Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Kata hati nabila


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹🌹


imas sangat khawatir saat ibu nya menelpon menyuruh nya pulang karena ada hal yang penting. Setelah menerims telepon dimas langsung pulang dan meminta dadang untuk menutup kios.


Dalam perjalanan pulang dimas terus kefikiran ibu nya, dia takut jika terjadi sesuatu dengan ibu atau pun anak nya. Dimas memaju motor nya dengan cepat dia ingin segera sampai di rumah.


Akhirnya dimas pun sampai di depan rumah nya, namun dia heran karena ada mobil asing di depan rumah nya. Dimas pun meletakkan motor nya di depan garasi samping rumah lalu dia masuk ke dalam rumah.


" Assalamualaikum" Seru dimas dari pintu luar sembari masuk ke dalam rumah.


" Waalaikumsalam" Jawab semua yang ada di ruang tamu.


Dimas mengedarkan pandangan nya dan dia tertegun saat melihat vera ada di sofa sedang duduk bersebelahan dengan seorang laki-laki yang tidak dimas kenal.


" Vera" Seru dimas.


Dimas pun melangkahkan kaki nya mendekati ibu marni yang duduk di seberang vera. Lalu dia duduk di samping ibu marni, pandangan nya tetap mengarah kepada ke dua orang yang ada di hadapan nya.


Vera dan gunawan tahu jika dimas saat ini pasti heran dengan kedatangan mereka ber dua.


" Mas dimas, apa kabar?" Tanya vera mulai membuka percakapan di antara mereka.


" Kabar ku baik" Jawab dimas singkat.


" Emh.. perkenalkan ini mas gunawan, suami ku" Seru vera dengan menunjuk ke arah gunawan.


Gunawan dan dimas pun berjabat tangan saling berkenalan satu sama lain.


" Mau apa kalian datang kesini?" Tanya dimas dengan ketus seakan tidak suka dengan kedatangan vera dan gunawan.

__ADS_1


Dimas hanya takut jika vera datang untuk mengambil anak nya , Tama. Dia tidak akan membiarkan vera mengambil tama darinya, dimas tetap bersikap acuh dan ketus saat berbicara dengan vera dan gunawan.


" Saya ingin bertemu tama mas" Seru vera mencoba berbicara kembali.


" Untuk apa kamu menemui anak ku? anak ku tidak mengenal mu !!, dia sudah bahagia hidup dengan ku jadi jangan harap kamu bisa mengambil nya" Seru dimas marah.


Ibu marni mengusap punggung dimas dengan pelan, meminta anak nya untuk tenang dan jangan emosi.


" Sabar dim, jangan terbawa emosi dulu. Mereka datang ingin bertemu dengan anak nya, bagaimana pun vera tetap ibu nya tama. " Seru ibu marni mencoba menenangkan dimas.


" Maaf mas jika kedatangan kami membuat mas dimas marah, kami cuma ingin melihat tama mas kami tidak bermaksud untuk mengambil nya. Izinkan vera memeluk dan menggendong anak nya mas. Seperti mas tahu selama ini keadaan vera memang tidak baik, tanpa saya jelaskan pasti mas sudah tahu. Dia tidak bermaksud meninggalkan anak nya, tetapi keadaanlah yang membuat vera jauh dari anak nya dan baru dua bulan ini keadaan vera mulai membaik, jadi saya mohon tolong izinkan vera memeluk anak nya" Ucap gunawan menjelaskan kembali maksud kedatangan nya.


Dimas membenarkan ucapan dari gunawan, memang benar apa yang di ucapkan gunawan. Jika vera pergi saat itu kondisi kejiwaan nya memang sedang tidak baik-baik saja, jadi tidak seharus nya dia melarang vera untuk menemui tama.


" Baiklah saya izinkan kamu menemui tama, tapi jangan coba-coba kamu membawa lari tama. Kalau sampai itu terjadi aku pastikan akan membuat perhitungan kepada kalian ber dua" Seru dimas dengan nada mengancam.


