
Siang itu cuaca sangat terik padahal baru jam sebelas siang. Nina baru keluar dari halaman kampus nya. Nina sedang berdiri di trotoar dekat kampus untuk menunggu angkot.
Nampak dari jauh Nina seperti melihat ibu nya yang sedang berjalan dengan tangan kanan kiri nya membawa barang seperti keranjang.
Vera menyebrang jalan untuk mendekat ke arah ibu nya yang sedang menajakan barang dagangan nya ke para pejalan kaki, kebetulan di seberang kampus Nina memang ada taman yang ramai dengan muda-mudi yang sedang bersantai. Bu lasmini pun menjajakan barang dagangan nya di taman, nina tertegun melihat ibu nya.
Ibu nya yang tak lagi terawat, tak lagi memakai barang-barang branded, ibu yang dia lihat sekarsng muka nya terlihat kusam dan badan nya kurus. Peluh membanjiri wajah sang ibu membuat Nina semakin iba.
" Ibu..." Panggil Nina dengan suara serak menahan tangis nya.
Ibu lasmini menoleh ke arah sumber suara, dia terkejut dengan kedatangan Nina. Dia tidak menyangka akan ketemu Nina dalam kondisi nya yang seperti ini.
" Nina... anak ku" Seru Ibu lasmini dengan mata yang berkaca-kaca.
Nina menghambur ke pelukan ibu nya dengan berderain air mata, nina tak sanggup lagi menahan tangis nya. Begitupun ibu lasmini, dia menangis karena haru dan bahagia bisa bertemu anak gadis nya.
" Kamu kemana saja Nin, ibu mencari mu kemana-mana. Ibu minta maaf nin, ibu salah ibu bukan ibu yang baik untuk mu" Ucap ibu lasmini dengan tangis nya.
" Tidak bu... tidak, Nina yang seharus nya minta maaf sama ibu. Nina durhaka sama ibu,nina meninggalkan ibu " Jawab Nina tetap dengan deraian air mata.
" Sudah.. sudah tidak perlu di sesalkan lagi, Ibu pun salah sama kamu Nin. Jangan menangis lagi, sekarang kita duduk dulu" ucap ibu lasmini sambil membimbing nina duduk di kursi taman.
Kini Nina dan ibu nya duduk di kursi taman, ibu lasmini meletakkan keranjang nya di samping kursi.
" Ibu sekarang jualan kue?"tanya Nina saat melihat keranjang kue yang di letakkan ibu lasmini.
" Iya Nin, untuk menyambung hidup ibu.. Ibu harus bekerja Nin. Ini kue ibu ambil dari ibu Rt, nanti ibu dapat bayaran dari hasil jualan nya" Jelas ibu lasmini.
" Mbak Vera kemana bu? apa dia tidak menafkahi ibu?" Tanya Nina yang belum tahu tentang Vera.
" Vera ada di rumah sakit Nin. Rumah sakit jiwa" Beritahu ibu lasmini.
"Hah, Rumah sakit jiwa? " Tanya Nina kaget dan tak percaya.
Nina masih tidak percaya dengan apa yang barusan ibu nya bilang soal kondisi Vera.
" Vera stress Nin, ibu tidak sanggup lagi merawat nya. Setiap hari dia teriak-teriak memanggil nama Melani, marah-marah tidak jelas. Bahkan beberapa hari yang lalu dia bikin onar di perusahaan Melani. Atas saran pak Rt dan warga Vera akhirnya di bawa ke rumah sakit jiwa" Ibu lasmini menceritakan soal Vera.
" Mungkin itu balasan untuk mbak Vera karena sudah menyakiti mbak melani. Jadi ibu sekarang tinggal di kontrakan sendirian?" Tanya Nina memastikan.
__ADS_1
" Iya ibu tinggal sendiri, Nin ibu ingin ketemu Melani untuk meminta maaf. Maukah kamu menemani ibu menemui melani?" Tanya ibu lasmini dengan serius.
" Ibu serius ingin minta maaf sama mbak melani" Tanya nina.
" Ibu serius Nin, selama ini ibu sudah jahat dan banyak salah sama melani. Sebelum ibu pergi, ibu ingin minta maaf sama melani biar ibu tenang" Ucap ibu melani serius dengan mata yang berembun.
Nina memperhatikan sorot mata sang ibu, nina bisa melihat keseriusan dalam sorot mata ibu nya.
" Bu, kenapa bicara seperti itu? Ibu tidak sendiri lagi, mulai sekarang nina akan tinggal sama ibu. Nina akan merawat ibu. " Seru Nina sedih.
