
Dua bulan berlalu begitu saja tetapi tidak ada perubahan pada Vera. Dimas terpaksa tiap dia pergi berjualan tama dia titipkan di rumah ibu Rt, dengan senang hati bu Rt merawat anak Dimas.
Saat pagi sampai siang dimas berjualan di pasar dan sore hari dia berkeliling, dan pulang saat menjelang magrib. Setelah pulang berjualan dimas mengambil anak nya di rumah bu Rt, begitulah kegiatan dimas setiap hari nya.
Saat sedang berjualan dimas mendapat telepon dari dokter hana, meminta nya untuk segera datang ke tempst praktek dokter hana. Kebetulan dagangan dimas tinggal sedikit jadi dimas bergegas menuju tempat praktek dokter hana.
" Ada apa bu hana memanggil saya?" Tanya dimas saat sudah berada di ruang kerja dokter hana.
Dimas melirik sepasang suami istri paruh baya yang sedang duduk di samping dimas. Dimas tidak mengenali siapa pria dan wanita itu, dimas hanya mengira mereka mungkin keluarga salah satu pasien dokter hana.
" Pak dimas, bapak tidak menyapa mertua anda,?" Tanya dokter hana yang dari tadi hanya melihat dimas diam tanpa menyapa sepasang suami istri yang duduk di samping nya.
" Mertua?" Tanya dimas memperjelas.
Ibu Hana paham mungkin dimas memang belum pernah ketemu dengan sang mertua jadi wajar jika dimas tidak mengenali orang tua Vera.
" Maaf pak dimas, kenalkan ini orang tua dari Vera. Beliau bapak susilo dan ibu wati" Ucap bu hana memperkenalkan orang yang duduk di samping dimas.
Dimas langsung mengalihkan pandangan nya kearah sepasang suami istri yang sedari tadi hanya diam tidak ada senyum nya sama sekali, seakan tatapan nya sangat membenci dimas.
" Pak, bu.." Dimas menyalami mertua nya dengan mengulurkan tangan nya tetapi uluran tangan dimas di biarkan begitu saja. Dengan berat hati dimas menarik tangan nya kembali dan hanya mengulas senyum ramah nya.
" Jadi kamu laki-laki yang bernama dimas, yang sudah membuat anak ku jadi seperti ini. " Ucap ketus pak susilo.
" Kenapa kamu menikahi anak ku, tanpa izin dengan kami. Kamu anggap apa kami?" Ketus ibu wati.
__ADS_1
Dimas tidak mau menjawab apa-apa sebelum mertua nya selesai berbicara.
" Lihat gara-gara anak ku menikah dengan mu dia jadi seperti ini, kamu harus bertanggung jawab. Buat anak ku sembuh seperti semula.
Dokter hana yang sedari tadi ikut mendengarkan perdebatan mereka hanya bisa menggekengkan kepala nya.
" Pak, bu.. Maaf, sebelum kenal dengan diriku Vera sudah pernah seperti ini kan. Dia depresi memang sudah dari dulu, karena di tinggal pacar nya menikah dengan wanita lain. Dan belum lama ini Vera juga sempat depresi lagi karena dia juga menikahi pria yang sudah beristri. Jadi tolong jangan salahin saya pak bu?" Ucap dimas membela diri karena dia tidak mau di salahkan oleh mertuanya.
Pak susilo dan istri nya pun terdiam mendengar ucapan dari dimas,mereka pun membenarkan ucapan dimas. Hari ini mereka berniat akan membawa Vera pulang dan di rawat di rumah sakit yang dekat dengan tempat tinggal nya.
" Dokter kami ingin membawa Vera pulang" Seru pak susilo dengan penuh keyakinan.
" Tidak bisa pak, Vera itu istri saya dan ibu dari anak saya. Bapak tidak bisa seperti ini" Dimas tidak setuju dengan keputusan pak susilo.
" Ceraikan anak saya dan kamu urus anak kamu, biarkan Vera pulang bersama kami. Kami akan berusaha agar Vera segera pulih seperti dulu. " Seru pak susilo.
