Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Kebohongan om jos


__ADS_3

" Sayang uang bulanan sudah aku kirim ya, itu khusus untuk belanja bulanan keperluan rumah. Untuk jatah pribadi mu dan jatah sekar sudah aku kirim ke rekening pribadi mu. " Ucap bimo memberitahu nina jika uang bulanan sudah di kirimkan.


Nina langsung bergegas mengecek saldo rekening nya lewat internet banking di ponsel nya. Mata nina tak percaya dengan jatah bulanan yang di berikan bimo, padahal uang bulan lalu pun belum habis.


" Kok jatah bulanan ku bertambah lima juta mas ?" Tanya nina yang ingin tahu alasan suami nya melebihi uang bulanan nya.


" Itu bonus karena kamu sudah menjadi istri dan mama yang baik untuk ku dan untuk sekar" Ucap bimo.


" Kalau begini kenapa tidak dari dulu saja ya saya menikah dengan pria kaya. Kalau begini terus kan saldo di rekening ku bisa cepat menumpuk jadi aku tidak perlu repot - repot kerja lagi " Seru nina dengan polos nya.


Bimo menatap nina dengan cengoh, mama lusi hanya menggelengkan kepala melihat menantu nya yang terlalu polos.


" Tapi 25 juta itu terlalu banyak loh kak, apa kak bimo tidak jatuh miskin kalau tiap bulan memberi ku uang segitu banyak ?" Tanya nina dengan wajah polos nya.


" Apa 25 juta ?" Tanya mama lusi tidak percaya bimo memberi uang bulanan untuk nina hanya 25 juta. Hanya kok 25 juta, orang kaya memang aneh.


Nina lupa jika ada mama lusi di meja makan sedang ikut sarapan. Nina takut jika mama lusi marah karena bimo memberikan uang yang cukup banyak.


* Mampus kamu nina, mama mertua mu pasti tidak suka karena ucapan mu tadi * Gumam nina dalam hati sambil melirik suami nya yang tetap asik memakan sarapan nya.


" Memang kamu sudah bangkrut bim ? Hingga kamu ngasih uang bulanan untuk nina cuma 25 juta, apa - apain ini bahkan itu saja mama bawa shopping satu jam sudah habis. Jadi suami jangan pelit- pelit, ingat dulu kamu sama mantan istri mu itu saja tidak pelit bahkan jatah bulanan nya lebih banyak tapi kenapa sekarang kamu pelit begini sama nina " Ucap mama lusi yang protes karena uang bulanan nina terlalu sedikit.


Nina kira mama mertua nya akan marah atau akan protes karena uang bulanan nya terlalu banyak, tapi ternyata dugaan nya salah. Malah dia marah karena uang 25 juta itu sedikit, bahkan kurang kalau untuk belanja.


" Ma , jangan bahas masalalu itu lagi dong bimo jadi hilang selera makan nya. Maksud bimo bukan nya pelit ma, uang itu hanya khusus untuk nina saja siapa tahu nina butuh uang atau apa kan tinggal ambil di ATM saja. Untuk keperluan rumah sudah bimo kasih sendiri, dan nina juga sudah bimo kasih kartu kredit. Jadi uang 25 juta itu cuma untuk pegangan nina, kalau nina mau belanja kebutuhan nya bisa pakai kartu kredit nya " Ucap bimo menjelaskan kepada sang mama yang sudah berkacak pinggang.


" Oh begitu mama kira kamu hanya kasih nina nafkah 25 juta, kalau cuma segitu mending nina mama antar pulang ke rumah orang tua nya. " Ucap mama lusi yang sudah duduk kembali.


" Maka nya ma jangan main marah - marah dulu, tanya dulu dengan baik - baik. Awas loh ma kalau sering - sering marah bisa kena darah tinggi dan jantungan. Apalagi mama ini sudah mulai tua, ingat baru mulai tua bukan berarti sudah tua jangan di salah artikan dulu " Seru bimo sambil senyum jahil kepada mama lusi.


Bimo memang paling bisa kalau di suruh menggoda sang mama, ada saja bualan nya yang membuat sang mama kesal dan geram. Tapi itulah bimo garang di luar lembut di dalam.


