Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Mertua menjadi lebih baik


__ADS_3

Setelah berfikir selama seminggu ini ibu marni benar-benar menyesali perbuatan nya. Ibu marni akhir nya memutuskan untuk menemui hendra dan melani, dia ingin meminta maaf.


Ibu marni menghubungi Aina untuk menemani nya, tadi nya dia meminta dimas menemani nya tetapi justru dimas memarahi nya, dimas tidak setuju dengan apa yang akan di lakukan ibu nya. Bagi dimas meminta maaf sama saja merendah kan dirinya.


Ibu marni menghubungi Aina.


[ Hallo Aina kamu sibuk tidak?]


[ Tidak bu, hari ini Aina tidak kemana-kemana kan hari minggu bu. ]


[ Aina nanti tolong temani ibu kerumah melani, ibu ingin minta maaf sama mereka]


[ Iya buk, nanti aina hubungi melani dulu ya. Dia ada di rumah atau tidak. Sudah ibu jangan menangis.]


[ Ibu menyesal Aina, ibu selama ini sudah jahat sama mereka terutama sama hendra. Apa mereka akan memaafkan ibu?]


[ Insya Allah mereka pasti memafkan ibu, yang pasti ibu minta maaf dengan sungguh-sungguh]


[ Iya , tolong kamu hubungi melani bilang kita akan kerumah nya]


[ Iya bu]


Sambungan telepon pun terputus, dan Aina langsung menghubungi Melani. Tapi sampai panggilan yang ke dua belum juga di angkat oleh melani.


Sementara itu di sebuah cafe, di acara reuni Hendra teman-teman nya pun sudah berdatangan. Ada yang membawa keluarga kecil nya, ada juga yang membawa pacar nya dan ada juga yang datang berdua sebagai suamu istri karena belum mempunyai anak.


" Hallo bro" Sapa deni teman hendra.


" Apa kabar bro, lama tidak bertemu mana anak dan istrimu" Tanya hendra.


" Itu istri ku sedang menemani anak main, maklum lagi aktif-aktif nya. Ini siapa?" Tanya deni melihat ke arah melani.


" Oh iya kenalkan ini Melani dia istri ku" Ucap hendra mempetkenalkan melani kepada deni dan teman yang lain nya.


" Wah kamu menikah tidak mengundang ku, ohh iya aku deni mbak dan yang lain nya nanti kenalan sendiri ya mbak" Ucap deni menyebutkan nama nya.


" Iya mas, Saya melani" Jawab melani tersenyum ramah.


Obrolan demi obrolan pun mengalir, melani sebagai pendengar terkadang juga ikut tertawa.


" Ndra sekarang kamu kerja dimana? Sudah tidak di perusahaan yang dulu lagi ya?" Tanya deni.


" Aku sekarang kerja di Global property" Jawab hendra.


" Wahh hebat kamu, itu kan perusahaan bagus dan gaji pun lumayan besar. Walaupun perusahaan itu tidak terlalu besar tapi perusahaan itu kuat, kerja sama nya sampai mancan negara. Hebat... hebat dan dengar-dengar direktur nya seorang wanita cantik" Ucap deni antusius.


Melani dan hendra saling pandang dan tersenyum, teman-teman hendra benar- benar tidak tahu jika sang direktur yang mereka bicarakan ada di hadapan mereka.


Tiba-tiba dari arah pintu masuk datang sepasang lelaki dan perempuan. Melani merasa tidak asing dengan wanita yang berjalan ke arah meja mereka.


" Hai semua nya, maaf ya gue telat. Maklum istri gue ini kalau dandan lama banget sampai kriting rambut gue nungguin nya" Ucap teman hendra yang baru datang.


" Rambut mu memang dari dulu sudah kriting Jon," Celetuk Asti istri deni.

__ADS_1


Mereka semua pun tertawa bersama-sama.


" Eh bukan nya ini melani ya?" Seru wanita yang tadi datang bareng Jono.


