
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
" Pak bimo itu baik ya? dia tidak sombong, mau berbaur dengan kalangan bawah seperti kita" Ucap emak imah saat dalam perjalanan pulang.
Nina hanya menyimak apa yang di bicarakan ibu sambung nya, dia tidak mau menimpali ucapan mak imah.
" Iya bu, bapak tadi senang banget loh saat beliau minta foto dengan kita. Seandainya pak bimo bisa jadi menantu kita ya bu, bapak pasti senang banget" Tambah pak minto membuat nina semakin tidak enak berada di dalam mobil.
Raka melirik adik nya yang duduk di samping nya dengan heran, karena sedari masuk mobil tadi nina hanya diam saja tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
" Kamu kenapa Nin? Mas perhatiin dari tadi kamu diam saja, apa ada masalah?" Tanya Raka mencari tahu.
" Tidak kak, aku sedang tidak ada masalah" Jawab nina dengan cepat.
Bagaimana dia tidak diam saja, sedangkan hati nya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dia kefikiran dengan bimo, lelaki yang saat ini selalu ada dalam fikiran nya, dan kenyataan pahit pun barusan dia tahu jika bimo ternyata sudah mempunyai istri dan istri nya baru saja melahirkan.
Nina tahu itu semua karena tadi tidak sengaja dia mendengar saat dekan di kampus nya mengucapkan selamat kepada bimo atas kelahiran anak pertama nya.
" Nin, menurut mu Pak bimo itu bagaimana? " Tanya pak minto membuat nina menghela nafas panjang.
" Sepertinya pak bimo orang yang baik, tapi pak bimo itu sudah menikah dan istri nya kemarin baru melahirkan pak, jadi jangan mengharap dia jadi mantu bapak" Jawab nina kesal.
" Bapak tadi cuma bercanda Nin, tapi kalau memang Allah menakdirkan dia jadi mantu bapak ya bapak tidak bisa menolak" Seru pak minto
" Jadi bapak mengharap aku menjadi perebut suami orang. Lagi pula siapa juga yang mau sama lelaki sombong dan aneh itu. " Tanya nina kesal, dia tidak habis fikir dengan apa yang ada di fikiran bapak nya.
Bukan nya menjawab pak minto malah tertawa dengan kuat, sampai perut nya terasa sakit.
" Nina.. Nina.. bapak itu cuma bercanda agar kamu bisa tertawa karena sedari tadi kamu itu diam saja. Seharusnya kamu itu bahagia karena baru saja wisuda dan mendapat nilai terbaik. " Ujar pak minto.
Raka yang sedari tadi menyetir dan menyimak semua pembicaraan ayah nya dan nina kini ikut bicara.
" Kok kamu bilang seperti itu dek? Memang kamu sebelum nya sudah pernah ketemu dengan pak bimo? " tanya Raka heran.
Pertanyaan Raka membuat nina salah tingkah dan gugup, dia tidak menyangka mulut nya akan berkata yang dapat menyulitkan nya.
* Duh mulut kenapa si kamu bisa bicara aneh-aneh. Jadi bingungkan aku harus menjawab apa* Gerutu nina.
" Emhh.. itu.. anu. anu mas, aku tahu dari teman-teman kampu. Iya dari teman-teman kampus" Jawab nina dengan gugup.
__ADS_1
" Ohh Mas kira kamu sudah mengenal pak bimo atau sering bertemu pak bimo" Seru raka lagi.
Nina menggeleng lalu mengambil ponsel nya yang ada di tas kecil yang dia bawa. Nina memainkan ponsel nya untuk menenangkan diri nya.
Ting..
Tiba-tiba ada notifikasi masuk di ponsel nina, nina pun membuka pesan itu.
[ Sudah seperti satu keluarga yang bahagia kan?]
Nina mengernyitkan kening nya saat membaca pesan yang masuk di ponsel nya di sertai sebuah foto. Nina tahu jika foto yang di kirim itu tadi adalah foto dirinya dan keluarga nya beserta bimo saat di kampus.
* Ini kan foto tadi, apa ini nomor dia? dia dapat dari mana nomor ponsel ku?* Tanya nina pada diri nya sendiri.
* Dia kan pemilik kampus, sudah pasti dia bisa mendapatkan nomor ku dari pihak kampus* Gumam nina dalam hati.
********
Di tempat lain, saat ini bimo sudah ada di perusahaan nya tepat nya ada di ruangan nya. Saat ini bimo sedang memandangi foto Nina dan dirinya saat di kampus tadi, foto itu bimo jadikan gambar layar depan di ponsel nya.
