
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Hari ini dimas datang ke rumah sakit husada untuk melakukan cek up jantung nya, sudah beberapa hari ini jantung dimas terasa nyeri dan nafas nya juga sesak. Semenjak keluar dari rumah sakit dimas memang tidak pernah memeriksakan jantung nya lagi, bahkan istirahat pun hanya tiga hari setelah nya sudah bekerja seperti biasa.
Dan hari ini juga pertama kali nya dia akan ketemu fadli setelah fadli resmi menjadi suami Aina. Ada rasa tidak enak dan malu, fadli pasti sudah tahu semua kelakuan dimas semasa menjadi suami Aina.
Dimas sudah di rumah sakit dari satu jam yang lalu, sekarang giliran dimas yang masuk ke ruangan pemeriksaan.
" Selamat pagi pak dimas?" Sapa fadli dengan menyunggingkan senyum ramah nya seolah dia belum mengetahui siapa dimas.
" Emh.. pagi dokter Fadli" Jawab dimas sungkan.
" Silahkan berbaring disini pak, saya periksa dulu keadaan jantung nya." Seru Fadli sambil menunjuk ranjang yang ada di ruangan nya.
Dimas pun mengikuti perintah dari sang dokter untuk berbaring, fadli mulai memeriksa keadaan jantung dimas. Setelah pemeriksaan selesai dimas duduk di kursi sebrang meja kerja fadli.
" Pak dimas masih rutin minum obat nya?" Tanya fadli.
" Sudah dua minggu ini saya tidak minum obat nya dok, karena saya merasa sudah tidak sakit lagi. Tapi sudah tiga hari ini nafas saya sesak dan dada saya terasa nyeri dok" Jelas dimas tanpa ada yang di tutup-tutupi.
" Itu semua karena pak dimas tidak mengikuti saran dari dokter, pak dimas pasti tidak cukup istirahat. Dan pasti ini juga pertama nya pak dimas periksa setelah keluar dari rumah sakit dua bulan yang lalu. Kalau pak dimas tidak mengikuti saran dokter saya pastikan jantung pak dimas akan semakin sering sakit" Ucap Fadli membuat dimas terdiam.
Semua yang di ucapkan fadli memang benar, dimas tidak pernah memeriksakan jantung nya.
" Iya dokter" Jawab dimas singkat.
Dokter fadli menatap ke arah dimas yang menundukkan kepala nya. Fadli sudah tahu bahwa dimas adalah mantan suami Aina, dia sudah tahu saat di hari pernikahan nya dengan Aina. Saat itu dia melihat hasni ada menghadiri pernikahan nya lalu dia menanyakan kepada Aina, mengapa hasni ada di pernikahan nya.
Malam itu juga Aina menjelaskan siapa hasni yang sebenar nya. Dan Fadli pun menceritakan dimana ia bertemu dengan Hasni.
" Selamat atas pernikahan anda pak" Seru dimas membuka suara nya.
" Terimakasih pak dimas, sekali lagi saya ucapkan terimakasih karena anda sudah menyia-nyiakan Aina sehingga saya bisa menikah dengan Aina. Seorang wanita yang cantik, baik dan mandiri. Sekali lagi terimakasih" Ucap Fadli sambil tersenyum kearah dimas.
Dimas tertunduk mendengar ucapan dari Fadli, dimas menyadari dan menyesali ke bodohan nya. Dia sudah bodoh telah menghianati dan menyia-nyiakan wanita sebaik Aina.
__ADS_1
Setelah menerima resep obat dari fadli, dimas keluar dari ruangan dokter fadli. Lalu menuju ke ruang penebusan obat yang terletak di lantai satu.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Sepulang dari rumah sakit dimas mengendarai motor nya menuju kios nya, saat di perjalanan tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir menabrak nya beruntung dimas cepat menghindar sehingga mobil tidak menabrak nya. Tetapi mobil itu menabrak pohon yang ada di pinggir jalan.
Beruntung jalanan sepi sehingga tidak terjadi kecelakaan yang fatal. Dimas menepikan motor nya dan menghampiri mobil yang tadi hampir menabrak nya.
" Mbak.. mbak gak apa-apa?" Tanya dimas saat melihat seorang wanita keluar dari mobil.
Wanita itu melirik ke arah dimas dan memperhatikan penampilan dimas dari atas sampai bawah sambil memegang kepala nya yang terasa sakit.
" Saya tidak apa-apa" Jawab wanita itu ketus.
" Beneran mbak tidak apa-apa? Atau perlu saya antar ke rumah sakit ?" Tanya dimas lagi.
