
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Para tetangga bergantian berdatangan untuk melihat bayi nabila, beginilah suasana lingkungan tempat tinggal dimas sifat saling tolong menolong dan kerukunan masih terjaga dengan baik. Siapa pun yang sakit atau kena kemalangan atau seperti saat ini nabila yang sehabis melahirkan, mereka bergantian datang.
" Nama nya siapa mbak ?" Tanya bu jujuk
" Gina salsabila bu, bisa di panggil gina " Jawab nabila sopan.
Sedangkan tama masih saja tidak mau pergi dari dekat adik nya, dia benar - benar tidak mau jauh dari adik nya karena takut adik nya di bawa pulang oleh tetangga nya. Tak jarang para tetangga yang datang menjahili tama dengan bilang jika adik nya ingin mereka bawa pulang.
" Tama boleh tidak adik nya ibu bawa pulang ?" Tanya bu jujuk menjahili tama.
" Idak oleh " Seru tama sambil berkacak pinggang sehingga mengundang gelak tawa dari para tetangga yang datang.
" Iya sayang tidak kok, ibu jujuk kan cuma bercanda " Seru ibu jujuk sambil memeluk tama.
Tama memang dekat dengan ibu jujuk karena ibu jujuk juga mempunyai anak kecil yang usia nya 5 tahun lebih tua dari tama.
" Mbak nabila kami permisi dulu ya, karena hari ini juga ada arisan di rumah ibu Rt. Biasa mbak arisan migguan itu loh mbak" Ucap ibu jujuk.
" Oh iya bu, terimakasih loh sudah datang menjenguk anak saya. Dan terimakasih oleh - oleh nya dan doa dari ibu - ibu untuk anak saya, insya allah semua akan menjadu doa yang baik juga untuk ibu - ibu semua nya. "Ucap nabila berterima kasih.
" Aamiin " ucap ibu - ibu serempak.
Rumah pun sepi karena semua tamu dan ibu - ibu sudah pulang, dan saat ini sedang berkumpul di rumah ibu Rt untuk arisan mingguan.
" Ibu kalau mau arisan tidak apa - apa bu, biar nabila sama tama di rumah " Ucap nabila.
" Tidak bil, tadi ibu sudah bayar kok pagi tadi ketemu ibu Rt di abang sayur. Oh iya bil, kamu makan siang dulu sana mumpung gina tidur biar ibu yang jaga, sekalian kamu suapin tama bisa kan bil " Ucap ibu marni.
" Iya bu bisa, ya sudah aku titip gina ya bu. Maaf bila sudah merepotkan ibu, karena nabila sudah tidak punya orang tua jadi ibu repot mengurusi nabila. Ibu halimah juga dia repot sama anak - anak panti, jangan kapok ya bu kalau nabila selalu ngerepotin ibu " Seru nabila sambil memeluk ibu marni.
" Husshh.. kamu ini bicara apa to bil. Kamu itu istri nya dimas, ya betarti juga sudah jadi anak nya ibu. Sudah tidak usah sedih - sedih begitu malu di lihat tama, sudah sekarang kamu cepat makan. Setelah itu minum obat nya, ingat kamu harus cepat sehat karena sebentar lagi kamu akan menjalankan operasi, kunci nya kamu harus sehat " Seru ibu marni memberi semangat kepada nabila.
Nabila mengangguk dan semakin memeluk ibu marni dengan erat, ibu marni pun membalas pelukan nabila dan mengusap pucuk kepala nabila lembut.
" Tama sayang yuk kita makan dulu, setelah itu bobok siang sama dede bayi nya. Nanti kalau tidak makan perut tama sakit, kalau sakit tidak bisa jagain dede bayi. " Ucap nabila mengajak tama ke meja makan.
*******
Hani membuatkan kopi untuk bimo padahal selama menjadi sekretaris nya bimo, hani tidak pernah membuatkan minuman untuk bimo. Karena memang bimo sendiri yang tidak mau meminum minuman yang di buat hani. Dia trauma dengan kejadian mira saat membuatkan kopi dan di masuki obat tidur sehingga terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
__ADS_1
Selama ada hani , bimo selalu meminta OB membuatkan minuman untuk nya di pantry yang ada di ruangan bimo.