" Kamu kenal dia yank?" tanya jono


" Sepertinya si iya ini melani teman SMA ku dulu, benar bukan sih. Tapi dulu dia itu tidak seperti ini, dulu dia berkaca mata tebal dan culun" Seru wanita itu, Karin nama wanita itu.


" Iya ini aku melani, kamu karin kan? Si wanita bar-bar yang dulu mematahkan kaca mata ku " Ucap melani membuat Karin malu.


" Tapi sudah masa lalu juga Rin,sudah sekarang duduk disini. " Ucap melani dengan ramah.


Karin adalah teman SMA melani, dulu karin selalu menghina melani karena melani selalu memakai kaca mata besar dan tebal dan rambut yang selalu di ikat. Karin tidak menyukai melani karena melani dari kalangan miskin tapi nyata nya melani memang sudah kaya dari lahir. Dia sekolah memang berdandan sederhana karena tidak mau menonjolkan kekayaan nya.


" Mas jon, mana kunci mobil baru kita? Sini simpan di tas ku saja, kalau kamu kantongi takut jatuh dan hilang" Seru karin.


" Ini sayang simpan yang benar awas hilang, ingat itu masih baru. Ucap jono tersenyum.


Teman teman nya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah pasangan suami istri itu yang secara tidak langsung memamerkan mobil baru nya.


" Mel, kamu kalau butuh pekerjaan bilang saja sama suami ku. Suami ku punya jabatan bagus di perusahaan Nusantara Group, dia itu tangan kanan sang Ceo. Uang kami pun sudah tidak berseri lagi." Ucap karin membanggakan sang suami.


" Ohh kerja di Nusantara Group, Kalau tidak salah Ceo nya Tuan Jimmy hilyawan dan Istri nya Sina pratiwi" Ucap melani membuat karin dan jono melongo.


Karin heran kenapa melani bisa tahu, apalagi nama sang istri Ceo.


" Kamu pasti tahu dari media, maklum tuan jimmy kan pengusaha besar. " ucap karin mencari alasan.


" Aku kenal baik dengan Tuan jimmy dan Nona Sina dan keluarga nya. Karena memang aku ada kerja sama dengan perusahaan mereka. Coba kamu tanya suami mu , dia tahu gak kerja sama soal apa?" Melani membuat karin dan jono terdiam. Tapi bukan karin kalau mudah kalah.


" Sudah-sudah.. Jon, Rin kalian ini selalu tiap reuni pasti membanggakan harta. Kita kumpul itu untul silahturahmi saling sapa mempererat persaudaraan, bukan untuk pamer" Seru Roby dengan ketus.


" Iya Jono sudah dulu bahas harta, entah harta yang mana yang kalian pamerkan." Tambah Wira monohok.


Jono dan Karin akhir nya diam sambil meminum minuman nya, dia seakan mati kutu di depan teman-teman nya.


Obrolan obrolan hangat pun terjadi di selingi dengan canda tawa mereka. Tanpa terasa waktu sudah sore dan mereka memutuskan untuk menyudahi acara reuni nya.


" Ini mobil bagus banget yank" Seru karin melihat mobil melani yang terparkir tidak jauh dari mobil nya.


" Iya kira-kira punya siapa ya? apa punya pemilik cafe ini. Soalnya ini mobil sudah ada dari kita datang" Ucap karin lagi.


" Foto yuk yang kita pasang di sosial media ku" ucap karin mengeluarkan ponsel nya.


Tiba-Tiba melani dan teman-teman yang lain nya juga sudah sampai di parkiran. Melani menghampiri dua manusia yang suka pamer itu.


" Kalian mau foto? Ya sudah cepetan keburu yang punya pulang.


" Apaan sih, ini kan mobil baru gue. Iya kan yank" Ucap karin kearah sang suami.


" Yakin, Serius atau bohong. Awas kalau bohong bibir mu miring" Seru melani sambil menahan tawa.


