
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Dimas semakin di sibukkan dengan urusan pernikahan nya, dua minggu lagi pernikahan dimas dan nabila akan di laksanakan. Walaupun acara di gelar di panti dimas tetap akan mengundang beberapa tetangga tempat dia tinggal sebagai tanda kekeluargaan dengan tetangga, tidak lupa Pak Rt dan beberapa tetangga dekat kontrakan nya dahulu pun akan dimas undang.
Mereka sudah dimas anggap sebagai keluarga sendiri, Pak Rt dan istri nya sangat bahagia saat mendengar kabar dimas akan menikah.
" Alhamdulillah akhirnya mas dimas menemukan jodoh nya, tama akan segera mempunyai ibu lagi " Ucap syukur ibu Rt saar dimas memberitahu jika dia akan menikah.
" Bapak doa kan semoga lancar sampai hari yang di tentukan" Tambah pak Rt.
" Aamiin, terimakasih Pak Bu" Jawab dimas sambil menganggukkan kepala nya.
Bu Rt pun menanyakan kedatangan Vera minggu lalu, karena ibu Rt juga merasa tidak enak hati karena dialah yang memberitahu alamat rumah orang tua dimas.
" Mas dimas maaf ya , waktu itu terpaksa memberitahu alamat rumah orang tua ku kepada mbak Vera. Ibu tidak tega, mbak vera sampai nangis-nangis. Tapi mbak vera tidak buat keributan kan?" Tanya ibu Rt.
" Tidak apa-apa bu, Vera hanya datang untuk menjenguk tama saja. Bagaimanapun dia tetap ibu kandung nya tama" Dimas tidak mempermasalahkan saat ibu Rt jujur jika dialah yang memberikan alamat.
" Iya waktu itu dia juga bilang kalau hanya ingin menjenguk Tama saja, dia juga datang bersama suaminya. Saya ikut senang melihat mbak vera sudah normal seperti biasa lagi" tambah ibu Rt lagi.
" Iya bu, vera datang dengan suami nya. " Ucap dimas.
Setelah urusan nya dengan pak Rt dan bu Rt selesai dimas pun izin pamit pulang.
******
Aina dan fadli makan siang di cafe milik Aina, karena aina sedang menginginkan nasi goreng buatan koki di cafe nya.
" Silahkan di makan kak" Ucap pelayan cafe menghidangkan makanan pesanan aina dan fadli.
" Terimakasih ya mbak" Jawab aina dengan ramah nya.
Walaupun dia sebagai pemilik cafe, dia tetap memperlakukan karyawan nya dengan baik. Tidak pernah sekalipun aina marah-marah jika ada kesalahan aina akan menegur nya nanti saat sudah selesai jam kerja dan itu pun tidak di depan para karyawan yang lain.
" Mas fadli mau nambah menu apa lagi?" Tanya aina.
__ADS_1
" Tidak usah sayang,mas cukup makan ini saja. Ini juga sudah banyak. Sekarang kamu kan sedang hamil jadi makan harus banyak, agar ibu dan bayi dalam kandungan sehat" Seru fadli.
" Iya mas, aku sekarang porsi makan nya sudah mulai banyak dan cepat lapar. Tadi sebelum ke sini aku sudah makan dua roti, ini sudah makan lagi" Seru aina dengan senyum mengembang di bibirnya.
Saat fadli dan aina sedang menikmati makanan nya, tiba-tiba mira datang dan duduk bergabung di meja tempat fadli dan aina makan.
" Hai aku boleh gabung kan?" Seru mira yang sudah duduk di samping fadli.
* Mira lagi.. mira lagi* Gumam aina dalam hati nya.
Aina menatap tajam mira yang sudah duduk di samping fadli, dia tidak akan membiarkan mira dekat-dekat dengan suami nya.
" Ngapain kamu duduk disini? Tempat lain kan masih ada yang kosong? " Tanya fadli yang heran dengan kedatangan mira secara tiba-tiba.
" Jangan gitu dong mas, kita harus biasakan dari sekarang makan bertiga seperti ini. Setelah kita rujuk kan kita akam tinggal bertiga, benar begitu kan ibu dokter Aina?" Ucap mira dengan percaya diri nya.
Aina hanya terdiam, dia ingin melihat sikap selanjut nya dari fadli. Dia bisa tegas dengan mira atau justru membiarkan mira tetap duduk di samping nya.
" Nah istri mu saja hanya diam saja, berarti dia tidak keberatan kalau aku duduk di sini. Oh iya dokter Aina, bagaimana tawaran saya tempo hari. Apa kamu sudah memikirkan jawaban nya, aku tahu pasti jawaban mu setuju kan?" Ucap mira semakin membuat aina geram dan ingin segera mungkin meninggalkan meja nya.
