Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Bukan pada tempatnya


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Siang ini nina dan kedua orang tua nya sedang berbelanja di salah satu mall terbesar di kota tempat nya tinggal. Nina dan kedua orang tua nya belanja stok bahan makanan untuk seminggu ke depan, karena minggu depan hari pernikahan nina sudah di gelar dan semua makanan sudah di urus oleh pihak catering. Jadi mereka belanja hanya untuk keperluan makan sehari - hari saja.


" Sepertinya sudah cukup ini Nin, jangan banyak - banyak belanja nya nanti mubazir kalau tidak habis apalagi minggu depan kamu sudah menikah " Ucap mak imah saat melihat keranjang belanjaan yang sudah penuh.


" Iya mak, ini nina cuma mau ambil shampo sama pasta gigi saja soal nya stok di rumah juga sudah habis. " Seru nina sambil mendorong trolly nya ke tempat rak shampo dan pasta gigi.


" Bapak ada lagi yang mau di beli ?" Tanya mak imah.


" Tidak mak, sudah semua kok " Jawab pak minto singkat sambil memperhatikan nina yang sedang memilih shampo dan pasta gigi.


Setelah membayar barang belanjaan nya nina dan kedua orang tua nya pergi ke salah satu restoran cepat saji yang ada di dalam mall.


Brughh


Auww


Tanpa sengaja nina di tabrak oleh seorang perempuan yang berpenampilan modis dan seksi. Wanita itu memakai dress di atas lutut dan berkacamata hitam sambil tangan nya menggandeng seorang laki - laki yang lebih tua dari nya.


" Kalau punya mata itu di pakai !! bisa lihat tidak kalau ada orang jalan " Seru wanita itu dengan kesal sambil memelepas kaca mata hitam nya.


" Maaf mbak, bukan nya mbak yang menabrak saya " Nina membela diri karena dia tidak merasa bersalah.


" Apa kamu bilang ? saya yang salah ? hai cewek kampung kalau punya mulut itu di jaga, kamu belum tahu siapa saya jadi jangan macam - macam sama saya " Seru mira sambil menunjuk ke wajah nina.


Perempuan itu adalah mira, mira sedang jalan berdua dengan om jos untuk membeli tas yang sudah lama mira incar.


" Mira sudah jangan ribut lagi, malu di lihat orang. Tadi memang kita yang salah karena kita jalan sambil main ponsel. " Ucap om jos yang mengakui kesalahan nya.


" Tidak bisa begitu dong sayang, wanita kampungan seperti dia ini harus di beri pelajaran. Lagi pula ngapain sih wanita kampungan seperti ini ada di mall besar seperti ini, mau ngutip ya atau mau cari mangsa om om tua untuk di jadiin sugar dady. Ngaca dong wajah pas - pasan dan baju juga kumel begini bisa - bisa nya berkeliaran disini " Ucap mira menghina nina hingga nina pun tersulut emosi.


Plakk


Bukan nina yang mensmpar mira melainkan mak imah lah yang menampar mira, dia tidak terima dengan hinaan yang di lontarkan mira kepada nina.


" Jaga ucapan mu !! Sebelum menghina orang lihat dulu diri mu, apakah diri mu sudah lebih baik dari anak ku. Lihat pria yang ada di samping mu ini jauh lebih tua dari mu, aku yakin dia itu sudah beristri dan kamu adalah wanita simpanan nya " Ucap mak imah monohok membuat om jos menelan saliva nya sendiri. Karena apa yang di katakan mak imah memang benar sedikitpun tidak ada salah.

__ADS_1


Mira semakin geram dan menatap tajam ke arah mak imah, dia mengangkat tangan nya ingin menampar mak imah tapi di tahan oleh om jos.


" Sudahlah sayang tidak perlu di perpanjang, sekarang kita pergi ke toko tempat yang menjual tas yang kamu incar nanti keburu habis " Ucap om jos mencoba meredam emosi mira.


" Maaf atas kejadian ini " Seru om jos sambil menarik tangan mira membawa nya menjauh dari nina dan keluarga nya.


Mira tidak bisa menolak akhirnya dia pun mengikuti om jos, kalau terlambat bisa - bisa tas yang dia idamkan habis di beli orang.


*******


Bimo datang berkunjung ke rumah nina untuk mengantarkan kue buatan mama lusi. Bimo datang bersama sekar dan mbak yang menjaga sekar.


" Kak kamu bawa sekar ?" Tanya nina saat melihat mbak wati keluar dari pintu mobil sambil menggendong sekar.


" Iya sayang, gak apa - apa kan tadi sekalian ngajak sekar jalan - jalan dan ketemu calon mama baru nya. " Seru bimo sambil mengambil sekar dari mbak wati.


Mbak wati lebih dulu masuk ke dalam rumaj nina sambil membawa kue dan membawa nya langsung ke dapur. Di dapur ada mak imah yang sedang memasak, dan mbak wati pun membantu mak imah.


" Sini sekar biar saya gendong kak" Ucap nina tersenyum ke arah sekar yang memang sedari tadi sudah menginginkan di gendong nina.


" Nak bimo makan malam disini saja ya, kebetulan emak masak makanan kesukaan nina. " Seru mak imah yang datang sambil membawa nampan berisi teh hangat dan kue bawaan dari bimo.


