
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
" Sialan seperti nya mereka sengaja menghindari ku, sok kegantengan banget sih. Raka memang aku akui dia tampan dan berwibawa, kalau dimas standar saja " Gerutu mira saat raka dan dimas sudah semakin menjauh.
Mira pun menghubungi suami nya jika dia ada di cafe bintang, mira meminta suami nya untuk menjemput nya.
Sembari menunggu Bimo datang, mira memilih memesan makanan. Perut mira pun sudah terlihat membuncit, tapi mira masih saja memakai pakaian yang kekurangan bahan.
" Sayang , kenapa kamu ada di cafe ini?" Tanya bimo yang kini sudah datang dan duduk di samping mira yang sedang memakan makanan nya.
" Emmhh.. Tadi saat mau pulang aku lapar banget mas makanya aku mampir di cafe ini. Oh iya mas sudah aku pesanin , sebentar lagi pasti datang. Kita makan dulu saja mas, setelah itu kita pulang" Ucap mira memberi alasan yang masuk akal.
Bimo hanya menganggukkan kepala nya, dan tidak lama makanan untuk bimo pun sudah terhidang di atas meja.
Mereka pun makan sambil sesekali bercerita tentang masa-masa pacaran mereka. Mira pun sudah melupakan kekesalan nya kepada raka dan dimas.
Mira menyadari jika bimo sekarang sudah banyak berubah, tidak lagi kasar dan jarang keluar malam. Bahkan apa pun yang di minta mira pasti akan di turuti, saat mira menginginkan nasi goreng buatan bimo dengan senang hati bimo membuatkan nya.
" Setelah mengantar ku pulang mas bimo mau kemana ?" Tanya mira.
" Di rumah saja, memang nya ada apa sayang kok kamu tanya nya seperti itu?" Tanya bimo heran dengan pertanyaan mira.
" Oh tidak apa-apa, cuma aku merasa aneh saja sama kamu mas. Sekarang kamu jarang banget keluar malam bahkan apa yang aku minta kamu pasti akan mengabulkan nya, kamu tidak sedang merencanakan sesuatu kan?" Tanya mira menyelidik.
Bimo tersenyum lalu menggenggam tangan mira dan mencium nya dengan lembut.
" Kita pulang sekarang yuk, kita bicara saja di rumah. Tidak mungkin kita bicara di tempat ini" Ajak bimo.
Bimo dan mira pun beranjak dari tempat duduk nya, sebelum nya bimo ke kasir terlebih dahulu untuk membayar makanan nya.
__ADS_1
Bimo benar-benar memperlakukan mira dengan baik dan lembut, bahkan urusan ranjang pun dimas tidak pernah memaksa dia akan meminta nya baik-baik. Sebenarnya tidak meminta terlebih dahulu Mira dengan senang hati akan memberikan nya.
********
Kini mira dan bimo sudah duduk di atas ranjang di kamar nya, sebelum nya bimo tadi sudah membersihkan diri nya terlebih dahulu.
" Sayang, kata nya tadi kamu mau bicara kenapa kamu sekarang bisa bersikap manis seperti ini kepada ku, apa yang sedang kamu rencanakan?" Tanya mira yang sudah tidak sabar lagi mendengar alasan dari bimo.
" Kenapa kamu tanya seperti itu ? apa kamu tidak suka dengan perubahan ku? Atau kamu justru lebih menyukai aku yang tiap malam keluar dan bermain dengan wanita-wanita di luaran sana, kalau kamu memang lebih suka aku begitu baiklah aku akan lakukan hal seperti dulu !!" Ucap bimo yang terpancing emosi dengan pertanyaan aneh dari mira.
" Bu..bukan begitu sayang, emh.. maksud ku aku hanya ingin tahu alasan mu saja" Jawab mira terbata-bata. Dia tidak menyanggka jika pertanyaan nya justru bisa jadi boomerang untuk diri nya sendiri.
Bimo memijit pelipis nya, dia sebenarnya malas mau membahas masalah ini kepada mira. Tapi dia akan tetap menjelaskan agar mira tidak salah paham.
" Aku hanya ingin berubah menjadi lebih baik, apa itu tidak boleh? Aku ingin menjadi contoh yang baik untuk anak ku, karena aku tidak mau anak ku terjerumus kedalam lubang yang sama seperti ku. Aku harap kamu mengerti Mir, jangan lagi kamu tanya kenapa aku berubah. " Ucap bimo dengan jujur.
