
Wajah Dimas terlihat kusut saat keluar dari ruang mesin ATM, dimas baru saja mengecek saldo Atm nya. Saldo di ATM dimas sudah tidak sebanyak dulu lagi. Uang itu habis untuk membelikan barang-barang mewah Vera.
" Saldo ku tinggal 100 juta. Aku harus berhemat dengan sisa uang itu, tidak perlu beli barang-barang mewah dulu aku harus membicarakan ini dengan Vera. Sepertinya uang 100 juta ini cukup untuk beberapa bulan kedepan, buat biaya lahiran dan beli keperluan bayi juga" Seru dimas bicara sendiri.
" Aku yakin sebentar lagi aku bisa menguasai keuangan cafe lagi. Kalau aku mengancam akan menceraikan Aina pasti dia ketakutan, Aina kan terlalu mencintai ku dan tidak mau kehilangan aku" Seru dimas tersenyum jahat.
Tanpa dimas sadari jika saat ini Aina sudah mengurus proses perceraian nya. Dimas tinggal menunggu surat panggilan dari pengadilan Agama. Sepandai-pandai nya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga, itulah yang pantas menggambarkan diri dimas saat ini.
" Jika Aina tidak luluh juga aku akan mengambil surat-surat penting. Surat Cafe dan rumah akan aku gadaikan saja, dengan begitu aku akan mendapatkan banyak uang dan bisa menghidupi Vera dengan mewah. Vera sayang aku benar-benar sangat mencintai mu, apa pun akan aku lakukkan untuk membahagiakan mu" Dimas bermonolok dengan diri nya sendiri.
Tanpa terasa mobil dimas sudah sampai di rumah sewa yang di tempati oleh Vera. Vera menyambut kedatangan dimas dengan senyum bahagia, sudah dua hari dimas tidak mengunjungi nya.
" Mas akhirnya kamu pulang juga, aku kangen mas" Seru Vera manja dengan memeluk Dimas yang baru saja membuka pintu.
" Mas juga kangen sayang, maaf ya dua hari ini mas sibuk di cafe. Mas juga ada urusab dengan Aina, bagaimana pun dia istri mas. Mas tidak mau dia mengetahui soal hubungan kita ini, jadi mulai sekarang aku bagi waktu untuk dia juga. " Ujar dimas yang di tanggapin cemberut oleh Vera. Karena Vera tidak mau jika dimas terlalu dekat dengan istri pertama nya.
" Tapi mas, aku kan masih hamil jadi butuh banyak perhatian dari kamu. " Sungut Vera dengan cemberut nya.
" Iya sayang, nanti aku cuma dua hari saja bersama Aina sisa nya ya buat kamu istri ku tersayang" Ucap dimas tersenyum menggoda.
" Benar ya mas. Dan aku juga tidak mau mas melakukan hubungan suami istri sama istri pertama mu itu. Pokok nya boleh nya hanya sama aku, ini permintaan calon anak kita mas. Dia tidak mau ayah membagi kasih sayang kepada wanita lain" Ucap Vera beralasan sambil mengusap perut0bb nya yang sudah mulai terlihat membuncit.
Dimas tidak bisa menjawab apa yang Vera inginkan, mustahil jika suami istri tidak melakukan hubungan itu. Apalagi Aina adalah wanita yang juga dimas cintai, cinta pertama nya.
" Iya sayang" Jawab dimas mengiyakan ucapan Vera, padahal dalam hati nya menyangkal ucapan nya itu.
" Mas si bayi nya kangen sama ayah nya, dia mintak di tengokin sama ayah nya" Seru Vera dengan suara manja nya.
Dimas tahu apa maksud dari ucapan Vera, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan, sudah dua hari juga dia tidak merasakan indah nya surga dunia. Selama dua hari menginap di rumah Aina, Aina sama sekali tidak mau di sentuh nya.
__ADS_1
" Dengan senang hati" Jawab dimas cepat dan langsung menyambar bibir Vera dengan rakus nya.
Akhir nya mereka pun melakukan olah raga seperti biasa di sofa ruang tamu. Mereka tidak perduli jika ada tetangga yang mendengar suara-suara keramat mereka. Mereka seperti sudah tidak punya malu lagi.
Cukup lama mereka melakukan nya dengan berbagai macam gaya, Mereka seakan tak pernah puas dengan apa yang sudah mereka lakukan.
