Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Pengajian Empat bulanan


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu saat ini di rumah Melani sedang di adakan acara pengajian empat bulanan. Orang tua melani dan mantan mertua melani dan Nina juga ikut hadir di acara ini. Acara tidak lah besar hanya mengundang anak-anak yatim , tetangga komplek dan keluarga saja


Tampak paman Harun pun ikut datang menghadiri acara pengajian empat bulanan kehamilan Melani. Begitupun dengan keluarga Hendra ada Ibu Marni, Dimas ,Aina dan Hasni.


Dimas dan Hasni kaget dengan rumah yang di tempati oleh Hendra dan Melani. Mereka memang belum pernah datang kerumah Melani. Dimas pun belum tahu siapa melani yang sebenar nya.


" Bu ini beneran rumah nya mbak melani? besar ya bu?" Seru hasni saat memasuki rumah melani.


" Iya Has, ini rumah mbak mu. Ingat jangan mandang seseorang hanya karena harta nya. Ibu tidak mau kamu melakukan kesalahan seperti ibu dulu, cukup ibu saja yang pernah melakukan kesalahan" Tegas ibu marni mengingatkan putri nya.


" Iya bu, insya allah aku ingat semua nasihat ibu. Mbak melani tidak hanya kaya bu, tetapi hati nya baik sebaik malaikat" Puji Hasni dengan senyum manis nya.


Dari arah pintu utama terlihat Dimas dan Aina pun baru memasuki rumah melani. Mereka di sambut oleh tuan rumah,Melani mengajak Aina berkumpul dengan keluarga yang lain nya. Sedangkan dimas memilih mengobrol dengan hendra.


" Ndra besar juga ya rumah yang kalian kontrak? Berapa juta ini Ndra per bulan nya?" Tanya dimas sambil melihat sekeliling ruangan rumah.


Hendra terdiam kenapa dimas mengira ini rumah ngontrak, apa ibu dan aina belum bilang yang sejujur nya siapa melani.


" Oh itu mas,.. emmh aku tidak tahu, itu semua urusan melani. Andai aku bilang ini rumah nya melani mas percaya tidak?" Tanya dimas memancing dimas.


" Haha haaa .. jangan ngaco kamu ndra mana punya melani rumah sebagus dan sebesar ini. Dia kan cuma kerja sebagau resepsionist mana bisa punya rumah seperti ini. Satu lagi ndra jangan terlalu mwmpercayakan keuangan sama istri bisa-bisa uang kamu habis sama istri mu, kamu harus pintar-pintar simpan uang." Seru Dimas mencoba menasehati hendra.


" Soal uang aku percayakan semua sama istri mas, aku pegang seperlu nya. Dan lagi pula gaji ku di bandingkan dengan uang melani juga tidak ada apa-apa nya, tapi tetap semua aku percayakan sama istri. " Jawab hendra membuat dimas membuang muka.


" Terserah kamu, yang penting mas sudah mengingatkan mu. " Seru dimas mendengus kesal.


Acara pengajian empat bulanan dan santunan anak yatim pun di mulai, acara di pimpin oleh pak ustadz yang tinggal tidak jauh dari kediaman melani.

__ADS_1


Setelah acara pengajian dan santunan anak yatim selesai, kini keluarga Hendra dan keluarga Melani sedang berkumpul dan duduk santai di karpet ruang tengah. Perut melani yang sudah mulai membuncit membuat melani cepat lelah.


" Melani, ada yang ingin mbak bicarakan sama kamu. " Ucap Aina sedikit berbisik di telinga Melani.


Melani tahu pasti Aina ingin membahas sesuatu yang tidak boleh di ketahui yang lain nya. Melani pun mengajak Aina untuk duduk di taman belakang.


" Kita bicara di taman belakang saja ya mbak" Ajak melani lalu bangkit dari duduk nya.


Aina menganggukkan kepala nya lalu mengikuti melani untuk menuju taman belakang.


" Duduk mbak" Seru melani saat sudah sampai di taman belakang dan mereka mulai duduk di kursi panjang yang ada di bawah pohon mangga.


