Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Harta gono gini


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Ibu Lusi masuk ke kamar pribadi bimo dengan menahan amarah nya, dia benar-benar di buat naik darah karena mira. Dia sangat bersyukur anak nya menceraikan wanita matre itu, sudah banyak kebohongan dan kebusukan mira yang tidak bisa di maafkan lagi.


" Ada apa lagi ma?" Tanya bimo saat ibu lusi masuk ke dalam kamar nya.


" Kamu tidak apa-apa kan bim?" Tanya ibu lusi yang mengkhawatirkan keaadaan bimo.


" Bimo tidak apa-apa Ma, mama tenang saja bimo sudah ikhlas lahir batin menceraikan mira. Maafkan bimo selama ini tidak mendengarkan ucapan mama. " Seru bimo memeluk mama nya.


Ibu lusi membalas pelukan anak laki-laki nya dengan erat, senyum bahagia mengembang di bibir nya.


" Kamu terlihat tidak sedih dengan perceraian ini Bim? Apa mama melewatkan sesuatu?" Tanya ibu lusi mencari tahu.


" Buat apa bimo sedih ma, bimo sudah tahu kebohongan mira dari beberapa bulan yang lalu, jadi bimo sudah menyiapkan diri bimo untuk menghadapi semua yang akan terjadi. Bimo memang sudah merencanakan menceraikan mira saat dia sudah melahirkan Ma. " Ucap bimo .


" Ma tapi bimo sayang dengan anak mira, apa boleh bimo merawat anak mira. Entah mengapa saat bimo menemani mira USG kandungan nya bimo mulai menyayangi anak itu. " Ucap bimo lagi.


Ibu lusi bingung harus menjawab apa, rasa sayang untuk seseorang itu tidak lah salah apalagi sayang untuk anak kecil. Tapi bimo salah jika ingin mengambil hak asuh anak mira, bagaimana pun bimo tidak ada hubungan darah dengan anak itu.


" Tapi bim, itu anak mira bagaimana pun dia yang lebih berhak merawat anak itu. Atau nanti kita coba bicara dengan mira dulu, tapi seperti nya wanita licik itu akan memanfaatkan keadaan ini" Seru ibu lusi tidak suka.


Setelah selesai berbicara dengan bimo, ibu lusi memilih segera ke luar dari kamar bimo. Dia membiarkan bimo untuk menenangkan pikiran nya terlebih dahulu. Saat lewat depan kamar mira, ibu lusi mendapati mira memarahi bayi nya yang sedang menangis.


" Ini semua gara-gara kamu , dasar anak pembawa sial. Menyesal aku selama ini mengandung mu, kalau tahu akan begini jadi nya sudah dari dulu kamu aku hilangkan. Aku benci dengan semua ini" Bentak mira kepada bayi nya.


Brakk


Ibu lusi membuka pintu kamar yang di tempati mira dengan keras dan tatapan nya nyalang ke arah mira. Bahkan seakan dia akan memakan mira hidup - hidup.

__ADS_1


" Dasar orang tua tidak punya sopan santun, berani nya masuk kamar ku tanpa permisi. Segera keluar dari kamar ku !! " Seru mira dengan berteriak.


Bimo yang mendengar suara ribut-ribut pun penasaran dan keluar dari kamar untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.


" Begini cara mu bicara dengan orang yang lebih tua ? Sedikit pun kamu tidak ada sopan santun nya dengan ku, ini rumah ku jadi aku bebas mau masuk kemana saja. Kamu tidak mendengar tangisan anak mu yang terdengar sampai luar sana, kamu benar-benar gila !! Kamu menyalahkan anak mu sebagai biang dari masalah yang kamu alami, sadar mira sadar bayi itu masih suci dia tidak tahu apa-apa. " Ucap ibu lusi dengan emosi yang memuncak.


Bi atun mendengar bayi yang sedari tadi menangis pun menghampiri kamar mira, tanpa di suruh dia langsung menggendong bayi itu dan di bawa nya keluar dari kamar mira.