" Tidak usah terimakasih" Wanita itu lalu menyender di mobil nya sambil menghubungi seseorang.
Wanita itu tampak terlihat murung karena telepon nya dari tadi tak ada yang di angkat juga.
Wanita yang hampir menabrak dimas tadi adalah mira mantan istri fadli. Dan yang dia hubungi tadi adalah bimo suami nya, yang saat ini sedang memadu kasih dengan sekretaris nya hingga telepon dari Mira tidak di hiraukan.
" Mbak.. Mbak kenapa menangis? Apa ada yang sakit?" Tanya dimas dengan cemas mendapati mira yang terisak.
" Tidak mas, aku tidak apa-apa" Jawab Mira dengan suara khas orang menangis.
" Apa mbak ada masalah?" Tanya dimas mencoba mencari tahu.
Mira mendongakkan kepala nya dan menatap dimas dengan intens. Mira pun memeluk dimas dan menangis dalam pelukan dimas. Dimas yang mendapati mira menangis dalam pelukan nya pun terkejut, dan mencoba melepaskan pelukan mira. Karena saat ini mereka sedang di pinggir jalan takut orang mengira yang tidak-tidak.
" Mbak tenang ya, lebih baik sekarang mbak hubungi orang bengkel untuk mrngambil mobil mbak dan di perbaiki. Mbak pulang biar saya antar, tapi hanya menggunakan motor itu" ucap dimas sambil menunjuk motor nya yang tidak jauh dari mereka berdiri.
Mira mengikuti arah tangan dimas, mira terdiam saat melihat sebuah motor yang terlihat sudah tua terparkir tidak jauh dari mereka.
" Tidak usah mas, saya nanti naik taksi saja. Saya minta tolong saja sama mas temani saya disini sampai orang bengkel atau taksi pesanan saya datang" Seru mira lalu mengambil ponsel nya menghubungi bengkel dan memesan taksi online.
__ADS_1
"Baiklah saya akan temani mbak sampai taksi yang mbak pesan datang. Kalau boleh tahu nama mbak siapa, kalau saya dimas?" Seru dimas memperkenalkan dirinya.
" Saya Mira" Jawab mira agak ketus, mungkin bawaan ibu hamil mood nya sering berubah-ubah.
Dimas menganggukkan kepala nya, lalu dia duduk di bawah pohon yang ada di punggir jalan. Jalanan terlihat sepi hanya beberapa kendaraan saja yang lewat, mereka memang tidak di jalan utama.
Setelah menunggu sekitar lima belas menit orang bengkel pun datang dan membawa mobil mira. Tak lama kemudian mobil taksi pesanan Mira juga datang.
Tanpa berpamitan dengan dimas, Mira pun langsung masuk kedalam mobil taksi online dan sang sopir melajukan mobil nya meninggalkan dimas yang tetap terdiam di bawah pohon.
" Dasar orang kaya, sudah minta tolong mintak di temani giliran pergi tidak ada basa-basi nya. Ucapin terimakasih atau apa gitu, sombong amat " Gerutu dimas saat mobil taksi yang di naiki mira sudah pergi menjauh.
Dimas pun menuju motor nya dan melajulan perjalanan nya, dimas tidak jadi ke kios nya. Karena sudah siang jadi dia memutus kan untuk pulang saja.
Dia ingat saran dari dokter fadli kalau dia harus istirahat cukup dan tidak boleh terlalu capek. Jadi hari ini dia tidak jualan sama sekali, kios tidak di buka dan tidak jualan keliling juga.
Setelah sampai di rumah kontrakan nya dimas pun mengistirahatkan tubuh nya. Tama sang anak saat ini ada di rumah orang tua nya. Sekarang tama memang sering di bawa ibu marni menginap dirumah nya.
Awalnya dimas tidak memperbolehlan tetapi lama-lama dimas pun kasihan dengan ibu nya yang hampir tiap hari bolak-balik datang ke kontrakan nya yang hanya ingin bermain dengan cucu nya.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
****************
Berhubung melani saat ini sudah bahagia dengan keluarga nya, jadi sekarang Author sering up part Keluarga Aina , Fadli , Dimas dan mantan istri Fadli si Mira.
Untuk Part Melani dan Hendra nanti masih author selipin juga kok. Part Vera nanti juga masih ada.
Jadi jangan bosan-bosan baca karya Author ya kak. Jangan lupa tetap berikan dukungan untuk karya Author.😘😘
BERIKAN JUGA RATE 5 YA KAK ❤❤❤
TERIMAKASIH 🙏😘
__ADS_1