Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Belanja untuk calon jagoan


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


Hari berganti minggu dan minggu pun semakin cepat berganti bulan. Usia kehamilan nina sudah semakin bedar karena sekarang sudah masuk bulan ke tujuh, baru beberapa hari yang lalu nina mengadakan acara tujuh bulanan. Semua saudara dan teman ikut datang , orang tua nya dan raka serta istri nya pun ikut datang untuk memberikan doa terbaik untuk ibu dan calon bayi nya.


Sekarang nina semakin senang makan, dalam waktu dua jam dia akan merasakan lapar lagi. Berat badan nya dudah naik 7 kg. Bimo tidak mempermasalahkan nya yanf penting nina sehat dan nina merasa nyaman.


" Kak aku gendutan ya ? kak bimo tidak malu jalan dengan ku yang gendut seperti ini ?" Tanya nina saat mereka sedang makan di restoran.


" Kamu itu tidak gemuk sayang , tapi seksi. Kalau pun kamu gemuk ya tidak masalah, aku tidak malu karena kamu istri ku. Aku justru malu kalau istri ku kurus, nanti orang mengira aku tidak memberinya makan. " Seru bimo sambil terkekeh.


" Benar juga apa yang kak bimo bilang, oh iya kak mulai sekarang aku tidak akan memanggil mu kak lagi karena sebentar lagi anak kita lahir jadi aku mau merubah panggilan menjadi papa atau mas ya ?" Ucap nina meminta persetujuan suami nya.


Bimo nampak berfikir, kalau nina terus memanggil nya kak nanti anak nya akan ikut memanggil nya kak, mas dan papa sudah panggilan umum. Jadi bimo punya ide sendiri untuk panggilan nya.


" Bagaimana kalau daddy dan mommy " Seru bimo dengan senyum bangga nya namun nina justru melotot mendengar ide bimo.


Nina tidak setuju dengan ide bimo, dia tidak suka mengikuti tren kebarat - baratan dia lebih suka dengan panggilan yang umum seperti mas atau papa saja.


" Tidak mau, mommy mommy nanti dikira aku mumi hidup. Tidak mau aku pakai panggilan itu, sudah sama seperti sekar saja papa. Di depan anak - anak seperti biasa aku akan memanggil papa , tapi kalau tidak ada anak- anak aku panggil mas. Sudah itu sajs titik tidak bisa di ganggu gugat lagi. Tok tok tok " Ucap nina sambil tangan nya mengetuk meja sebanyak tiga kali , seperti hakim yang mengetuk palu nya.


Bimo pun memilih mengalah, daripada istri nya ngambek dan jatah malam nya hangus jadi lebih baik mengikuti apa kemauan istri.


Acara makan siang mereka pun sudah selesai, kini nina dan bimo akan pergi berbelanja barang kebutuhan untuk bayi nya. Satu kebutuhan bayi sama sekali belum ada yang nina beli,mau memakai punya sekar dulu juga tidak bisa karena calon anak nina laki - laki jadi dia harus membeli yang baru apalagi ini anak pertama bagi nina dan bimo.


" Mas yang ini bagus tidak ?" Tanya nina yang sudah mulai memanggil bimo dengan sebutan mas. Nina menunjukan sepatu bayi berwana biru kepada bimo.

__ADS_1


" Bagus sayang amb saja sesuai keinginan mu, jangan lupa nanti juga cari untuk sekar ya sayang. Bagaimana pun sekar tetap anak kita jangan sampai dia merasa tersaingi dengan kehadiran anak kita nanti" Ucap bimo bicara dengan suara di buat selembut mumgkin agar nina tidak tersingung karena bimo membicarakan sekar.


" Iya mas kamu tenang saja, sekar tetap anak pertama kita. " Ucap nina dengan senyum mengembang di bibir manis nya.


Nina dan bimo meneruskan belanja keperluan bayi nya, saat melihat kereta dorong bimo berhenti dan melihat kereta dorong yang sangat bagus dan cocok untul calon jagoan nya.


" Sayang ini bagus " Seru bimo sambil menunjuk kereta dorong yang berjajar rapi.


Nina menggeleng lalu menghampiri suami nya, kereta pilihan suami nya memang bagus dan harga sudah tentu bagus juga.


