
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Semenjak mira masuk penjara dan kini ada di rumah sakit jiwa, rumah tangga bimo dan nina aman dan bahagia tidak ada lagi benalu penganggu lagi. Nina juga saat ini sedang menjalani program hamil, bimo ingin mempunyai anak dari nina. Sekar tetaplah anak nya yang akan selalu nina dan bimo sayangi layak nya anak sendiri, karena sudah keputusan bimo dari awal ingin merawat dan membesarkan sekar.
" Kak, aku boleh main ke butik nya mbak melani ? aku kangen sama teman - teman ku di sana ?" Tanya nina meminta izin kepada suami nya.
" Boleh kok sayang, nanti biar di antar sopir saja ya. Sekar kamu tinggal saja di rumah sama mbak wati, aku tidak mau waktu mu bersama teman - teman mu terganggu karena sekar " Ucap bimo terdengar sangat bijaksana.
Bimo hanya ingin nina nyaman bersama teman - teman nya tanpa harus di repotkan oleh sekar, bagaimana pun nina juga butuh waktu untuk berkumpul dengan teman nya sekedar berbagi cerita atau melepas rindu.
" Tapi apa gak apa - apa kalau sekar tidak di ajak ? " ucep nina mencoba bertanya kembali.
" Iya tidak apa - apa sayang, kan ada mbak wati dan bik atun. Mereka juga akan menjaga sekar dengan baik, kamy juga kan butuh waktu untuk bersama teman - teman mu. Sudah tidak apa - apa nanti kamu pergi saja, aku berangkat ke kantor dulu ya " Ucap bimo lalu berpamitan untuk ke kantor sambil mencium kening nina dan pipi sekar.
Nina mengantar suami nya sampai depan rumah , setelah bimo berangkat nina mengajar sekar ke taman belakang karena sekar senang di ajak bermain di taman. Tidak sedikit pun nina membenci sekar, biarpun sekar anak dari seorang wanita yang hampir saja menghancurkan rumah tangga nya nina tetap menyayangi sekar sebagaimana anak kandung nya.
*******
" Duch nyonya bimo anggoro , angin apa yang membuat sang nyonya datang kemari. Apa nyonya bimo mau bekerja lagi di butik ini " Seru putri dengan nada menggoda nina.
Nina langsung menghampiri putri lalu memukul punggung putri cukup kuat hingga putri mengaduh kesakitan.
" Sakit nyonya " Seru putri dengan senyum mengejek.
" Sekali lagi kamu manggil aku seperti itu akan aku buat kamu menyesal Nona Putri jelita !! Aku bisa menyingkirkan mu dari butik ini sekali libas langsung beres" Ucap nina lalu tertawa lebar.
__ADS_1
Bagi yang tidak tahu kedekatan nina dan putri pasti akan menyangka jika mereka sedang berantem. Tapi bagi teman - teman butik nya hal itu sudah biasa , bagi mereka itu sudah makanan sehari - hari.
" Aduch " Teriak nina menjerit karena putri mencubit pinggang nina.
" Rasain kamu, oh iya tumben kamu kesini ? mau main atau mau belanja, disini bukan tempat orang main kalau datang kesini di wajibkan harus belanja ini peraturan baru khusus untuk kamu " Ucap putri sambil mengedipkan mata nya.
" Itu gampang kamu kan tahu uang suami ku itu banyak jadi bisa aku pakai sesuka hati ku. Hahaa... oh iya ini aku bawakan es boba untuk kalian. Sengaja aku datang saat mendekati jam istirahat biar bisa ngobrol lama sama kalian semua" Ucap nina sambil menyerahkan es boba yang dia bawa kepada putri.
Putri dan teman - teman nya sangat senang karena nina tetaplah nina yang dulu, yang ramah , baik dan humbel. Biarpun sudah menikah dengan pria kaya tidak merubah sifat baik nina.
" Kak Jesi....... !!! " Teriak nina memanggil jesi yang baru saja keluar dari ruangan nya.
