
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Acara sudah selesai dan semua keluarga dan kerabat sudah pulang dari sore tadi. Besok malam mereka akan kembali lagi untuk menghadiri resepsi pernikahan di hotel. Kedua orang tua nina sudah istirahat di kamar nya dan Raka sedang keluar mengantarkan Winda pulang.
Winda tadi datang terlambat karena terkena macet di perjalanan, dia datang langsung dari luar kota tempat nya bekerja. Tapi dia masih sempat bertemu dengan melani dan yang lain nya.
Bimo dan nina juga sudah ada di dalam kamar, bimo sudah berbaring di ranjang sedangkan nina sedang menyisir rambut nya di depan cermin rias nya.
" Kenapa si kak kok dari tadi ngelihatin aku terus ? apa ada yang salah dengan wajah ku atau tubuh ku ?" Tanya nina tetap menyisir rambut nya sambil melihat bimo lewat pantulan cermin.
" Tidak ada apa - apa kok sayang, kamu cantik banget. Sudah malam yuk kita tidur " Ucap bimo mencari alasan mengajak tidur padahal dalam kepala nya penuh siasat untuk malam pertama.
Nina pun selesai minyisir rambut nya dan meletakkan sisir di atas meja rias lalu menghampiri bimo yang sudah mulai mode on.
" Yakin mau langsung tidur ?"Tanya nina mulai menggoda bimo dengan berbicara tepat di telinga bimo, membuat bimo semakin mode on seratus persen namun bimo tetap pura - pura jual tenang.
" Jangan menggoda ku sayang, kalau sampai kita main malam ini bisa di pastikan besok pagi kamu tidak akan bisa bangun, bangun mu pasti siang bolong " Ucap bimo dengan suara yang mulai serak karena menahan sesuatu yang mulai panas dalam tubuh nya.
Nina semakin berani menggoda bimo, dia mulai melepas piyama jubah nya yang sedari tadi dia pakai. Mata bimo melotot saat melihat tubuh seksi istri nya hanya terbalut lingeri merah menyala yang sangat transparan.
* Aku sudah seperti wanita nakal saja, tapi kak bimo kan suami ku jadi tidak salah kalau aku bersikap agresif , sah - sah saja kan ?* Gumam nina dalam hati nya.
Tanpa menunggu lama bimo langsung membalikkan keadaan dengan nina yang tidur di atas kasur. Mata bimo menelisik setiap inci tubuh nina dengan mata penuh hasrat.
" Kamu duluan yang menggoda ku sayang, jadi jangan salahkan aku kalau malam ini kamu harus lembur. Kamu seksi sekali sayang, bisa saja kamu menggoda ku. " Ucap bimo.
" Lakukanlah kak , aku seutuh nya sudah menjadi hak milik mu " Ucap nina lembut.
Bimo menyambut tawaran nina dengan senang hati dan tak menyia-nyiakan kesempatan lagi. Bimo mulai melancarkan aksi nya, namun tiba - tiba nina menghentikan kegiatan bimo.
" Tunggu kak " Ucap nina tiba - tiba mengagetkan bimo.
" Aa..apa sayang " Jawab bimo dengan suara parau karena sudah tidak tahan lagi.
" Pelan - pelan ya kak, aku takut sobek dan sakit karena itumu besar" Ucap nina sambil menunjuk sesuatu yang sudah tegak berdiri.
__ADS_1
" Iya sayang, sakit sebentar saja kok tapi lama - lama akan enak dan pasti kamu minta nambah " Ucap bimo menyakinkan nina.
Nina mengangguk dan pasrah, bimo pun mulai melancarkan aksi nya. Dia melakukan dengan pelan dan lembut, dia tidak mau menyakiti nina karena ini baru yang pertama bagi nina. Akhirnya sepasang pengantin baru itupun melakukan olah raga malam hingga dua jam sampai peluh membanjiri tubuh mereka.
*****
Hari pun sudah berganti, bukan pagi lagi tapi pagi menjelang siang. Matahari sudah mulai meninggi dan cahaya nya masuk kedalam kamar melalui celah ventilasi udara. Sepasang pengantin itu terbangun akibat silau nya cahaya yang masuk mengenai wajah mereka.
Nina mulai bangun dan meregangkan otot - otot nya, badan nya benar - benar terasa seperti habis di pukuli orang sekampung. Tenaga suami nya benar - benar luar biasa kalau nina tidak meminta berhenti sudah pasti bimo akan bermain sampai pagi.
" Sudah jam berapa ini ? aku harus bangun dan menyiapkan sarapan untuk suami ku, karena sekarang aku sudah menikah jadi aku harus bangun pagi" Ucap nina sambil memandangi wajah bimo yang masih terlelap tidur.
" Wajah nya terlihat lelah sekali, biarkan saja dulu lah kebih baik aku mandi dan kedapur bikin sarapan. Ngomong - ngomong ini sudah jam berapa ya ?" Ucap nina lalu melihat jam yang menempel di dinding kamar nya.
" Hahh sudah jam 11 !!" Teriak nina terkejut saat mengwtahui sudah pukul sebelas siang.
Mendengar teriakan nina, bimo pun akhirnya terbangun dan langsung duduk sambil mengucek mata nya. Kesadaran bimo belum sepenuh nya terkumpul, dia sendiri kaget saat melihat nina ada di atas kasur nya dan bimo langsung membuka selimut nya yang tetnyata dia tidak mengenakan apa - apa.
" Kenapa kamu bisa ada disini? dan kenapa aku tidur dengan tidak memakai baju?" tanya bimo yang lupa jika dirinya sudah menikah dengan nina.
