
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Sudah satu bulan berlalu dari hari pernikahan Aina dan Fadli. Aina dan fadli juga sudah kembali bekerja di rumah sakit husada. Rumah sakit husada sebenarnya adalah rumah sakit keluarga Hilmawan.
Sekarang fadli lah yang menempati posisi direktur rumah sakit sekaligus merangkap sebagai dokter spesialis jantung. Jimmy pun menepati janji nya dengan menghadiahkan satu unit apartemen terbaru untuk hadiah pernikahan Fadli dan Aina.
Untuk sementara Apartemen di kosongkan terlebih dahulu karena Aina maupun Fadli lebih nyaman tinggal di rumah Aina. Selain nyaman dan asri jarak tempuh rumah sakit dari rumah Aina tidaklah jauh. Fadli sebelum nya sudah membicarakan dengan keluarga nya jika dia dan aina akan hidup mandiri dan ingin tinggal di rumah Aina.
" Mas, ayuk bangun sudah siang nanti telat loh ke rumah sakit nya. Kata nya hari ini ada operasi" Seru Aina membangunkan fadli yang masih setia di bawah selimut nya.
" Jam berapa sayang?" Tanya fadli dengan suara khas ran bangun tidur.
" Jam 6 pagi mas,bangun yuk mandi terus sarapan. Aku sudah masakin makanan kesukaan mas" Seru Aina sambil menarik fadli yang tetap diam di tempat tidur nya.
" Mas gak mau sarapan nasi, mas mau nya sarapan kamu saja" Seru Fadli lalu menarik tangan sang istri dan Aina pun jatuh di atas kasur.
Fadli tidak menyia-nyiakan kesempatan lagi, dia langsung melancarkan aksi nya. Aina pun tidak bisa menolak kemauan sang suami, Aina pun ikut hanyut dalam permainan fadli. Akhirnya setelah empat puluh menit mereka pun menyudahi permainan nya, mereka lalu mandi dan bersiap pergi ke rumah sakit.
" Gara-gara mas ini, aku jadi telat seharus nya jam delapan aku harus sudah di rumah sakit. Ini jam tujuh lewat masih di rumah" Gerutu Aina dengan wajah cemberut nya.
" Jangan marah dong sayang, kalau marah nanti malam tidak mas kasih jatah loh" Seru fadli mengoda Aina.
" Dasar suami mesum, tidak mas kasih jatah juga aku malah senang kok bisa tidur dengan nyaman tanpa ada tangan-tangan nakal. Awas kalau mas minta sama aku pokok nya biarin mas puasa seminggu." Seru Aina sambil memakan sarapan nya.
Mendengar ucapan Aina fadli hanya bisa menelan saliva nya sendiri. Niat nya ingin menggoda sang istri justru dirinya sendiri yang merugi. Mana bisa fadli suruh puasa seminggu yang ada bakal tidak bisa tidur semalaman.
" Maaf sayang mas tadi kan cuma bercanda, jangan seminggu dong semalam saja ya?" Tawar fadli sambil mengatupkan kedua tangan nya sambil memelas.
Aina tertawa melihat tingkah fadli yang seperti anak kecil yang sedang di hukum. Ternyata suami nya benar-benar menganggap ucapan nya serius.
__ADS_1
" Liat nanti aja" Seru singkat Aina sambil menyudahi sarapan nya.
Aina membawa piring kotor ke dapur dan hanya meletakkan nya di tempat pencucian piring, karena waktu sudah siang dia tidak sempat untuk mencuci piring nya terlebih dahulu. Mereka berdua pun langsung berangkat ke rumah sakit dengan mengendarai mobil fadli, mobil baru hadiah pernikahan dari sang mama.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Ibu marni hari ini berkunjung ke rumah kontrakan dimas, dimas masih tetap tiggal di rumah kontrakan nya. Dia lebih nyaman tinggal di kontrakan bersama anak nya Tama.
Dimas juga saat ini sudah menyewa kios di daerah dekat pasar. Jadi jika orang yang ingin membeli roti dimas tidak harus masuk ke dalam pasar. Dimas pun terkadang masih berjualan keliling, para pelanggan nya yang jauh tidak bisa datang ke kios jadi dimas harus mengantarkan nya kerumah-rumah sambil berkeliling.
" Ibu kok tumben datang tidak telpon dulu, beruntung dimas hari ini berangkat ke kios nya agak siang" Seru dimas saat sang ibu sedang bermain dengan Tama.