" Iya Nin terimakasih kamu sudah mau tinggal sama ibu, sekarang tolong temani ibu ketemu melani" Ucap ibu lasmini sambil memegang dada nya yang mulai sesak.
" Ibu kenpa? ibu sakit, ayuk nina antar ibu ke dokter dulu sebelum ketemu mbak melani" seru nina sedikit panik.
Brughh..
Ibu lasmini terjatuh dari kursi tempat nya duduk, Nina yang melihat ibu nya tiba-tiba jatuh menjerit histeris.
" Ibu..... ibu bangun bu, ibu kenapa? Tolong.. tolong" Nina panik dan menjerit minta tolong.
Kini ibu lasmini dalam perjalanan ke rumah sakit, beruntung tadi ada salah satu pengunjung taman yang berbaik hati mengantar Nina dan ibu nya ke Rumah sakit.
*****
Nina terus menangis dan takut terjadi apa-apa dengan ibu nya. Nina langsung menghampiri dokter saat dokter keluar dari ruang UGD.
" Bagaimana kondisi ibu saya dok?" Tanya Nina dengan cemas.
" Apa anda yang bernama Melani? dari tadi pasien mengigau dengan menyebut nama melani" Terang sang dokter.
" Bukan dok, melani itu kakak ipar saya." jawab nina.
" Tolong hubungi melani, seperti nya pasien sangat ingin bertemu dengan melani" Ucap sang dokter lalu pergi dari ruangan UGD.
Tak menunggu lama Nina langsung menghubungi Melani, Nina meminta melani datang ke rumah sakit.
[ Hallo mbak, mbak tolong datang ke rumah sakit Sehat waras sekarang]
Nina langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa menunggu jawaban dari Melani.
__ADS_1
Setelah mendapat telpon dari nina, melani langsung beregas ke rumah sakit dengan di temani hendra. Kebtulan tadi melani memang sedang makan siang di luar sama hendra.
Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit Melani sampai di rumah sakit. Dan langsung menuju UGD, sebelum nya saat di perjalan tadi melani mendapat pesan dari Nina. Meminta untuk langsung ke UGD.
" Nina.. kamu kenapa? Siapa yang sakit?" tanya Melani sambil memeluk nina yang sedang menangis.
" Mbak.. huhuhuuu.. ibu mbak, ibu masuk UGD" Seru nina di sela tangis nya.
Deg
Melani terdiam, padahal melani sudah berjanji tidak akan berurusan lagi dengan sang mantan mertua atau pun Vera.
Tapi melani mencoba mengesampingkan ego nya, dia tidak boleh egois ada perasaan Nina yang harus dia jaga.
" Ibu kenapa?" tanya Melani pelan.
Nina pun menceritakan awal mula ketemu sang ibu hingga sampai di rumah sakit.
Melani melihat ke arah hendra, dan hendra pun menganggukkan kepala nya.
" Baiklah ayuk kita masuk temui ibu" Ajak melani akhirnya mau menemui sang mantan ibu mertua.
" Beneran mbak, mbak mau menemui dan memaafkan ibu?" Tanya nina dengan binar bahagia.
Melani menganggukkan kepala nya dengan yakin.
" Maaf, pasien ingin bertemu dengan yang bernama Melani. Adakah disini yang nama nya melani" Tanya suster yang baru keluar dari UGD.
" Saya sus, saya melani. Suster apa boleh kami bertiga masuk semua ke dalam" Melani bertanya terlebih dahulu, mengingat ruangan UGD biasa nya hanya satu orang yang boleh masuk.
" Sebenarnya tidak boleh bu. Tapi melihat kondisi pasien, baiklah saya izin kan. " Ucap suster yang sepertinya tahu apa yang akan terjadi.
" Maksud suster pasien kenapa?" Tanya Nina ingin di perjelas.
" Sudah ayuk masuk dulu, ibu pasti sudah menunggu kita" Ajak melani lalu membuka pintu UGD.
Melani, Nina, dan Hendra masuk ke ruangan UGD. Tampak di brankar ibu lasmini memejamkan mata nya. Wajah nya terlihat pucat dan kurus. Melani kasihan melihat kondisi mantan ibu mertua nya. Ingin rasa nya melani memarahi wanita yang ada di depan nya, tapi melani tidak boleh egois mungkin Allah sudah menghukum ibu lasmini, tanpa harus melani yang menghukum nya sendiri.
*******
__ADS_1
Jangan bosan untuk membaca novel ku ya kak, tetap berikan LIKE KOMEN VOTE. Jangan lupa klik tombol favorite dan berikan hadiah nya. ❤❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