Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Makanan padang


__ADS_3

Bayangan masa lalu teringat kembali, masa lalu yang sudah lama hendra kubur kini teringat kembali. Bayangan saat Novi menolak cinta dan menghina nya membuat hendra kembali merasakan sakit begitu nyeri di dada nya.


" Novi.. Puji" Gumam hendra dengan suara pelan.


Datang nya Novi dalam kehidupan nya, mengingatkan hendra kepada sosok wanita berhati malaikat , Puji. Puji sang mantan kekasih hendra yang telah pergi untuk selama - lama nya.


" Astaghfirullah.... Aku tidak boleh larut dalam kesedihan masa lalu. Aku sudah memiliki melani , wanita yang amat aku cintai yang sekarang sedang mengandung anak ku" Gumam hendra sambil beristighfar.


Hendra kembali melanjutkan pekerjaan nya dan melupakan soal masa lalu nya.


Tring


Bunyi notifikasi ponsel Hendra, Hendra meraih ponsel nya dan membuka notifikasi pesan di aplikasi berwarna hijau.


[ Mas, nanti makan siang di luar ya.? Aku tunggu di Rumah makan masakan padang tempat biasa]


Hendra tersenyum membaca isi pesan dari sang istri, tidak menunggu lama hendra langsung mengetik balasan nya.


[ Iya istri cantik ku ❤]


Melani dirumah tersenyum membaca balasan pesan dari hendra yang di tambah emot Love di belakang.


[ Nanti ketemu disana saja ya mas, aku di antar mang usin saja. Selamat bekerja suami ku ❤]


[ Iya sayang, I Love You]


[ Love You to]


Hendra tersenyum bahagia membaca balasan pesan dari sang istri. Dia menebak pasti saat ini wajah melani bersemu merah seperti kepiting rebus.


" I love you melani" Gumam hendra dalam hati.


Di tempat lain, Nina sedang mengunjungi kakak nya di dalam penjara. Ini pertama kali Nina mengunjungi sang kakak.


" Nina....!" Seru Raka saat tahu bahwa orang yang mengunjungi nya adalah Nina, adik kandung satu-satu nya.


Raka bahagia akhirnya sang adik mau menjenguk nya juga, sudah lama raka menunggu kedatangan sang adik. Raka memeluk sang adik dengam penuh haru.


" Kamu apa kabar Nin?" Tanya raka dengan suara terisak sambil membelai pucuk kepala sang adik.


" Aku baik mas, mas raka apa kabar? Maafin Nina baru bisa menjenguk mas Raka." Seru Nina dengan suara pelan karena tertahan oleh isak tangis nya.


" Duduk dulu yuk!" Ajak Raka lalu duduk di kursi yang sudah di sediakan.

__ADS_1


" Kamu sekarang tinggal dimana? dan bagaimana kuliah kamu?" Tanya Raka menatap ke arah adik nya.


Nina tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia nya bisa mengunjungi sang kakak.


" Kuliah ku sebentar lagi selesai mas, aku lagi menyusun skripsi. Aku tinggal di kontrakan dekat tempat kerja ku" Jawab Nina jelas.


" Kamu kerja dimana?"Tanya Raka ingin tahu, Raka kasihan dengan adik nya yang harus berjuang sendiri di luaran sana. Raka merasa jadi kakak yang tidak berguna.


" Aku kerja di butik nya mbak melani mas, dulu aku sebenarnya tinggal dengan mbak melani. Setelah mbak melani menikah aku memutuskan untuk mengontrak, karena aku tidak mau merepotkan mbak melani terlalu lama. Bahkan untuk biaya kuliah ku semua sudah di bayarkan mbak melani" Nina berucap dengan sangat jujur membuat hati Raka terenyuh, betapa baik nya melani.


" Kenapa kamu tidak tinggal dengan bapak saja, bapak sekarang kehidupan nya pasti lebih baik?" tanya raka .


" Bapak sudah meminta ku untuk tinggal dengan nya, tapi aku tidak mau mas. Aku ingin mandiri nanti kalau sudah saat nya aku pasti tinggal sama bapak. Saat ini aku ingin belajar mandiri dan mencari pengalaman hidup" Tegas Nina dengan pasti.


" Mas bangga sama kamu Nin, adik manjaku ternyata sudah bisa mandiri." Raka bicara sambil mengusap kepala Nina.


Nina tersenyum ke arah sang kakak, ada rasa kasihan melihat keadaan sang kakak. Badan Raka terlihat kurus dan jambang nya sudah mulai tumbuh.


" Mas, apa mas Raka tidak bisa bebas?" Tanya nina ingin tahu.


Huftt.. Raka menghela nafas, Raka sebenarnya tidak mau membahas masalah ini dengan Nina. Dia tidak mau membuat adik nya semakin sedih.


