Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Pengantin baru


__ADS_3

Semua acara berjalan dengan lancar, dan keluarga hendra pun sudah pulang. Mereka juga langsung berpamitan untuk pulang ke kota. Untuk sementara hendra tinggal di desa terlebih dahulu.


Hari pun sudah malam, saat ini melani dan hendra ada di dalam kamar nya. Hendra sedang berada di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar melani.


Ceklek


Terdengar hendra membuka pintu kamar mandi, melihat melihat ke arah pintu kamar mandi yang terbuka. Terlihat hendra keluar dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang nya, dengan rambut yang masih basah di tambah badan hendra yang terlihat atletis. Melani tidak berkedip menatap lelaki yang saat ini sudah sah menjadi suami nya.


" Lap dulu itu iler nya" Goda hendra saat melihat melani terus memandang ke arah nya.


"Ehh" Melani langsung reflek menyekap mulut dengan tangan nya.


Hahaaaaa


Hendra tertawa melihat tingkah sang istri yang menurut nya sangat imut.


" Mas, kamu bohong.. mana ada aku ileran" Seru melani sambil mengerucutkan bibir nya. Sebenarnya melani malu karena ketahuan memandang hendra tanpa berkedip.


" Habis nya kamu bengong aja, kenapa? kaget ya melihat ketampanan suami mu ini. Hayo ngaku saja" Hendra semakin menggoda melani.


" Sudah ah cepat pakai baju nanti masuk angin, itu baju nya sudah aku siap kan di atas nakas mas" Seru melani mengalihkan pembicaraan, saat ini jantung melani berdetak tidak menentu.


Padahal ini bukan yang pertama bagi nya, tetapi entah kenapa melani merasa jantung nya berdetak lebih cepat dan dia pun gugup.


" Kenapa harus pakai baju, nanti pun akan di lepas lagi" Ucap hendra sambil mendekat kearah melani dan memeluk melani dari belalang.


" Mas cepat pakai baju, nanti kamu..." Belum sempat melani meneruskan ucapan nya hendra sudah membalikkan badan melani dan ******* bibir melani.


Hendra membimbing melani ke atas ranjang dengan pagutan yang tidak terlepas. Mereka berdua sudah sama-sama menuntut lebih.


" Boleh ya sayang" Tanya hendra meminta izin terlebih dahulu.


" Lakukanlah mas, aku sekarang adalah istri mu. Aku seutuh nya milik mu" Jawab melani tersenyum bahagia.

__ADS_1


Merasa sudah mendapat lampu hijau dari sang istri hendra tidak menyia-nyiakan kesempatan nya lagi. Dia langsung melempar handuk yang melilit tubuh nya kesembarang arah. Begitupun dengan pakaian melani entah kapan pakaian itu pun sudah terlepas semua dari badan melani.


Akhirnya malam pengantin yang indah pun mereka lalui dengan penuh bahagia. Kini melani dan hendra sudah seutuh nya menjadi suami istri. Setelah pergulatan panas yang memakan waktu satu jam melani tertidur di pelukan sang suami.


" Terimakasih sayang, aku berjanji akan selalu bersama mu , akan selalu membahagia kan mu" Ucap hendra sambil mencium kening melani.


Setelah melani terlelap hendra memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Setelah selesai bersih-bersih hendra ikut merebahkan tubuh nya di samping melani. Tidak lama hendra pun tertidur dan masuk ke alam mimpinya.


*****


Pagi pun menjelang, sinar matahari pagi memasuki kamar sepasang pengantin baru itu melalui celah-celah jendela. Suara kicauan burung pun terdengar bersahut-sahutan.


Emmmhhhhh


Suara melani yang baru saja terbangun dari tidur nya, Melani melihat kearah samping nya terlihat sang suami masih tertidur pulas. Melani pun langsung turun dari ranjang dan membersihkan diri nya. Setelah selesai membersihkan diri nya melani membangunkan suami nya.


" Mas,, mas,, bangun sudah siang" Ucap melani sambil menepuk-nepuk pipi sang suami.


" Emmhhh... iya sayang, ini jam berapa?" Tanya hendra dengan mata masih terpejam.


" Hahhh... Jam delapan" Seru hendra terperanjat kaget karena dirinya kesiangan.


