
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Seminggu dari kejadian malam itu bimo mulai mencari tahu dan mengumpulkan bukti - bukti tentang kecurangan mira. Jika terbukti mira menjebak nya bimo akan memberikan pembalasan yang cukup menyakitkan.
Bimo tidak akan tinggal diam, dia tidak mau sampai istri dan mama nya tahu kejadian malam itu. Bimo tidak percaya lagi dengan mulut manis mira.
" Tunggu saja pembalasan ku mira , bukti - bukti akan aku kumpulkan dan aku buka semua nya jika kamu mulai berulah kembali. " Seru bimo sambil mengepalkan tangan nya.
" Bagaimana suruhan orang mu Dan? sudah ada hasil nya apa belum ?" Tanya bimo saat dani sudah ada di dalam ruangan nya.
Dani yang baru saja ingin meminum kopi nya pun mengurungkan nya dan meletak kan nya kembali di atas meja.
" Dari pantauan orang suruhan ku selama seminggu ini mira tidak keluar dari kontrakan, seperti nya dia tahu jika kamu akan memata - matai nya. Oh iya kabar terbaru yang di dapat jika Jos handoko saat ini ada dalam penjara karena kasus penipuan, dan ternyata dia itu mandul. Jadi jika mira itu nanti hamil bisa di pastikan itu anak mu " Ucap dani serius dan menatap mata tajam bimo.
Bimo mengacak rambut nya dia benar - benar frustasi jika sampai mira benaran hamil. Tapi dia tidak akan percaya begitu saja, karena dia merasa malam itu tidak melakukan apa - apa. Keadaan tubuh nya memang polos tapi tidak ada tanda - tanda jika dia habis bermain dengan mira.
" Jika dia hamil aku tidak akam percaya begitu saja, mira itu wanita licik dia itu wanita murahan yang sudah menjajakan tubuh nya kepada setiap lelaki. Aku benar - benar jijik dengan wanita itu. " Seru bimo emosi.
" Percuma kamu emosi seperti itu karena itu tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik sekarang kamu coba temui wanita itu dan sadap nomor ponsel nya, kita akan mencari tahu lewat ponsel dia. Apa saja yang dia lakukan dengan ponsel nya itu " Seru dani memberi ide yang cukup bagus.
Sebenarnya bimo malas menemui mira, seminggu ini mira sering menghubungi nya tetapi tidak bimo hiraukan. Kali ini sepertinya bimo harus mengikuti saran dari dani.
" Baiklah aku akan menemui wanita murahan itu" Seru bimo dengan wajah datar nya.
Bimo mengambil ponsel nya dan mencoba mengirim pesan kepada mira, mengajak mira bertemu di salah satu cafe ternama.
[ Jam satu siang kita ketemu di cafe XX, ada yang ingin aku bicarakan pada mu ]
Tidak perlu menunggu lama mira langsung membalas pesan yang dikirim bimo.
[ Baik bimo sayang, aku akan segera kesana ]
Bimo tidak membalas pesan mira, dia jijik dengan sebutan sayang yang di tuliskan oleh mira. Bimo teringat pesan nina, jika apa pun yang terjadi dia harus bicarakan dengan nina, masalah berat atau kecil harus dibicarakan karena sejati nya suami istri itu tidak ada yang perlu di rahasiakan.
* Apa aku harus jujur dengan nina, lebih baik dia tahu dari mulut ku langsung daripada tahu dari wanita murahan itu *
Bimo bergegas pulang dan meninggalkan berkas - berkas yang harus di periksa dan harus dia tanda tangani. Bahkan bimo melupakan kehadiran dani yang masih menikmati secangkir kopi hitam nya.
" Mau kemana dia baru juga jam sebelas sudah main cabut saja, kalau begitu apa guna nya aku disini. Lebih baik aku pulang dan istirahat di rumah , ya tuhan kapan aku mendapatkan jodoh agar ada yang menemani ku tidur " Seru dani.
Dani pun pergi meninggalkan kantor bimo dan pulang ke rumah nya untuk beristirahat. Kasihan banget kamu dan, padahal di bar mu banyak wanita tinggal pilih saja.
