
Setiap perbuatan pasti ada balasan nya, itulah yang di alami dimas sekarang ini. Dia sudah memetik hasil dari yang dia tanam, dulu dia sangat sombong dan tidak jujur dengan Aina bahkan menghianati Aina.
Di saat seperti ini dimas sangat membutuhkan keluarga nya, dia benar-benar terpuruk. Kehidupan nya tidak bisa dibilang cukup, bahkan dimas terkadang hanya makan nasi dengan kerupuk demi menghemat uang untuk beli susu anak nya.
" Sayang kita minum obat dulu ya, agar kamu cepat sembuh. " Ucap dimas saat akan meminumkan obat anak nya.
Dengan mata yang berkaca-kaca dimas memangku anak nya sambil meminumkan obat. Beruntung tama kecil tidak begitu rewel sehingga dimas masih bisa mengerjakan pekerjaan rumah.
Tok tok tok
Ada tamu yang datang kerumah dimas, dimas berjalan ke arah ruang tamu untuk membuka kan pintu.
Ceklek... Pintu pun terbuka dan nampak seseorang yang berdiri di depan pintu kontrakan nya.
" Hasni" Seru dimas yang terkejut saat mengetahui siapa tamu yang datang menemui nya.
" Mas dimas" Seru hasni sambil memeluk sang kakak dengan erat, bagaimanapun prilaku dimas. Hasni sangat menyayangi sang kakak yang terlahir dari rahim yang sama.
Dimas pun membalas pelukan dari hasni dengan tangis yang terisak, tidak di pungkuri dia juga sangat kangen dengan sang adik. Adik yang sangat manja adik perempuan satu-satu nya.
" Kamu tahu darimana kakak tinggal disini?" Tanya dimas setelah melepaskan pelukan nya.
" Kemarin tidak sengaja aku melihat kakak, jadi aku ikutin motor kakak. Dan baru hari ini aku pastikan lagi dan ternyata benar kakak tinggal di kontrakan ini" ucap hasni menceritakan.
" Masuk dulu yuk" Ajak dimas
Hasni mengikuti ucapan sang kakak, dia masuk kedalam kontrakan sang kakak. Kontrakan yang terlihat sangat sederhana, tidak ada barang-barang mewah dalam kontrakan. Hasni masih melihat - lihat isi dalam kontrakan sang kakak.
" Istri kakak kemana?" Tanya hasni yang sudah duduk di kursi ruang tamu.
" Dia di jemput orang tua nya, cerita nya panjang nanti kalau sudah saat nya mas pasti cerita sama kamu. Oh iya kamu mau minum apa? Maaf, beginilah kontrakan mas tidak sebesar rumah kita dulu" Ucap dimas.
__ADS_1
" Tidak usah repot-repot mas, nanti kalau mau minum biar aku ambil sendiri. Oh iya mana anak mas dimas? Kemarin aku lihat mas dimas naik motor sambil gendong anak keci, itu anak mas dimas kan?" Tanya Hasni sambil melihat kesekeliling ruangan mencari sang keponakan.
" Dia sedang tidur di kamar" Jawab dimas.
Dimas membawa hasni masuk ke dalam kamar untuk melihat sang keponakan. Mata hasni sampai berkaca-kaca saat mendapati sang keponakan yang sedang tertidur di atas kasur, hasni mendekat ke ranjang dan mencium sang keponakan.
" Kok badan nya hangat mas?" Tanya hasni menempelkan tangan nya di atas kening sang keponakan nya.
" Iya, kemarin sudah mas bawa ke rumah sakit kok. Dia kena campak makanya badan nya hangat, tapi alhamdulillah ini sudah mulai turun demam nya" Ucap dimas menjelaskan.
Hasni kasihan melihat kondisi kehidupan sang kakak, dulu kakaknya adalah orang yang serba berkecukupan namun sekarang kehidupan nya berubah 180 derajat. Hasni ingin menanyakan kenapa Vera sampai di jemput orang tua nya tetapi dia urungkan niat nya. Mungkin butuh waktu yang tepat untuk menanyakan masalah Vera.
" Mas dimas tidak mau mempertemukan anak mas sama ibu?" Tanya hasni dengan pelan takut sang kakak marah jika membahas sang ibu.
Dimas terdiam, dia belum sanggup untul ketemu keluarga nya terutama sang ibu. Karena dia sendirilah yang marah dengan sang ibu, tidak memperbolehkan sang ibu mencari atau menemui nya. Dimas tidak bisa lagi menahan air mata nya, kesalahan nya sangatlah banyak dia takut sang ibu tidak mau menerima nya.
