Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Jantung tidak aman


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Mira benar-benar ketakutan saat bimo menanyakan tentang anak yang di kandung nya. Dia tidak menyangka jika bimo akan menanyakan nya, padahal sudah jelas-jelas selama ini bimo percaya jika dalam kandungan mira adalah anak nya.


" Aku harus bagaimana? Aku harus cari cara agar mas bimo percaya lagi dengan ku, aku tak mau mas bimo semakin membenci ku. Padahal aku berharap dengan ada nya anak ini aku bisa menguasai harta mas bimo, srtidak nya 50 persen harta nya bisa aku kuasai. " Seru mira yang mulai ketakutan dan mulai mencari cara.


" Anak ini memang bukan anak mas bimo tapi anak dari Roy, dan saat ini pun Roy sudah meninggal empat bulan yang lalu karena penyakit nya. Bahkan Roy saja tidak tahu jika yang aku kandung ini anak nya, beruntung dia tidak tahu sehingga dia tidak membocorkan rahasia ini kepada Bimo." Seru mira berterus terang dengan diri nya sendiri.


Anak yang di kandung mira memang bukan lah anak bimo tetapi anak Roy lelaki yang selama ini sudah tidur dengan nya. Mira mengenal Roy saat sudah menikah dengan bimo, saat itu bimo memang gila perempuan sehingga mira keluar masuk club kembali dan bertemulah dengan Roy lalu terjadilah mereka sering melakukan hubungan terlarang nya hingga mira hamil.


" Cepat atau lambat bimo pasti tahu juga kalau anak ini bukan anak nya, sebelum dia mengetahui semua nya aku harus cari cara agar dia tunduk lagi dengan ku" Ucap Mira mulai mengatur rencana nya.


Mira mengambil ponsel nya dan coba menghubungi Bimo, namun hingga panggilan ke sembilan bimo tetap tidak menjawan telepon dari Mira. Mira melirik jam dinding di yang tergantung di dinding ruang keluarga , saat ini sudah jam sebelas malam namun bimo belum juga pulang.


" Apa dia mulai bermain wanita lagi ? Kenapa hati ku terasa nyeri membayangkan dia bermesraan dengan wanita lain. Ternyata hati ku bisa sesakit ini, apa berarti aku memang mulai mencintai bimo?" Tanya mira pada diri nya sendiri.


********


Pagi pun menjelang dan bimo memang tidak pulang dan tidur di rumah nya, bimo memilih bermalam di apartemen nya. Dia malas bertemu dan berdebat dengan mira,bagi nya sekarang mira sudah seperti musuh nya sendiri.


Bimo sedari keluar dari rumah nya tadi malam, langsung menuju apartemen nya. Apartemen ini pun Mira tidak tahu dan tidak akan pernah tahu.


" Ternyata sudah pagi, kenapa cepat sekali si pagi nya. Mimpi ku jadi hilang begitu saja " Gumam bimo sambil membuka selimut tebal nya lalu berjalan mendekati jendela dan membuka gordeng nya.


Sinar matahari pagi masul melalui pantulan kaca jendela kamar nya.


" Huhh.. kenapa aku bisa bermimpi jalan sama cewek bar-bar itu, bahkan semua itu terlihat begitu nyata. Ada apa dengan diri ku ini? Kenapa aku memimpikan cewek bar-bar itu?" Tanya bimo pada diri nya sendiri.


Bimo menggelengkan kepala nya lalu mengacak rambut nya yang sudah berantakan. Bimo pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah selesai bimo pun berangkat ke kantor nya tanpa sarapan terlebih dahulu, karena memang di apartemen nya tidak ada makanan.


Ciiittttt


Bimo mengerem mendadak saat melewati gerobak bubur ayam yang mangkal tidak jauh dari taman dekat apartemen nya. Bimo memperhatikan seorang wanita yang duduk sendirian sambil memakan bubur ayam.


" Bukan nya itu cewek bar-bar itu ? Ngapain dia ada disini? " Tanya bimo namun tidak ada yang menjawab.

__ADS_1


Jelas tidak ada yang menjawab, bimo bertanya pada diri nya sendiri,bimo memang aneh.


Bimo menepikan mobil nya lalu turun menghampiri penjual bubur ayam,beruntung juga saat ini bimo memang belum sarapan jadi dia langsung memesan bubur ayam komplit dengan minum nya teh hangat.


" Bang bubur nya 1 mangkok komplit dan minum nya teh hangat" Seru bimo lalu duduk di depan Nina. Nina belum menyadari jika saat ini lelaki yang sangat dia hindari ada di hadapan nya.


Bimo memperhatikan nina yang sedang makan, bibir bimo tersenyum sambil memandang nina.


" Kamu bukan nya cewek tempo hari yang hampir aku tabrak?" Tanya bimo tiba-tiba.


