Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Penyakit nabila


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Mobil mira sudah sampai di depan rumah nya dan mira langsung turun dan menghampiri om jos yang sudah sampai lebih dulu. Banyak hal yang ingin mira tanyakan langsung kepada om jos, terutama perihal kepemilikan aset yang selama ini om jos ceritakan.


Mira segera mengajak om jos masuk ke dalam rumah dan meminta nya duduk di sofa ruang utama. Sengaja tidak di dalam kamar karena jika di dalam kamar semua kata - kata yang sudah mira bisa hilang seketika. Om jos pasti akan langsung menerkam mira apalagi sudah dua hari tidak bertemu.


" Kamu kenapa sayang ? kok kelihatan nya sedang marah ? pasti kamu marah karena dua hari ini aku tidak pulang ya ? maaf kan suamu mu ini sayang, tapi jangan marah dong aku bawa hadiah untuk mu " Om jos bertanya beruntun dan satu pun belum di jawab.


Om jos mengambil sesuatu dalam kantong celana nya dan menyerahkan nya kepada mira. Mira menerima sebuah kotak kecil yang di berikan oleh om jos, dan mira pun langsung membuka nya.


Mata mira terbelalak lebar melihat sesuatu yang ada di dalam kotal kecil itu. Sebuah cincin bertahta berlian yang sangat indah ada di dalam kotak kecil itu, mira tersenyum bahagia dan dia pun langsung memakai cincin itu di jari manis nya.


" Kamu suka ?" Tanya om jos sambil merangkul pinggang mira dari samping.


" Suka ini indah banget, pasti ini mahal ?" Tanya mira masih fokus dengan cincin yang melingkar di jari manis nya.


" Kalau buat kamu semahal apa pun pasti akan aku berikan , yang penting kamu bahagia dan tidak marah karena aku telat pulang nya" ucap om jos.


Mira baru tersadar jika dia ingin menanyakan sesuatu dengan om jos. Mira mulai mengambil nafas berat dan mulai bicara serius.


" Om dapat darimana uang untuk membeli cincin berlian ini?" Tanya mira ingin tahu jawaban apa yang akan om jos berikan. Karena mira sudah tahu jika sebenarnya om jos sudah membohongi nya. Harta yang selama ini dia banggakan adalah harta mantan istri nya.


Kening om jos mengernyit saat mira menanyakan perihal cincin kepada nya. Om jos merasa aneh kenapa mira bisa bertanya seperti itu, apa mira tidak petcaya lagi dengan nya.


" Kenapa kamu tanya seperti itu? Sudah pasti aku dapatkan cincin itu beli di toko perhiasan dan aku beli menggunakan uang ku. Kok pertanyaan kamu aneh banget sih sayang " Seru om jos heran dengan memandang aneh ke arah mira.


" Uang darimana ? Sudah jangan bohong lagi, aku sudah tahu siapa kamu. Selama ini kamu itu sudah membohongi ku, harta yang kamu nikmati selama ini itu milik istri mu bahkan kamu tidak punya apa - apa. Barusan aku datang ke kantor mu untuk memberikan mu kejutan, tapi ternyata aku yang di kejutkan dengan kenyataan yang aku terima. Apa benar yang di katakan mantan istri mu itu Om ?" Tanya mira ingin tahu kebenaran nya langsung dari om jos.

__ADS_1


Om jos menghela nafas nya dengan berat, akhirnya semua kebohongan nya di ketahui mira juga. Tapi om jos tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan mira dengan sisa tabungan nya, karena dia benar - benar mencintai mira dan sudah candu dengan tubuh mira.


" Apa yang di ucapkan indah memang benar, tapi kamu jangan khawatir aku masih punya cukup tabungan untuk biaya hidup kita. Mira aku rela melepas istri ku demi bisa selalu bersama mu, aku benar - benar mencintaimu dan membutuhkan mu. Hanya kamu yang bisa memuaskan diri ku " Ucap om jos berterus terang, namun perihal uang tabungan om jos tetap berbohong karena dia sudah tidak ada tabungan. Uang yang dia pakai untuk membelikan mira cincin berlian itu uang dari hasil menipu.


Selama dua hari tidak pulang om jos ternyata memulai berbisnis dengan ke dua teman nya, sebuah bisnis investasi yang sangat menjanjikan. Namun akan berakibat fatal di suatu hari nanti.


" Aku tidak perduli kamu dapat uang darimana, yang aku mau kamu selalu ada uang. Kalau kamu tidak ada uang lebih baik kamu pergi dari sini, lagi pula kita juga cuma menikah siri jadi lebih gampang kita berpisah. Rumah ini juga sudah jadi milik ku " seru mira terlihat kesal karena sudah di bohongi.


" Tidak bisa begitu dong, rumah ini kan aku yang membeli nya. Awak nya kamu hanya menyewa nya tapi aku yang membeli nya untuk mu dan untuk kita tinggali bersama. Kamu jangan macam - macam dengan ku mira sayang, jangan sampai aku yang membuat mu menyesal telah mengacuhkan ku !!" Ucap om jos penuh penekanan. Dia juga bisa marah dengan mira, dia tidak terima jika mira mencoba menghianatinya apalagi om jos sudah meninggalkan istri dan kemewahan demi hidup dengan mira.