" Mas belum tahu, untuk saat ini mas hanya ingin hidup ber dua dengan tama. Mas belum sanggup untuk ketemu kalian semua. Mas malu dengan kondisi mas yang seperti ini, Ibu dan Aina pasti belum memaafkan mas" Ucap Dimas dengan terisak.
Hasni ikut terisak, ternyata kakak nya sampai sekarng masih saja keras kepala. Tapi hasni tidak ada pilihan lain selain mengiyakan permintaan sang kakak. Biarlah untuk sementara hasni merahasiakan ini semua.
" Baik mas, untuk sementara saya akan merahasiakan semua ini. Tapi mas harus janji jangan pindah dari kontrakan ini, jadi kalau aku ingin menemui kalian aku tidak kesusahan mencari alamat kalian lagi" Ucap hasni memberi peringatan.
" Iya mas dan tama akan tetap tinggal disini" Jawab dimas dengan serius.
" Jadi keponakan ku nama nya Tama, oh iya anak nya mas hendra juga laki-laki nama nya Harvino atau bisa di panggil Vino. Hasni bahagia punya dua keponakan laki-laki semua. " Seru hasni sambil mencubit pipi tama yang mulai gemuk.
Saat hasni menyentuh pipi tama, tama terbangun dari tidur nya dan menangis. Dengan sigap hasni menggendong sang keponakan yang wajah nya sangat mirip dengan kakak nya.
" Mas wajah nya tama mirip sekali dengan mu" Seru hasni saat menggendong tama keluar dari kamar dan dimas sedang membuatkan susu untuk tama.
" Iya dong mas kan ayah nya" Jawab dimas yang datang dengan membawa botol susu.
__ADS_1
Hasni meminumkan botol susu kepada sang keponakan, tama langsung meminum susu dalam botol dengan lahap nya sepertinya tama kecil memang sedang haus.
" Kalau mas kerja siapa yang menjaga tama mas?" Tanya hasni sambil memegang botol susu yang sedang diminum tama.
" Dia mas titipkan kepada ibu Rt" Jawab tama singkat.
" Mas tidak ingin menikah lagi?" Tanya hasni tiba-tiba yang membuat dimas terdiam untuk sesaat.
Yang dikatakan hasni memanglah benar, tidak mungkin dimas harus hidup seperti ini. Anak nya juga butuh sosok ibu untuk menemani nya, tidak mungkin harus di titipkan terus menerus.
" Mas belum memikirkan untuk menikah lagi Has, mas sudah bahagia dengan hidup berdua dengan tama" Jawab dimas dengan nada yang terlihat tidak enak.
Hasni tahu saat ini sang kakak sedang tidak baik-baik saja, pasti ada sesuatu hal yang hasni tidak tahu. Hasni tidak membahas soal pernikahan lagi, dia tidak mau sang kakak marah dan melarang nya untuk menemui nya lagi.
" Sudah sore has, lebih baik kamu pulang ! Perjalanan dari sini sampai rumah itu hampir satu jam lebih, pulang lah dan ingat pesan mas rahasiakan pertemuan ini. Mas tidak mau kamu menceritakan kepada ibu atau pun hendra tentang pertemuan kita hari ini. " Seru dimas dengan serius.
" Iya mas, aku tidak akan memberitahu mereka. Aku pulang ya mas, ini nomor handphone ku kalau ada apa-apa atau perlu bantuan tolong hubungi saya mas. Mas tidak mau bertemu yang lain nya setidak nya mas mau menerima bantuan dari ku. " Ucap hasni sebelum pergi meninggalkan rumah kontrakan dimas.
" Iya terimakasih, kamu kuliah yang benar dan jaga ibu dengan baik. Maaf mas belum bisa jadi kakak yang baik buat kamu" Seru dimas sambil memeluk sang adik. Adik yang dulu sangat manja sekarang sudah berubah sangat mandiri.
" Iya mas, hasni pamit ya" Seru hasni sambil mencium tangan sang kakak. Dimas mrngusap pucuk kepala sang adik dengan lembut.
Tanpa dimas ketahui Hasni tadi saat di kamar tama, saat dimas ke dapur membuatkan susu tama. Hasni meletakkan beberapa lembar uang di bawah bantal kecil tama. Hasni terpaksa melakukan itu, karena jika dia memberikan nya langsung dimas pasti akan menolak nya.
Setelah berpamitan dan mencium sang keponakan hasni pun pulang dengan mengendarai motor lama nya, motor pemberian dari almarhum ayah nya.
******
Yang tanya soal hasni, ini aku up khusus Hasni dan sang kakak nya,Dimas.
Jangan lupa tetap beri dukungan karya Author ya kak. ❤❤❤
__ADS_1
Selamat membaca 😍