
Tanpa terasa sudah dua minggu Raka mendekam di penjara. Semua Aset yang dimiliki Raka sudah di sita oleh polisi. Rumah, dua mobil, motor dan barang- barang berharga lain nya. Ibu lasmini kini hanya tinggal di kontrakan sempit seorang diri. Semenjak penyitaan aset milik Raka, Vera sudah tak pernah terlihat lagi. Bahkan mengunjungi Raka ke penjara hanya sekali.
" Raka, mau sampai kapan kamu di penjara? ibu sudah tidak punya apa-apa lagi?" Ucap ibu lasmini saat menjenguk Raka di kantor polisi.
" Maaf kan Raka bu, Raka tidak tahu harus bagaimana lagi. Vera pun sudah meninggalkan Raka. Vera benar-benar wanita kurangajar, dia meninggalkan ku saat aku sudah tidak punya apa-apa lagi" Seru Raka dengan geram.
" Ibu juga tidak menyangka Vera bisa berbuat seperti ini, saat ibu memarahinya ibu justru di tampar dan di bentak sama Vera. " Adu ibu lasmini kepada Raka.
" Coba ibu cari Nina atau bapak, ibu tinggallah dengan mereka. Pasti mereka mau menerima ibu, Tapi.... apakah ibu sudah tahu kalau bapak sudah menikah lagi? " Tanya Raka.
" Apa? Bapak mu sudah menikah lagi? kamu tahu darimana Ka?" Tanya ibu lasmini kaget.
" Nina yang memberitahu ku bu" Jawab Raka singkat.
Obrolan anak dan ibu itupun terhenti karena polisi memberitahu jika jam besuk sudah habis. Dengan terpaksa ibu lasmini pun menyudahi obrolan nya.
Sekarang untuk memenuhi kebutuhan nya ibu lasmini mrnjadi tukang cuci gosok di sekitar kontrakan nya. Ibu Lasmini tidak pernah membayangkan akan hidup seperti ini. Untuk biaya makan saja susah apalagi untuk shopping dan arisan.
Saat sedang menunggu angkot, ibu lasmini seperti melihat Vera sedang jalan dengan laki-laki yang sudah berumur.
" Sepertinya itu Vera, benar itu Vera aku harus segera menghampirinya" Gumam ibu Lasmini.
Akhirnya ibu lasmini menghampiri Vera yang sedang duduk di sebuah Cafe. Kebetulan Vera duduk di area out door.
" Vera....!!" Teriak ibu lasmini memanggil vera.
" Ibu" Seru Vera yang nampak kaget dengan kedatangan ibu mertua nya.
Pllakk
Pllakk
Ibu lasmini menampar pipi Vera dua kali, Vera tetkejut dengan tamparan ibu lasmini yang tiba-tiba.
" Maaf ibu siapa ya? kenapa datang-datang main tampar" Ucap lelaki tua yang duduk di samping Vera.
" Diam kamu, ini urusan ku dengan mantu kurangajar ini" Bentak ibu lasmini.
__ADS_1
" Kenapa ibu menamparku? Aku salah apa, hah?" Vera tak mau kalah ikut membentak ibu lasmini.
" Kamu bilang salah kamu apa? Kamu bodoh atau bagaimana?, setelah anak ku tidak punya apa-apa seenak nya saja kamu meninggalkan nya. Anak ku di penjara itu juga karena gara-gara kamu. " Tunjuk ibu lasmini ke arah muka vera.
" Jangan salahkan aku, ibu juga salah. Dan siapa juga yang mau hidup sama lelaki kere, sudah miskin di penjara juga. Hidup itu terus berjalan, kalau mas Raka saja di penjara terus siapa yang akan menafkahi ku" Seru Vera .
Perkataan Vera membuat ibu lasmini terdiam. Apa yang dikatakan Vera memang benar, Raka di penjara juga memang karena dia. Karena tuntunan ekonomi yang dia minta dari Raka. Gaya hidup mewah lah yang membuat Raka jadi korupsi.
" Lelaki tua ingat istri dirumah, jangan senang-senang dengan istri orang. Ingat Vera ini masih jadi istri sah anak ku" Ucap ibu lasmini lantang.
Lelaki itu hanya diam saja tanpa menjawab perkataan daru Ibu lasmini. Lelaki itu hanya membayangkan jika istrinya marah pasti akan seperti ibu di depan nya ini. Secara kalau dilihat-lihat usia istrinya seumuran dengan ibu lasmini.
" Tidak masalah, lagi pula dulu ibu menilahkan ku dengan mas Raka saat mas Raka masih jadi suami nya Melani. Jadi sekarang pun saya tidak salah juga jalan sama suami orang." Ucap vera sambil tersenyum sinis.