" Terimakasih mas, aku juga minta maaf kalau selama ini aku sudah membuat mas dimas menderita aku tahu tidak gampang mas dimas menjalani hidup berdua dengan tama. Maaf.." Ucap vera sambil menundukkan kepala nya, vera tak sanggup lagi menahan air mata nya. Dia pun terisak sambil menundukkan kepala.


Ibu marni pun memberikan tama ke dalam gendongan vera, dengan penuh haru vera menggendong tama dan menciumi nya. Tama saat ini sudah berusia 10 bulan, tama semakin aktif dan sudah mulai belajar berdiri.


" Kalau kalian mau istirahat, istirahatlah di kamar tamu itu. Ajaklah tama istirahat juga, saya harap kalian tidak menyalah gunakan kepercayaan kami. " Ucap ibu marni lalu meninggalkan vera dan gunawan.


Vera dan gunawan mulai bermain-main dengan tama, mereka membawa tama bermain di teras depan. Tama terlihat bahagia bermain dengan vera, padahal vera masih asing bagi tama.


" Ikatan batin anak dan ibu memang lah sangat kuat, kamu lihat dim? tama begitu bahagia bermain dengan vera, dia tidak rewel sama sekali bahkan dia tertawa riang " Seru ibu marni yang berdiri di samping dimas.


Dimas dan ibu marni melihat interaksi antara tama dan vera dari ruang keluarga, mereka diam berdiri sambil memperhatikan tama dan vera yang sedang bermain, terlihat gunawan yang juga ikut bermain dengan tama.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

__ADS_1


Sementara itu di panti asuhan Cahaya, nabila sedang termenung di dalam kamar nya. Semua pekerjaan sudah dia bereskan, dan makan siang anak-anak pun sudah selesai. Saat ini jam istirahat siang untuk anak-anak, setelah anak-anak istirahat, nabila pun memilih masuk ke dalam kamar nya.


Nabila memikirkan dimas yang sampai hari ini tidak datang juga. Sudah satu minggu lebih dari pertemuan terakhirnya dengan dimas, dimas tidak juga datang ke panti.


Selama seminggu ini memang nabila tidak ke pasar, dia meminta salah satu teman nya untuk berbelanja.


" Apa mas dimas tidak serius ingin menjalin hubungan dengan ku? Kalau dia serius pasti dia akan datang menemui ku dan ibu halimah " Gumam nabila pada diri nya sendiri.


" Atau mas dimas memang tidak serius?" Ucap nabila lagi.


Nabila terus bertanya dan berbicara dengan diri nya sendiri. Bahkan nabila merutuki kebodohan nya yang sudah meminta dimas untuk menemui ibu halimah.


" Bodoh,, bodoh kamu nabila, dimas itu belum mengutarakan perasaan nya tapi kamu sudah beranggapan dia menyukai mu, sadar nabila.. kamu itu hanya anak yatim piatu, anak yang tidak punya pendidikan tinggi." Seru nabila pada dirinya sendiri.


Dimas memang belum mengutarakan perasaan nya kepada nabila, tetapi sikap dan perhatian dimas untuk nabila bisa nabila artikan jika dimas memanglah menyukai nabila. Nabila sendiri merasa nyaman saat berada di dekat dimas, bahkan baru dengan dimas lah nabila bisa berbicara cukup lama. Biasa nya dia akan selalu menghindar saat ada lelaki yang mengajak nya bicara.


* Apa aku yang terlalu percaya diri?* Gumam nabila sambil menatap langit-langit kamar nya.


Nabila turun dari ranjang lalu mencuci muka nya dan keluar dari kamar. Nabila menghampiri ibu halimah yang sedang berada di kebun belakang, ibu halimah sedang memetik tomat dan sayuran.


Di kebun belakang memang sengaja di tanami berbagai sayuran dan bahan-bahan dapur seperti cabai, tomat, jahe kunyit dan lain nya.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


********


Jangan lupa tetap dukung karya AUTHOR ya kak. ❤❤

__ADS_1


JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 YA KAK ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2