
Melani sudah membicarakan keinginan paman harun kepada hendra. Awalnya hendra menolak, hendra tidak mau orang-orang beranggapan dia memanfaat kan melani sebagai istrinya. Tapi setelah paman harun ikut berbicara dan memberi penjelasan kepada hendra, hendra pun akhirnya mengalah dan mau menggantikan kedudukan paman harun.
Sebelum nya hendra pun membicarakan keputusan sang paman kepada Ayah mertua nya, karena bagaimanapun perusahaan itu punya sang mertua walaupun sudah di serahkan kepada melani. Ayah mertua nya pun menyetujui keputusan sang paman, karena sebelum nya sang paman memang sudah mendiskusikan nya kepada Ayah melani.
" Mas nanti ikut rapat dewan direksi jam 9 ini" Ucap melani saat perjalanan menujj kantor.
" Secepat ini kah sayang? Mas seakan belum siap dengan jabatan baru ini, mas takut tidak bisa seperti paman harun" Ucap Hendra yang sedang tetap fokus mengendarai mobil nya.
" Mas tidak perlu jadi seperti paman harun, mas jadi diri mas sendiri. Bekerja sesuai kinerja dan kemampuan mas. Jangan dijadikan beban mas" Seru melani sambil mengusap lengan sang suami.
Hendra tersenyum manis ke arah melani, hendra menyadari ada sedikit perubahan pada diri melani. Melani sekarang badan nya berisi dan pipi nya pun terlihat makin cubby.
" Sayang kamu sekarang kok mas perhatikan , badan kamu sedikit berisi. Kamu bahagia kan jadi istri ku, makanya kamu sekarang gemukan gini" Ucap hendra dengan senyum mengembang nya.
" Aku bahagia mas. Bahagia banget... aku akhir-akhir ini porsi makan ku banyak mas, bahkan gampang banget lapar nya. Raya pun kemarin bilang kalau badan ku makin berisi. Mas, kalau aku gendut kamu gak ninggalin aku kan? kamu gak akan selingkuh?
Ciiiiiiitttt
Mendengar ucapan melani hendra mengerem mobil dengan mendadak, beruntung tidak ada kendaraan lain di belakang nya. Hendra menepikan mobil nya ke pinggir jalan agar tidak menganggu pengendara lsin
" Sayang, jangan bicara seperti itu. Dengar kan aku, mau kamu segendut apa pun mas tidak akan meninggalkan mu, tidak akan mendua kan mu. Kamu wanita yang paling aku cintai, aku ingin hidup menua bersama mu dan bersama mu pula kita akan membesarkan anak-anak kita" Seru hendra sambil memegang kedua bahu melani.
" Bener ya mas, mas serius jika aku gendut. Mas gak akan menikah lagi? Aku gak sanggup mas kalau harus di madu untuk yang kedua kali nya" Melani berbicara dengan mata berkaca-kaca.
" Sstttt..." Hendra meletakkan telunjuk nya du depan bibit melani sambil menggelengkan kepala nya.
"Dengerin mas, mas tidak akan pernah meninggalkan mu. Apa pun kondisi nya. Sudah jangan mikir yang aneh-aneh, kita lanjutkan perjalanan ya " Hendra membelai pipi melanj dan mengusap air mata melani.
Melani menganggukkan kepala nya dengan senyum mengembang di bibir nya. Hendra pun melajukan kembali mobil nya.
" Kenapa melani akhir-akhir ini gampang banget menangis dan terlalu sensitif. Apa aku ikuti saran bu mina saja ya. Untuk membawa melani ke rumah sakit, mungkin tebakan ibu mina benar kalau melani ini sedang hamil. Makanya jadu sensitif begini. Baiklah sepulang dari kantor aku akan ajak melani ke rumah sakit" Hendra bermonolok sendiri.
__ADS_1
Mobil yang di kendarai hendra sudah sampai di depan Perusahaan Global Property. Hendra keluar dari mobil dan berlari ke pintu sebelah membukakan pintu mobil untuk sang istri.
Melani dan hendra masuk ke dalam perusahaan bersama-sama. Tidak sedikit karyawan yang memandang kagum ke arah sepasang suami istri itu. Para karyawan hanya tahu hendra dan melani mempunyai hubungan khusus, mereka belum mengetahui jika melani dan hendra sepasang suami istri. Hanya para petinggi perusahaan dan para kepala staff devisi atau mrnejer saja yang mengetahui melani dan hendra suami istri. Bukan maksud untuk merahasiakan, hendra dan melani lebih suka dengan situasi seperti ini.
*****
Rapat dewan direksi berjalan dengan lancar selama 2 jam, kini hendra sudah resmi menjadi wakil direktur menggantikan paman harun.
" Selamat ya Ndra, semoga kamu bisa bekerja dengan lebih baik. Dan jaga amanah jabatan mu. Paman yakin kamu bisa menjadi lebih baik dari paman" Ucap paman harun.