" Mas aku minta uang dong" Seru Vera saat mereka menyudahi olah raga nya.
" Buat apa lagi sayang?" Tanya dimas yang masih nampak lemas.
" Buat beli kalung berlian mas, kan sampai sekarang mas belum memberi ku uang " jawab vera sambil cemberut.
" Beli kalung perhiasan nya di tunda dulu ya sayang, kita kan butuh untuk beli keperluan anak kita dulu buat biaya kamu melahirkan. Kamu tahu kan mas baru beli rumah dan mobil. Perhiasan kamu juga sudah banyak, mas lagi butuh banyak modal" Ucap dimas dengan berbohong. Rumah dan mobil dari sewa dan kredit tapi dimas bilang beli kas.
" Baiklah, nanti kalau usaha cafe cabang nya sudah berjalan jangan lupa belikan aku perhiasan lagi" Ucap Vera dengan manja.
Dimas membersihkan dirinya lalu memesan makanan lewat aplikasi online. Vera memang tidak pernah memasak untuk makan sehari-hari selalu order lewat aplikasi, tetapi dimas sama sekali tidak masalah selagi Vera senang apa pun akan dia lakukan.
******
Sementara itu kebersamaan Melani dan Hendra semakin hangat dan romantis. Mereka sebentar lagi akan menjadi orang tua, kelahiran Baby H sangat di tunggu-tunggu oleh hendra dan melani.
Hendra memanggil bayi dalam kandungan melani dengan sebutan baby H.
" Sayang kamu mau makan sesuatu tidak? Biar mas masakin?" Tanya hendra saat sedang bersantai di ruang keluarga.
" Emmh apa ya mas." Melani nampak sedang berfikir.
" Aku sepertinya tidak ingin makan apa-apa mas, aku masih kenyang. Setengah jam yang lalu aku kan baru makan mas" Ucap melani.
__ADS_1
" Kata teman-teman ku itu waktu istrinya hamil sering minta atau ngidam yang aneh-aneh. Istri nya Deni katanya pernah jam 2 malam minta bakso gerobakan, terus istri nya robby pernah mintak robby manjat pohon kelapa untuk ngambil kelapa muda. Kok kamu biasa si Yank" Ucap hendra heran.
Melani mengernyitkan kening nya lalu tertawa mendengar ucapan hendra. Melani tidak menyangka jika suami nya ini begitu banyak belajar soal ibu hamil.
" Mas orang hamil itu ngidam nya beda-beda mas. Entah aku sendiri seperti nya tidak ngidam yang aneh-aneh. Anak ini seperti nya mengerti jika papa dan mama nya sibuk terus jadi tidak rewel" Ucap melani sambil terkekeh.
Hendra memeluk melani dengan penuh kasih sayang, dia bahagia sekali bisa menikahi wanita sebaik dan setegar melani.
" Terimakasih sayang" Ucap hendra sambil mencium pucuk kepala Melani.
" Mas.. mas coba pegang perut ku mas, dia menendang mas" Ucap melani tiba-tiba.
Hendra langsung meletakkan telapak tangan nya di perut buncit melani.
" Iya sayang, dia menendang-nendang seperti nya jagoan papa sedang main bola. Sayang nendang nya jangan kuat-kuat ya, nanti kalau kamu sudah lahir kita main bola sama-sama. " Ucap hendra mengajak bicara yang masih dalam kandungan melani.
" Dia sepertinya sudah tidak sabar ingin keluar sayang" Seru hendra.
" Masih dua bulan lagi mas. Sayang kamu sehat-sehat ya di perut mama. Disini papa sama mama menunggu kelahiran mu." Gantian melani mengajak bicara sang bayi yang masih dalam kandungan.
Hendra menempelkan telinganya di perut melani, dia mendengarkan tendangan sang bayi yang semakin sering. Tangan hendra pun mengusap-usap perut melani, dan lama-lama sang bayi berhenti menendang.
Mungkin dede bayi nya sudah capek main bola dalam perut mama melani, sekarang dede bayi nya sedang istirahat.
*****
Authour hari ini sudah up tiga bab ya kak, mohon dukungan nya untuk karya Authour. Tinggalkan LIKE KOMEN VOTE dan Klik Favorite serta berikan Hadiah nya ya kak.
Terimakasih. Selamat membaca🙏😍❤
__ADS_1