
Setiap kehidupan itu ada pasang surut nya,kebahagian , serta masalah pasti datang silih berganti. Apa yang kita tanam itu juga yang akan kita petik.
*******
Semua keluarga Hendra sudah bersiap berangkat ke desa tempat orang tua melani tinggal. Hendra juga tidak lupa mengajak Pak de yono dan istri nya , bude karsi.
Tepat jam 7 pagi keluarga hendra berangkat dari kediaman nya. Dengan mengendarai 2 mobil, mobil Hendra dan mobil pak de yono.
Sebelum nya Hendra sudah memberitahu pak de nya siapa melani yang sebenar nya. Agar nanti saat berada di rumah orang tua melani, pak de tidak kaget lagi. Hendra tahu pasti pak de nya mengenal sosok Rahmat Admaja.
" Sudah jauh kah rumah calon mertua mu Ndra?" tanya bu marni yang sudah tidak sabaran lagi.
" Sebentar lagi bu, habis jalan di ujung sana sudah memasuki desa anggrek" Jawab Hendra menjelaskan.
"Cari istri kok orang desa si Ndra, mana rumah nya jauh begini. Ibu capek duduk terlalu lama di mobil" Keluh ibu marni dengan muka cemberut nya.
" Kamu kalau tidak bisa diam saya turun kan di sini Mar!! Tak sadar apa dirimu juga berasal dari desa!!" Ancam pak de yono akhirnya ikut buka suara.
Ibu marni terpaksa diam, ternyata ancaman pak de membuat dia takut juga. Ibu marni memang takut dengan pak de yono, karena dulu dia pernah ingin di masukan penjara oleh pak de yono karena gara-gara menyakiti Hendra saat umur hendra 7 tahun, saat itu hendra di kurung di gudang selama 2 hari tanpa sepengetahuan Ayah hendra. Dulu masih ada ayah nya Hendra jadi ibu marni tidak takut, tapi sekarang ayah hendra sudah tidak ada ibu marni mulai takut.
" Tau gitu tadi aku ikut mobil nya yang di kendarai dimas saja" Gerutu ibu marni dalam hati.
" Kalau kamu menyesal ikut mobil ku kamu boleh turun sekarang Mar" Ucap pak de yono seakan tahu isi hati ibu marni.
" Ehh gak kok mas" Jawab ibu marni heran kenapa pak de yono bisa mengetahui isi hati nya.
Istri pak de yono dan hendra hanya tersenyum melihat kelakuan ibu marni dan pak de yono. Mereka kalau bertemu pasti ada saja yang bikin ribut, sudah pasti ibu marni yang cari perkara terlebih dahulu.
Akhirnya keluarga Hendra sampai di desa Anggrek dan sudah berada di depan rumah Melani. Keluarga melani menyambut kedatangan keluarga hendra di depan rumah.
Pak minto pun ikut menyambut kedatangan keluarga calon suami melani.
" Rumah nya lumayan juga bu, tidak reot seperti yang kita fikirkan" Bisik dimas saat sudah turun dari mobil.
" Helehh mungkin juga ini bantuan dari pemerintah, walaupun rumah nya bagus tetap saja orang kampung" Jawab ibu lasmini pelan.
Ehheemmm .... Ehhemmm
Pak de yono berdehem untuk menghentikan kasak kusuk Ibu marni dan Dimas.
__ADS_1
" Assalamualaikum" Sapa dari rombongan hendra.
" Waalaikumsalam" Balas dari keluarga Melani.
" Mari silahkan masuk pak bu, maaf rumah di kampung ya seperti ini. Tidak besar seperti rumah-rumah di kota" Ucap Ayah melani merendah diri.
" Jangan begitu pak, rumah ini sudah cukup nyaman. Sejuk dan asri" Jawab pak de yono dengan senyum ramah nya.
Dimas, ibu marni dan Hasni serta Aina hanya diam saja menyimak obrolan singkat dari ayah melani dan pak de yono.
Tidak lama kemudian muncul Melani dan Nina dari dalam membawa minuman dan berbagai kue untuk di hidang kan.
Melani sengaja mengajak Nina, dia sekalian ingin mempertemukan Nina dan Ayah nya. Alhamdulillah istri baru pak minto,emak imah pun menyambut kedatangan Nina dengan bahagia.
*****
Setelah beramah tamah dengan tuan rumah, pak de yono mengutarakan maksut kedatangan nya menemui keluarga melani.
" Pak rahmat dan keluarga melani yang lain, kedatangan kami kesini memang di sengaja. Ada maksud dan tujuan kami yang memang ingin melamar melani untuk anak kami Hendra. " Ucap pak de yono mulai berbicara serius.
" Terimakasih pak yono sekeluarga sudah datang ke kediaman kami. Sebelum nya saya sebagai ayah melani sudah memberitahu nak hendra soal status melani, apakah keluarga nak hendra sudah tahu status melani?" Tanya pak admaja memastikan.