" Benar - benar kamu kak, sudahlah sekarang aky mau mandi karena sudah jam sebelas siang pasti bapak dan yang lain nya menertawakan kita. Aduh aku malu banget ini, aku duluan yang mandi " Ucap nina sambil lari ke kamar mandi dengan keadaan polos.
" Huh dasar bimo kenapa kamu bisa lupa kalau sekaerng kamu dan nina itu sudah menikah. Beginilah kalau terbiasa menduda, sampai sudah menikah saja lupa. Benar - benar pikun" Gumam bimo pada diri nya sendir.
Setelah lima menit nina keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kecil membuat bimo menelan saliva nya sendiri.
" Sudah jangan ngelihatin seperti itu, aku tahu apa yang ada difikiran mu itu kak. Sekarang cepat mandi, ini sudah siang. Kita juga harus siap - siap buat acara nanti malam" Ucap nina sambil mencari baju ganti lalu ganti baju tepat di depan bimo membuat bimo semakin kalang kabut karena kepala nya sudah mulai sakit akibat menahan sesuatu.
" Ini pakaian ganti kak bimo sudah saya siapkan, srkatabg mandi. Aku keluat kamat duluan ya?" Ucap nina lalu keluar dari kamar.
Setelah nina keluar kamar bimo pun langsung masuk kamar mandi sambil menggerutu.
" Shiittt... Sepertinya dia sengaja membuat ku tersiksa begini. Masak iya aku harus solo " Gerutu bimo.
Nina yang ada di luar kamar pun tertawa puas sudah bisa mengerjai suami nya, sudah di pastikan suami nya saat ini sedang menggerutu dan sabun sebagai teman main nya.
__ADS_1
" Sorry ya kak , waktu nya sudah siang jadi tidak bisa main dulu " Seru nina lalu berjalan menuju dapur untuk membuatkan makan siang bimo.
Saat sampai dapur dilihat nya mak imah sedang menyiapkan makan siang. Nina jadi tidak enak karena bangun kesiangan dan tidak membantu memasak.
" Ehh pengantin baru sudah bangun " Seru mak imah dengan senyum penuh kasih sayang nya.
" Maaf ya mak, nina bangun nya kesiangan. Soalnya capek banget karena acara kemarin " Seru nina sedikit berbohong. Padahal bangun kesiangan karena capek berolah raga dengan bimo.
" Sudah tidak apa - apa nama nya juga pengantin baru jadi mak bisa maklum. Sekarang kamu panggil suami kamu biar dia makan dulu , kasihan kan sudah jam segini belum makan apa -apa . Sebentar lagi kita harus berangkat ke tempat resepsi, nanti kita istirahat di hotel saja. " Ucap mak imah dengan sangat lembut.
" Kak bimo sedang mandi kok mak, sebentar lagi pasti keluar. Tadi nina sudah meminta nya kalau sudah selesai mandi langsung keluar dan makan. Kita sekalian makan siang saja ya mak, nina panggil mas raka sama bapak dulu, mereka sepertinya ada di halaman belakang " Ucap nina yang tadi memang melihat raka dan bapaknya ada di halaman belakang, suara nya juga terdengar sampai dapur.
Nina pun memanggil raka dan pak minto untuk makan siang, setelah memanggil raka dan pak minto nina hendak memanggil bimo namun bimo sudah terlihat keluar dari kamar.
" Maaf ya nak bimo makanan nya hanya seperti ini, menu sederhana saja. " Ucap mak imah saat semua sudah berkumpul.
" Tidak apa - apa bu , ini juga sudah banyak kok bu. Bimo tidak pilih - pilih makanan bu, apalagi ini ada tumis kangkung sama sambal cumi balado . Ini makanan favorite bimo, hampir tiap hari bimo mintak mama masakin tumis kangkung" Ucap bimo yang mulai merasa akrab dengan keluarga baru nya.
" Iya mak kak bimo memang tidak memilih makanan, cuma satu makanan yang dia tidak mau, jengkol " ucap nina memberitahu makanan yang tidak bimo sukai.
" Padahal jengkol itu makanan terenak , kenapa bisa kamu tidak suka ? " Tanya raka ingin tahu alasan bimo tidak menyukai jengkol.
" Kita makan dulu saja, nanti keburu siang karena kita mau pergi ketempat acara resepsi. Nanti ceritakan saat di mobil ya bim, bapak juga ingin tahu kenapa kamu tidak suka jengkol?" Ucap bapak yang dirinya juga ingin tahu alasan bimo.
Bimo pun hanya mengngguk,setelah itu mereka semua makan siang dengan tidak ada yang bersuara. Hanya terdengar dentingan sendok dan piring yang saling beradu.
Swtelah makan siang mereka pun bersiap - siap untul pergi ke hotel dimana di adakan nya resepsi pernikahan bimo dan nina. Namun sebelum berangkat ke hotel mereka melaksanakan sholat dzuhur berjamaah terlebih dahulu.
*****
Akhirnya babang bimo bisa buka puasa juga ❤❤❤
DISNINI AUTHOR TIDAK MEMBAHAS DENGAN DETAIL SOAL AGAMA ATAU IBADAH PARA TOKOH DALAM NOVEL,KARENA KALAU SUDAH MENYANGKUT SOAL IBADAH ITU SANGAT RISKAN AUTHOR TAKUT SALAH SAJA.❤❤
JADI AUTHOR TIDAK MENJELASKAN SECARA MENDETAIL, AUTHOR BELUM SIAP BIKIN CERITA YANG RELIGIUS 🙏❤
__ADS_1
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