
Selama tiga hari ini melani dan keluarga nya berada di desa Anggrek kampung halaman melani. Banyak hal yang sudah hasni dan nina lakukan selama di desa, salah satu nya mereka ikut membantu Toko pertanian punya pak minto.
Mereka berdua sangat senang saat berada di toko, ada pengalaman baru yang mereka dapat saat ikut membantu menjaga toko.
Hasni dan Nina pun benar-benar melakukan keinginan nya untuk berfoto-foto di sawah serta ikut mencari ikan bersama teman baru mereka yang mereka kenal di desa Anggrek.
Hendra, Melani dan yang lain nya pagi ini akan kembali lagi ke kota, karena besok Hendra harus sudah masuk kantor pekerjaan sudah banyak yang menanti nya. Begitupun Hasni tidak bisa lama-lama karena izin libur nya hanya tiga hari.
" Kapan-kapan kalian nanti datang lagi ya? Pintu rumah kami selalu terbuka untuk kalian, kalau di bolehin cucu ku tinggal saja disini" Ucap pak Admaja sambil tertawa.
" Vino masih terlalu kecil Yah, dia masih Asi kasihan kalau harus di putus belum waktu nya" Seru melani menanggapi keinginan sang Ayah.
" Ayah hanya bercanda Mel. Hasni , Nina kalian betah kan tinggal disini?" Tanya Pak Admaja.
" Betak Kek, tapi Hasni dan Nina harus selesaikan kuliah dulu. Nanti kapan-kapan kita pasti akan datang kesini lagi, kita main ke sungai lagi ya kek. Cari ikan lagi yang banyak" Ucap Hasni.
" Iya itu pasti dong" Jawab pak admaja.
Selesai berpamitan mereka pun masuk kedalam mobil dan hendra langsung melajukan mobil nya meninggalkan pekarangan rumah sang mertua. Saat mobil sudah menjauh pak minto terlihat sedih, dia teringat ucapan Nina bahwa Raka sudah bebas dari penjara dan saat ini bekerja kembali di perusahaan cabang di kota B.
Sebenarnya pak minto sangat berharap Raka mau tinggal bersama nya, ikut mengurus toko pertanian yang sudah di rintis pak Minto. Salah satu alasan pak minto ingin Raka tinggal dengan nya juga karena pak Minto tidak mau Raka mengulangi kesalahan nya seperti dulu lagi. Terlena dengan keserakahan hingga berujung kedalam penjara.
" Bapak kenapa? " Tanya mak imah yang melihat kesedihan di wajah pak minto.
" Tidak ada apa-apa bu, ya sudah kita langsung pulang saja ya. Kasihan karim, toko pasti sudah ramai" Ucap pak minto.
" Admaja,, saya mau langsung ke toko lagi ya. Kasihan karim sendirian di toko, Karena rahma hari ini izin anak nya sakit" Ucap Pak minto.
" Iya Min, saya juga mau berkebun" Jawab pak admaja.
Pak minto dan mak imah pun pulang dan langsung menuju toko, toko sudah terlihat ramai karena hari ini jadwal para kelompok tani mengambil obat-obatan dan pupuk.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
" Mas .. mas dimas" Panggil pak Rt sambil mengetuk - ngetuk pintu kontrakan dimas.
__ADS_1
Ada tetangga yang rumah nya di samping kontrakan dimas memberi tahu jika anak dimas dari tadi menangis, sang tetangga merasa ada yang aneh saat dia mencoba mengetuk pintu kontrakan dimas pun tidak ada tanggapan. Jadi dia langsung melapor kepada pak Rt takut ada apa-apa dengan dimas atau anak nya.
" Kita dobrak saja pak" Seru warga yang ikut datang kerumah dimas.
Pak Rt pun menyetujui nya, lalu beberapa warga pun terpaksa mendobrak pintuk kontrakan dimas.
Brak...Pintu pun terbuka, pak Rt dan warga langsung masuk dan mencari keberadaan dimas dan anak nya.
" Mas dimas" Seru pak Rt yang mendapati dimas tergeletak di lantai kamar nya, dengan tama yang sudah mulai berhenti menangis karena kelelahan.
Ibu Rt langsung mengambil Tama yang berada tidak jauh dari tubuh Dimas. Sedang kan pak Rt dan yang lain nya mengangkat tubuj dimas ke atas kasur.
" Pak, sepertinya mas dimas ini pingsan. Apa kita bawa kerumah sakit saja ya pak?" Tanya salah satu warga.
" Iya kita bawa mas dimas ke rumah sakit saja" Seru pak Rt menyetujui usul dari warga nya.