" Apa peduli mu wanita tua , jangan ikut campur !! dia itu anak ku jadi terserah aku mau aku apakan anak ku. Anak itu memang pembawa sial, kalau anak itu tidak ada hidup ku tidak akan seperti ini. " Seru mira dengan tidak ada rasa menyesal sedikit pun.


Plakk


Tangan bimo melayang di pipi kaban mira hingga membekas merah di pipi. Bimo tidak terima mira menghina dan membentak mama nya.


" Jangan sekali-kali kamy membentak atau pun berbicara keras dengan mama ku. Sedikit pun aku tidak akan membiarkan mu menyakiti mama ku. Aku bisa sekarang juga mengusir mu dari rumah ini, tapi aku masih berbaik hati tetap membiarkan mu tinggal disini sampai proses perceraian kita selesai !! " Seru bimo dengan penuh amarah.


" Jangan harap kamu bisa menguasai ruma ini, ini memang rumah bimo dan almarhum suami ku yang membelikan nya untuk bimo. Tapi asal kamu tahu sertifikat rumah ini masih atas nama ku jadi sedikit pun kamu tidak akan mendapatkan hak rumah ini, untuk yang lain nya kamu jangan takut kami akan memberikan hak mu" Ucap ibu lusi tersenyum jahil ke arah mira.


Mata mira berbinar dan senyum nya tersungging dengan manis nya. Apa yang di harapkan nya akhir nya bisa jadi kenyataan juga.


" Tapi kalau kita bercerai secara baik-baik dan kamu tidak membohongi ku dan tidak selingkuh sampai punya anak dari selingkuhan mu itu. Karena bagaimana pun aku tidak bertanggung jawab atas nafkah anak mu itu. Jika kamu mau menuntut harta gono gini silahkan saja, aku tidak akan melarang. Bukti-bukti kebohongan mu sudah ada di tangan ku jadi jangan berharap mendapat lebih " Seru bimo membuat senyum manis di bibir mira menghilang.


" Kalian memang manusia serakah !!" Teriak mira tidak terima.


Bimo dan mama nya pergi meninggalkan kamar mira, mereka tidak menghiraukan mira yang sedang marah-marah.


******


Pagi hari menjelang, Aina masih bermalas - malasan di atas kasur nya. Usia kandungan aina sudah masuk 7 bulan namun aina justru sering merasa capek. Aina pun sudah tidak di izinkan fadli untuk ke rumah sakit lagi.

__ADS_1


" Sayang bangun yuk mas sudah siapkan sarapan kesukaan kamu, sebentar lagi mas mau berangkat ke rumah sakit. Kamu baik-baik ya di rumah kalau ada apa-apa cepat telepon mas" Ucap fadli.


" Iya mas" Jawab singkat aina dengan malas.


Dengan bermalas-malasan aina pun bangun, aina masuk kamar mandi untuk mencuci muka nya.


Di luar kamar mbak yang membantu pekerjaan rumah sudah datang dan saat ini sedang mencuci pakaian di ruang loundry.


" Mas pulang nya nanti tolong belikan tiramisu sama brownis coklat di tempat biasa ya mas" Ucap aina sambil memakan ayam goreng crispy nya.


" Iya sayang, mau pesan apa lagi?" Tanya fadli.


" Sudah itu saja" Jawab aina singkat dan melenjutkan sarapan nya.


Sudah satu bulan ini aina sangat menggemari kue buatan nabila, hampir tiap hari aina membeli kue buatan nabila apalagi tiramisu dan brownis coklat, ke dua kue itu yang sangat aina gemari hingga tak terhitung lagi berapa kali saja dia membeli nya.


" Mas berangkat dulu ya sayang, kamu baik-baik di rumah" Ucap fadli lalu mencium kening aina dengan lembut.


" Iya suami ku sayang" Jawab aina manja.


Fadli pun berangkat kerja dengan mengendarai mobil aina , karena mobil nya sedang di di perbaiki di bengkel.


*****


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


Tetap dukung karya Author ya kak ❤❤❤


TERIMAKASIH ❤❤

__ADS_1


__ADS_2