* Apa ?? Dia mau berubah ?? Berarti dia juga akan menjadi suami yang baik untuk ku, bagaimana kalau dia tahu aku akan meminta cerai setelah anak ini lahir. Terserah lah yang penting saat ini dia baik dengan ku, urusan bercerai nanti aku fikirkan lagi* Gumam mira dalam hati nya.
" Suka., aku suka dengan perubahan sikap mu sayang. Aku sangat bahagia, akhirnya suami ku bisa menyayangi ku dan calon anak ini. " Seru mira sambil mengusap perut nya yang sudah mulai terlihat buncit.
Tangan bimo pun mengusap lembut perut mira, namun lama-lama tangan itu pun menyelinap mengusap yang lain membuat mira memejamkan mata nya, menikmati usapan hangat yang menimbulkan kenikmatan dari tangan bimo.
Entah siapa yang memulai nya duluan sehingga mereka berdua kini sudah melakukan ritual olah raga ranjang nya. Suara-suara erangan kedua nya menggema di dalam kamar, dunia seakan milik mereka berdua sehingga mereka tidak memperdulikan suara-suara dari permainan nya yang terdengar sampai luar kamar.
Berbagai macam gaya pun mereka lakukan, bimo dan mira sama-sama menikmati permainan nya. Mereka benar-benar tidak pernah merasa puas, mereka lakukan lagi dan lagi hingga peluh sudah membanjiri tubuh mereka.
**********
Hari bahagia yang di tunggu dimas dan nabila pun tiba, Nabila terlihat sangat cantik memakai kebaya rancangan dari Jesi begitupun dengan dimas terlihat sangat gagah memakai baju pengantin rancangan Jesi.
__ADS_1
Sedangkan ibu marni dan hasni memakai baju yang senada dengan Melani. Hendra, vino dan tama juga memakai baju yang senada, kedua babby boy itu terlihat sangat tampan dan menggemaskan. Acara ijab qabul pun sudah di laksanakan dengan penuh hikmat dan sakral. Nabila pun menangis bahagia saat Dimas selesai mengikrarkan ijab qabul.
" Alhamdulillah akhirnya mas dimas sudah sah menjadi suami nya mbak nabila, saya doakan semoga kalian berdua bahagia selalu dan selalu bersama-sama hingga maut memisahkan" Doa hendra untuk dimas dan nabila .
" Aamiin" Seru semua yang ada di dalam ruangan dengan serentak.
Dimas dan nabila pun mulai mendapat ucapan selamat dari para tamu undangan satu persatu. Acara pun berjalan dengan lancar, para tamu undangan sudah mulai pulang ke rumah nya masing-masing.
Kini tinggal keluarga inti saja yang masih ada di panti, hari ini juga nabila akan langsung di boyong ke kediaman dimas.
" Nabila, kini kamu sudah menjadi seorang istri jagalah rumah tangga mu dan nama baik suami mu, seberat apa pun masalah mu dengan suami mu jangan sampai kamu ceritakan kepada orang lain. Pesan ibu jadi lah istri yang patuh kepada suami mu" Ucap ibu halimah berpesan kepada nabila.
" Insya Allah nabila akan ingat selalu pesan ibu" Jawab nabila lalu memeluk ibu halimah.
" Nak dimas, ibu titip nabila bimbing lah dia menjadi istri yang baik. Jangan kau sakiti dia, jika kamu sudah tidak menginginkan nya lagi, pulangkan dia kepada ibu karena hanya ibu yang nabila punya." Seru ibu halimah dengan mata yang berkaca - kaca.
" Iya bu, saya janji akan membahagiakan nabila dengan sepenuh hati. Kalau begitu kami pamit ya bu, saya bawa nabila ke rumah orang tua saya. Insya allah saya dan nabila akan sering-sering datang ke panti" Ucap dimas lalu berpamitan.
Setelah acara pamitan selesai, dimas dan keluarga nya langsung masuk kedalam mobil nya masing-masing. Dalam mobil melani ada hendra,melani, vino dan babby siter nya. Di dalam mobil dimas ada ibu marni, dimas, hasni dan tama serta nabila.
Mobil pun melaju meninggalkan halaman panti, anak-anak panti dan ibu halimah melepas kepergian nabila dengan haru.
* Semoga kamu bahagia dengan keluarga baru mu, kini tugas ku menjaga mu sudah selesai. Ibu yakin kedua orang tua mu disana bahagia melihat mu menikah * Gumam ibu halimah.
********
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
TETAP BERIKAN DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA AUTHOR YA KAK ❤ LIKE, KOMEN, VOTE, KLIK FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA. ❤❤
__ADS_1
JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤
TERIMAKASIH 🙏🙏