" Mas di rumah punya sekar itu masih bagus dan kokoh, kita pakai punya sekar itu saja tidak apa - apa ya mas ? lagi pula punya sekar itu kan warna nya netral bisa di pakai cewek dan cowok. Jadi biar nanti kita tidak menumpuk barang - barang bekas banyak di rumah, kita gunakan mana yang masih kita gunakan " Ucap nina mencoba memberi pengertian suami nya.


" Baiklah sayang aku setuju dengan mu, jadi tidak ada barang yang mubazir, benar begitu kan sayang ?" Tanya bimo sambil memainkan alis dan mata nya.


Nina tidak menanggapi suami nya lagi dia lebih memilih mrninggalkan susmi nya dan beralih ke jajaran tempat pakaian untuk bayi. Nina mengambil jacket lembut berwarna biru dan hitam garis - garis untuk calon anak nya, tidak lupa nina juga membeli beberapa baju untuk sekar.


" Iya sayang kamu tunggu saja disana, biar aku yang bayar ke kasir." Seru bimo lalu mendorong troly nya mendekati kasir.


Bimo langsung menuju kasir yang kosong, jadi tidak perlu mengantri setelah 10 menit bimo kembali menghampiri nina dengan menenteng 3 kantong plasti besar yang isi nya keperluan bayi dan 1 kantong plastik lagi baju dan keperluan lain untuk sekar.


" Mas aku mau makan itu sih ?" Tunjuk nina ke arah salah satu penjual makanan yang ada di dalam swalayan.


Bimo mengikuti arah tangan nina, dan tangan nina menunjuk ke arah penjual ayam goreng crispy . Tidak heran lagi, hal seperti ini sudah terbiasa semenjak usia kehamilan nina semakin menua.


" Ya sudah kamu tunggu saja disini ya , nanti biar mas yang beli dan kita makan nya di bawa pulang saja ya sayang. Kalau makan di tempat sambal nya kurang joss di lidah ku , lidah pecinta sambal." Seru bimo sambil menjulurkan lidah nya.


" Iya mas aku memang mau nya di bawa pulang kok, sekalian beli buat yang di rumah ya mas sebagai oleh - oleh untuk mereka " Seru nina yang masih tetap memikirkan para pekerja di rumah suami nya.

__ADS_1


" Iya sayang " Jawab singkat bimo.


Bimo pun masuk ke dalam restoran cepat saji itu untuk memesan ayam crispy, bimo memesan cukup banyak untuk para pekerja di rumah nya juga. Tidak menunggu lama pesanan bimo sudah selesai dan bimo langsung membayar nya lalu keluar restoran menghampiri istri nya.


" Kamu mau apalagi sayang ?" Tanya bimo.


" Tidak ada mas, sudah yuk kita pulang aku pengen segera tiduran di kasur. Padahal cuma belanja seperti itu aku sudah kecapean banget" Ucap nina mengeluhkan badan nya yang sering merasakan capek jika di bawa beraktifitas.


" Mungkin karena kehamilan mu yang sudah membesar sayang jadi kamu mudah lelah, ya sudah kita pulang ya agar kamu bisa segera istirahat. Nanti tiduran saja di mobil dan kalau sudah sampai rumah nanti aku bangunkan." Ucap bimo yang terlihat sangat perhatin dengan istri nya.


" Iya mas " Jawab singkat nina.


Bimo dan nina berjalan menuju parkiran, setelah sampai parkiran bimo langsung memasukan belanjaan nya kedalam mobil dan membuka kan pintu mobil untuk nina, sebelum nya bimo sudah mengatur kursi mobil agar nina bisa duduk dengan posisi yang nyaman .


" Terimakasih mas " Ucap nina dengan senyum menghiasi bibir nya.


" Sama - sama istri ku sayang " Seru bimo.


Bimo mulai melajukan mobil nya membelah jalanan , jalanan cukup ramai karena weekend jadi banyak warga yang bepergian sekedar untuk jalan - jalan atau pun refreshing. Bimo melirik istri nya yang duduk di samping nya , nina terlihat sudah tertidur.


* Tidur seperti itu saja istri ku terlihat cantik banget, bagaimana kalau dia tidur pakai baju dinas malam nya, duh semakin tambah cantik * Gumam bimo sambil terus tersenyum memikirkan sesuatu yang indah.


******


Jangan lupa like, komen, vote, favorite, serta hadiah nya ya kak ❤❤ Rate bintang 5 nya juga jangan lupa 🙏🥰


TERIMAKASIH 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2