" Maaf pak rahmat, kami semua sudah tahu status melani dan kami tidak mempermasalahkan tentang status. Semua kembali lagi sama mereka ber dua yang menjalani." Jawab pak de yono.
" Kata siapa semua meneri...." Belum sempat ibu lasmini menyelesaikan pembicaraan nya. Bude Karsi sudah mencubit pinggang ibu marni.
" Mar, biarkan mas yono yang berbicara kau diam saja" Ucap bude karsih.
Ibu marni memang benar-benar tidak tahu malu , mau bikin rusuh di rumah orang. Pak de yono terdiam sambil meristighfar dalam hati melihat kelakuan ibu tiri Hendra.
" Baiklah saya lanjutkan lagi , apa lamaran kami di terima?" tanya pak de yono.
" Semua saya kembalikan kepada Melani, bagaimana mel apa kamu menerima lamaran Hendra. Dan kamu pun sudah tahu siapa hendra dan bagaimana keluarga nya, Ayah harap keputusan mu adalah yang terbaik untuk mu. Ayah hanya ingin kamu bahagia hingga tua" Ucap Ayah melani sedikit sedih.
Hendra yang mendengar jawaban dari ayah melani, muka nya nampak pucat. Dia tahu apa maksud dari perkataan ayah melani. Dia pun takut melani akan berubah pikiran.
" Bismillah... Ayah , Ibu.. Insya Allah aku percaya dengan mas Hendra. Bagaimana pun dia dan keluarga nya melani sudah siap. Melani menerima lamaran mas hendra" Jawab melani dengan yakin.
" Alhamdulillah" Seru semua yang ada di ruangan itu, kecuali ibu marni, dimas dan hasni.
__ADS_1
Mereka bertiga nampak cemberut dan bertanya-tanya apa maksud ayah melani dan melani bicara soal keluarga hendra.
" Bu, maksud mereka apaan si? Kok bicara bawa-bawa nama keluarga kita" Bisik dimas.
" Sudah diam dulu lah, kita bahas nanti di rumah. Jangan disini lihat itu mata pak de mu sudah seperti mau copot karena melotot ke arah sini terus" Ucap ibu marni sambil melirik ke arah pak de yono.
Lamaran hendra pun di terima melani, kini keluarga sedang menentukan tanggal pernikahan yang cocok . Pernikahan melani di tentukan 2 bulan lagi, mereka akan menikah di bulan Juni. Bulan dimana melani di lahirkan, dan tanggal nya pun di tetapkan pas dengan melani ulang tahun.
Setelah semua pembahasan selesai mereka semua makan siang. Dimas dan Hasni heran melihat menu makanan yang begitu banyak dan lezat-lezat.
" Bu, lihat menu makanan nya enak - enak dan banyak macam nya. Pasti mereka menghabiskan uang banyak untuk membuat masakan ini" Bisik hasni di telinga ibu nya.
" Mungkin juga ini uang dari hendra, mengandalkan melani dan keluarga nya mana ada mereka uang. Rumah saja ini mungkin dari bantuan pemerintah" Jawab ibu lasmini dengan pelan.
" Ayok semua nya makan, jangan malu-malu. Kami sengaja memasak ini semua untuk menyambut tamu dari kota" Seru ibu nya melani sambil tersenyum ramah.
" Iya bu terima kasih" Jawab aina dengan sopan.
" Terimakasih loh jeng sudah repot-repot masak seperti ini" Ucap bude karsi.
Mereka semua makan bersama-sama, Aina dan melani serta Nina memilih makan di ruang keluarga karena meja makan sudah penuh dengan para orang tua.
" Jadi pak minto dan nina ini keluarga dari mantan suami kamu ya mel?" Tanya aina saat sedang makan.
" Iya mbak, pak minto itu orang baik beliau benar-benar tulus menyayangi melani. Emak imah tadi itu istri baru pak minto, mereka sekarang tinggal di sini dan punya usaha toko pertanian yang cukup besar. Nah kalau nina si gadis cantik ini adik nya mantan suami ku, saat ini sedang kuliah di kota" Jawab melani dengan menjelaskan secara detail agar tidak ada salah paham.
" Bagus dong Mel, tetap jaga silahturahmi" Jawab Aina sebelum menyuapkan sendok ke mulut nya.
" Iya mbak, mbak melani ini orang yang baik dia selalu merendah. Aku bahagia jika mbak melani bahagia, semoga mas hendra bisa membahagiakan mbak melani." Ucap nina penuh harap.
" Aamiin" Jawab Melani dan Aina serempak.
******
Alhamdulillah sudah up bab baru lagi, semoga kalian suka dengan karya ku.
Jangan lupa berikan, Like Komen Vote dan dukungan nya ya kak.
Terimakasih 🙏🙏
__ADS_1