
Ada sedikit adegan 18+ nya ****ya kak**** tapi masih aman untuk dibaca pas puasa, tapi kalau takut membatalkan di skip saja ya.
******
Pilihan sulit untuk dimas, Vera meminta meninggalkan nya jika tidak mau menikahi nya. Jika dimas ketahuan menjalin hubungan dengan wanita lain apalagi sampai menikahi nya pasti dia akan di tendang oleh Aina.
" Mas jangan diam saja dong ayuk jawab! Kapan kamu mau menikahi ku?" Tanya Vera lagi dengan wajah yang di buat makin cemberut.
" Mas dimas jahat! Mas cuma mau memanfaatkan tubuh ku saja, jika butuh tubuh ku saja mas dimas bilang sayang dan mencintaiku tapi nyata nya semua hanya omong kosong . Hiks...Hiks..." Vera bicara dengan menangis air mata nya membanjiri pipi .
Dimas tidak tega melihat Vera bersedih apalagi sampai menangis seperti itu.
" Baiklah saya aku akan menikahi mu, tapi cuma siri dulu ya sayang. Dan jangan sampai istri ku tahu soal pernikahan kita, aku minta kamu jangan nekat untuk menemui ku saat aku dirumah. Kalau istriku tahu aku menikah lagi bisa hancur semua nya" Ucap dimas sambil betingsut memeluk Vera yang sedang menangis.
Vera tersenyum dalam tangis nya, ternyata meluluhkan hati dimas tidaklah sulit seperti yang dia bayangkan. Hanya modal air mata dan pura-pura menangis dimas akhirnya mau menikahi nya.
" Iya mas. Lalu kapan kita menikah? " Tanya Vera yang mulai menghentikan tangisan palsunya.
" Besok malam kita menikah di kontrakan ini saja, kita panggil pak Rt dan dua orang warga sebagai saksi biar kita tidak dibilang pasangan kumpul kebo oleh warga. Sudah jangan menangis lagi ya, kamu jelek kalau menangis." jelad dima sambil mengusap air mata Vera yang masih membasahi pipi.
Akhirnya apa yang di inginkan Vera akan segera terlaksana. Dengan dimas menikahi nya berarti sudah satu langkah lebih baik. Seterus nya Vera ingin menjadikan dirinya sebagai istri dimas satu-satu nya. Seperti apa yang dia lakukan kepada melani dulu.
" Terimakasih mas, mas memang yang terbaik. Aku sangat mencintai mu mas, aku tidak mau kehilangan mas" Ucap Vera dengan nada manja nya.
" Iya sayang mas juga sangat menyayangi dan mencintai mu, mas tidak mau kamu pergi dari mas. Kalau kamu pergi mas bisa gila, kamu sudah jadi candu untuk mas" Dimas bicara sambil memeluk Vera dengan erat.
" Mas mana uang untuk beli Handphone baru," Tanya Vera sambil mengulurkan tangan nya.
" Mas tidak bawa uang kas sayang, nanti mas transfer saja ya. Nanti kamu beli handphone yang kamu inginkan, apa sih yang tidak untuk wanita secantik kamu" Ucap Dimas dengan tangan mulai menggerayangi tubuh Vera.
Vera mengerti apa yang hendra inginkan, dia pun tidak menolak saat hendra mulai mencumbu nya. Bibir mereka saling bertukar saliva ,dan entah siapa yang memulai kini mereka sudah tanpa sehelai benang lagi , padahal baru beberapa jam tadi mereka melakukan nya.
Mereka berdua tidak pernah puas, jika mereka menginginkan nya dimana pun tempat mereka akan melakukan nya. Mereka juga sering melakukan di Cafe di ruangan dimas, bahkan di rumah dimas saat Aina bekerja di siang hari dimas pun membawa Vera ke rumah nya untuk sekedar melepaskan hasrat nya.
__ADS_1
Setelah hampir satu jam pertempuran, mereka menyudahi kegiatan nya. Saat ini hendra sedang membersihkan dirinya di kamar mandi. Vera masih bergulung di bawah selimut nya. Rasa lelah membuat Vera memejam kan mats nya.
" Sayang, mas pulang dulu ya. Mas juga mau ke cafe " Pamit dimas sambil mencium pipi Vera yang sedang kelelahan.
" Iya mas, ingat besok datang kesini bawa penghulu nya" Jawab Vera dengan mata yang masih terpejam.
" Soal penghulu nanti mas minta tolong pak Rt saja yang mencarikan nya, pasti dia lebih tahu karena dia kan Rt disini. Mas pulang ya, kamu istirahat saja dan persiapkan dirimu untuk besok." Dimas berpamitan lagi.
