
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Di kediaman Aina hari ini mengadakan acara tasyukuran kelahiran anak nya, jam sepuluh pagi acara di mulai banyak kerabat dan saudara yang di undang untuk merayakan kebahagiaan mereka.
Dimas dan keluarga nya pun ikut datang menghadiri tasyukuran, begitupun dengan melani dan hendra yang juga ikut hadir.
" Selamat ya mbak atas kelahiran Babby Tasya, semoga jadi anak yang sholehah dan membanggakan keluarga nya " Ucap melani sambil memeluk aina dengan hangat.
" Terimakasih ya mel, ndra. Duch Vino makin ganteng saja kamu, tante gemes banget. Besok kalau sudah besar harus menjaga dedek tasya ya " Seru aina sambil mencubit pipi vino yang gembul.
Vino terlihat kesal karena pipi nya sedari tadi ada saja yang mencubit nya, bukan mencubit karena marah tapi mencubit karena gemas.
" Anty pipi ino itu ukan loti, atit au di ubit - ubit " Seru vino kesal, vino berbicara dengan suara khas anak kecil yang belum lancar bicara.
Semua orang yang hadir ikut tertawa mendengar ucapan vino yang menurut mereka semua sangat lucu dan menggemas kan.
" Selamat ya mbak atas kelahiran anak nya, maaf datang nya agak terlambat " Seru nabila yang baru saja datang dan menghampiri aina.
" Tidak apa- apa Bil, oh iya silahkan dinikmati makanan dan minuman nya bil. " Seru aina ramah.
Vino dan tama sudah bermain bersama, mereka berdua ada di samping bok babby Tasya. Vino dan tama tidak mau jauh - jauh dari babby tasya.
" Mel, itu bukan nya bimo suami nya mira ? Kenapa dia bisa datang kesini? padahal aku atau pun mas fadli tidak mengundang nya, ehh tapi kenapa dia datang bersama nina ?" Ucap aina bertanya tanpa jeda sampai melani bingung harus menjawab yang mana dulu.
" Iya itu bimo suami nya mira, tepat nya mantan suami mira. Kenapa bisa datang sama nina, ya karena bimo calon suami nina?" Ucap melani dengan santai.
" Apa ?? " Seru aina kaget.
" Hussh.. itu nina kesini, cerita nya panjang nanti mbak aina juga tahu sendiri " seru melani sambil melihat kearah nina yang berjalan menghampiri mereka.
__ADS_1
Bimo sendiri kaget saat nina mengajak nya datang ke acara tasyukuran babby tasya, dia tidak tahu jika tuan rumah nya adalah Dokter Fadli dan dokter Aina. Dia salah tingkah dan terpaksa mengikuti nina.
" Sayang kamu kesana sendiri ya, aku langsung bergabung sama yang lain saja. Itu kan para wanita, aku malu ikut kesana " Seru bimo sambil melirik ke arah aina dan yang lain nya.
Nina hanya tersenyum dan mengangguk, nina pun sendirian berjalan mendekati aina dan yang lain nya.
" Selamat ya mbak atas kelahiran babby tasya, ini ada hadiah untuk babby tasya. Semoga bisa bermanfaat untuk tasya" Seru nina sambil memberikan kado yang di bungkus dengan rapi.
" Terimakasih ya nin, malah ngerepotin " ucap aina dengan ramah.
Acaran syukuran babby tasya berjalan dengan lancar, kini para tamu undangan sudah banyak yang pulang hanya tinggal kerabat dekat dan keluarga saja yang masih tetap tinggal karena masih ingin berbincang-bincang.
Mama nya fadli dan Sina kakak ipar nya , tadi ikut pulang karena masih ada acara arisan dengan para teman sosialita nya, jadi mereka selesai acara langsung pulang.
" Nin, apa benar pak bimo calon suami kamu ?" Tanya aina yang sudah tidak tahan jika tidak bertanya, karena dia sangat penasaran dengan cerita nina.
" Iya mbak, doa kan saja semoga nanti acara nya berjalan lancar. Untuk undangan nya pasti nanti sampai di tangan mbak aina kok " Seru nina sambil tersenyum malu.