" Selain cantik ternyata dia gadis yang pintar " Seru bimo sambil mengusap layar ponsel nya.
Tok Tok Tok
" Masuk" Suara bimo dari dalam.
Pintu ruangan bimo terbuka dan menampakkn seseorang masuk kedalam ruangan bimo.
" Mama " Seru bimo kaget.
Kedatangan mama bimo kengagetkan bimo, pasal nya sanf mama tidak memberi nya kabar jika dia akan datang menemui nya.
Sudah lama bimo tidak bertemu dengan mama nya, karena sang mama tinggal di luar kota mengurus usaha nya di sana.
" Mama kenapa datang tidak mengabari bimo? Bimo kan bisa jemput mama di bandara" Seru bimo lalu mencium tangan sang mama.
" Mama masih sehat dan kuat tidak perlu kamu menjemput mama. " Ucap mama bimo dengan kesal.
" Sudah berapa lama kamu tidak menjenguk mama mu ini, mau jadi anak durhaka kamu? Ini pasti pengaruh dari wanita matre itu" Seru mama Bimo dengan kesal.
__ADS_1
Bimo tidak menjawab, memang sudah hampir 6 bulan dia tidak menjenguk mama nya. Bukan karena pengaruh mira tapi karena bimo tidak mau berdebat dengan mama nya. Karena mama bimo tidak menyukai mira dan menentang pernikahan nya dengan mira.
" Maaf ya ma, bimo sibuk dengan pekerjaan. Oh iya mama mau minum apa? biar bimo suruh OB buatkan minuman untuk mama" Ucap bimo.
" Tidak perlu, mama tidak haus. Oh iya bagaimana kabar rumah tangga mu dengan wanita matre itu?" Tanya mama bimo tanpa mau menyebut nama mira.
" Mira.. Nama nya mira ma bukan wanita matre. Mira kemarin baru melahirkan ma, anak mira perempuan dan dia sangat cantik" Ucap bimo dengan nada melemah.
" Anak mira? Kenapa kamu menyebut nya anak mira, bukan anak kami ? " Tanya mama bimo penuh selidik.
" Maksud bimo anak kami ma, tadi bimo salah bicara karena masih kaget dengan kedatangan mama yang tiba-tiba" Ucap bimo berbohong.
Bimo belum mau memberitahu yang sebenarnya kepada mama nya, dia akan mencari waktu yang tepat untuk memberitahu mama nya tentang semua kebohongan mira.
" Mama mau lihat anak kalian, antarkan mama" Seru ibu Lusi mama bimo.
Bagaimana pun ibu lusi sangat mengharapkan seorang cucu dari bimo. Sebenci apa pun dia dengan mira tidak mungkin dia akan membenci cucu nya tidak tahu apa-apa.
" Mama yakin mau bertemu mira?" Tanya bimo heran.
" Mama bukan mau bertemu mira tapi mama mau bertemu cucu mama" Ucap ibu lusi dengan kesal.
" Tapi bimo minta tolong saat mama ketemu mira nanti jangan membuat keributan. Bimo cuma tidak mau ada keributan ma, apalagi saat ini mira dan bayi nya masih di rumah sakit. Bimo tidak meminta mama untuk menerima mira, bimo tahu mama tidak menyukai mira" Seru bimo seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
" Dari dulu mama memang tidak menyukai nya kamu nya saja yang bucin. Mama perhatikan sepertinya kamu sedang ada masalah? Masalah apa yang sedang kamu alami? Ada hubungan nya dengan wanita matre itu?" Tanya ibu lusi beruntun.
Bimo menggelengkan kepala nya, dia pun mengajak mama nya keluar dari ruang kerja nya dan turun ke bawah ke tempat parkiran yang di khususkan oleh para petinggi perusahaan.
* Kamu tidak bisa menyembunyikan masalah mu dari Mama bim, mama tahu saat ini kamu sedang ada masalah. Mama hanya berharap semoga apa pun masalah mu suatu saat nanti kamu mau cerita dengan mama* Gumam ibu lusi dalam hati nya.
*******
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
Bagaimana ya pertemuan antara mama bimo dan mira ? Dan bagaimana reaksi mama bimo jika mengetahui cucu nya bukan darah daging bimo.?
Tunggu di bab selanjut nya ya kak ❤❤
JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR, DENGAN CARA LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA ❤❤
__ADS_1
DI TUNGGU RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤
TERIMAKASIH ❤❤