Jesi berjalan menghampiri nini dan menyalami nina, tidak lagi memeluk nina seperti dulu lagi. Nina mulai merasakan ada perubahan pada diri jesi, dari segi penampilan dan wajah pun tidak di mek up lagi.
" Ini kak jesi kan ? " tanya nina sambil melihat jesi dari atas sampai bawah.
Nina yang baru saja melihat perubahan jesi nampak terkejut sampai dia melangkah mundur dengan pandangan tetap mengarah ke jesi.
" Kak Jesi, kakak sudah berubah jadi laki - laki ? Bukan wanita jadi - jadian lagi ?" Tanya nina dan di sambut tawa oleh teman yang lain nya.
Begitu bar - bar nya pertanyaan nina, beruntung jesi tidak marah karena dia menyadari memang seperti ucspan nina lah penampilan nya dulu.
" Iya ini aku yang sekarang Nin, inilah aku yang sebenar nya dan satu lagi jangan panggil aku jesi tapi panggil aku mario. Karena jesi yang dulu sudah mati dan berganti menjadi mario. Paham kan " Ucap jesi serius.
" Sipp .. aku paham banget kak, nah yang begini ini penampilan yang sempurna. Ternyata kakak itu ganteng juga ya, coba dari dulu kakak seperti ini pasti aku akan naksir kakak. Tapi suami ku yang sekarang juga ganteng tidak kalah ganteng dari kak jes.. eh kak mario" Ucap nina sambil nyengir kuda.
__ADS_1
" Dasar gadis bar - bar " Ucap jesi sambil mencubit hidung nina.
" Aku bukan lagi gadis kak, aku sudah menikah loh. Aku tidak mau di sebut gadis karena aku sudah tidak gafus lagi. Kegadisan ku sudah aku serah kan kepada suami ku tercinta " Ucap nina dengan bahasa bar - bar nya.
"Ciieee...Cieeee yang sudah tidak gadis lagi, bagaimana rasa nya ? pasti bikin merem - melek " Seru putri.
Dan di sambut tawa dari semua yang ada di dalam ruangan. Wajah nina memerah menahan malu bukan malu karena di ledekin teman nya tapi nina mengingat malam pertama nya dengan bimo, jika ingat kejadian malam pertama nya nina akan malu sendiri.
Mereka makan siang sambil bercanda suasana terlihat sangat ramai. Jesi pun ikut makan siang bersama karyawan yang lain nya, walaupun posisi jesi di butik lebih tinggi itu semua tidak membuat jesi jumawa atau sombong. Setiap makan siang jesi akan mengusahakan makan siang dengan yang lain nya, kecuali jika ada kesibukan lain jesi akan makan di ruangan nya.
" Kabar mantan istri suami mu itu bagaimana Nin ? Maaf tidak bermaksud untuk kepo , tapi nyata nya aku memang kepo " Ucap Jesi dengan senyum jahil nya.
" Dia sekarang ada di rumah sakit jiwa kak, sebenarnya aku kasihan dengan nya kak. Tapi mau bagaimana lagi, semua itu akibat ulah nya sendiri. Dia gila juga karena obsesi nya yang tidak kesampaian, walaupun begitu aku dan suami ku masih mengusahakan yang terbaik untuk nya. Kami masih mengupayakan kesembuhan nya, bagaimana pun dia ibu kandung sekar " Nina berbicara dengan serius dan teman - teman nya hanya menyimak saja.
" Semoga mira segera sembuh dan bisa berubah menjadi manusia yang lebih baik. " Ucap jesi.
" Aamiin " Jawab semua nya serempak.
Selesai makan mereka semua pun melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di mushola yang ada di bangunan belakang butik. Setelah sholat mereka semua membuka butik kembali dan mulai bekerja di posisi nya masing - masing.
Butik setiap jam istirahat memang di tutup selama 1 jam untuk makan dan sholat. Hanya ada satpam yang akan menjaga di luar pintu butik.
*******
Note: Berikan dukungan untuk karya Author ya kak. Like, komen, vote, favorite serta berikan hadiah dan rating bintang 5 nya ❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