" Mama bilang 25 juta itu sedikit ? Menurut nina itu sudah lebih dari cukup ma, keperluan nina juga tidak banyak. Bahkan yang bulan lalu saja masih belum habis ma " Ucap nina serius.


" Kamu habiskan saja uang nya kalau habis minta lagi sama suami mu, uang suami mu banyak. Buat apa dia banyak uang kalau tidak kita nikmati, kata kamu kemarin mau menghabiskan uang suami mu. " Ucap mama lusi.


" Ok mama mertua " Jawab singkat nina.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan bimo pun berangkat ke kantor, nina mengendong sekar dan mengantarkan bimo hingga sampai di mobil. Tidak lupa bimo mencium nina dan sekar, begitulah rutinitas pagi nina saat mengantarkan bimo berangkat kerja.


*******


Mira mendatangi kantor om jos karena sudah dua hari om jos tidak pulang ke rumah mira dan di hubungi pun hanya bilang jika dirinya sibuk di kantor dan banyak pekerjaan. Tanpa memberitahu om jos mira akan memberikan surprise om jos dengan menemui nya di kantor.


Dengan perasaan bangga mira datang ke perusahaan dengan membawakan makan siang untuk om jos, dia ingin om jos semakin sayang dan mencintai nya sehingga dia akan lebih mudah memanfaatkan uang om jos.


" Maaf mbak mau bertemu siapa ?" Tanya resepsionis dengan sopan kepada mira.


" Oh.. kaku pasti tidak kenal dengan ku ya, maklum aku memang baru pertama kali datang ke perusahaan ini. Kenalkan nama saya mira, saya istri dari Boss kalian Jos handoko. Aku mau menemui nya mengantarkan makan siang, apakah boss kalian ada ?" Tanya mira dengan penuh percaya diri dengan senyum manis dia sunggingkan di bibir nya yang merah merona.


Resepsionis itu melihat mira dari atas sampai bawah, bahkan dia pun bingung dengan apa yang di ucapkan mira. Sejak kapan Jos handoko bos dan pemilik petusahaan ini.


" Maaf mbak, boss kami atau direktur kami ada tapi beliau bukan Jos hadoko ? Pak Jos yang mbak maksud sudah tidak bekerja disini dari sebulan yang lalu, dan kantor ini milik ibu Indah mentari istri bapak Jos handoko " Ucap resepsionis menjelaskan yang sebenar nya.


Namun mira tetap tidak percaya dan memaksa untuk menemui direktur perusahaan. Mira langsung berlari menuju lift dan menekan angka lantai tertinggi, karena yang dia tahu ruangan direktur pasti ada di lantai paling atas.


Resepsionis dan seorang satpam berusaha mengejar dan mengikuti mira.


" Mbak tolong jangan membuat keributan disin, kalau mbak mencari Pak Jos beliau tidak ada yang ada di dalam sini adalah ibu indah. " Ucap resepsionis menjelaskan kembali.


Namun tiba - tiba pintu ruangan di rektur terbuka dan keluarlah ibu indah dan sekretaris nya sambil membawa setumpuk berkas yang baru saja di tanda tangani ibu indah.


" Ada apa ini ?" Tanya ibu indah.


" Emmhh... maaf bu, wanita ini memaksa masuk untuk mencari pak jos. Saya sudah bilang jika beliau sudah tidak ada di perusahaan ini lagi tapi dia tidak percaya dan memaksa " Ucap resepsionis berkata jujur.


Ibu indah memperhatikan wanita yang tidak asing bagi nya dan ternyata itu adalah mira, adik madu nya. Tapi sekarang bukan lagi, tepat nya mantan adik madu nya karena saat ini ibu indah sudah resmi bercerai dengan suami nya.


" Sudah tidak apa - apa, biarkan dia masuk. Dan untuk kalian kembali bekerja " Ucap ibu indah lalu meminta mira masuk ke dalam ruangan nya.


Mira masuk dan duduk di sofa dengan angkuh nya, dia tidak takut jika ibu indah akan menghajar nya kembali. Dia menatap tajam ke arah ibu indah yang duduk di kursi kebesaran nya.


