
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹🌹
Kehamilan nina sudah masuk bulan ke tiga, di bulan ke tiga usia ke hamilan nya nina semakin sering mengidam aneh - aneh. Bimo dengan telaten dan sabar memenuhi semua permintaan ngidam nina, seperti malam ini sudah jam 12 malam nina bangun dari tidur dan menginginkan makan soto daging.
Bimo sempat bingung mau cari dimana yang jual soto daging tengah malam. Tapi bimo tetap mencarikan makanan yang di inginkan nina. Nina pun ikut keluar rumah untuk mencari soto daging.
" Itu seperti nya penjual soto daging kak, ayuk cepat kesana keburu orang nya pulang. Itu sepertinya dia sudah mau beres - beres " Ucap nina sambil menunjuk pedagang soto daging yang mangkal dekat swalayan.
Bimo langsung melajukan motor nya dengan cepat , setelah sampai nina langsung turun menghampiri pedagang soto.
" Soto daging nya masih pak ?" Tanya nina.
" Masih sih mbak tapi kami sudah tutup ini meja kursi juga sudah mau kami bereskan. " Ucap pedagang sambil membereskan meja kursi dan menumpuk nya.
Nina terlihat kecewa , wajah nya terlihat murung gagal sudah keinginan nya untuk makan soto daging. Bimo yang melihat wajah sedih istri nya pun turun tangan, lalu bimo menghampiri pedagang.
" Maaf pak kalau soto nya masih tolong buatkan satu porsi saja untuk istri saya pak. Istri saya saat ini sedang hamil dan dia mengidam makan soto daging, berapa pun akan saya bayar pak " Ucap bimo mencoba merayu bapsk pedagang demi istri tercinta nya.
" Oh mbak nya lagi ngidam, ya sudah mbak sini duduk saya buatkan dulu dari pada nanti adik bayi nya ileran bapak kan jadi merasa bersalah. " Ucap pak pedagang lalu menurunkan kursi nya kembali.
Nina langsung tersenyum cerah wajah sedih nya langsung berubah menjadi wajah penuh senyum. Dengan cepat nina duduk dan di ikuti bimo juga duduk di samping nina.
" Kak bimo tidak mau ?" Tanya nina.
" Tidak sayang kamu saja yang makan, aku masih kenyang. Aku duduk disini saja menemani kamu makan " Seru bimo.
" Oh ya sudah " Jawab nina singkat.
Semangkuk soto daging panas dengan isian full daging pun sudah terhidang di depan nina. Mata nina semakin berbinar, dengan segera nina memakan soto daging itu dengan lahab. Setelah lima belas menit satu mangkuk soto daging sudah berpindah di perut nina.
" Sudah sayang, mau nambah lagi ?" Tanya bimo.
__ADS_1
" Tidak kak aku sudah kenyang banget, seperti nya bapak penjual nya sengaja melebih kan porsi nya karena biasa nya tidak sebanyak itu isi nya, bayar lebih ya kak. " Seru nina dan di angguki oleh bimo.
" Pak ini untuk bayar soto nya dan ini bonus untuk bapak karena sudah bersedia memenuhi ngidam nya istri saya " Ucap bimo sambil memberikan uang tiga lembar warna merah kepada bapak pedangan soto nya.
" Alhamdulillah terimakasih ya mas, mbak semoga rezeki nya semakin lancar dan sehat - sehat ibu dan calon bayi nya " Ucap bapak pedagang mendoakan kebaikan untuk bimo , nina dan calon bayi nya.
" Aamiin.. terimakasih ya pak atas doa nya, kalau begitu kami permisi. " Ucap bimo.
Bimo dan nina pun pergi meninggalkan bapak penjual soto daging itu, mereka langsung mengendarai motor nya dan kembali pulang ke rumah.
" Kalian darimana ?" Tanya mama lusi yang terbangun karena tadi sempat mendengar suara motor.
" Mama kok belum tidur ? oh ini ma kami dari luar, biasa ngidam lagi " Seru bimo sambil melepas jacket nya.
" Maaf ya ma, tidur mama jadi terganggu gara - gara nina. Nina tadi pengen banget makan soto daging ma , makanya kami cari di luar dan alhamdulillah masih ada yang jualan " Ucap nina.
