Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Kekontrakan Nina


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Fadli mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh saat mendapat laporan dari security jika tadi siang ada wanita yang membuat keributan di ruang praktek Aina.


Awal nya fadli tidak tahu dan tidak menyangka jika wanita itu adalah mira, setelah security menunjukan foto wanita yang membuat keributan dari ponsel nya kepada Fadli, fadli langsung memasuki mobil nya dan melaju dengan cepat.


Seharian ini memang fadli di sibuk kan dengan pertemuan dengan para dokter-dokter spesialis dan klien yang ingin bekerja sama dengan perusahaan husada. Dan setelah acara pertemuan selesai, fadli ada jadwal operasi.


Pukul sepuluh malam fadli sampai di rumah nya, dan terlihat rumah dalam keadaan sepi sudah di pastikan sang istri pasti sudah tertidur. Fadli pun masuk ke dalam kamar dan dilihat nya Aina sudah terlelap, di cium nya kening sang istri lalu fadli masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Aina terbangun saat mendengar suara air gemercik dari dalam kamar mandi. Tidak lama fadli pun keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk yang dia lilitkan di pinggang nya.


" Sayang... Kenapa kamu bangun? " Tanya fadli yang melihat aina sudah duduk di atas ranjang.


" Mas baru pulang ? Maaf ya mas aku tidak menyambut ke pulangan mu, tadi sepulang dari cafe aku benar-benar capek dan mengantuk" Bukan nya menjawab pertanyaan fadli, aina justru meminta maaf.


Fadli pun tersenyum mendengar jawaban sang istri, setelah menyelesaikan memakai baju nya fadli pun ikut naik ke atas ranjang dan duduk di samping aina.


" Sayang, kenapa harus minta maaf? Mas yang seharus nya minta maaf karena pulang malam tanpa mengabari kamu. Tadi setelah jadwal praktek selesai mas ada pertemuan dengan para dokter senior dan klien yang akan bekerja sama dengan rumah sakit kita, setelah itu mas ada jadwal operasi, jadi mas tidak sempat pegang ponsel." Seru fadli menjekaskan .


Aina mengangguk lalu memeluk suami nya dengan erat, aina pun teringat jika ini sudah terlalu malam dan dia melupakan makan malam nya.


" Mas pasti belum makan malam? Kita makan malam yuk mas, tadi aku bawa makanan dari cafe. Aku hangatin dulu ya setelah itu kita makan malam sama-sama." Ucap aina sambil melepaskan pelukan nya.


" Kamu belum makan malam, sayang?" Tanya fadli sambil mengernyitkan kening nya.


Aina menggeleng pelan, pasal nya dia memang belum makan malam karena dia masih kefikiran soal mira tadi siang dan di cafe pun dia tetap tidak bisa istirahat karena terus kefikiran. Akhirnya saat pulang sampai rumah dia hanya mandi lalu tertidur hingga malam.


" Ya sudah ayuk kita ke dapur, mas yang panaskan makanan nya. Kamu tunggu saja di meja makan!!" Seru fadli lalu sama-sama turun dari ranjang dan jalan menuju dapur.


Setelah sampai dapur, aina tidak di perbolehksn membantu fadli menghangatkan makanan. Aina hanya duduk diam di meja makan sambil memandangi fadli yang sedang menghangatkan makanan nya.


Setelah sepuluh menit semua makanan sudah hangat kembali, fadli dan aina pun memulai makan malam nya.


******

__ADS_1


Pagi pun menjelang semua anak manusia sudah di sibukkan kembali dengan aktifitas nya.


Dirumah dimas


Saat sedang sarapan ibu marni menyampaikan kepada dimas jika melani sudah menyiapkan baju pengantin untuk dimas dan nabila.


" Dim, kalian belum beli baju pengantin kan?" Tanya ibu marni di sela-sela sarapan nya.


" Sepertinya kami tidak beli yang baru bu, tapi hanya menyewa saja. Karena kalau beli juga uang dimas pas-pasan banget bu, nabila pun bilang kalau lebih baik sewa saja jadi uang nya bisa di tabung untuk tambah modal usaha" Jawab dimas sebelum memasukan suapan nasi goreng ke mulut nya.


" Soal baju pengantin kalian tidak perlu sewa atau pun beli baru, karena melani akan memberikan hadiah satu pakaian pengantin untuk kalian" ucap ibu marni.


Dimas langsung meletakkan sendok yang dia pegang dan langsung meminum segelas air putih yang ada di hadapan nya.


" Ibu meminta kepada melani?" tanya dimas mencari tahu kebenaran.