" Bim ini kopi nya, sudah aku buatkan untuk mu " Seru hani yang masuk ke dalam ruangan bimo dengan pakain seksi nya yang serba ketat.
Bimo memandang jijik ke arah hani, namun hani sama sekali tidak risih dengan baju yang dia kenakan. Justru dia senang karena berhasil membuat bimo memandang nya cukup lama.
" Apa tidak ada baju yang lebih pantas untuk kamu kenakan? Kalau bukan karena istri ku mungkin saat ini kamu sudah jadi pengangguran di luaran sana, dan ini apa ? kopi ? aku tidak pernah menyuruh mu membuat kopi untuk ku. Silahkan bawa keluar kopi itu dan kamu minum sendiri " Seru bimo menolak kopi buatan hani.
" Tapi bim, aku sudah capek - capek loh membuatkan kamu kopi. Setidak nya hargailah niat baik ku, minumlah sedikit saja bim. Siapa tahu kamu suka dengan kopi buatan ku, emhh bukan nya dulu kamu memang menyukai kopi buatan ku. Pasti sampai sekarang kamu pun masih menyukai nya kan " Ucap hani semakin mendekat ke arah bimo sambil tersenyum menggoda.
Pria mana yang tidak tergoda dengan kemolekan tubuh hani. Namun kewarasan bimo masih bisa berjalan dengan baik, sehingga bimo dengan segera mengusir hani dari dalam ruangan nya.
" Keluar dari ruangan ku." Ucap bimo dengan suara datar nya.
" Aku tidak akan keluar bim, aku ini sudah mencoba nemperbaiki hubungan kita bim. Maksud ku hubungan antara karyawan dan boss, aku membuatkan kamu kopi sebagai permintaan maaf ku. " Ucap hani dengan wajah penuh penyesalan.
Bimo semakin malas melihat wajah hani yang sok memelas dan menyesal. Jadi dia lebih memilih menerima kopi pemberian hani agar hani segera keluar dari ruangan nya.
" Baiklah aku akan menerima kopi ini, tapi setelah ini kamu keluar dan bekerjalah dengan baik agar aku tidak memecat mu " Seru bimo.
Mata hani berbinar bahagia, akhirnya bimo menerima kopi buatan nya, selangkah lagi bimo akan menjadi milik nya lagi. Dan tidak ada lagi nina dalam hidup bimo,nama nina akan di ganti oleh nama hani.
" Baiklah kalau begitu aku permisi " Seru hani akhirnya keluar ruangan juga.
Namun tiba - tiba nina datang dan langsung masuk ke ruangan bimo dan menuju di mana saat ini bimo sedang duduk tanpa memperdulikan hani yang terdiam di dekat pintu.
Tadi saat hani hendak membuka pintu nina sudah membuka nya terlebih dahulu sehingga hani hanya bisa menyingkir ke samping.
" Kak ini kopi buatan siapa ? Apa buatan wanita itu ?" Tanya nina dengan nada suara yang terdengar khawatir.
" Iya ini buatan hani, tapi sedikitpun aku belum meminum nya. Karena rencana nya memang mau aku buang" Jawab bimo membuat hani kesal dan mendekat lagi ke meja kerja bimo.
" Ini kopi saya buat sebagai permintaan maaf saya bu, jadi ibu nina jangan salah paham dulu. " Ucap hani menjelaskan tapi dengan berbohong.
Nina tidak percaya begitu saja karena dia sudah tahu obat apa yang hani campurkan dalam kopi yang dia buat untuk bimo. Tanpa sepengetahuan hani, nina sudah menyuruh orang untuk memata - matai hani 24 jam. Jadi semua yang di perbuat hani, nina akan tahu semua nya.
" Jangan kamu minum kopi nya mas, kopi ini pasti sudah di masuki obat oleh wanita itu. Wanita seperti dia itu tidak bisa di percaya mas, wanita licik dan menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang dia mau." Seru nina dengan tatapan tajam ke arah hani.