" Tidak bisa pak, anak saya masih membutuhkan sosok ibu nya. Anak kami masih terlalu kecil pak, tolong jangan pisahkan dia dari ibu nya" Dimas tetap mempertahankan Vera untuk berada di sisi nya.
" Tolong nak dimas, demi kesembuhan Vera. Vera tidak mungkin bisa merawat anak kalian, jadi lebih baik ikuti saja permintaan kami. Tolong kali ini kami meminta, Vera anak perempuan kami satu-satu nya..Demi kesembuhan Vera" Ucap bu wati yang akhirnya ikut berbicara dengan nada memohon.
Dimas melihat ibu Vera memohon seperti itu akhirnya dia pun mencoba memberi ide yang lain agar vera tetap menjadi istri nya. Namun seperti nya mertua nya sangat gigih dan yakin untuk dimas menceraikan Vera, akhirnya dimas pun mengikuti kemauan sang mertua.
" Apa tidak ada cara lain selain bercerai pak? Bapak bawa Vera tidak apa-apa, biarkan kan Vera tetap berstatus istri saya. " Ucap dimas membuat pilihan.
" Tidak !! " Jawab pak susilo dengan ketus.
__ADS_1
" Baiklah Pak, ini keinginan kalian bukan keinginan ku. Aku tidak bisa berbuat lebih dari ini aku kabulkan keinginan kalian. ' Vera Indriani binti susilo hari ini kamu aku talak' " Dimas mengucap kalimat talak untuk Vera di depan ke dua orang tua Vera. Dimas hanya berharap semoga dengan perceraian ini Vera akan cepat sembuh dan bisa hidup normal kembali.
Dokter hana yang melihat perceraian dimas terjadi di depan mata nya merasa kasihan dengan dimas. Dia merasa bersalah karena sudah menghubungi orang tua Vera. Padahal maksud menghubungi orang tua Vera hanya bertujuan agar orang tua Vera mengetahui kondisi anak nya.
Setelah semua nya selesai orang tua Vera pergi dan membawa Vera ikut serta. Sebelum nya mereka berpesan jika surat perceraian akan mereka urus. Ada kesedihan di wajah dimas, dia tidak menyangka rumah tangga nya dengan Vera akan berakhir seperti ini. Saat ini prioritas nya adalah kebahagian anak nya. Dia akan menjadi orang tua tunggal untul anak nya.
" Maaf kan saya pak dimas, saya tidak menyangka jika akan begini kejadian nya. Kalau tahu akan begini saya tidak akan menghubungi orang tua Vera" ucap sesal dokter hana yang merasa tidak enak dengan dimas.
" Tidak apa-apa bu, saya tahu maksud ibu itu baik. Dengan menghubungi orang tua Vera siapa tahu Vera bisa sembuh, mungkin ini memang terbaik untuk Vera bu. Saya terimakasih atas kebaikan ibu selama ini" Ucap dimas yang tidak menyalahkan ibu hana.
" Iya pak sama-sama semoga pak dimas dan anak bapak bahagia selalu. " Ucap ibu hana.
" Iya bu, aamiin. Saya permisi ya bu, sekali lagi terimskasih " Seru dimas lalu mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.
Setelah itu dimas keluar dari ruangan praktek dokter hana menuju motor butut nya yang terparkir di bawah pohon jambu yang ada di halaman.
Panas yang terik tidak dimas hiraukan, dia tetap melajukan motor nya agar bisa segera cepat sampai di rumah kontrakan nya dan bertemu dengan anak nya. Hanya dengan sang anaklah rasa sedih dimas bisa terlupakan.
Tidak memakan waktu lama motor dimas sudah memasuki halaman kontrakan nya. Dilihat nya suasana sangat sepi, karena sang anak pasti masih di rumah ibu Rt. Dimas masuk ke kontrakan lalu bergegas membersihkan diri nya agar saat menemui sang anak badan nya sudah bersih.
******
Maaf author telat up nya kak.. Mendekati lebaran Author sudah di sibukkan dengan pekerjaan rumah. Tapi jangan takut Author tetap akan up tiap hari kok. 😍😍
Jangan lupa berikan dukungan nya ya.
__ADS_1
TERIMAKASIH DAN SELAMAT MEMBACA.