" Mana suami ku ?" Tanya mira mulai membuka pembicaraan nya.


" Suami mu tidak ada disini, dia sudah aku pecat " Jawab bu indah santai.

__ADS_1


" Jangan mimpi kamu ibu tua !! Suami ku Jos handoko itu pemilik perusahaan ini, jadi tidak mungkin kamu bisa memecat nya. Kamu itu hanya mantan istri nya saja, oh pasti sekarang kamu sakit hati karena suami ku lebih memilih ku daripada kamu perempuan tua. Sekali main saja pasti sudah KO pantas saja om jos cari wanita yang lebih muda dan hot seperti ku " Ucap mira dengan angkuh nya bicara sambil menyilangkan kaki dan bersedekap.


" Aku tidak perduli dengan lelaki itu, kami sudah resmi bercerai dan dia sekarang tidak bekerja lagi di petusahaan ini. Dia sudah aku pecat !!" Ucap ibu indah penuh penekanan.


Mira mulai takut dan dia tetingat kejadian saat dia di hajar habis oleh ibu indah. Namun mira tetap pada pendirian nya tidak akan pergi sebelum ketemu dengan om jos.


" Jangan sembunyikan suami ku !! Sekarang dimana suami ku ?" Seru mira bicara sedikit meninggikan suara nya.


" Apa telinga kamu tuli ? Dia tidak ada disini, dia sudah lama tidak bekerja disini. Asal kamu tahu disini akulah pemilik perusahaan ini, selama ini jos hanya menjalankan saja tanpa memiliki nya. " Ucap ibu indah mendekat ke wajah mira.


Wajah mira terlihat memerah menahan malu dan amarah, dia tidak menyangka jika selama ini om jos membohongi nya.


" Aku tidak percaya, om jos bilang jika dialah pemilik perusahaan ini " Mira tetap menyakinkan dirinya jika om jos lah pemilik perusahaan nya.


" Kamu pasti sudah di bohongi oleh jos, jos menikah dengan ku tidak membawa apa - apa hanya mobil yang dia bawa itulah harta yang dia punya. Selama ini kemewahan yang dia punya adalah harta ku, harta yang juga sudah kau nikmati. Sekarang kamu sudah tahu semua nya, jadi lebih baik sekarang kamu pergi " Ucap ibu indah menjelaskan dan mengusir mira secara halus tanpa ada emosi lagi.


" Jadi selama ini aku telah di bohongi oleh om jos ? Fan sekarang dia sudah tidak punya apa - apa lagi, dia miskin dia melarat " Seru mira tidak percaya jika selama ini dia hanya di bohongi.


* Ini tidak bisa di biarkan aku harus mencari om jos aku tidak mau dia pergi meninggalkan ku, aku harus meminta penjelasan dari nya dulu. Enak saja dia main pergi, aku harus bisa menguasai harta gono gini om jos, iya aku harus bisa * gumam mira dalam hati.


" Baiklah aku akan pergi, tapi ingat jika kamu berbohong aku akan memberi perhitungan kepada mu wanita tua" Seru mira lalu beranjak dari duduk nya dan keluar ruangan.


Mira menghubungi om jos dan menanyakan keberadaan om jos.


[ Sayang kamu dimana?]


Mira mengirim pesan kepada om jos, karena telepon nya tidak di angkat. Namun setelah menunggu lima menit om jos menghubungi mira dan dia mengatakan jika saat ini sedang ada dalam perjalanan pulang menuju rumah mira.


Mira pun dengan segera melajukan mobil nya menuju arah jalan pulang, karena dia sudah tidak sabar bertemu dengan om jos dan meminta kejelasan yang sebenarnya terjadi.


******


NAH KAN AKHIRNYA MIRA TAHU JUGA, TERNYATA SELAMA INI HANYA DI BOHONGI OLEH OM JOS. ❤❤


TUNGGU NASIB SELANJUT NYA YA MIR ❤🤭


DUKUNG TERUS KARYA AUTHOR YA KAK, JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA JUGA ❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2