Aina dan melani saling pandang, aina bingung apa harus menceritakan kepada nina siapa bimo di masa lalu suami nya. Melani menganggukkan kepala nya, memberikan isyarat kepada aina.
" Emhh.. Bimo itu mantan suami nya mira, dan mira itu mantan istri nya mas Fadli. Dulu mira berselingkuh dengan bimo, sampai akhir nya mereka bercerai. Tapi semua itu sudah masa lalu, lagi pula saat itu bimo tidak tahu jika mira masih sah istri mas fadli, mira mengaku sudah janda di tinggal mati. Maaf ya nin mbak tidak bermaksud membuat kamu sedih." Seru aina menjelaskan.
Nina terkejut mendengar penjelasan dari aina, dia tidak menyangka jika kisah masa lalu bimo juga berhubungan dengan fadli suami aina. Ternyata bimo orang yang menikahi mantan istri fadli.
" Iya mbak gak apa-apa aku tidak sedih, lagi pula juga sudah masa lalu. Setiap orang pasti punya masa lalu, dan aku menjalin hubungan dengan kak bimo saat dia sudah bercerai dengan mira. Sebelum nya aku sudah pernah cerita dengan mbak melani, terimakasih ya mbak sudah mau bercerita dengan ku" . Seru nina bicara dengan penuh kedewasaan.
Nabila yang tidak tahu masalah apa yang sedang di bicarakan aina dan nina hanya bisa menyimak saja. Dia tidak mau bertanya tentang apa yang mereka bicarakan, karena memang bukan urusan nya.
" Bil, kok kamu diam saja ngobrol geh " Seru melani mengagetkan nabila yang sedari tadi diam.
__ADS_1
" Iya mbak, bingung mau ngobrolin apa " Ucap nabila dengan senyum ramah nya.
" Panggil nya Melani saja si Bil, tidak usah pakai mbak. Lagi pula umur kita tidak beda jauh, biar tambah akrab gitu loh bil. Benar gak mbak ?" Seru melani sambil melirik aina.
" Iya bil, panggil nama saja. Kamu juga mel, panggi aku nama saja tidak usah mbak - mbak segala. Kita juga seumuran " Seru aina.
Melani hanya nyengir kuda sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Sementara itu di rombongan para lelaki mereka semua sedang asik mengobrolkan soal bisnis, entah bisnis apa saja mereka obrolkan. Sampai tidak habis - habis bahan obrolan mereka.
" Jadi pak dimas ini pemilik toko kue yang viral itu ? Toko kue tapi berkonsep cafe,pak dimas memang hebat " Seru Jimmy memuji dimas.
" Ah pak dimas bisa saja, itu hanya toko kecil pak. Tidak seperti pak jimmy yang pengusaha sukses, perusahaan nya besar" Ucap dimas yang sebenar nya sedikit segan ikut berkumpul dengan para pengusaha.
" Semua di mulai dari nol pak dimas, aku dulu juga begitu merintis semua nya dari nol dan akhir nya bisa sampai seperti ini. Bahkan dulu aku hampir saja putus sekolah, karena saat itu papa kena PHK tapi ada rezeki lain sehingga kami bisa seperti sekarang ini" Ucap jimmy yang menceritakan sedikit kisah masa lalu nya.
" Benar pak dimas, semua usaha itu di awali dari nol. Sekarang toko pak dimas memang cuma satu dan masih kecil, siapa tahu di tahun depan bisa punya toko lagi dan bisa buka cabang di luar kota, rezeki orang tidak ada yang tahu pak" Seru Bimo yang ikut berbicara.
" Aamiin " Seru dimas dan fadli bersamaan mengaminkan ucapan bimo.
Dimas tidak menyangka jika dua pengusaha yang ada di hadapan nya ternyata orang nya ramah dan humbel. Sama sekali tidak memandang orang hanya dengan harta, bahkan mereka tidak segan memberi suport.
*******
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
MAAF YA KAK, AUTHOR NYA BARU BISA UP. SEHARIAN ADA ACARA KELUARGA, TAPI ALHAMDULILLAH AUTHOR MASIH SEMPAT UP. ❤❤
JANGAN LUPA UNTUK TERUS MEMBERI DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA AUTHOR, DAN JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA ❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