari mobil dan menuju pintu utama.
Ibu Mina pun membuka kan pintu dan mempersilahkan tamu nya untuk masuk.
" Mbak melani apa kabar?" Tanya nina yang sudah menghampiri melani di meja makan sedangkan raka duduk di ruang tamu.
" Eh Nin, kamu sudah datang. Nanti kita makan malam sama-sama ya, sini duduk. Kita tunggu mas hendra, dia tadi lagi mandi" Ucap melani sambil menyusun makanan di atas meja makan.
Melani belum mengetahui jika saat ini raka sang mantan suami nya ada di rumah nya.
" Emhh...Mbak aku datang kesini bersama mas Raka" Seru nina pelan.
" Maaf ya mbak, aku hanya ingin kalian tetap menyambung tali silahturahmi. Aku jamin mas Raka tidak akan macam-macam sama keluarga mbak." Nina mencoba menyakinkan melani.
Tiba-tiba suara hendra mengagetkan mereka berdua.
" Kamu datang sama Raka?" Tanya hendra mencoba menyakinkan pendengaran nya.
" Maaf ya mas, kalau saya lancang membawa mas Raka datang kerumah ini" Ucap nina sambilmenunduklan kepala nya.
Melani pun tidak tahu harus bagaimana, sebenarnya dia tidak mempermasalahkan kedatangan Raka jika hanya ingin silahturahmi. Namun bagaimana pun juga melani harus menjaga perasaan suami nya.
" Tidak apa-apa Nin, orang mau bersilahturahmi kok di larang. Sekarang mana Raka?" Tanya hendra sambil mengedarkan pandangan nya mencari sosok Raka.
" Ada di ruang tamu depan Mas" Jawab nina dengan lega.
Hendra pun menghampiri raka yang sedang duduk seorang diri di ruang tamu. Saat hendra menghampirinya Raka sedang sibuk dengan ponsel di tangan nya.
" Ehhhemmm..." Hendra berdehem untuk mengalihkan pandangan raka dari ponsel.
Menyadari kedatangan hendra, raka pun memasukkan ponsel nya kedalam kantong celana nya kembali lalu berdiri dan menyalami Hendra.
__ADS_1
" Apa kabar Ndra? Maaf saya menganggu istirahat mu" Ucap raka .
" Kabar ku baik, kamu sendiri bagaimana kabar nya. Yang aku dengar sekarang kamu bekerja di perusahaan cabang tuan jimmy. " Tanya hendra.
" Aku baik. Iya saya bekerja di perusahaan cabang kota B. Senang bisa bertemu dengan mu kembali" Seru raka yang bingung harus bicara apa lagi karena dia merasa canggung.
Melani pun datang bersama Nina dengan membawa nampan berisi dua cangkir teh.
" Diminum mas" Ucap melani sambil meletakkan teh di atas meja.
" Iya terimakasih mel" Jawab raka dengan gugup. Sampai sekarang Raka masih menyimpan rasa cinta dan sayang nya untuk melani.
Namun semua itu hanya bisa dia sembunyikan, dia sudah berjanji untuk melupakan melani dan tidak mengganggu kebahagiaan melani.
" Kita makan malam saja dulu yuk, kebetulan bu mina juga sudah menyiapkan makan malam." Ajak melani.
" Iya sayang kamu benar aku juga sudah lapar. Raka, Nina ayuk kita makan malam sama-sama. Tidak boleh menolak rezeki, kalau menolak besok-besok tidak aku perbolehkan datang kerumah ini lagi." Seru hendra sedikit mengancam.
Tidak ada pilihan lain, Raka dan Nina pun ikut makan malam bersama. Mereka makan dengan tidak bersuara, hanya terdengar dentingan sendok dan piring.
Setelah makan malam mereka pun duduk berkumpul di ruang keluarga. Sebelum nya nina sudah memberikan oleh-oleh dari Raka untuk babby Vino kepada Melani.
" Vino kemana kak?" Tanya nina yang memang sedari tadi tidak melihat keberadaan babby Vino yang sangat tampan itu.
" Vino ada di kamar sama Mbak, sepertinya dia sudah tidur. " Jawab melani.
" Mas Raka terimakasih oleh-oleh buat Vino nya" Ucap melani.
" Iya mel sama-sama" Jawab singkat raka.
Raka dan hendra pun di sibukkan dengan obrolan seputar pekerjaan. Hendra tidak menyangka ternyata pengetahuan bisnis Raka sangat luas.
* Raka ini orang yang cerdas, tidak salah tuan jimmy memperkerjakan dia kembali* Gumam hendra dalam hati.
*******
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
Tetap berikan dukungan untuk novel Author ya kak ❤❤❤
JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA ❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏
__ADS_1