" Ada apa mbak? sepertinya ini masalah penting?" Tanya Melani menebak dari gelagat Aina yang tampak berbeda.


" Emh.. Begini Mel, tapi sebelum nya mbak minta maaf bukan maksut mbak untuk mengorek luka lama mu. Mbak cuma ingin tahu dulu saat suami mu selingkuh bagaimana sikap nya?" Tanya Aina dengan pelan takut jika melani akan tersinggung.


" Apa mas dimas selungkuh mbak?" Tanya melani, bukan nya menjawab pertanyaan Aina tapi melani justru bertanya.


" Seperti nya iya Mel, aku pernah menemukan struk belanjaan barang-barang wanita di kantong celana nya. Sebelum nya juga aku pernah melihat mas dimas keluar dari Mall dengan seorang wanita. Dan beberapa minggu lalu ada wanita dalam ruang kerja mas dimas" Jawab Aina dengan panjang lebar sambil memandang ke arah bunga-bunga yang bermekaran.


" Jangan mudah menyimpulkan kalau mas dimas selingkuh mbak, coba mbak tanyakan dulu sama mas dimas" Ucap melani memberi masukan untuk Aina.


" Aku sudah menanyakan nya Mel, tapi mas dimas menyangkal jika wanita yan bernama Vera itu hanya teman bisnis nya saja" Ucap Aina dengan tatapan sendu.


Melani kaget saat Aina menyebut nama Vera , apakah Vera yang sama?


" Vera ...??" Gumam melani pelan dan masih terdengar oleh Aina.

__ADS_1


" Iya wanita itu nama nya Vera, aku yakin wanita itu selingkuhan nya mas dimas. Hati ku mengatakan demikian mel. Mbak harus bagaimana mel?" Tanya Aina dengan mata berkaca-kaca.


" Dengarkan aku mbak. Mbak harus kuat dan sabar, serta ikhlas apa pun nanti yang akan terjadi. Sekarang mbak cari bukti-bukti perselingkuhan mas dimas. Serta amankan surat-surat pinting yang mbak miliki, jangan sampai semua itu jatuh ke tangan mas dimas" Seru melani dengan serius.


Aina menoleh ke arah Melani dengan bibir mengukir senyum indah. Benar apa yang dikatakan melani jika dia harus mengamankan surat-surat penting, terutama surat kepemilikan Cafe.


" Benar mel, aku harus segera bertindak. Dan aku pun tadi pagi menemukan notifikasi di ponsel mas dimas, notifikasi transfer uang sebanyak 15 juta ke rekening wanita yang bernama Vera itu. Beruntung ponsel mas dimas pasword nya masih yang dulu" Ucap Aina sambil mengepaklan tangan nya.


Jika memang dimas benar-benar selingkuh dengan Vera yang sama, Melani sepertinya juga harus memberi Vera pelajaran. Bagaimana pun dulu Vera belum diberi pelajaran oleh melani.


" Semoga bukan Vera yang sama" Gumam melani dalam hati.


Setelah puas bercerita dan meminta pendapat Aina dan Melani masuk lagi ke dalam rumah berkumpul dengan para keluarga.


" Kalian darimana sayang? dari tadi ibu mencari kalian" Tanya ibu marni dengan ramah.


" Kami tadi melihat kebun bunga di belakang bu, bagus banget bunga nya bermekaran dan warna-warni" Jawab Aina dengan berbohong.


" Kebun bunga di belakang memang indah banget mbak, waktu tinggal disini Nina juga senang duduk-duduk di taman itu" Seru Nina tak mau kalah.


" Wah, aku juga mau dong Nin lihat kebun bunga nya. Ayuk antar aku kesana?" Ajak hasni yang sudah terlihat akrab dengan nina.


Hasni menarik tangan Aina untuk menemaninya melihat kebun bunga di taman belakang. Mereka semua yang ada di ruangan itu di buat tertawa dengan ulah Nina dan Hasni yang saling tarik menarik tangan.


******


Sudah up dua bab ya kak. Tetap beri dukungan karya Author ya kak.

__ADS_1


Di Bab selanjut nya akan lebih seru lagi, tunggu ya 😍🥰


__ADS_2