Dimas pun keluar kontrakan dan melajukan mobil nya, tepat nya mobil Aina yang dia pakai dengan alasan untuk belanja bahan-bahan kebutuhan dapur Cafe nya.
******
Seperti yang di janjikan dimas hari ini dimas menikahi Vera secara siri di rumah kontrakan Vera. Vera sengaja meminta nikah secara siri dulu karena sampai hari ini Vera masih sah menjadi istri Raka. Raka belum menceraikan Vera sama sekali.
Lagi pula kalau pun harus menikah secara hukum negara dimas juga pasti tidak mau. Karena dia harus meminta izin istri sah nya terlebih dahulu dan itu tidak mungkin.
" Bagaimana mas dimas apa sudah bisa di mulai akat nikah nya" Tanya pak ustadz yang di tunjuk pak Rt untuk menikahkan dimas dan Vera.
" Sudah pak silahkan dimulai saja" Jawab dimas yakin.
Pak Ustadz memulai prosesi akad nikah, dengan satu tarikan nafas dimas menyelesaikan ijab qabul nya.
" Sah" Seru pak Rt dan yang lain nya.
Vera tersenyum bahagia sekarang sudah menjadi istri dimas walau masih secara siri.
" Selamat ya mas dimas dan Vera semoga langeng sampai tua" Ucap istri pak Rt memberikan ucapan selamat.
" Terimakasih bu" Jawab dimas dan vera bersamaan.
Acara pun berjalan lancar dan sekarang semua sudah pulang ke rumah nya masung- masing begitupun dengan pak ustadz yang tadi menikah kan Vera dan Dimas. Sebelum pulang pak ustadz menyampaikan pesan kepada sepasang pengantin baru itu.
" Mbak dan mas dimas selamat ya atas pernikahan nya, semoga bahagia selalu. Cuma saya sarankan secepat nya kalian urus pernikahan di KUA biar kalian mempunyai buku nikah dan sah dimata hukum negara. Jadi kalau kelak punya anak bikin surat-surat untuk anak biar mudah" Ucap pak ustadz menasehati dimas dan Vera.
__ADS_1
" Baik pak secepat nya akan kami urus" Jawab dimas tersenyum.
Pak ustadz pun pulang meninggalkan rumah kontrakan Vera.
Kini tinggal dimas dan vera yang berada dalam kontrakan, vera meminta dimas malam ini untuk menginap di kontrakan nya karena ini malam pengantin mereka.
" Mas malam ini tidur disini kan?" Tanya Vera dengan nada manja nya.
Dimas berfikir kalau dia tidur di kontrakan Vera alasan apa yang akan dia sampaikan kepada Aina. Aina sudah pasti akan curiga.
" Sayang , malam ini mas pulang ya. Mas tidak mau istri mas semakin curiga. Kamu tahu sendirikan dia masih istri sah ku. " Seru Dimas memberi alasan.
" Aku tidak mau tahu pokok nya malam ini mas tidur disini ! Ini malam pengantin kita mas, masak kamu biarin aku tidur sendiri di malam pengantin kita." Ucap Vera mulai marah sambil melempar bantal kursi ke arah dimas.
" Baiklah ... baiklah mas malam ini tidur disini. Sudah jangan marah lagi cantik nya hilang loh. Sebentar mas hubungi Aina dulu mas mau bilng kalau mas ada kerjaan sama teman jadi terpaksa menginap." Ucap hendra sedikit menjauh dari Vera lalu mengambil ponsel di kantong celans nya.
Dimas menghubungi Aina dan tak menunggu lama sambungan telepon itu pun tersambung.
[ Hallo mas kamu dimana?] tanya aina di seberang sana.
[ Iya hallo Aina, mas lagi sama teman . Oh iya maaf ya Aina mas malam ini tidak bisa pulang, ada kerjaan sama teman. Teman masngajakin kerja sama buka cabang cafe di luar kota]
[ Oh terserah kamu mas]
[ Jangan marah ya sayang, mas begini juga demi kamu demi membahagiakan kamu]
[ Ya sudah, asal jangan sampai kamu bohongi aku mas. Kamu tahu akibat nya kalau sampai bohong.]
[ Iya mas tidak bohong, sudah dulu ya mas di panggil teman mas. ]
Sambungan telepon pun terputus lalu dimas menghampiri Vera yang dari tadi memperhatikan nya dengan wajah cemberut nya. Vera cemburu dimas menghubungi istrinya,Aina.
*****
__ADS_1
**Jangan lupa untuk terus dukung karya Aurhor ya kak. Dengan cara berikan LIKE KOMEN VOTE DAN KLIK TOMBOL FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIH NYA ❤❤🙏🙏
SELAMAT MEMBACA KAKAK READER**.