
Tiga bulan kemudian.
Usia kandungan Vera sudah masuk delapan bulan lebih, dan kurang lebih tiga minggu lagi Vera akan melahirkan. Kondisi dimas dan vera sekarang sangat jauh berbeda, sekarang Vera sudah tidak punya barang-barang branded lagi semua nya sudah dia jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini Vera hanya mempunyai sebuah kalung yang sengaja tidak dia jual, untuk jaga-jaga biata saat persalinan nanti.
Dimas sampai sekarang masih sebagai pengangguran, setiap hari keluar rumah tetapi tidak untuk bekerja. Keluar hanya untuk main dan nongkrong bersama teman-teman baru nya di warung kopi desa sebelah. Vera sudah tidak secantik dulu, bahkan kulit nya tidak semulus dulu. Mek up tebal pun sudah lama tidak menghiasi wajpah nya, jangan kan untuk beli mek up untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja selalu kekurangan.
" Mas, sebentar lagi aku sudah mau melahirkan mas. Mas dimas punya simpanan uang apa tidak?" Tanya Vera pelan saat sedang menghidangkan nasi goreng untuk dimas.
" Aku uang dari mana lagi Ver, kamu kan tahu aku ini tidak bekerja. " Jawab dimas sambil memakan nasi goreng buatan Vera.
Vera sekarang sudah mulai berubah tidak suka marah-marah lagi, Vera sekarang banyak termenung dan melamun dalam kesendirian nya. Seperti ada sesuatu yang sedang dia fikirkan.
" Iya mas" Jawab Vera singkat lalu berlalu dari hadapan dimas, Vera menuju kamar mandi yang terletak di dekat dapur untuk mencuci pakaian. Tidak ada mesin cuci, Vera mencuci dengan menggunakan tangan.
Dimas sebenarnya merasa kasihan dengan Vera, apalagi kondisi Vera sedang hamil besar. Tapi mau bagaimana lagi dimas sudah tidak ada uang lagi. Bahkan mobil nya pun sudah di tarik oleh dealer. Saat ini hanya motor butut yang dia punya. Motor yang kadang ia pergunakan untuk narik ojek.
" Ver, aku sudah selesai makan nya. Aku mau keluar cari pekerjaan siapa tahu hari ini ada pekerjaan yang bisa aku kerjakan" Seru Dimas sambil berlalu pergi dari kontrakan nya.
Vera hanya bisa diam melihat dimas pergi dari kontrakan, sudah dua bulan ini setiap pergi alasan mencari pekerjaan tapi sampai sekarang tak kunjung dapat pekerjaan juga. Vera juga tahu jika dimas sering nongkrong di kedai kopi.
" Mungkin ini balasan dari apa yang sudah aku perbuat terdahulu, Allah telah menghukum ku" Gumam pelan Vera sambil mengusap perut nya yang semakin membesar.
" Untuk pulang kerumah orang tua pun aku sudah malu, mereka pasti tidak mau menerima kehadiran ku lagi. Karena aku sudah mengulangi kesalahan ku lagi dengan menjadi wanita perebut suami orang. Kecaman pelakor sudah ada pada diri ku" Seru Vera dengan mata yang berkaca-kaca mengingat semua kesalahan nya.
Tok .. Tok.. Tok
Suara pintu kontrakan Vera di ketuk dari luar, sepertinya ada seseorang yang bertamu di kontrakan Vera. Vera bergegas membuka pintu kontrakan nya, ternyata ibu RT yang datang bertamu.
__ADS_1
" Bu Rt, silahkan masuk bu " Ucap Vera sambil tersenyum menyembunyikan kesedihan nya.
" Iya mbak, wah perut mbak Vera sudah semakin besar. Kapan mbak HPL nya?" Tanya ibu Rt.
" Sekitar tiga mingguan lagi bu, silahkan duduk bu" Vera mempersilahkan bu Rt untuk duduk di kursi ruang tamu yang terlihat sangat sederhana.
Bu Rt pun duduk dan Vera ke dapur untuk membuat kan bu Rt minum, hanya segelas teh saja yang bisa Vera suguhkan.
" Tidak usah repot-repot mbak, Sudah mbak vera duduk sini ada yang ingin saya sampaikan kepada mbak Vera" Seru Bu Rt sambil menepuk kursi di samping nya.
Vera pun mengikuti ucapan bu Rt dan duduk di samping bu Rt.
" Begini mbak Vera, kata nya suami mbak Vera sedang mencari pekerjaan. Kalau memang suami mbak Vera mau boleh kerja sama saya, tapi cuma sebagai pedagang kue keliling. Kebetulan pekerja saya ada yang sudah mengundurkan diri karena pulang kampung. Kalau suami mbak Vera mau besok boleh langsung bekerja" Ucap ibu Rt dengan serius.