" Iya dim, ibu tadi kangen sama cucu ibu jadi saat Hasni berangkat kerja pagi ibu ikut saja" ucap ibu marni menjelaskan.
" Kamu kalau mau ke kios pergi saja tidak apa-apa, biar tama ibu yang jaga. " Ucap ibu marni lagi.
" Apa tidak merepotkan ibu? Nanti tama merepotkan ibu?" Ucap dimas yang tidak mau sang ibu repot karena anak nya.
" Iya bu maaf, Mungkin kalau Vera tidak di ambil orang tua nya saat ini tama bisa merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Dimas kasihan tama bu, harus di tinggalkan seorang ibu saat dia baru berusia satu bulan. " Lirih dimas sambil memandang anak nya yang sedang bermain mobil-mobilan pemberian dari melani.
Ibu marni memandang ke arah sang cucu, tama cucu nya benar-benar menggemaskan. Benar apa yang di katakan dimas kasihan tama yang tidak mendapat kasih sayang dari seorang ibu.
" Walaupun tidak ada Vera, tama tidak akan kekurangan kasih sayang. Kami semua menyayangi tama sama seperti kami menyayangi Vino. Sudah sekarang kamu lebih baik berangkat ke kios saja, masalah Vera kita bahas nanti" Seru ibu marni.
Dimas pun mrngikuti ucapan ibu nya, setelah berpamitan dengan sang ibu dan mencium anak nya dimas pun berangkat ke kios dengan mengendarai motor butut nya yang di belakang tetap ada gerobak untuk roti-roti bawaan nya yang akan dia jual di kios.
Di kios dimas sekarang tidak hanya berjualan roti isi produksi dari industri rumahan yang di miliki pak Rt. Tetapi dimas juga berjualan kue kering dan makanan ringan yang dia ambil dari sales yang datang seminggu sekali.
Sepeninggalan dimas , ibu marni menggendong tama dan di ajak nya tama main ke rumah ibu Rt yang tidak jauh dari rumah kontrakan dimas.
__ADS_1
" Eh ibu marni sama tama, mari masuk bu!" Seru ibu Rt saat dilihat nya ibu marni datang kerumah nya.
" Terimakasih bu, saya ganggu apa tidak ini bu?" Tanya ibu marni.
" Oh tidak bu, ini sudah selesai semua kok. Tadi para pedagang baru selesai ngambil barang dagangan nya, biasa bu usaha roti kecil-kecilan" Seru ibu Rt sambil membereskan plastik-plastik yang berserakan.
" Ibu Rt terlalu merendah diri, usaha rumahan ibu ini sudah tergolong besar loh.Tadi saya lihat para pedagang yang mengambil roti ibu juga berjejeran di depan rumah ibu." Ucap ibu marni dengan memangku tama.
" Alhamdulillah bu, oh iya ibu mau minum apa? Sampai lupa menawarkan minum" Ucap ibu Rt sambil tersenyum dan merasa tidak enak dengan ibu marni.
" Tidak usah repot-repot bu, saya kesini cuma main saja kok karena tama bosan main di rumah terus. Sudah ibu duduk disini saja, tidak usah buat minum" Cegah ibu marni saat ibu Rt ingin membuat kan minum.
Ibu Rt pun duduk di samping ibu marni, mereka berdua mulai asik dengan obrolan nya. Saling menceritakan zaman muda nya masing-masing, mereka pun tertawa dengan akrab nya.
Di rumah sakit husada fadli baru saja menyelesaikan operasi, kini fadli keluar dari ruangan operasi bersama tim dokter yang lain nya. Saat fadli berjalan ke arah ruangan nya, ada seseorang yang memanggil Fadli.
" Mas Fadli....." Seru seseorang
Fadli pun mencari sumber suara itu dan mendapati seseorang telah berdiri di hadapan nya dengan senyum merekah terukir di bibir nya.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
*************************
Kira-kira siapa ya orang yang memanggil Fadli? Ada yang tahu? Temukan jawaban nya di Bab selanjut nya. Tetap jangan lupa berikan dukungan nya ❤❤
Cerita kalau tanpa konflik itu kurang seru, bener tidak?
__ADS_1
Tapi Author kalau bikin konflik itu tidak yang rumit-rumit dan tidak terlalu berlarut-larut. Jadi mohon maaf ya kalau ada yang tidak suka dengan karya Author. 🙏
TERIMAKASIH 🙏