" Kenapa tidak membangun kan mas dari tadi sayang? Mas tidak enak sama Ayah dan Ibu, hari pertama jadi menantunya sudah bangun kesiangan, apa kata mereka nanti. Pasti mereka beranggapan mas ini pemalas, terus Ayah memarahi ku." Ucap hendra dengan wajah panik nya.


Melani tertawa melihat kepanikan sang suami, tidak mungkin orang tua nya akan memarahi sang menantu. Mereka pun sudah mengerti, wajar kalau pengantin baru bangun kesiangan. Kemarin juga seharian full acara nya dan sangat melelahkan.


" Ayah gak akan marah mas. Sudah sekarang mas mandi, pakaian sudah aku siapkan. Aku keluar duluan ya mas, mau bantu-bantu siapa tahu ada yang bisa aku bantu. Maklum mas kalau di kampung habis hajatan begini pasti banyak para tetangga yang datang membantu membereskan bekas acara, jadi aku mau bantuin mereka apalagi aku sebagai tuan rumah nya." Seru Melani tersenyum sangat manis ke arah sang suami nya.


" Iya nanti kalau mas sudah selesai mandi mas nyusul" Ucap hendra sambil mencium pipi kiri melani.


" Huhh dasar mencuri kesempatan dalam kesempitan." Gerutu melani yang hanya di tanggapi senyum oleh hendra. Lalu hendra masuk ke dalam kamar mandi.


Melani pun keluar dari kamar dan menuju dapur di sana terlihat ada sang Ibu dan Emak imah yang sedang membereskan dapur.

__ADS_1


" Ehh pengantin baru sudah bangun ?" Seru mak imah saat melihat melani masuk ke dapur.


" Maaf bu, mak melani bangun nya kesiangan. Niat mau bantuin beres-beres, tapi ternyata semua sudah selesai hehee" Ucap melani sambil terkekeh.


" Gak apa nak, tadi setelah subuh para tetangga datang untuk bantu beres-beres. Lagipula kemarin tidak masak sendiri, catering jadi tidak banyak barang yang kotor. Urusan tenda dan lain nya sudah urusan pihak WO. " ucap ibu melani.


" Suami kamu mana nak? ajak sarapan dulu" ucap mak imah sambil mengelap piring-piring yang basah.


" Mas hendra lagi mandi mak, ya sudah aku mau buatin mas hendra teh dulu. " Ucap melani sambil mengambil cangkir di rak.


Mak imah dan ibu melani hanya tersenyum melihat ke arah melani. Ibu melani memperhatikan anak nya, tampak terlihat rona kebahagian di wajah melani.


" Semoga hendra selalu membahagiakan mu nak" Doa ibu melani dalam hati.


Saat melani membawa teh ke meja makan, terlihat hendra baru ke luar dari kamar dan sudah terlihat sangat rapi dengan baju rumahan nya. Melani tersenyum melihat suami nya yang datang.


" Mas ini teh nya, mau langsung sarapan gak?" tanya melani sambil meletak kan teh di meja.


" Nanti saja Sayang, mas minum teh saja dulu. Habis ini mau lihat ayah sama bapak di luar, itu" tunjuk hendra ke arah luar pintu utama.


" Oh ya sudah. Kalau begitu aku mau ke belakang lagi ya mas. Nanti kalau mau makan ambil saja di meja makan ya mas, gak usah malu anggap saja rumah sendiri. Kan sudah jadi suami ku" Seru melani sambil terkekeh.


" Sudah pandai ya menggoda suami" Seru Hendra sambil mencubit hidung melani.


" Aawww.. sakit mas, ihh malu tau kalau ada yang lihat" Gerutu melani saat hendra mencubit hidung melani dan hendak mencium melani.


Hendra tersenyum sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Dia lupa jika masih berada di rumah sang mertua.


Setelah menghabiskan teh nya hendra keluar dan ikut duduk di teras rumah dan mengobrol dengan Ayah mertua dan pak minto. Ketiga lelaki beda usia itu terlihat sangat kompak, entah apa yang mereka obrol kan sampai tawa mereka terdengar hingga ke belakang rumah.


*****


Jangan lupa tetap berikan LIKE, KOMEN VOTE jangan lupa klik Favorite dan berikan hadiah nya ya kak. Biar Author semakin semangat nulis nya.

__ADS_1


Author usahakan Up tiap hari.


Terimakasih..🙏🙏


__ADS_2