" PELAKOR"
Tiba-tiba dari arah belakan ada seorang wanita yang datang sambil berteriak menyebut PELAKOR. Biar pun sudah terlihat tua ibu itu masih terlihat cantik dan terawat. Sudah pasti ibu itu orang kaya.
" Dasar Pelakor"
Plak..Plak
" Mama" Seru lelaki yang bersama Vera.
" Dasar tua bangka, aku capek-capek kerja kamu justru main gila dengan perempuan sundal ini" Seru ibu yang baru datang.
Ternyata wanita yang baru datang adalah istri dari lelaki yang bersama Vera. Ibu Lilis nama wanita itu, seorang wanita kaya yang mempunyai bisnis di bidang kuliner. Cafe tempat Vera makan ini salah satu usahanya.
" Kurangajar, wanita tua sialan dasar nenek-nenek peot" Seru Vera sambil memegangi pipi nya yang sakit akibat tamparan dari ibu lilis.
" Dasar wanita sundal. Tidak malu jalan sama suami orang, sekalinya pelakor tetap jadi pelakor" Seru ibu lilis penuh amarah.
" Ma sudah, malu di lihat orang-orang. Ayok kita pulang selesaikan masalah ini dirumah" Ajak sang suami yang diketahui nama nya, Luki.
Plak..plak
Bu lilis pun menampar pak luki, pak luki tidak melawan hanya terdiam. Mungkin dia merasa bersalah ya makanya hanya diam saja?
__ADS_1
" Kamu juga sudah tua bangka masih saja main serong sama wanita yang pantas jadi anak mu. Ingat kamu itu sudah punya 3 cucu, kelakuan seperti anak muda, memalukan" Ucap ibu lilis emosi yanf meletup-letup.
Ibu Lasmini tersenyum puas melihat keadaan Vera, bahkan banyak pengunjung cafe yang menyaksikan keributan ini. Kebetulan memang jam makan siang jadi cafe ramai pengunjung.
" Huuuu dasar pelakor" Cibir pengunjung cafe.
" Tidak tahu malu, pelakor.. pelakor.. pelakor" Cibir para pengunjung yang lain.
" Sekali pelakor tetap jadi pelakor urat malu nya sudah putus, lebih baik pelakor seperti ini enak nya di apain ya" Tambah ibu lilis dengan senyum menyeringai.
" Kita laporkan polisi saja bu, biar dia masuk penjara" Seru pengunjung cafe lagi.
"TIDAK.. TIDAK Aku tidak mau di penjara. Aku bukan Pelakor.. Aku bukan pelakor. HAHAHAAAAAA" Seru Vera sambil tertawa.
" Aku ini orang kaya, wanita karier wanita berpendidikan lihat ini wajah ku aku cantik kan, kulit ku mulus. Aku bukan pelakor.. aku bukan pelakor. Hahaaaa" Vera berkata sambil tertawa.
Semua yang melihat tingkat Vera menyimpulkan bahwa Vera ini sudah stress bahkan gila.
" Ver, kamu kenapa?" Tanya ibu lasmini dengan iba.
" Bu, mas Raka kan seorang menejer kita kan orang kaya bu" Ucap Vera yang mendapat gelengan dari ibu lasmini.
" Bu, Vera selama ini selalu bercerita jika dirinya orang kaya dan suami nya seorang menejer yang sibuk dengan pekerjaan nya. Jadi Vera mencari kesenangan salah satu nya dengan menjadi teman kencan saya. Tapi Vera terkadang suka ngelantur kalau bicara" Pak luki menceritakan secara jelas.
" Sudah gila mungkin, sebab saat aset kami di sita dia dulu teriak-teriak kayak orang kesetanan, lalu tertawa sendiri. Setelah itu dia pergi dan baru sekarang ini aku ketemu dia" Ibu lasmini menjelaskan.
"Lebih baik dibawa ke Rumah sakit saja bu" usul pak luki.
Bu lilis pun iba melihat keadaan Vera, tetapi rasa sakit hatinya tetap membekas. Apalagi vera tadi sudah menghina nya dengan sebutan nenek-nenek peot.
" Kau urus saja wanita mu itu, tapi ingat urusan kita belum selesai. " Ucap ibu Lilis sebelum pergi meninggalkan cafe.
Setiap perbuatan pasti akan ada balasan nya, seperti hal nya Raka, Vera dan Ibu lasmini. Mereka saat ini sudah menuai apa yang mereka tanam.
******
Alhamdulillah untuk up hari ini.
__ADS_1
Tetap dukung karya Author ya kak 🙏