" Pengadilan sudah menetapkan hukuman Mas 3 tahun penjara Nin. Mas hanya bisa pasrah, mungkin ini teguran dari Allah karena mas sudah jahat sama melani" Jawab raka dengan nada menyesal.


" Mas yang sabar ya. Kita makan siang dulu yuk mas tadi aku bawa makanan kesukaan mas Raka. Ada Ayam goreng sama sop daging" Ucap Nina sambil membuka kotak makan yang ada di depan nya.


Raka dan Nina pun kini bisa makan siang bersama, sudah lama Raka menantikan kebersamaan seperti ini. Raka makan dengan lahap nya, selama di penjara dia tidak pernah makan makanan dari daging.


*******


Hendra bersiap-siap untuk pergi makan siang di tempat yang sudah di janjikan sang istri. Dengan buru-buru hendra keluar dari ruangan nya dan menaiki lift untuk kelantai bawah. Saat keluar dari lift tidak sengaja hendra menabrak seseorang.


Bruk..


" Maaf mbak, saya buru-buru" Ucap hendra saat melihat perempuan itu terjatuh.


Hendra tidak menyadari jika yang di tabrak nya adalah Novi karyawan baru.


" Hendra? Hati - hati dong ndra" Gerutu Novi sambil memegangi siku nya yang sakit.


Hendra berdecak sebal kenapa harus bertemu dengan Novi, si wanita matrek ini pasti akan mencari-cari alasan untuk mendekati nya.


" Maaf aku buru-buru" Ucap hendr lalu berjalan cepat keluar gedung menuju tempat parkir.

__ADS_1


Novi yang melihat sikap cuek hendra jadi semakin sebal dan ingin tahu kenapa hendra pergi terburu-buru. Dan tanpa sepengetahuan Hendra, Novi mengikuti mobil hendra diam-diam.


Tepat di depan rumah makan padang yang tak terlalu besar hendra membelokkan mobil nya dan memarkirkan mobil nya di depan rumah makan padang itu.


Dari jarak yang tak terlalu jauh Novi melihat dengan jelas Hendra menghampiri seorang wanita yang sedang duduk di depan rumah makan. Setelah itu mereka berdua masuk dengan bergandengan tangan.


" Orang kaya seperti hendra kenapa mau makan di rumah makan kecil seperti ini? Wakil direktur makan di pinggir jalan" Gumam Novi pada diri nya sendiri.


" Ehh terus wanita tadi siapa ya? Apa mungkin itu kekasih hendra? " Gumam novi.


Novi memilih untuk kembali ke kantor nya dan makan siang di kantin kantor.


" Mbak,aku pesanan nya langsung di campur semua saja ya mbak. Nasi putih lauk nya ayam bakar terus sayur nangka, sambal hijau sama daging cincang terus minum nya es jeruk" Ucap melani kepada pelayan rumah makan.


" Kenapa tidak di pisah di piring yang beda sayang?" Tanya hendra dengan heran.


" Aku pengen makan nya begitu saja mas, lebih enak dan berasa nikmat nya" Jawab melani sambil terkekeh.


Hendra tersenyum mendengar jawaban melani, ibu hamil ini ada-ada saja keinginan nya. Mungkin ibu hamil nya lagi ngidam masakan padang.


" Baiklah.. Mbak aku samakan saja dengan istri ku ya mbak" Seru hendra kepada pelayan.


Setelah pesanan mereka terhidang di meja , melani dan hendra memakan nya dengan sangat lahab.


" Ternyata bahagia itu sederhana, melihat mu seperti ini membuat ku sangat bahagia. Kamu wanita yang hebat dan kuat, wanita yang apa ada nya. Tidak membanggakan dengan apa yang kau punya. " Gumam hendra saat melihat melani makan dengan lahap nya.


Hendra merasa sangat beruntung bisa mendapatkan wanita seperti melani.


" Mas kenapa kok ngelihatin aku terus? Aku makan nya rakus ya?" Tanya melani menghentikan makan nya.


" Oh. gak apa-apa sayang. Mas hanya bahagia bisa mendapatkan wanita seperti mu, mas merasa jadi lelaki paling beruntung di dunia ini" Seru hendra.


" Gak usah gombal mas" Ucap melani malu-malu.


" Mas tidak gombal sayang, ya sudah lanjut makan lagi yuk " Ucap hendra lalu mulai memakan makanan nya lagi.


Selesai makan hendra mengantar melani pulang, karena tadi melani meminta mang usin langsung pulang. Tapi sebelum nya melani sudah membungkuskan makanan untuk pekerja nya dirumah.


*****


Tetap dukung karya Author ya Kak. Bantu Like, Komen, Vote nya ya kak.


Jangan lupa klik favorite dan berikan hadiah nya. Biar Author makin semangat Up nya.

__ADS_1


Selamat membaca.


TERIMAKASIH.


__ADS_2