Nina pun tersedak saat menyadari bimo ada di hadapan nya dan sedang bertanya kepada nya.


Uhukkk... Uhuukk


Bimo pun langsung menyambar air mineral kemsan yang ada di depan nya lalu dengan cepat membukanya dan memberikan nya kepada Nina.


Nina tidak menolak dia pun langsung menerima air yang di berikan oleh bimo dan langsung meminum nya.


" Makan itu pelan-pelan, aku tidak akan meminta nya karena aku sudah pesan sendiri" Ucap bimo mrngejek nina.


Bertepatan dengan itu pesanan bimo pun sudah tethidang di depan nya.


" Siapa yang mengikuti kamu, ini kan tempat umum siapa saja bisa ada disini dan makan disini. Aku kesini karena aku mau sarapan bubur ayam. Jadi jangan ke G R'an kamu, lebay" Seru bimo lalu memakan bubur nya dengan lahab.


Bimo benar-benar lapar karena tadi malam dia hanya makan sedikit karena ulah mira. Tidak sampai lima menit satu mangkuk bubur dan satu gelas teh sudah berpindah ke dalam perut bimo.


" Sudah berapa hari si om tidak makan? Makan sudah seperti orang yang tidak pernah makan saja, gayanya si orang kaya tapi kok jarang makan" Ucap nina mengejek bimo.


" Sudah ku bilang jangan panggil saya Om, saya bukan Om kamu. Dasar gadis bar-bar "gerutu bimo tidak terima di panggil om lagi.


Nina memilih diam dan menghabiskan bubur nya, dia ingin cepat pergi dari tempat itu. Menghadapi bimo bisa membuat nya semakin geram karena mulut bimo seperti mulut perempuan yang suka ngomel - ngomel.


" Berapa bang? bubur sama air mineral nya satu." Tanya nina yang sudah selesai dan ingin membayar.


" Lima belas ribu neng" Jawab tukang bubur dengan ramah.


Saat Nina hendak membayar tiba-tiba bimo langsung menyodorkan uang selembar warna merah kepada tukang bubur.

__ADS_1


" Punya dia sekalian saya bayar bang, sisa nya buat abang saja" Seru bimo sedikit sombong.


" Oh iya mas, terimakasih" Jawab tukang bubur dengan senang nya.


Bimo pun berjalan kembali menuju mobil nya yang dia parkirkan di pinggir jalan. Namun nina memanggil nya dan mengejar nya.


" Om.. Om tunggu" Panggil Nina sambil mengejar bimo yang sudah menjauh.


" Ada apa lagi, saya mau ke kantor jangan buat saya terlambat ke kantor. " Seru bimo dengan detak jantung yang semakin kencang sehingga bimo mengusap dada nya berulang kali.


" Ini uang bubur nya tadi, aku bisa bayar sendiri jadi Om tidak perlu membayar bubur ku" Ucap Nina sambil menyodorkan uang kepada Bimo.


Bimo menggeleng lalu tersenyum kepada Nina, Nina nampak cemberut dan mengerucutkan bibir nya karena bimo tak mau menerima uang dari nya.


" Anggap saja hari ini kamu aku traktir sebagai tanda perkenalan kita. Oh iya kita kan belum kenalan, kenalkan nama ku Bimo" Seru bimo sambil mengulurkan tangan nya.


Dengan ragu-ragu nina pun menyambut uluran tangan bimo.


" Nina" Jawab bimo singkat.


" Nina,, hemm nama yang cantik. Secantik orang nya" Ucap bimo dengan senyum nya yang bisa membuat kaum hawa semakin mengagumi nya.


Nina malu-malu menanggapi ucapan dari bimo, selama ini baru bimo laki-laki yang bilang nina cantik selain kakak dan ayah nya.


" Terimakasih, emhh kalau begitu permisi ya om aku mau berangkat kerja" Ucap nina lalu pergi menghampiri motor nya yang dia parkir tidak jauh dari tempat nya berdiri.


Bimo terus memandang kepergian Nina, hingga Nina dan motor nya hilang tak terlihat.


* Kenapa dengan jantung ku ini ? Dari beberapa hari yang lalu berdetak lebih cepat, sepertinya jantung ku sedang tidak aman. Aku harus segera memeriksakan jantung ku jangan sampai nanti kenapa-kenapa aku tidak mau jatuh sakit. * Gumam bimo dalam hati nya.


Bimo pun melanjutkan perjalanan nya menuju perusahaan tempat mendapatkan uang milyaran rupiah tiap bulan nya.


Bagaimana mira tidak mengejar-ngejar bimo sedangkan uang bimo tidak berseri lagi.


********


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


JANGAN LUPA TETAP BERIKAN DUKUNGAN UNTUK AUTHOR YA KAK, AGAR AUTHOR SEMANGAT MENULIS DAN UP NYA ❤❤


TERIMAKASIH ❤❤🙏


__ADS_2