Mira terdiam dan mulai takut dengan ancaman om jos, ternyata om jos bisa marah dan wajah nya terlihat mengerikan seperti itu. Mira merinding melihat wajah om jos yang memerah seperti sedang menahan amarah nya.


******


Hari ini aina sudah mulai masuk bekerja di rumah sakit milik suami nya sendiri, sebagai seorang suami fadli hanya bisa mendukung istri nya karena pekerjaan sebagai dokter sudah menjadi cita - cita istri nya sejak dulu. Fadli tidak mau memaksakan keinginan nya untuk meminta aina berhenti bekerja.


Fadli sudah meminta pihak rumah sakit untuk mengatur jadwal praktek aina. Aina hanya mendapat jadwal praktek tiga hari dalam seminggu yaiti senin sampai rabu dan itu pun hanya sampai jam dua belas siang.


" Sayang nanti pulang nya mintak antar sopir rumah sakit ya, mas tidak bisa mengantarkan kamu pulang. Karena siang ini ada rapat dewan direksi rumah sakit, kamu tidak apa - apa kan pulang di antar supir ?" Ucap fadli sebelum mereka turun dari mobil.


Saat ini aina dan fadli sudah berada di parkiran rumah sakit, tepat nya parkiran khusus untuk dokter dan dewan petinggi rumah sakit.


" Iya mas tidak apa - apa, mas jangan lupa makan siang nya ya. Ya sudah yuk kita turun " Ajak aina yang sudah mau membuka pintu mobil tapi tangan nya di tahan oleh fadli.


" Ada apa lagi mas ?" Tanya aina dengan memiringkan kepala nya.


Fadli menunjuk pipi kanan dan kiri nya, aina tahu apa yang di inginkan suami nya. Aina pun mencium ke dua pipi suami nya, begitupun dengan fadli membalas dengan mencium kening sang istri dengan lembut. Setelah selesai mereka pun turun dan masuk ke ruang kerja nya masing - masing.

__ADS_1


" Nabila ?" Panggil aina yang mengenali wanita yang sedang duduk di kursi dekat ruang tunggu depan ruang praktek dokter tegar.


Dokter tegar adalah dokter spesialis kanker, aina heran kenapa nabila ada di depan ruang praktek dokter tegar. Aina curiga jika nabila menyembunyikan sesuatu.


" Aina ?" Jawab gugup nabila.


" Kamu ngapain di depan ruang praktek dokter tegar ? kamu sakit atau kamu sedang mengantarkan saudara atau teman ?" Tanya aina ingin tahu.


" Emhh... gak kok, gak ada. Memang dokter tegar ini dokter apa ?" Tanya nabila mencoba mencari alasan.


" Dokter tegar ini dokter spesialis kanker" Jawab aina pasti.


" Oh berarti saya salah ruangan, tadi saya mau ke dokter kandungan kenapa saya malah ke dokter tegar yang ini. Mungkin yang di maksud dokter tegar yang lain, saya yang salah ruangan " Ucap nabila mencoba berbohong dengan aina.


Aina tahu jika wanita di depan nya ini sedang berbohong, karena di rumah sakit ini tidak ada dokter kandungan dengan nama dokter tegar.


" Aku tahu kamu berbohong bil, di rumah sakit ini tidak ada dokter kandungan atas nama tegar. Kamu pasti menyembunyikan sesuatu dari ku, coba bicaralah jujur dengan ku bil aku janji akan merahasiakan semua nya " Ucao aina yang mencoba mencari tahu tentang kebenaran dari nabila.


Nabila tetap diam membisu, dia belum sanggup untuk berterus terang dengan aina. Selama ini dia menyimpan rapat - rapat tentang penyakit nya, bahkan ibu halimah pun dia tidak memberitahukan tentang penyakit nya.


" Baiklah saya tidak akan memaksa mu untuk bicara, maaf kalau aku sudah ikut campur dengan urusan mu bil. Oh iya aku mau ke ruangan ku dulu jadwal praktek sudah mau di mulai. Kalau kamu mau mencari teman bicara datanglah ke ruangan ku atau datang ke rumah ku. Saya tinggal dulu ya bil, semoga kamu lekas sembuh " Ucap aina lalu pergi meninggalkan nabila.


Nabila memandang kepergian aina dengan wajah seperti sedang menahan sakit. Sudah dua bulan terakhir ini nabila sering merasakan sakit di kepala nya, nabila tahu jika sakit itu karena penyakut yang di derita nya. Selama tiga tahun ini nabila sudah mengetahui jika dirinya menderita kanker otak stadium 2. Nabila merahasiakan semua nya dari keluarga nya, apalagi sekarang dia sedang mengandung dia tidak mau membuat orang di sekitar nya menghawatirkan diri nya.


*******


SEMOGA NABILA LEKAS SEMBUH DARI SAKIT NYA DAN BISA HIDUP BAHAGIA DENGAN DIMAS. ❤❤❤

__ADS_1


TETAP DUKUNG KARYA DARI AUTHOR YA KAK. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA ❤❤


TERIMAKASIH ❤❤❤


__ADS_2