Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Menahan rindu


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Pernikahan nina semakin dekat, tinggal tiga hari lagi nina sah menjadi istrinya bimo. Raka pun sudah meminta izin cuti selama satu minggu untuk menghadari acara pernikahan adik satu - satu nya. Sedangkan winda belum bisa mengambil cuti, tapi dia akan datang saat hari pernikahan nina.


Rumah nina sudah mulai ramai dengan para karyawan WO yang mendekor rumah dan menyiapkan semua keperluan pernikahan Nina dan Bimo. Walaupun rumah hanya tempat akad nikah nya saja, mama lusi tetap meminta pihak WO untuk mendekor rumah nina sebagus mungkin.


" Wahh dekor nya bagus banget ya pak? padahal ini juga belum 100 persen selesai tapi sudah sebagus ini. " Seru kagum mak imah saat melihat ruang rumah sudah di sulap bak negeri dongeng.


" Iya mak bagus dan indah banget " Jawab pak minto yang juga kagum dengan dekorasi yang di pilih calon pengantin.


" Emak sama bapak lagi ngobrolin apaan sih ? " Tanya nina yang baru datang dari dapur sambil membawa seteko es teh untuk para pegawai WO yang sedang mendekor ruang keluarga.


" Ini loh Nin emak sama bapak kagum banget melihat dekorasi nya, padahal ini kan belum selesai seratus persen tapi sudah bagus dan seindah ini. Itu di halaman belakang juga mau di dekor seperti ini?" Seru mak imah dengan kagum dan menanyakan dekor untuk halaman belakang.


Nina tersenyum melihat kehebohan kedua orang tua nya, lalu nina mengajak orang tua nya duduk di sofa yang masih ada di ruang keluarga. Karena sebagian sofa sudah ada yang di pindahkan karena tempat akan di dekor.


" Iya mak nanti halaman belakang juga akan di dekor juga, nanti akad nikah nya nina minta di ruang keluarga ini saja dan acara makan - makan atau acara bebas nya di halaman belakang. Kenapa nina minta konsep seperti ini ? karena nina ingin saat akad nikah nya ada di dalam ruangan biar semakin sakral pak, mak. " Ucap nina menjelaskan kepada ke dua orang tua nya.


" Bapak dan emak ngikut saja Nin, yang penting acara nya berjalan lancar dan kamu bahagia. Sebagai orang tua kami hanya bisa mendoakan yang terbaik, semoga pernikahan mu dengan nak bimo akan langgeng sampai kalian menua bersama ." Ucap pik minto dengan penuh keseriusan dan harapan untuk anak gadis nya.


" Aamiin " Ucap emak imah dan nina bersamaan.


Nina memeluk ke dua orang tua nya secara bergantian, dia sangat berterimakasih memiliki orang tua yang sangat mendukung keinginan nya dan ibu sambung yang sangat menyayanginya. Para pekerja WO pun ikut bahagia melihat keluarga yang saling menyayangi satu sama lain.


" Ngomong - ngomong mas Raka kemana mak ?" Tanya nina sambil clingukan mencari keberadaan Raka.


Sedari pagi tadi nina memang tidak melihat batang hidung kakak nya itu. Raka memang pergi sebelum sarapan pagi karena dia sangat buru-buru.


" Oh mas mu tadi pamit mau ke perusahaan pusat ada panggilan dari pemilik perusahaan. Makanya dia berangkat buru - buru karena bossnya hari ini ada meting pagi jadi sebelum meeting dia meminta mas mu untuk menemui nya " Ucap mak imah menyampaikan sesuai dengan apa yang Raka bilang tadi pagi sebelum pergi.


" Mungkin memang urgent makanya mas Raka diminta menemui tuan Jimmy apalagi mas Raka juga cuti. Semoga saja tidak ada yang menghawatirkan dan pekerjaan mas raka baik - baik saja " Ucap nina penuh harap untuk kakak nya.

__ADS_1


" Aamiin " Ucap pak minto dan mak imah bersamaan.


*******


" Ma kenapa bimo tidak boleh menemui nina? sudah empat hari bimo tidak ketemu nina ma, bimo kangen ma. Boleh ya ma bimo menemui nina, mama ku yang cantik dan baik hati." Seru bimo merajuk dan mencoba merayu sang mama.


Bukan jawaban yang bimo dapatkan tetapi bimo mendapatkan tonyoran dari sang mama. Mama lusi sangat geram dengan tingkah bimo, kelakuan nya sudah seperti anak abege yang baru merasakan jatuh cinta.


" Mama kenapa menonyor kepala bimo? kalau bimo gagar otak bagaimana ? mama pasti senang kan kalau bimo gagar otak ?" Seru bimo pura - pura merajuk.


" Biar sekalian saja gagar otak dan hilang ingatan, biar lupa jika mau menikah. Pusing mama bim mendengar rengekan mu itu, sudah berapa kali mama bilang kalau nina itu sedang di pingit jadi kalian tidak boleh ketemuan dan Video call pun juga tidak boleh. " Seru mama lusi dengan kesal menjawab pertanyaan bimo.