Para warga langsung mengangkat tubuh dimas dan membawa nya keluar, sebelum nya pak Rt sudah menyiapkan mobilnya untuk membawa dimas ke rumah sakit.
" Ibu jaga Tama ya, biar bapak sama Tomo bawa mas dimas ke rumah sakit. Dan yang lain nya tolong betulkan pintu kontrakan mas dimas. " Ucap pak Rt dan di setujui oleh warga lain nya.
" Kira-kira mas dimas sakit apa ya pak? Kasihan sekali mana anak nya masih kecil hanya hidup berdua" Seru tomo yang prihatin dengan keadaan dimas.
" Kita doakan saja semoga mas dimas gak apa-apa" Seru pak Rt.
Dokter pun keluar dari ruangan UGD dan langsung menghampiri Pak Rt dan Tomo.
" Bapak keluarga dari pasien atas nama dimas?" Tanya dokter yang memeriksa dimas.
" Iya Dok, bagaimana keadaan keponakan saya?" Tanya Pak Rt yang beralasan dimas adalah keponakan nya.
" Pasien mengalami serangan jantung, beruntung cepat di tangani. Sekarang keadaan nya sudah mulai membaik, setelah ini akan kami pindahkan ke ruang rawat. " Jelas sang dokter.
" Apa serangan jantung dok?" Tanya pak Rt memperjelas kembali.
" Benar pak, pasien mengalami serangan jantung ringan. Bisa di sebabkan karena stres, terlalu capek atau kurang istrirahat. Tapi tetap tidak bisa di abaikan, yang nama nya kesehatan itu harus di nomor satu kan. Besok ada dokter jantung yang langsung menangani pasien. Baiklah saya permisi dulu pak" Dokter menjelaskan semua nya lalu berpamitan.
__ADS_1
Tinggal lah pak Rt dan tomo yang masih berdiri di depan ruangan UGD.
* Kasihan mas dimas, apalagi tama. Aku harus mencari tahu keberadaan keluarga mas dimas. Keluarga mas dimas berhak tahu kondisi mas dimas, apa pun alasan nya aku harus menemukan keluarga nya* Seru pak Rt dalam hati nya.
Dimas sudah di pindahkan di ruang rawat, pak Rt meminta dimas di rawat di kelas satu. Pak Rt sudah menganggap dimas keluarga nya sendiri jadi dia ingin dimas cepat sembuh.
" Tomo, kamu malam ini tolong tungguin dimas di rumah sakit. Saya pulang dulu, besok saya akan datang lagi untuk menggantikan mu." Ucap pak Rt kepada tomo.
" Baik pak, bapak pulang saja istirahat. Kalau ada apa-apa nanti saya pasti kabari bapak. Oh iya, ini kunci mobil nya pak" Jawab tomo sambil memberikan kunci mobil kepada pak Rt.
Setelah menerima kunci mobil dari tomo, pak Rt langsung pergi meninggalkan rumah sakit.
" Aku harus mulai darimana mencari keberadaan keluarga dimas, tidak ada petunjuk sama sekali. Oh iya kenapa aku tidak coba cek handphone dimas siapa tahu disana ada petunjuk" Seru pak Rt yang berbicara sendiri sambil menyetir mobil nya.
Pak Rt pun sudah sampai di depan rumah kontrakan dimas, pintu rumah dimas pun sudah di perbaiki oleh warga. Pak RT langsung menghampiri warga yang masih berada di rumah dimas.
" Bagaimana keadaan mas dimas pak?" Tanya warga.
" Dia sudah membaik, saat ini masih harus di rawat di rumah sakit. Oh iya ini tadi habis berapa biaya betulin pintu nya?" Tanya pak Rt.
" Oh tidak usah pak, kami ikhlas kok membantu mas dimas" Seru warga.
" Oh iya pak, ini kunci kontrakan mas dimas..Kalau begitu kami permisi ya pak, kami ada jadwal ronda malam ini. " Ucap Warga lalu berpamitan.
" Terimakasih banyak" Ucap pak Rt sambil menerima kunci kontrakan dimas.
Pak Rt pun langsung membuka pintu dan masuk, lalu mencari keberadaan dimana ponsel dimas. Pak Rt langsung masuk ke kamar dimas dan beruntung ponsel dimas ada di atas kasur. Pak Rt langsung mengambil ponsel dimas dan membawa nya pulang.
🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹
*******
Jangan lupa tetap dukung karya AUTHOR ya kak, Hari ini aku sudah up 3 bab ya kak.
TERIMAKASIH. 🙏🌹🌹
__ADS_1