" Ibu tidak meminta nya dim, tadi sore melani datang kesini dia memberitahu jika kalian tidak usah membeli ataupun menyewa pakaian pengantin karena dia sudah menyiapkan nya untuk kalian. Melani sendiri yang ingin memberikan nya kepada kalian. " Ucap ibu marni menjelaskan kepada dimas.


" Wah pasti nanti baju pengantin nya pasti bagud banget bu, secara butik nya mbak melani sekarang kan sudah mempunyai desaigner khusus. Mbak melani benar-benar baik" Ucap hasni memuji kakak ipar nya,Melani.


Setelah sarapan dimas pun berangkat ke kios nya, sebelum berangkat dimas menggendong tama dan mencium nya.


*******


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu di kontrakan nina mengagetkan nina,tidak biasa nya ada tamu yang datang sepagi ini. Biasa nya hanya ibu pemilik kontrakan yang bertamu ke kontrakan nya. Tetapi baru seminggu yang lalu dia membayar uang kontrakan.


Nina pun penasaran dan membuka kam pintu kontrakan nya agar mengetahui siapa tamu yang datang.


Ceklek...


" Mas Raka...!!!" Teriak nina bahagia. Nina langsung memeluk kakaknya penuh haru, dia sangat bahagia melihat kakak nya datang mengunjungi nya.


" Nina kamu baik-baik saja dek?" Tanya raka sambil mengusap pucuk kepala nina dengan lembut.

__ADS_1


Nina pun melepaskan pelukan nya, lalu mengajak Raka untuk masuk ke dalam kontrakan nya.


" Duduk kak, kabar ku bail kak. Kakak sendiri bagaimana kabar nya? Sepagi ini kakak sudah sampai sini kakak berangkat jam berapa dari kota B?" Tanya hasni beruntun.


" Tanya nya satu-satu dong dek. Kakak kabar nya baik, seperti yang kamu lihat kakak sehat dan kakak sampai kota ini tadi malam, sekitar jam 11 malam terus kakak menginap di hotel yang tidak jauh dari sini. Kalau kakak langsung ke kontrakan kamu tidak enak dong, malam-malam nanti harus menganggu tidur mu." Raka menjelaskan panjang lebar.


Setelah mendengar jawaban dari kakak nya, nina pun berlalu masuk dapur lalu datang dengan membawa secangkir teh hangat untuk Raka.


" Teh saja ya kak, di kontrakan ku tidak ada kopi"Seru nina sambil meletakkan secangkir kopi di atas meja.


" Iya tidak apa-apa" Jawab singkat raka.


Raka dan nina pun saling membicarakan kegiatan nya masing-masing, hingga pagi pun mulai beranjak siang. Sebelum nya nina sudah meminta izin untuk masuk kerja agak siang. Kuliah Nina sudah selesai dan hanya menunggu jadwal wisuda saja.


" Kamu masih kerja di butik?" Tanya raka saat nina menceritakan tentang pekerjaan nya.


" Masih mas, butik mbak melani sekarang semakin besar dan ramai bahkan sudah punya desaigner yang benar-benar bagus. Mbak melani itu baik banget mas, dia tidak ada sedikitpun membenci saya. Padahal dulu saat dia menjadi istri nya mas raka kita selalu menindas dan merendahkan nya. " Ucap nina mengingat masa lalu.


" Benar dek, melani benar-benar wanita yang baik. Mas hanya bisa berdoa semoga dia selalu bahagia dengan keluarga baru nya. Mas masih malu jika mengingat semua kesalahan mas, bahkan sepertinya mas tidak sanggup jika bertemu dengan melani" Seru raka menyesali semua perbuatan nya.


" Sudah lah jangan bahas masa lalu lagi, mbak melani sekarang sudah bahagia dengan suami nya dan anak nya. Anak nya sangat menggemaskan, oh iya mas, mas kapan mau menemui bapak?" Tanya nina mengalihkan topik pembicaraan mereka.


" Besok mas akan menemui bapak, kamu ikut ya dek?" Ucap raka.


Melani menganggukkan kepala nya tanda menyetujui ajakan sang kakak, dia juga sudah lama tidak bertemu dengan bapak minto.


Waktu pun semakin siang, Nina meminta izin untuk berangkat bekerja sedang kan Raka beristirahat di kontrakan nina, walaupun kontrakan nina tidak besar tapi dia memiliki dua kamar. Malam ini raka akan bermalam di kontrakan nina, tapi sebelum nya nina nanti akan meminta izin kepada ibu pemilik kontrakan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan fitnah.


********


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa tetap berikan LIKE, KOMEN, VOTE DAN KLIK FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA untuk novel AUTHOR ini ya kak ❤❤


DI TUNGGU RATE BINTANG 5 NYA JUGA KAK ❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2