" Boleh mak " jawab singkat bimo.


Nina memberikan sekar kepada pak minto, karena memang pak minto ingin menggendong sekar. Lalu nina beranjak dari duduk nya igin menuju dapur.


" Nina kamu temani saja nak bimo ngobrol disini biar emak yang masak, lagi pula ada mbak wati kok yang bantuin. Kamu disini saja calon pengantin tidak boleh capek " Seru mak imah sambil mengulas senyum.


" Baiklahlah emak ku sayang " ucap nina sambil memeluk mak imah dengan hangat.


Nina pun duduk kembali menemani bimo, pak minto membawa sekar ke taman belakang melihat ikan hias yang ada di kolam kecil yang ada di taman belakang.


" Jadi tadi ada wanita yang ngajakin kamu ribut ?" Tanya bimo setelah mendengar cerita dari nina tentang kejadian du mall siang tadi.


" Wanita sumpanan om - om tepat nya kak, karena memang om nya itu sudah terlihat tua dan lebih cocok jadi ayah nya. " ucap nina dengan santai nya.


" Jadi pria itu om - om, kamu juga dulu panggil aku om tapi aku bukan om tua aku om ganteng dan penuh pesona. Buktinya wanita yang ada di samping ku ini tergila - gila " ucap bimo menggoda nina.

__ADS_1


Nina cemberut sambil memonyongkan bibir nya, membuat bimo gemas dan ingin segera menikmati bibir ranum milik nina. Namun bimo harus bersabar, belum saat nya bimo menikmati nya tunggu seminggu lagi.


" Bibir nya tidak perlu di monyongin gitu dong sayang, nanti kalau aku khilaf bagaimana. Jangan menghodaku begitu" Seru bimo sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Cuma melihat bibir seksi nina saja sudah membangunkan yang seharus nya tidak bangun.


" Dasar mesum, pasti sudah mikir yang aneh - aneh. Tapi tidak apa juga sih, kita kan sebentar lagi menikah jadi obrolan seperti itni ajar jadi anggap saja pemanasan sebelum menikah jadi saat sah nanti kita tinggal praktek nya. Betul kan ?" Ucap nina dengan kalimat bar - bar nya.


Bimo melongo mendengar apa yang barusan di ucapkan oleh nina,bisa - bisa nya nina bicara seabsurd itu. Tapi kalau di fikir - fikir nina nemang kalau bicara suka bar - bar seoerti kelakuan nya. Makanya bimo menjulukinya gadis bar - bar. Gadis bar - bar yang bisamenjerat hati nya.


" Anak kecil ngomong apaan sih ?" Seru bimo sambil menonyor kepala nina pelan.


" Anak kecil begini juga yang mau kamu nikahin kan ? Yang bakal kamu ajak untyk mencetak anak, adik buat si sekar. Memang nya nanti gak mau nyetak anak dengan anak kecil ini " Seru nina dengan santai sambil memakan brownis buatan mama lusi.


Bimo semakun menggelengkan kepala nya sambil terkekeh . Nina benar - benar membuat bimo semakin salah tingkah. Nina tidak tahu jika saat ini bimo sedang menetralkan sesuatu dibawah sana yang sudah bangun.


*Jangan bangun lama - lama dong, aku malu kalau sampai kelihatan. Ayuo dong tidur lagi, tidur dong junior. Karena ini belum saat nya kamu buka puasa, kamu harus puasa seminggu lagi. * Gumam bimo dalam hati sambil membenarkan posisi duduk nya.


Bimo mengambil bantal kursi yang ada di belakang punggung nya, lalu dia meletakkan bantal kursi itu di pangkuan nya untuk menutup sesuatu yang bangu. Nina memperhatikan bimo yang sedari tadi duduk tidak tenang.


" Kak bimo kenapa sih ? duduk nya bingung geser sana sini, ambeyen ya ?" tanya nina dengan wajah polos nya.


" Emhh.. aku kebelet nin, perut ku mules banget. Boleh aku injem kamar mandi nya ya ?" Seru bimo yang akhirnya memilih mengakhiri semua nya di kamar mandi.


" Ke kamar mandi yang ada di kamar mas raka saja ya, itu kamar nya sebelah sana " seru nina sambil menunjuk kamar raka yang ada di sebelah kamar nya.


Bimo pun segera berjalan menuju kamar raka dengan sedikit berlari.


*Benar - benar tidak tahubtempat kamu junior bisa - bisa nya bangun bukan pada tempat nya, cuma karena melihat bibir nina di monyongin saja sudah bangun. Bagaimana kalau melihat yang lain nya. Terpaksakan aku melepaskan disini* Gerutu bimo kesal karena junior bangun tidak tahu tempat.


* Tapi kalau di ingat sudah hampir 4 bulan ini kamu puada, sabar ya seminggu lagi kamu buka puasa * Seru bimo .


******


ADA YANG KETAWA DENGAN KELAKUAN BIMO ?? BISA - BISA NYA BANGUN TIDAK PADA TEMPAT NYA, AUTHOR NULIS SAMBIL KETAWA 😁🤭🤣


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK ❤❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2