" Oh mama kira tadi darimana, ya sudah mama kembali ke kamar lagi ya. Kalian cepat tidur lagi jangan begadang tidak bagus untuk kesehatan. " Ucap mama lusi sebelum masuk ke dalam kamar nya.
********
Selama tujuh hari di rumah sakit pasca operasi kanker otak nya , hari ini nabila sudah di izinkan pulang dan harus kembali ke rumah sakit seminggu kemudian untuk melakukan cek up.
" Mas aku sudah kangen dengan anak - anak, pasti ibu dan hasni kerepotan karena selama seminggu ini aku di rumah sakit. " Seru nabila.
" Sudah jangan mikir seperti itu, mereka tidak merasa repot kok. Karena mas meminta tolong saudara bu jujuk untuk membantu ibu menjaga anak - anak. Sekarang kita pulang ya, semua nya sudah bereskan ?" Seru dimas sambil mengangkat tas baju nabila.
" Sudah semua mas " Jawab singkat nabila.
Hari ini fadli dan aina tidak ada di rumah sakit karena mereka sedang ada acara keluarga. Jadi dimas dan nabila tidak menemui fadli atau pun aina terlebih dahulu untuk menyampaikan terimakasih nya.
Dimas mengendarai mobil nya dengan pelan agar nabila merasa nyaman dalam perjalanan. Setelah operasi wajah nabila semakin terlihat segar, tidak pucat seperti dulu lagi.
__ADS_1
" Mas, setelah aku benar - benar sembuh boleh tidak kita adain acara berbagi di panti ? Aku ingin berbagi kebahagian kepada mereka sebagai bentuk rasa syukur ku karena masih di beri kesehatan hingga aku bisa sembuh seperti sekarang ini " Ucap nabila saat dalam perjalanan pulang.
" Boleh dong dek , nanti mas atur waktu nya ya " Ucap dimas menyetujui keinginan nabila.
" Terimakasih mas " Jawab nabila dengan senyum merekah di bibir tipis nya.
Nabila terus memandangi dimas, dia benar - benar sangat berterimakasih di karuniai seorang suami yang benar - benar bertanggung jawab. Suami yang bisa menerima segala ke kurangan nya, suami yang bisa menjadikan nya ratu dalam rumah tangga nya , suami yang selalu memberi nya semangat untuk sembuh.
Segala masalalu dimas sama sekali tidak membuat nabila untuk membenci nya, masa lalu dimas memang kelam. Namun dimas yang sekarang bukanlah dimas yang dulu, dimas berubah 180 derajat.
" Dek.. Dek kita sudah sampai loh, kamu kenapa ? Ada yang kamu fikirkan ?" Tanya dimas sambil memegang bahu nabila.
" Eh mas, sudah sampai ya ? Maaf aku tadi melamun" Jawab nabila sedikit kaget.
" Apa yang kamu lamun kan ?" Tanya dimas ingin tahu.
" Mas.. Terimakasih sudah menjadi suami terbaik untuk ku, sudah menerima segala kekurangan ku. Aku sempat putus asa, tapi kamu selalu menguatkan ku. Terimakasih untuk semua nya mas, aku berjanji aku akan menjadi istri yang baik, dan ibu yang baik untuk anak - anak kita. " ucap nabila sambil memeluk dimas.
Dimas membalas pelukan nabila dan mengusap punggung nabila dengan lembut. Dimas pun berterima kasih karena nabila juga sudah mau menerima segala ke kurangan dimas, dan semua cerita masa lalu jelek dimas.
" Sama - sama dek, mas juga terimakasih kamu sudah menjadi istri terbaik ku. Kamu sabar dan menerima dengan segala ke kurangan ku. " Seru dimas sambil melepaskan pelukan nya.
Dimas mencium bibir nabila dengan lembut, beruntung kaca mobil dimas tidak terlihat dari luar sehingga tidak ada yang melihat kegiatan mereka di dalam mobil. Ciuman mereka cukup lama , hingga nabila kehabisan nafas lalu dimas pun menyudahi nya.
" Nanti kita teruskan di dalam rumah, sekarang kita segera turun ya " Ucap dimas dan di angguki oleh nabila.
******
Semoga novel author menjadi novel favorite untuk para pembaca.❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1