" Terimakasih paman. Insya Allah saya akan menjaga amanah jabatan baru saya. Sekali lagi terimakasih paman" Hendra memeluk sang paman.
"Selamat ya mas" Senyum mengembang di bibir melani.
" Terimkasih sayang" Jawab hendra membalas senyum melani.
Hendra pun mendapat ucapan selamat dari para anggota rapat. Mereka semua berharap hendra bisa mengemban amanah jabatan dengan baik.
" Sayang, kamu bisa hubungi teman kamu Winda untuk buat jadwal ketemu kita sore ini?" Tanya Hendra.
" Memang nya kenapa mas?"Melani bertanya dengan heran.
" Kata nya mau konsultasi soal kehamilan, mumpung di kantor pekerjaan gak banyak kita bisa mulai konsul nya dari sekarang" Hendra sedikit berbohong, padahal dia ingin memeriksakan melani apa benar melani hamil seperti yang di ucapkan bu mina.
" Oh baiklah, kebetulan badan ku sudah beberapa hari ini berasa banget tidak enak. Nanti aku juga mau periksa kesehatan mas,apa mungkin karen aku terlalu capek ya mas?" Seru melani.
Setelah membuat janji dengan Winda tak berselang lama mereka pun pergi makan siang di kantin perusahaan. Melani memilih menu makan siang nya bakso, sedari pagi melani memang sudah menginginkan menu tersebut.
" Sayang kenapa tidak makan nasi? Nanti perut kamu sakit loh kalau cuma makan bakso" Ucap hendra saat mengetahui melani hanya memesan bakso dan es jeruk.
" Aku mau nya makan bakso mas, dari tadi pagi aku sudah ingin banget makan bakso. Membayangkan kuah panas nya dan aroma sedap nya saja sudah bisa bikin aku ngences mas" Seru melani sambil tertawa.
__ADS_1
Hendra tidak bisa melarang lagi, dia justru takut kalau di larang melani akan menangis seperti yang sudah-sudah. Seperti beberapa hari yang lalu saat hendra melarang melani untuk tidak makan yang pedas-pedas karena yang hendra tahu saat itu perut melani sedang mual dan sampai muntah. Jika makan banyak sambal takut nya semakin sakit, tapi saat di larang justru melani menangis.
Pesanan hendra dan melani pun sudah terhidang di meja. Mata melani berbinar melihat semangkuk bakso yang masih mengepul.
Melani langsung meracik berbagai bahan pelengkap untuk bakso nya, melani menambahkan saus, kecap dan 8 sendok makan sambal. Hendra melotot melihat mangkuk melani yang penuh dengan sambal.
" Sayang , apa sambal nya itu tidak kebanyakan?" tanya hendra sepelan mungkin takut melani tersinggung.
" Oh tidak mas, makan bakso kalau tidak pedas tidak enak. " Jawab melani sambil mengaduk bakso nya.
Hendra pun terdiam, lebih baik dia diam saja daripada terjadi tragedi menangis.
Disisi lain para karyawan yang tidak mengetahui soal pernikahan melani dan hendra banyak yang membicarakan soal kedekatan hendra dan melani.
" Lihat dech ibu melani makin dekat saja dengan hendra, tapi mereka memang cocok si. Yang satu cantik, dan yang satu nya tampan" Ucap karyawan A .
" Tau gak, dengar-dengar Tuan Harun sudah memilih Hendra untuk menggantikan nya. Tadi kan di adakan rapat di reksi" Seru karyawan B menambahi.
" Kok bisa gitu si? dia kan baru berapa bulan si kerja di sini, satu tahun pun belum ada. Lah aku yang kerja sudah 4 tahun saja gak naik jabatan juga , walaupun gaji naik si" Seru karyawan C seorang laki-laki yang berkulit kuning langsat itu.
" Kamu tidak cocok dengan jabatan wakil direktur, cocokan juga hendra. Sudah tinggi, putih badan nya tegap, ganteng juga lah kamu tampang saja tidak memadai" Seru karyawan B dan di sambut tawa riuh oleh teman-teman yang lain, termasuk karyawan C juga ikut menertawakan dirinya.
Makan siang pun selesai, kebetulan siang ini pekerjaan mereka sedang longgar Melani dan hendra pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter Winda, mereka membuat janji jam 2 siang. Karena sore hari winda tidak bisa dia ada operasi jam 4 sore. Jadi dia hanya bisa di jam sebelum jadwal operasi.
******
Alhamdulillah bisa up Bab baru.
Tetap tinggalkan LIKE KOMEN VOTE nya ya kak, jangan lupa berikan hadiah dan Klik tombol favorite nya.
Terimakasih dan selamat membaca🙏🙏🥰🥰
__ADS_1