" Sekali lagi aku minta kamu pergi dari meja kami, kalau kamu mau makan itu ada meja kosong" Seru fadli sambil menunjuk meja kosong tidak jauh dari tempat nya duduk.
" Mas aku ingin dekat dengan mu, sudahlah mas jangan pura-pura. Aku tahu kamu itu masih sangat mencintai ku dan berharap segera rujuk kembali, sabar dulu ya mas setelah aku melahirkan aku akan minta cerai dari bimo lalu kita bisa segera rujuk." Ide gila mira membuat fadli meluapkan amarah nya.
Brakk
Fadli menggebrak meja dengan marah nya, sehingga banyak pasang mata yang beralih memandang ke arah meja fadli.
" Dasar gila , benar-benar wanita gila dan tidak waras. Ingat dulu kamu sendiri yang menghianati ku dengan berselingkuh dengan seorang pengusaha kaya. Hanya karena tidak bisa hidup serba pas-pasan kamu berkhianat, kamu itu wanita tidak tahu bersyukur. Berapa pun uang yang kau dapat pasti kau tidak akan puas, padahal aku sudah memberikan materi yang cukup untuk mu tapi masih saja kurang. Benar-benar tidak tahu malu, seujung kuku pun tidak ada rasa ku untuk mu, semua sudah mati pergi dengan penghisnatan mu. Jadi jangan bermimpi untuk bisa hidup bersama dengan ku lagi, aku sudah memiliki wanita yang jauh lebih baik dari mu !!! " Sentak fadli dengan lantang.
Para pengunjung cafe banyak yang berbisik-bisik membicarakan mira.
" Kenapa kamu jadi berubah seperti ini mas? Ohh aku tahu pasti ini karena pengaruh wanita miskin in." Ucap mira sambil tersenyum sinis ke arah aina.
" Jaga mulut busuk mu itu Mira !! Sekali lagi kamu menghina istri ku, aku pastikan mulut mu akan terdiam selama nya. Istri ku jauh 1000 kali lebi baik dari dirimu. !! " Ancam fadli penuh dengan penekanan. Namun sedikit pun Mira tidak merasa ketakutan.
__ADS_1
Aina tersenyum bahagia dan bangga saat suami nya membela dan memuji nya di depan mira .
" Apa telinga kamu itu tuli, mas fadli itu sudah punya istri dan tidak mengharapkan mu lagi. Jadi jangan coba-coba mengganggu rumah tangga kami. Sekarang saya minta lamu keluar dari sini, aku tidak mau melihat wajah mu berada di cafe ini lagi" Seru aina dengan penuh penekanan.
" Hahahaaa ... Kamu kira kamu siapa bisa mengusirku begitu saja dari cafe ini? Kamu pemilik cafe ini? Atau kamu pelayan cafe ini?" Tanya mirs dengan tawa merendahkan aina.
Tanpa menunggu lama Aina pun memanggil security yang berjaga di depan cafe.
" Pak satpam tolong usir wanita ini dari sini dan kalian lihat dan pastikan dengan benar-benar wajah wanita ini. Jika besok dia datang lagi kesini langsung usir saja, saya tidak mau pelanggan cafe ini terganggu dengan kehadiran nya" Seru aina kepada ke mira yang tetap tidak mau pergi.
" Kamu tidak akan bisa mengusir saya, karea cafe ini adalah milik sahabat saya.
Aina tersenyum sinia saat mira mengatakan jika cafe ini adalah milik sahabat nya, Sahabat yang mana?
" Ohh jadi ini punya sahabat kamu? Cepat panggil atau hubungi teman mu itu aku ingin berkenalan dengan nya" Ucap aina sambil terkekeh karena merasa geli dengan pengakuan mira.
Fadli pun tertawa saat mira bilang jika cafe ini milik dari sahabat mira.
" Yakin ini milik sahabat kamu?" Tanya fadli sambil tetap tertawa.
" Kalian tidak percaya jika cafe ini punya sahabat ku?Sayang nya sahabatku sedang berada di luar negeri" Mira semakin berbohong.
" Dasar pembohong !!! Sudah jangan lagi banyak omong kosong, sekarang kamu tinggalkan cafe ini jangan sampai aku meminta semua yang ada disini untuk mengusir mu" Seru aina menakut-nakuti mira.
Tanpa pikir panjang mira pun memilih pergi meninggalkan cafe dan langsung menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil nya.
********
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
Maaf ya kak Author up nya agak telat, karena tadi Author masih ada acara keluarga.
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN UNTUK KARYA AUTHOR ❤❤
DI TUNGGU RATE BINTANG 5 NYA JUGA KAK ❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