Vera tersenyum bahagia walaupun hanya sebagai penjual kue setidak nya ada pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi senyum Vera tiba-tiba hilang saar mengingat dimas, dia takut dimas tidak mau menerima pekerjaan yang di tawarkan ibu Rt.
" Saya tanyakan dulu sama suami saya ya bu, nanti saya kabari ibu lagi. " Jawab Vera.
Ibu Rt memang punya usaha industri rumah tangga memproduksi kue - kue, seperti donat, roti tawar dan roti isi kacang, coklat dan yang lain nya. Dan pemasaran nya juga sudah lumayan besar, ada beberapa warga juga yang ikut menjualkan kue dengan cara berkeliling ada yang pakai gerobak dorong ada juga yang menggunakan motor.
Saat ini Vera dan Dimas memang sudah mendaftarkan pernikahan nya secara negara dua bulan yang lalu. Sehingga Vera sudah berani berinteraksi dengan para tetangga.
******
Saat menjelang adzan magrib dimas pulang dengan membawa kantong plastik yang dia taruh di stang motor nya. Dimas sangat bahagia saat pulang dengan membawakan oleh-oleh untuk Vera.
" Vera.. Ver, lihat apa yang aku bawa untuk mu" Panggil Dimas sambil menunjukan kantong plastik yang ada di tangan kanan nya.
Vera mendekat ke arah dimas dan menerima kantong plastik, lalu membuka nya. Ada rasa bahagia saat Vera melihat dua porsi martabak manis spesial dalam kantong plastik itu.
__ADS_1
" Martabak mas, mas dapat uang darimana bisa membeli martabak" Tanya vera heran, karena yang dia tahu dimas tidak mempunyai uang sedang kan martabak ini harga nya sekitar 100 ribuan .
" Tadi mas bantuin Orang pindahan terus mas dapat upah 200 ribu, ini yang 100 ribu kamu pegang buat beli keperluan dapur" Ucap dimas sambil mengulurkan uang 100 ribu ketangan Vera.
Vera pun mengambil uang itu dan menyimpan nya. Setelah itu dua porsi martabak manis sudah Vera pindahkan ke dalam piring dan vera juga sudah membuatkan 2 gelas teh hangat sebagai teman makan martabak.
" Mas tadi ibu Rt datang kesini nawarin pekerjaan" Seru Vera saat Dimas sedang memakan martabak nya.
" Kerjaan apa? Bukan nya bu Rt itu punya usaha rumahan produksi kue, waktu itu aku sudah tanyakan kata nya tidak ada pekerjaan" Ucap dimas sambil memakan martabak nya.
" Sekarang ada mas, tapi di bagian yang jual kue nya. Tapi harus keliling mas. Apa mas mau?" Tanya Vera ragu.
Dimas terdiam lalu meletakkan martabak yang tadi hampir dia masukkan mulut nya.
" Sekarang ini aku tidak masalah kerja jadi apa pun Ver, asal pekerjaan itu tidak mengganggu orang lain. Aku juga selama ini sudah berusaha mencari pekerjaan, tapi memang belum dapat. Hanya pekerjaan serabutan yang sering aku jalani, itu pun tidak setiap hari. Besok pagi aku akan datang ke rumah ibu Rt." Ucap dimas dengan pasti.
Vera bersyukur ternyata dimas tidak menolak tawaran kerja dari ibu Rt. Setidak nya sekarang dimas sudah mempunyai pekerjaan. Jadi jika suatu saat nanti Vera melahirkan ada sedikit uang yang sudah mereka kumpulkan. Untuk perlengkapan bayi ada beberapa baju dan yang lain nya yang sudah mereka beli saat mereka masih ada uang.
Vera pun kembali terdiam dan termenung menatap kosong ke arah lain. Seperti ada sesuatu yang Vera pikirkan, tapi apa hanya Vera yang tahu.
Dimas menyadari akhir-akhir ini Vera sering termenung dan melamun. Pernah beberapa kali dimas memanggil Vera tapi Vera tak menyahut, dia semakin larut dalam lamunan nya. Dimas takut jika Vera akan seperti dulu lagi, yang dimas ketahui Vera dulu pernah depresi.
" Apa ada hal yang kamu sembunyikan Ver, hingga kamu sering termenung dan melamun. Apa hidup serba kekurangan begini yang kamu lamun kan" Gumam dimas dalam hati nya.
******
Kasihan sekali nasib kehidupan Dimas dan Vera. Author tidak jahat kan bikin nasib mereka seperti itu. Author kok sedih ya.
Yuk tetap dukung karya Author ya kak. Jangan lupa LIKE KOMEN VOTE, Favorite dan Hadiah Atau Gift nya.
__ADS_1
Terimakasih. 🙏🙏