__ADS_1
*******
" Loh kak kok jam segini sudah pulang ? apa ada berkas yang tertinggal ?" Tanya nina heran melihat suami nya yang pulang tidak seperti jam biasa pulang.
Bimo tidak menjawab pertanyaan nina tetapi bimo langsung memeluk nina dengan erat. Seakan tidak mau berpisah dengan nina.
" Maaf " Ucap bimo singkat sambil memeluk nina.
Nina terdiam dia tidak tahu maaf apa yang di maksud suami nya, karena bimo tidak mempunyai salah kepada nya.
" Maaf untuk apa kak ? Apa kak bimo ada salah sama nina, tapi nina tidak merasa kak bimo ada salah. Katakan ada apa kak ?" Seru nina dengan bingung dan khawatir.
Bimo membawa nina masuk ke dalam kamar dan meminta mbak wati untuk menjaga sekar.
" Sayang aku.. aku sudah berbohong pada mu. Kamu ingat yang saat aku semalaman tidak pulang seminggu yang lalu ?" Tanya bimo memulai pembicaraan nya.
" Iya aku ingat kak, kak bimo bilang ketiduran fi kantor kan ?" Jawab nina seperti alasan yang di berikan bimo seminggu yang lalu.
" Aku bohong sayang, aku tidak tidur di kantor tapi.. tapi aku ketiduran di kontrakan mira " Ucap bimo yang akhirnya berkata dengan jujur tanpa ada yang di tutupi.
Bimo mencoba untuk jujur tidak ada kebohongan antara dirinya dan nina, apa pun yang terjadi bimo akan menerima keputusan nina.
Jantung nina seakan berhenti berdetak, dia tidak menyangka jika suami nya ternyata sudah membohongi nya.
" Kak, kamu membohongi ku ?" Tanya nina dengan mata yang berkaca - kaca.
" Dengarkan penjelasan ku dulu sayang, ini semua jebakan mira. Aku akan menceritakan semua nya tolong kamu dengarkan agar tidak salah paham " Seru bimo sambil memegang tangan nina dengan erat.
Bimo pun mulai menceritakan apa yang terjadi malam itu, tidak ada satu titik pun yang bimo lewatkan. Bimo ingin nina tahu yang sebenar nya sehingga tidak salah paham lagi.
" Begitulah cerita nya kenapa aku sampai di kontrakan mira, mira itu wanita licik dia sudah menjebak ku. Sebagai seorang lelaki aku juga masih punya hati nurani, melihat dia terluka seperti itu dan di jalanan sepi aku pun tak tega Sayang. Kopi itu pun pasti sudah di beri nya obat tidur, karena sehabis minum kopi itu aku merasakan kantuk yang luar biasa " Ucap bimo lebih menyakinkan nina.
" Kak, apa jika dia hamil kamu akan menikahi nya ?" Tanya nina dengan air mata yang mulai mengalir. Air mata nina sudah tidak bisa di bendung lagi.
Bimo memeluk nina dengan erat, dia pun menetes kan air mata nya. Dia benar - benar merasa bersalah dengan istri nya. Tidak seharus nya dia membuat sang istri bersedih dan meneteskan air mata hanya karena menangisi dirinya yang bejat.
" Sayang, ku mohon percayalah dengan ku. Semua akan baik - baik saja, aku tidak melakukan apa - apa dengan wanita itu. Itu hanya akal - akalan nya saja sayang, percayalah dengan kata - kata ku " Ucap bimo lebih menyakinkan nina.
Nina tidak tahu harus bagaimana, jika apa yang di takutkan benar - benar terjadi dia tidak sanggup untuk berbagi suami.
" Kak, aku tidak sanggup jika harus berbagi suami dengan wanita lain, jangan kan berbagi suami membayangkan saja aku tak sanggup. Aku tak sanggup untuk di madu kak. " Ucap nina semakin membuat bimo merasa bersalah.
__ADS_1
" Aku tak sanggup untuk di madu " Ucap nina lirih dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipi mulus nya.