" Kamu jangan menuduh ku yang tidak - tidak , menuduh tanpa bukti itu fitnah. Kopi itu aman kok tidak aku beri obat apa pun. Kopi dan gula dengan takaran yang sama persis dengan dulu, dulu saat aku dan bimo masih pacaran " Ucap hani sengaja memanasi nina.
" Hani tolong jangan lagi bahas masalalu. Semua sudah berakhir " Seru bimo tidak suka jika hani membahas masalalu nya saat masih bersama dengan nya.
__ADS_1
Nina tersenyum licik, dia tahu hal apa yang akan dia lakukan untuk membuktikan ucapan nya. Dengan cepat dia mengambil secangkir kopi yang sudah tidak panas lagi dan memberikan nya kepada hani untuk di minum nya.
" Sekarang kamu minum agar aku percaya jika ini tidak beracun." Ucap nina sambil memberikan cangkir kopi kepada hani.
Hani bingung harus bagaimana, kalau dia menolak nya sudah pasti nina dan bimo akan curiga. Namum jika dia meminum nya sama saja bunuh diri, semua nya akan terbongkar.
" Tapi aku tidak bisa minum kopi di pagi hari " Ucap hani mencari alasan agar terhindar dari kopi sialan itu yang sudah dia siapkan untuk bimo.
" Aku suruh minum ya minum, atau memang kopi ini beracun jadi kamu tidak berani meminum nya. Dasar licik, murahan, wanita ulat bulu lama - lama bikin gatal. " ucapan bar - bar nina membuat hani tidak terima.
Tanpa perhitungan hani langsung mengambil gelas kopi dan meminum nya sampai tandas. Sampai dia sendiri lupa jika kopiitu sudah dia bubuhi obat perangsang dosis tinggi.
" Lihat saja kak setelah 3 atau 5 menit apa yang akan terjadi" Ucap nina yang kini sudah duduk di atas meja sambil menyedekapkan kedua tangan nya di depan.
Di luar ruangan bimo sudah ada seorang pria yang seumuran bimo sedang menunggu hani. Pria itu adalah pacar hani tepat nya pacar rasa suami, mereka sudah seringkali melakukan hubungan yang tak pantas.
* Sialan kenapa obat ini cepat sekali reaksi nya, badan ku sudah mulai panas * Gumam hani.
" Masuk " Seru nina dan pria yang di luar sana pun masuk.
" Siapa dia sayang ?" Tanya bimo.
" Kamu nanti pasti tahu " Jawab aingkat nina.
" Panas ..panas.. ahh.. emmhh aku sudah tidak tahan lagi. Panas.. bimo tolong aku bim. Tolong... hanya kamu yang bisa menolong ku bim" Seru hani sambil menarik - narik baju nya bahkan hampir saja hani melepaskan baju nya.
" Bawa dia sekarang, setelah ini terserah kamu mau kamu apakan wanita itu. Kamu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan , bukan nya kalian sudah sering melakukan nya. Bawa dia ke hotel terdekat" Seru nina dengan senyum penuh kemenangan.
Bimo baru menyadari jika mira sudah memasukan obat perangsang dalam kopi buatan nya. Beruntung bimo memang tidak berniat untuk meminum nya, tadi saat mira sudah keluar ruangan dia ingin membuang nya tapi ternyata ada pertunjukan yang lebih seru dan sayang kalau di lewatkan.
Bimo jadi semakin kagum dengan istri nya, yang cantik, muda bahkan istri yang smart.
" Kamu hebat sayang " Seru bimo sambil mengacungkan dua jempol tangan nya.
" Tidak usah banyak tanya, nanti aku ceritakan. Pulang kerja nanti kita mampir ke rumah mbak nabila untuk melihat babby nya. Sekarang aku mau tidur dulu, nanti bangunkan aku jam 3. Oke suami ku " Ucap nina lalu masuk ke kamar pribadi bimo yang ada di ruang kerja nya.
*****
Semangat terus nina , hancurkan ulat - ulat bulu yang menganggu ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1