Hufftt...


Bimo membuang nafas dengan kasar, dia benar - benar tersiksa karena tidak bisa bertemu dengan sang pujaan hati nya.


" Masak sebentar saja tidak boleh sih ma ? Dan kenapa harus ada acara pingitan seperti ini ? Menahan rindu itu sangat menyiksa ma." Seru bimo dengan suara lemah nya. Bimo benar - benar seperti anak kecil yang sedang meminta sesuatu tapi tidak di kabulkan.


Bimo pun menidurkan tubuh nya di sofa dan meletakkan kepala nya di paha sang mama. Bimo tiduran di pangkuan mama nya yang sedang menonton televisi.


" Jangan coba protes sama mama atau tanya sama mama, semua tradisi itu sudah ada dari zaman mama belum ada. Kalau mau protes sana sama nenek moyang kamu" Seru mama lusi sambil mengganti chanel siaran televisi.


" Mama gak asik, sudahlah lebih baik bimo ke kamar sekar saja bimo mau main sama sekar. Disini ngobrol sama mama malah bikin bimo bingung " Seru bimo lalu bangkit dari tidur nya.


" Dasar casanova amatiran, baru tidak bertemu empat hari saja sudah klimpungan. Casanova amatiran yang sudah tobat . " Ucap mama lusi sambil tetawa lebar.


Bimo yang mendengar mama mengejek nya pun sebal dan timbul ide untuk menjahili mama nya. Bimo berjalan mendekat ke arah televisi dan lansung mencabut kabel televisi, seketika televisi langsung mati dan mama lusi langsung berteriak karena mama lusi sedang menonton acara gosip yang sudah menjadi tontonan wajib nya.


" Bimooooooo........ dasar anak kurang ngajar, awas kamu bimo !!" Seru mama lusi dengan berteriak.


Bimo pun sudah lari dan masuk kamar sekar sambil tetawa puas bisa menjahili mama nya.

__ADS_1


" Salah siapa sudah mengatai bimo casanova amatiran, aku paling tidak suka ada yang menyebut ku casaniva. Beruntung orang itu mama, kalau orang lain sudah pasti aku hajar. " Gerutu bimo sambil berjalan ke ranjang bayi sekar.


Sekar masih pulas tertidur dengan nyenyak nya, akhir - akhir ini bimo lebih banyak menghabiskan waktu nya dengan sekar. Karena urusan pekerjaan kantor juga sydah di serahkan kepada assistent nya dan untuk bertemu nina pun tidak boleh, jadi hanya sekar lah tempat nya menghilangkan kejenuhan.


Dengan begitu bimo jadi semakin menyayangi sekar dan semakin dekat dengan sekar.


" Sayang kok sudah bangun, tahu ya kalau papa ada disini ?" Seru bimo lalu mengambil sekar dan menggendong nya.


Bimo mengambil botol susu yang baru tiga puluh menit lalu di siapkan oleh mbak wati dan memberikan nya kepada sekar.


" Minum susu yang banyak ya sayang, biar sehat dan cepat besar. Sebentar lagi sekar punya mama, nama nya mama nina. Mama nina itu sangat menyayangi sekar dan mengasihi sekar, nanti kalau sudah besar sekar harus jadi anak yang berbakti ya nak " Ucap bimo sambil memegang botol susu sekar.


Sekar hanya diam sambil meminum susu nya, karena memang sekar belum bisa berbicara jadi anggap saja bimo mendongeng untuk sekar.


" Bimo kenapa sekar kamu bangunkan ?" Tanya mama lusi yang tiba - tiba masuk ke dalam kamar sekar.


" Sekar bangun sendiri ma, bukan bimo yang membangunkan nya. Mungkin dia tahu kalau papa tampan nya ada di dekat nya makanya dia bangun " Ucap bimo dengan percaya diri nya.


" Terlalu percaya diri kamu, sudah sini biar mama saja yang menemani sekar. Itu di luar ada asisten mu kata nya ada berkas penting yang harus kamu tanda tangani " Ucap mama lusi lalu mengambil sekar dalam gendongan bimo.


Setelah menyerahkan sekar kepada mama nya, bimo pun keluar dari kamar sekar dan berjalan menemui asisten nya di ruang keluarga. Kalau tidak ada berkas penting atau pekerjaan yang terlalu mendesak asisten bimo tidak akan datang ke rumah langsung.


******


🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


HARI INI CUKUP DUA BAB DULU YA KAK, SEMOGA KARYA AUTHOR BISA MENJADI SALAH SATU NOVEL FAVORITE KAKAK SEMUA NYA ❤🙏


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR DAN BERIKAN RATE BINTANG 5 UNTUK KARYA AUTHOR. ❤❤


TERIMAKASIH ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2