Nina teringat pertemuan nya terakhir dengan mira saat di mall minggu lalu, saat itu mira menghina nya dan mengatai nya wanita mandul. Dia tidak bisa membayangkan jika harus berbagi suami dengan wanita itu, dia tidak sanggup mempunyai madu.
Namun tiba - tiba nina kata - kata mira, saat itu mira mengatakan jika dirinya sedang hamil.
" Kak bukan nya mira itu sudah mempunyai suami dan saat ini dia memang sedang hamil ?" Ucap nina sambil mengusap air mata nya.
" Apa dia hamil ? darimana kamu tahu dia sedang hamil ? Tapi kalau sekarang dia hamil anak siapa yang dia kandung, karena setahu ku suami nya itu lelaki yang tidak subur dan tidak bisa memberikan keturunan. Suami mira saat ini ada di penjara karena kasus penipuan" Ucap bimo memberitahu nina.
Bimo memikirkan ucspan istrinya tentang mira yang memang sudah hamil, bimo tersenyum sinis dia tahu pasti mira sengaja menjebak nya karena dia sudah hamil dan om jostidak mengakui anak dalam kandungan mira karena dia lelaki tidak subur.
* Pasti anak dalam kandungan mira adalah anak nya dengan salah satu lelaki hidung belang yang pernah tidur dengan nya * Gumam bimo dalam hati nya.
" Aku sekarang tahu mira memang sudah hamil tapi suami nya tidak mengakui nya karena dia tidak subur, pasti mira hamil dengan lelaki lain. Dan dia sengaja menjebak ku. " Seru bimo penuh keyakinan.
" Kak aku tidak sanggup untuk di madu, aku tidak sanggup kak. Aku tidak mau berbagi suami dengan wanita lain, tolong segera selesaikan masalah ini kak agar aku bisa lebih tenang. Aku tahu kamu pria yang bertanggung jawab, jika memang wanita itu yang sudah merencanakan semua ini aku pastikan dia tidak akan bisa hidup dengan tenang. " Seru nina dengan geram.
Hati kecil nina percaya jika suami nya tidak bersalah , ini semua pasti rencana mira untuk menghancurkan rumah tangga nina dan bimo.
" Sayang, siang ini aku izin menemui mira ada hal yang harus aku bicarakan dengan wanita itu. Ini juga salah satu rencana ku, aku akan mencoba menyadap ponsel nya agar aku tahu dengan siapa saja dia berhubungan di luaran sana. Pasti orang yang menghamili mira akan menghubungi nya, tolong kamu percaya dengan ku atau kamu mau ikut?" Ucap bimo.
" Tidak kak, selesaikan saja semua masalah mu sendiri aku tidak mau berurusan dengan wanita gila itu. Hati ku masih terasa perih karena ketidak jujuran mu waktu itu, aku hanya berharap semoga semua ini memang hanya rencana jahat mira. Pergilah temui dia dan selesaikan semua nya" Ucap nina dengan nada yang dingin.
" Baiklah sayang, aku akan menyelesaikan semua masalah ini dan akan aku buktikan jika aku tidak melakukan apa - apa dengan wanita itu. Aku pergi sayang, I love you " Seru bimo lalu mencium kening nina dengan lembut.
Bimo pun keluar dari kamar dan menuju mobil nya yang ada di depan rumah. Bimo langsung menuju cafe tempat dia membuat janji dengan mira.
******
AYOK BIMO BUKTIKAN JIKA KAMU MEMANG TIDAK TIDUR DENGAN MIRA DAN TIDAK MELAKUKAN HUBUNGAN ITU DENGAN MIRA, SEMANGAT BIMO ❤❤❤
MIRA TUNGGU SAJA PEMBALASAN DARI BIMO, JANGAN HARAP KAMU BISA LEPAS DARI PEMBALASAN BIMO. ❤❤❤
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, JANGAN LUPA BERIKAM RATE BINTANG 5 NYA ❤❤
Author membuat cerita seperti ini tidaklah mudah, jadi tolong hargai karya Author ya kak. Jangan berkomentar yang membuat Author down. 🙏❤❤
SALAM SAYANG DARI AUTHOR UNTUK PEMBACA SEMUA NYA. ❤
TERIMAKASIH ❤❤❤
__ADS_1