Karin reflek langsung memegang bibir nya. Semua yang melihat kejadian itu pun ikut tertawa.

__ADS_1


" Awas minggir aku mau masuk , yuk mas kita pulang. Semua nya saya duluan ya, kapan-kapan main kerumah ya" Seru melani sambil membuka pintu mobil.


Karin dan Jono kaget dan malu ternyata mobil yang mereka akui adalah mobil milik melani. Mereka hanya bisa menunduk dan langsung lari menuju mobil nya sendiri.


*****


Saat di perjalanan pulang, melani mengecek ponsel nya yang tadi di silent begitupum ponsel hendra.


" Mas, ibu sama mbak aina ada dirumah? " Ucap melani saat membuka pesan aina di aplikasi hijau.


Melani memang sudah memberi tahu Aina di mana alamat rumah nya. Tiga hari yang lalu saat ketemu di swalayan melani memberitahukan alamat nya.


" Iya, mau apa ya ibu menemui kita?" tanya hendra.


Melani mengangkat kedua bahunya. Hendra melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, sekitar 45 menit mobil yang mereka kendarai sudah sampai di depan rumah.


" Ibu, mbak Aina!!" panggil melani saat sudah turun dari mobil.


" Kenapa tidak masuk kedalam bu,mbak?" Tanya melani.


" Ibu dan mbak takut Mel. Ini benar tempat tinggal kalian mel? Besar banget mel?" Ucap mbak aina dengan polos nya.


" Ya sudah yuk masuk Bu, mbak." Ajak melani.


Mereka bertiga masuk lewat pintu utama sedangkan hendra masuk lewat pintu yang terhubung dari garasi mobil. Hendra tadi langsung memasukan mobil ke garasi mobil.


" Duduk Bu, mbak" Seru melani lalu dia pun ikut duduk di sofa.


" Mel, mbak kesini mau mengantar kan ibu ketemu kamu sama hendra" Aina mulai membuka pembicaraan.


" Ada perlu apa mbak menemui kami?" Tanya hendra yang baru datang dan duduk di samping melani.


" Ibu.. ibu... ndra.." Ibu marni bicara terbata-bata.


Melani memberikan ibu marni minum biar sedikit rileks.


" Minum teh nya dulu bu, habis itu baru bicara ya" Seru melani.


Setelah meminum teh nya ibu melani melanjutkan pembicaraan nya, niat dan tujuan nya menemui melani.


" Hendra, Melani ibu datang kesini karena ibu ingin minta maaf sama kalian. Ibu menyesal dan ibu banyak salah, terutama sama kamu ndra. Maaf kan ibu selama ini sudah berlaku tidak adil, ibu menyesal. Benar apa yang kamu ucapkan, dimas lah yang lebih berhak menafkahi ibu bukan kamu. Maafkan ibu ya Ndra Mel." Ibu marni berbicara sambil terisak.


Melani dan hendra tahu jika ibu marni ini sungguh-sungguh menyesal dan meminta maaf dengan tulus. Dapat terlihat dari tatapan mata nya yang terlihat sangat sayu dan sendu.


" Bu, melani dan mas hendra sudah memaafkan ibu jauh sebelum ibu minta maaf. Justru melani lah yang seharus nya minta maaf karena sudah pernah kurangajar sama ibu." Ucap melani sambil mendekat dan memeluk ibu marni.


" Hendra sudah memaafkan ibu , ibu sudah hendra anggap ibu kandung hendra sendiri. " Seru hendra membust ibu marni makin terisak.


Kini ibu marni dan melani berpelukan dan saling terisak. Hendra pun ikut meneteskan air mata, hendra terharu akhirnya doa-doa nya di kabulkan Allah.


" Alhamdulillah, terimakasih ya Allah" gumam hendra pelan.


*****

__ADS_1


Alhamdulillah ibu marni sudah tobat🤲🤲🤲


__ADS_2